Tuesday, December 9, 2025

Cerita Seks ku: Bersama dengan 3 Perempuan

Cerita Dewasa Seks – Sebenarnya aku tidak istimewa, wajahku juga tidak terlalu tampan, tinggi dan bentuk tubuhku juga biasabiasa saja. Tidak ada yang istimewa dalam diriku. Tapi entah kenapa aku banyak disukai wanita. Bahkan ada yang terangterangan mengajakku berkencan. Tapi aku tidak pernah berpikir sampai ke sana. Aku belum mau pacaran. Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMA. Padahal hampir semua temantemanku yang laki, sudah punya pacar. Bahkan sudah ada yang beberapa kali ganti pacar. Tapi aku sama sekali belum punya keinginan untuk pacaran. Walau sebenarnya banyak juga gadisgadis yang mau jadi pacarku.

Waktu itu hari Minggu pagi. Iseng-iseng aku berjalanjalan memakai pakaian olah raga. Padahal aku paling malas berolah raga. Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga. Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Sesekali berlari kecil mengikuti orangorang yang ternyata cukup banyak juga yang memanfaatkan minggu pagi untuk berolah raga atau hanya sekedar berjalanjalan menghirup udara yang masih bersih.

Tidak terasa sudah cukup jauh juga meninggalkan rumah. Dan kakiku sudah mulai terasa pegal. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orangorang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Tidak sedikit anakanak yang bermain dengan gembira.

Belum lama aku duduk beristirahat, datang seorang gadis yang langsung saja duduk di sebelahku. Hanya sedikit saja aku melirik, cukup cantik juga wajahnya. Dia mengenakan baju kaos yang ketat tanpa lengan, dengan potongan leher yang lebar dan rendah, sehingga memperlihatkan seluruh bahu serta sebagian punggung dan dadanya yang menonjol dalam ukuran cukup besar. Kulitnya putih dan bersih celana pendek yang dikenakan membuat pahanya yang putih dan padat jadi terbuka. Cukup leluasa untuk memandangnya. Aku langsung berpurapura memandang jauh ke depan, ketika dia tibatiba saja berpaling dan menatapku.



Lagi ada yang ditunggu?, tegurnya tibatiba.
Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Cepatcepat aku menjawab dengan agak gelagapan juga. Karena tidak menduga kalau dia akan menyapaku.
Tidak.., Eh, kamu sendiri..?, aku balik bertanya.
Sama, aku juga sendirian, jawabnya singkat.

Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Gadis ini bukan hanya memiliki wajah yang cukup cantik tapi juga punya bentuk tubuh yang bisa membuat mata lelaki tidak berkedip memandangnya. Apalagi pinggulnya yang bulat dan padat berisi. Bentuk kakinya juga indah. Entah kenapa aku jadi tertarik memperhatikannya. Padahal biasanya aku tidak pernah memperhatikan wanita sampai sejauh itu.
Jalanjalan yuk.., ajaknya tibatiba sambil bangkit berdiri.
Kemana?, tanyaku ikut berdiri.
Kemana saja, dari pada bengong di sini, sahutnya.

Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya dengan gerakan yang indah dan gemulai. Bergegas aku mengikuti dan mensejajarkan ayunan langkah kaki di samping sebelah kirinya. Beberapa saat tidak ada yang bicara. Namun tiba-tiba saja aku jadi tersentak kaget, karena tanpa diduga sama sekali, gadis itu menggandeng tanganku. Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu. Dan akujuga belum kenal namanya.

Dadaku seketika jadi berdebar menggemuruh tidak menentu. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Dia bukan hanya menggandeng tanganku, tapi malah mengge1ayutinya. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap.
Eh, nama kamu siapa..?, tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.
Angga, sahutku.
Akh.., kayak nama perempuan, celetuknya. Aku hanya tersenyum saja sedikit.
Kalau aku sih biasa dipanggil Fia, katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Padahal aku tidak memintanya.
Nama kamu bagus, aku memuji hanya sekedar berbasabasi saja.
Eh, boleh nggak aku panggil kamu Mas Angga?, Soalnya kamu pasti lebih tua dariku,? katanya meminta.

Aku hanya tersenyum saja. Memang kalau tidak pakai seragam Sekolah, aku kelihatan jauh lebih dewasa. Padahal umurku saja baru tujuh belas lewat beberapa bulan. Dan aku memperkirakan kalau gadis ini pasti seorang mahasiswi, atau karyawati yang sedang mengisi hari libur dengan berolah raga pagi. Atau hanya sekedar berjalanjalan sambil mencari kenalan baru.
Eh, bubur ayam disana nikmat lho. Mau nggak..?, ujarnya menawarkan, sambil menunjuk gerobak tukang bubur ayam. Cerita Dewasa
Boleh, sahutku.

Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Sambil makan, Fia banyak bercerita. Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Fia memang pandai membuat suasana jadi akrab. 


Selesai makan bubur ayam, aku dan gadis itu kembali berjalanjalan. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Aku bermaksud mau pulang. Tanpa diduga sama sekali, justru Fia yang mengajak pulang lebih dulu.
Mobilku di parkir disana.., katanya sambil menunjuk deretan mobilmobil yang cukup banyak terparkir.
Kamu bawa mobil..?, tanyaku heran.
Iya. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Malas kalau naik kendaraan umum, katanya beralasan.
Kamu sendiri..?
Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.
Ikut aku yuk.., ajaknya langsung.

Belum juga aku menjawab, Fia sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya. Sebuah mobil starlet warna biru muda masih mulus, dan tampaknya masih cukup baru. Fia malah meminta aku yang mengemudi. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Fia langsung menyebutkan alamat rumahnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan gadis itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan komplek perumahan elite. sebenarnya aku mau langsung pulang. Tapi Fia menahan dan memaksaku untuk singgah.

Ayo.., Sambil menarik tanganku, Fia memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa lakilaki yang baru dikenalnya ke dalam kamar.
Tunggu sebentar ya.., kata Fia setelah membawaku ke dalam sebuah kamar.

Dan aku yakin kalau ini pasti kamar Fia. Sementara gadis itu meninggalkanku seorang diri, entah ke mana perginya. Tapi tidak lama dia sudah datang lagi. Dia tidak sendiri, tapi bersama dua orang gadis lain yang sebaya dengannya. Dan gadisgadis itu juga memiliki wajah cantik serta tubuh yang ramping, padat dan berisi.

Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Aku benarbenar terkejut, tapi tidak bisa berbuat apaapa. Karena kejadiannya begitu cepat dan tibatiba sekali, hingga aku tidak sempat lagi menyadari.

Aku dulu.., Aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini, kata Fia tibatiba sambil melepaskan baju kaosnya.

Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Fia bukan hanya menanggalkan bajunya, tapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Fia mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali.. Akhh tubuhnya luar biasa bagusnya.. baru kali ini aku melihat payudara seorang gadis secara dekat, payudaranya besar dan padat.

Bentuk pinggulnya ramping dan membentuk bagai gitar yang siap dipetik, Bulubulu vaginanya tumbuh lebat di sekitar kemaluannya. Sesaat kemudian Fia menghampiriku, dan merenggut semua pakaian yang menutupi tubuhku, hingga aku henarbenar polos dalam keadaan tidak berdaya. Bukan hanya Fia yang mendekatiku, tapi kedua gadis lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.
Eh, apaapaan ini? Apa mau kalian..?, aku membentak kaget.

Tapi tidak ada yang menjawab. Fia sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Tapi dengan kedua tangan terikat dan kakiku juga terentang diikat, tidak mudah bagiku untuk melepaskan diri. Sementara itu bukan hanya Fia saja yang menciumi wajah dan sekujur tubuhku, tapi kedua gadis lainnya juga melakukan hal yang sama.

Sekujur tubuhku jadi menggeletar hebat Seperti tersengat listrik, ketika merasakan jarijari tangan Fia yang lentik dan halus menyambar dan langsung meremasremas bagian batang penisku. Seketika itu juga batang penisku tibatiba menggeliatgeliat dan mengeras secara sempurna, aku tidak mampu melawan rasa kenikmatan yang kurasakan akibat penisku di kocok-kocok dengan bergairah oleh Fia. Aku hanya bisa merasakan seluruh batangan penisku berdenyutdenyut nikmat.

Aku benarbenar kewalahan dikeroyok tiga orang gadis yang sudah seperti kerasukan setan. Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Tapi aku juga ketakutan setengah mati. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpimimpiku.

Aku benar-benar tidak berdaya ketika Fia duduk di atas perutku, dan menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang padat. Sementara dua orang gadis lainnya yang kutahu bernama Rika dan Sari terus menerus menciumi wajah, leher dan sekujur tubuhku. Bahkan mereka melakukan sesuatu yang hampir saja membuatku tidak percaya, kalau tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri.

Saat itu juga aku langsung menyadari kalau gadisgadis ini bukan hanya menderita penyakit hiperseks, tapi juga biseks. Mereka bisa melakukan dan mencapai kepuasan dengan lawan jenisnya, dan juga dengan sejenisnya. Bahkan mereka juga menggunakan alatalat untuk mencapai kepuasan seksual. Aku jadi ngeri dan takut membayangkannya.

Sementara itu Fia semakin asyik menggerakgerakkan tubuhnya di atas tubuhku. Meskipun ada rasa takut dalam diriku, tetapi aku benarbenar merasakan kenikmatan yang amat sangat, baru kali ini penisku merasakan kelembutan dan hangatnya lubang vagina seorang gadis, lembut, rapat dan sedikit basah, Riapun merasakan kenikmatan yang sama, bahkan sesekali aku mendengar dia merintih tertahan. Fia terus menggenjot tubuhnya dengan gerakangerakan yang luar biasa cepatnya membuatku benarbenar tidak kuasa lagi menerima kenikmatan bertubitubi aku berteriak tertahan.

Fia yang mendengarkan teriakanku ini tibatiba mencabut vaginanya dan secara cepat tangannya meraih dan menggenggam batang penisku dan melakukan gerakangerakan mengocok yang cepat, hingga tidak lebih dari beberapa detik kemudian aku merasakan puncak kenikmatan yang luar biasa berbarengan dengan spermaku yang menyemprot dengan derasnya. Fia terus mengocokngocok penisku sampai spermaku habis dan tidak bisa menyemprot lagi tubuhku merasa ngilu dan mengejang.

Tetapi Fia rupanya tidak berhenti sampai disitu, kemudian dengan cepat dia dibantu dengan kedua temannya menyedot seluruh spermaku yang bertebaran sampai bersih dan memulai kembali menggenggam batang penisku eraterat dengan genggaman tangannya sambil mulutnya juga tidak lepas mengulum kepala penisku. Perlakuannya ini membuat penisku yang biasanya setelah orgasme menjadi lemas kini menjadi dipaksa untuk tetap keras dan upaya Fia sekarang benarbenar berhasil. Penisku tetap dalam keadaan keras bahkan semakin sempurna dan Fia kembali memasukkan batangan penisku ke dalam vaginanya kembali dan dengan cepatnya Fia menggenjot kembali vaginanya yang sudah berisikan batangan penisku.

Aku merasakan agak lain pada permainan yang kedua ini. Penisku terasa lebih kokoh, stabil dan lebih mampu meredam kenikmatan yang kudapat. Tidak lebih dari sepuluh menit Fia memperkosaku, tibatiba dia menjerit dengan tertahan dan Fia tiba-tiba menghentikan genjotannya, matanya terpejam menahan sesuatu, aku bisa merasakan vagina Fia berdenyutdenyut dan menyedotnyedot penisku, hingga akhirnya Fia melepaskan teriakannya saat ia merasakan puncak kenikmatannya. Aku merasakan vagina Fia tibatiba lebih merapat dan memanas, dan aku merasakan kepala penisku seperti tersiram cairan hangat yang keluar dari vagina Fia. Saat Fia mencabut vaginanya kulihat cairan hangat mengalir dengan lumayan banyak di batangan peni

Setelah Fia Baru saja mendapatkan orgasme, Fia menggelimpang di sebelah tubuhku. Setelah mencapai kepuasan yang diinginkannya, melihat itu Sari langsung menggantikan posisinya. Gadis ini tidak kalah liarnya. Bahkan jauh lebih buas lagi daripada Fia. Membuat batanganku menjadi sedikit sakit dan nyeri. Hanya dalam tidak sampai satu jam, aku digilir tiga orang gadis liar. Mereka bergelinjang kenikmatan dengan dalam keadaan tubuh polos di sekitarku, setelah masingmasing mencapai kepuasan yang diinginkannya.

Sementara aku hanya bisa merenung tanpa dapat berbuat apaapa. Bagaimana mungkm aku bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..?

Aku hanya bisa berharap mereka cepatcepat melepaskan aku sehingga aku bisa pulang dan melupakan semuanya. Tapi harapanku hanya tinggal anganangan belaka. Mereka tidak melepaskanku, hanya menutupi tubuhku dengan selimut. Aku malah ditinggal seorang diri di dalam kamar ini, masih dalam keadaan telentang dengan tangan dan kaki terikat tali kulit. Aku sudah berusaha untuk melepaskan diri. Tapi justru membuat pergelangan tangan dan kakiku jadi sakit. Aku hanya bisa mengeluh dan berharap gadisgadis itu akan melepaskanku.

Sungguh aku tidak menyangka sama sekali. Ternyata ketiga gadis itli tidak mau melepaskanku. Bahkan mereka mengurung dan menyekapku di dalam kamar ini. Setiap saat mereka datang dan memuaskan nafsu birahinya dengan cara memaksa. Bahkan mereka menggunakan obatobatan untuk merangsang gairahku. Sehingga aku sering kali tidak menyadari apa yang telah kulakukan pada ketiga gadis itu. Dalam pengaruh obat perangsang, mereka melepaskan tangan dan kakiku. Tapi setelah mereka mencapai kepuasan, kembali mengikatku di ranjang ini. Sehingga aku tidak bisa meninggalkan ranjang dan kamar ini.

Dan secara bergantian mereka mengurus makanku. Mereka memandikanku juga di ranjang ini dengan menggunakan handuk basah, sehingga tubuhku tetap bersih. Meskipun mereka merawat dan memperhatikanku dengan baik, tapi dalam keadaan terbelenggu seperti ini siapa yang suka? Berulang kali aku meminta untuk dilepaskan. Tapi mereka tidak pernah menggubris permintaanku itu. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macammacam. Aku membayangkan kalau orang tua dan saudarasaudara serta semua temanku pasti kebingungan mencariku.

Karena sudah tiga hari aku tidak pulang akibat disekap gadisgadis binal dan liar ini. Meskipun mereka selalu memberiku makanan yang lezat dan bergizi, tapi hanya dalam waktu tiga hari saja tubuhku sudah mulai kelihatan kurus. Dan aku sama sekali tidak punya tenaga lagi. Bahkan aku sudah pasrah. Setiap saat mereka selalu memaksaku menelan obat perangsang agar aku tetap bergairah dan bisa melayani nafsu birahinya. Aku benarbenar tersiksa. Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benarbenar tersiksa. Dan aku sama sekali tidak berdaya untuk melepaskan diri dari cengkeraman gadisgadis binal itu.

Tapi sungguh aneh. Setelah lima hari terkurung dan tersiksa di dalam kamar ini, aku tidak lagi melihat mereka datang. Bahkan sehari semalam mereka tidak kelihatan. Aku benarbenar ditinggal sendirian di dalam kamar ini dalam keadaan terikat dan tidak berdaya. Sementara perutku ini terus menerus menagih karena belum diisi makanan. Aku benarbenar tersiksa lahir dan batin. 

Namun keesokan harinya, pintu kamar terbuka. Aku terkejut, karena yang datang bukan Fia, Santi atau Rika Tapi seorang lelaki tua, bertubuh kurus. Dia langsung menghampiriku dan membuka ikatan di tangan dan kaki. Saat itu aku sudah benarbenar lemah, sehingga tidak mampu lagi untuk bergerak. Dan orang tua ini memintaku untuk tetap berbaring. Bahkan dia memberikan satu stel pakaian, dan membantuku mengenakannya.
Tunggu sebentar, Bapak mau ambilkan makanan, katanya sambil berlalu meninggalkan kamar ini.

Dan memang tidak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dengan lauk pauknya yang mengundang selera. Selama dua hari tidak makan, membuat nafsu makanku jadi tinggi sekali. Sebentar saja sepiring nasi itu sudah habis berpindah ke dalam perut. Bahkan satu teko air juga kuhabiskan. Tubuhku mulai terasa segar. Dan tenagaku berangsur pulih.
Bapak ini siapa?, tanyaku
Saya pengurus rumah ini, sahutnya.
Lalu, ketiga gadis itu.., tanyaku lagi.
hh.., Mereka memang anakanak nakal. Maafkan mereka, Nak.., katanya dengan nada sedih.
Bapak kenal dengan mereka?, tanyaku.
Bukannya kenal lagi. Saya yang mengurus mereka sejak kecil. Tapi saya tidak menyangka sama sekali kalau mereka akan jadi binal seperti itu. Tapi untunglah, orang tua mereka telah membawanya pergi dari sini. Mudahmudahan saja kejadian seperti ini tidak terulang lagi, katanya menuturkan dengan mimik wajah yang sedih.

Aku juga tidak bisa bilang apaapa lagi. Setelah merasa tenagaku kembali pulih, aku minta diri untuk pulang. Dan orang tua itu mengantarku sampai di depan pintu. Kebetulan sekali ada taksi yang lewat. Aku langsung mencegat dan meminta supir taksi mengantarku pulang ke rumahku. Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi.

Baca Juga :  Cerita Sex Ku : Ngewe untuk Melunasi Hutang

Aku benarbenar tidak mengerti, dan hampir tidak percaya. Seakanakan semua yang terjadi hanya mimpi belaka. Memang aku selalu menganggap semua itu hanya mimpi buruk. Dan aku tidak berharap bisa terulang lagi. Bahkan aku berharap kejadian itu tidak sampai menimpa orang lain. Aku selalu berdoa semoga ketiga gadis itu menyadari kesalahannya dan mau bertobat. Karena yang mereka lakukan itu merupakan suatu kesalahan besar dan perbuatan hina yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Monday, December 8, 2025

Cerita Sex Ku : Ngewe untuk Melunasi Hutang

 Cerita Sex ku  Sari adalah seorang wanita muda beranak satu berusia 25 tahun yang memiliki wajah manis, dengan bentuk tubuhnya yang begitu semok, pantatnya yang bohay membulat membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan berdecak kagum. Ditambah lagi dengan buah dadanya yang membusung ukuran 34B dan sangat montok itu, semakin menambah keseksiannya benar benar menggiurkan, setiap mata lelaki.

Sari bekerja pada satu instansi pemerintah didaerah Sudirman, sebagai seorang analis yang ramah iapun sangatlah disukai oleh teman teman sekantornya. Sehari hari Sari berangkat bekerja dari rumahnya didaerah Ciledug menggunakan angkutan umum, dengan kebiasaannya yang selalu memakai pakaian ketat semakin membuat lekukkan tubuh seksinya tampak begitu jelas, dan mengundang banyak pandangan nakal dari para lelaki yang melihatnya.

Seperti pagi itu diangkutan yang cukup padat penumpang Sari berdiri berdesakkan diantara para penumpang, Sari yang pagi itu memakai pakaian ketat dengan span yang diatas lutut begitu menggoda setiap lelaki yang berdiri didekatnya, untuk merapatkan tubuhnya ketubuh Sari yang sangat seksi dan montok itu.

Saat itu ada seorang laki laki yang berdiri tepat dibelakang Sari, dengan perlahan mulai merapatkan tubuh depannya kebagian belakang tubuh Sari, dengan memanfaatkan goncangan mobil angkutan yang sesekali terguncang itu, laki laki itu mulai menempelkan batang penisnya yang masih tertutup celana ke pantat Sari. Laki laki yang disebelahnya pun tidak mau kalah dengan kalakuan temannya, iapun mulai dengan menempelkan telapak tangannya dipermukaan pantat Sari yang yang begitu membulat seksi terbalut rok spannya yang begitu ketat menyiplak dipantatnya.

Sari yang diperlakukan seperti itu tidak menyadarinya, ia masih asik bergantungan dengan tangan satunya sedang memainkan tombol tombol blackberrynya. Begitulah keseharian yang sering terjadi terhadap Sari, ada saja lelaki yang mencuri curi kesempatan dalam kesempitan.

Tidak seperti biasanya hari itu Sari begitu pusing dengan keadaan suaminya yang terlibat banyak hutang, akibat kebiasaan suaminya yang sering berhura hura dan hidup royal. Sementara tabungan Sari sudah habis dipakai untuk bayar ini dan itu, sesampainya dikantor Sari menghadap pimpinannya untuk meminjam uang, untuk melunasi hutang suaminya kepada seorang rentenir.

Sari mengetuk pintu ruangan pimpinannya itu, dan terdengar suara dari seorang laki laki yang mempersilahkannya untuk masuk. Pak Nico adalah pimpinan dimana Sari adalah salah seorang anak buah di unitnya, dan hari itu Sari datang dan mengutarakan maksudnya untuk mendapat pinjaman uang.

Dengan mata nakalnya Pak Nico menyisir tubuh Sari dari atas sampai kebawah, Sari menjadi risih mendapati hal ini, lalu dengan perlahan iapun mulai mengutarakan maksudnya.

“…maaf Pak maksud dan tujuan saya menghadap, adalah ingin meminta bantuan kepada Bapak untuk meminjamkan saya uang lima juta Pak…” kata Sari dengan nada berat.
“…boleh saja Bapak kasih, asal kamu mau menerima persyaratannya…!” kata Pak Nico mulai dengan akal bulusnya.
“…persyaratan apa Pak, saya tidak mengerti…?” sambung Sari.
“…asal kamu mau pacaran sama Bapak sehari…saja…pasti Bapak kasih apa yang kamu mau…gimana…?” kata Pak Nico dengan berbisik didepan wajah Sari.



Sari begitu kaget dengan apa yang baru didengarnya, lalu iapun tertunduk tidak berani menatap mata atasannya itu, dan iapun teringat akan desakkan dan ancaman rentenir yang kemarin datang kerumahnya, lalu dengan pelan iapun berkata lagi.

“…kalau memang Bapak mau begitu saya terima Pak, asalkan saya diberi pinjaman…” dengan berat hati Sari menyetujui keinginan atasannya itu.

Pak Nico begitu girang dan tidak menyangka Sari akan semudah itu menerima persyaratan darinya. Lalu iapun mengeluarkan sejumlah uang dari lacinya, dan memberikannya kepada Sari.

“…ini uangnya lima juta dan kamu harus menuruti apa saja yang saya mau…!” katanya seraya menyerahkan uang ketangan Sari.

Sari segera memasukan uang itu kedalam tasnya, sementara Pak Nico pergi mengunci pintu ruangannya, dan segera menghampiri Sari. Sari tidak kuasa menolak ketika tangan Pak Nico memeluk tubuhnya dari belakang, dan mulai menyapu tengkuk dan leher jenjangnya dengan mulut dan lidahnya. Pak Nico yang sudah sekian lama begitu memendam hasrat terhadap Sari kemudian tidak menyia nyiakan kesempatan langka tersebut, dengan penuh nafsu iapun mulai menggesek gesekkan batang penisnya dibelahan pantat Sari yang terbalut rok ketatnya.

“…oohh Sari kamu begitu menggairahkan, tubuhmu begitu seksi sssshhh…aaahh…” racau Pak Nico ditelinga Sari.

Lalu mulai tangan Pak Nico meremas remas buah dada montok Sari, dan mulai membuka satu persatu kancing blousnya. Tubuh Sari sampai terguncang guncang menerima desakkan dan gesekkan liar penis Pak Nico dipantatnya, kini Pak Nico membalikkan tubuh Sari kehadapannya.

Dengan memegang kepala Sari Pak Nico kemudian melumat bibir tipis Sari, kemudian tangannya mulai menurunkan tali kutang dipundak Sari. Sari sudah setengah telanjang dengan buah dadanya yang montok itu menggantunng membuat Pak Nico yang tidak sabar segera mencaplok dan mengenyoti puting susunya dengan penuh nafsu.

“…ssshhh…” Sari mulai mendesis menerima kenyotan mulut Pak Nico.

Pak Nico kemudian menarik Sari dan membaringkannya diatas sofa, lalu mulai menjilati paha mulus Sari, dan kemudian dengan tergesa segera menarik turun celana dalamnya. Sari hanya pasrah ketika Pak Nico mulai membuka celananya, dan kemudian menuntun batang kontolnya kearah vaginanya. Cerita Dewasa

Vagina Sari yang sudah basah itu dengan mudah dapat dimasuki kontol Pak Nico, dan dengan tergesa kemudian Pak Nico mulai menggenjot vagina Sari. “…aaahh…ooohhh…ssshhh…memekmu legit Rat…!” racaunya.

Sari hanya bisa pasrah dan menitikkan airmatanya, menerima hujaman dan genjotan batang kontol atasannya itu. Hingga akhirnya Pak Nico menyemburkan spermanya didalam rahim Sari, dan hari itu runtuhlah sudah kesucian dirinya, dia harus menjadi tumbal akibat perbuatan suaminya. Pak Nico sangat puas telah berhasil mencicipi tubuh seksi dan montok Sari, yang sudah sekian lama diidamkannya itu.

Sari kembali kemeja kerjanya, dan hari itu iapun menjadi kewalahan akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, karena tadi harus melayani atasannya. Hari itupun Sari harus pulang sedikit lebih malam dari biasanya, dengan tubuh lemas dan lelah iapun berderet bersama para calon penumpang angkutan umum dihalte bis itu.

Hingga sekitar jam delapan malam Sari baru dapat bis, dan tidak diduga pula ditengah perjalanan bis itu mogok, hingga Sari harus menyusuri trotoar dan berjalan mencari angkutan alternatif lainnya. Tepat didepan sebuah toko yang sudah mulai tertutup separuh rollingdorrnya, Sari dikejutkan dengan seorang laki laki yang kemudian membekap mulutnya, dan menarik tubuhnya masuk kedalam toko itu.

Sari tidak bisa menjerit apalagi meminta tolong dengan bekapan dimulutnya, Sari terus dipaksa masuk hingga kebagian belakang dalam toko tersebut. Didalam toko yang rupanya masih ada beberapa orang itu, kemudian serentak mengerubuti Sari yang mulai panik. Dan Sari tidak berdaya mendapatkan serangan dari sekian laki laki yang mulai menjarah sekujur tubuh seksinya, dengan rabaan, dan remasan disana sini.

Malam itu Sari semakin kecil kemungkinannya untuk dapat pulang dengan selamat, tujuh orang pelayan toko berikut pemiliknya malam itu menggilir tubuh Sari, dan diperkosa hingga Sari jatuh pingsan. Seorang demi seorang mulai memasuki tubuh Sari, dan memperkosanya secara brutal. Hingga semuanya kebagian menikmati montoknya tubuh Sari.

Dengan uang yang tersisa menjelang subuh, Sari akhirnya sampai juga dirumahnya, dan suaminya pun tidak bisa berbuat apa apa mendapati istrinya pulang dalam keadaan bersimbah sisa sisa sperma dari para lelaki yang tadi memperkosa istrinya.

Hari itu Sari tidak bisa masuk kerja dan sehabis berobat kedokter iapun diharuskan banyak istirahat, seperti yang sudah dijanjikan siang itu pun datang lah rentenir untuk menagih utang suaminya. Setelah perdebatan yang sangat alot rentenir itu tidak bisa menerima bayaran dari suami Sari, karena uang yang kemarin dipinjam oleh Sari telah raib dirampas para pemerkosanya.

Tagor sang rentenir itu akhirnya memberikan satu syarat kepada Sari dan suaminya, ia akan memberi keringanan hutang mereka apabila diberi kesempatan untuk meniduri Sari. Taryo suami Sari tidak kuasa menolaknya dan kemudian merundingkannya dengan Sari, lalu dengan menintikkan air matanya Sari pun bersedia ditiduri oleh Bang Tagor rentenir itu.

Tagor lalu meminta Taryo untuk meninggalkan ia dan istrinya, dengan lesu Taryo pun menurutinya dan pergi meninggalkan Sari istrinya untuk ditiduri Tagor si rentenir itu. Tagor yang rupanya sudah tertarik terhadap kemolekkan tubuh Sari itu, kemudian membawa Sari kekamar dan direbahkannya diatas ranjang.

Lalu dengan penuh nafsunya Tagur menerkam tubuh Sari dan menggumulinya, dengan lumatan kasar dibibir tipis Sari Tagor pun kemudian meremas remas buah dada Sari dengan kasar. Dan kemudian dengan kasar merobek daster bagian dada Sari, dan membetoto kutangnya hingga putus, kemudian dengan nafsu di caploknya buah dada montok itu.

“…kamu memang cantik mba Sari, tubuhmu montok sekali…aaahhh…ssshh…” racau Bang Tagor disela kenyotan mulutnya disusu Sari.

Cerita Bokep Kemudian dengan kasar pula ia mulai menarik celana dalam Sari hingga sobek dan terputus, lalu dengan nafsu dijilatinya belahan vagina Sari. Dengan lidahnya dimainkannya klentit Sari, dan dijelajahinya hingga kekedalaman vaginanya yang gelap dan pekat itu.

Dengan membuka kaki Sari dan dikangkangkannya kedua paha mulusnya, lalu Tagor dengan kasar mecobloskan batang kontolnya yang besar itu keliang vagina Sari yang imut dan sempit itu. Sari meringis mendapati hentakan hentakan kasar batang kontol yang dua kali lebih besar dari milik suaminya itu.

“…aaahh…pelan Bang…aaahhh…sakiiiit….Bang…aaahh…!” rintih Sari.

Bukan manjadi iba Tagor malah semakin bernafsu menggenjot vagina Sari, dan ia terus mengguncang dan menyodokkan kontolnya lebih kasar lagi. Hingga sepuluh menit kemudian denga erangan panjang Tagor memuntahkan lahar panasnya dirahim Sari.

“…aaaahhh….ssshhh…ccrot…crot…crot…enak betul memek kau mba…!” katanya dipenghujung smburan spermanya.

Sari hanya menangis meratapi semua rentetan kejadian yang harus diterimanya, sedari kemarin hingga hari itu tubuhnya harus menjadi sarana pemuas hajat birahi laki laki. Sungguh kejam nasib yang harus diterimanya, semua ini akibat dari kebiasaan buruk suaminya yang doyan berhutang, hingga mengakibatkan dirinya menjadi tumbal dari hutang suaminya.

Tagor yang kelelahan sehabis menggarap tubuh Ratnapun berucap sekenanya.

“…kalau nanti suamimu belum juga bisa melunasi hutangnya, aku akan minta tubuh kau lagi…ingat itu…!” katanya sambil berlalu dan pergi.

Sari semakin teriris mendengar hal itu, dan dalam hatinya ia semakin menyalahkan suaminya, yang menyebabkan semua kehinaan yang telah menimpanya.

Cerita Dewasa – Sari adalah seorang wanita muda beranak satu berusia 25 tahun yang memiliki wajah manis, dengan bentuk tubuhnya yang begitu semok, pantatnya yang bohay membulat membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan berdecak kagum. Ditambah lagi dengan buah dadanya yang membusung ukuran 34B dan sangat montok itu, semakin menambah keseksiannya benar benar menggiurkan, setiap mata lelaki.

Sari bekerja pada satu instansi pemerintah didaerah Sudirman, sebagai seorang analis yang ramah iapun sangatlah disukai oleh teman teman sekantornya. Sehari hari Sari berangkat bekerja dari rumahnya didaerah Ciledug menggunakan angkutan umum, dengan kebiasaannya yang selalu memakai pakaian ketat semakin membuat lekukkan tubuh seksinya tampak begitu jelas, dan mengundang banyak pandangan nakal dari para lelaki yang melihatnya.

Seperti pagi itu diangkutan yang cukup padat penumpang Sari berdiri berdesakkan diantara para penumpang, Sari yang pagi itu memakai pakaian ketat dengan span yang diatas lutut begitu menggoda setiap lelaki yang berdiri didekatnya, untuk merapatkan tubuhnya ketubuh Sari yang sangat seksi dan montok itu.

Saat itu ada seorang laki laki yang berdiri tepat dibelakang Sari, dengan perlahan mulai merapatkan tubuh depannya kebagian belakang tubuh Sari, dengan memanfaatkan goncangan mobil angkutan yang sesekali terguncang itu, laki laki itu mulai menempelkan batang penisnya yang masih tertutup celana ke pantat Sari. Laki laki yang disebelahnya pun tidak mau kalah dengan kalakuan temannya, iapun mulai dengan menempelkan telapak tangannya dipermukaan pantat Sari yang yang begitu membulat seksi terbalut rok spannya yang begitu ketat menyiplak dipantatnya.

Sari yang diperlakukan seperti itu tidak menyadarinya, ia masih asik bergantungan dengan tangan satunya sedang memainkan tombol tombol blackberrynya. Begitulah keseharian yang sering terjadi terhadap Sari, ada saja lelaki yang mencuri curi kesempatan dalam kesempitan.

Tidak seperti biasanya hari itu Sari begitu pusing dengan keadaan suaminya yang terlibat banyak hutang, akibat kebiasaan suaminya yang sering berhura hura dan hidup royal. Sementara tabungan Sari sudah habis dipakai untuk bayar ini dan itu, sesampainya dikantor Sari menghadap pimpinannya untuk meminjam uang, untuk melunasi hutang suaminya kepada seorang rentenir.

Sari mengetuk pintu ruangan pimpinannya itu, dan terdengar suara dari seorang laki laki yang mempersilahkannya untuk masuk. Pak Nico adalah pimpinan dimana Sari adalah salah seorang anak buah di unitnya, dan hari itu Sari datang dan mengutarakan maksudnya untuk mendapat pinjaman uang.

Dengan mata nakalnya Pak Nico menyisir tubuh Sari dari atas sampai kebawah, Sari menjadi risih mendapati hal ini, lalu dengan perlahan iapun mulai mengutarakan maksudnya.

“…maaf Pak maksud dan tujuan saya menghadap, adalah ingin meminta bantuan kepada Bapak untuk meminjamkan saya uang lima juta Pak…” kata Sari dengan nada berat.

“…boleh saja Bapak kasih, asal kamu mau menerima persyaratannya…!” kata Pak Nico mulai dengan akal bulusnya.

“…persyaratan apa Pak, saya tidak mengerti…?” sambung Sari.

“…asal kamu mau pacaran sama Bapak sehari…saja…pasti Bapak kasih apa yang kamu mau…gimana…?” kata Pak Nico dengan berbisik didepan wajah Sari.

Sari begitu kaget dengan apa yang baru didengarnya, lalu iapun tertunduk tidak berani menatap mata atasannya itu, dan iapun teringat akan desakkan dan ancaman rentenir yang kemarin datang kerumahnya, lalu dengan pelan iapun berkata lagi.

“…kalau memang Bapak mau begitu saya terima Pak, asalkan saya diberi pinjaman…” dengan berat hati Sari menyetujui keinginan atasannya itu.

Pak Nico begitu girang dan tidak menyangka Sari akan semudah itu menerima persyaratan darinya. Lalu iapun mengeluarkan sejumlah uang dari lacinya, dan memberikannya kepada Sari.

“…ini uangnya lima juta dan kamu harus menuruti apa saja yang saya mau…!” katanya seraya menyerahkan uang ketangan Sari.

Sari segera memasukan uang itu kedalam tasnya, sementara Pak Nico pergi mengunci pintu ruangannya, dan segera menghampiri Sari. Sari tidak kuasa menolak ketika tangan Pak Nico memeluk tubuhnya dari belakang, dan mulai menyapu tengkuk dan leher jenjangnya dengan mulut dan lidahnya. Pak Nico yang sudah sekian lama begitu memendam hasrat terhadap Sari kemudian tidak menyia nyiakan kesempatan langka tersebut, dengan penuh nafsu iapun mulai menggesek gesekkan batang penisnya dibelahan pantat Sari yang terbalut rok ketatnya.

“…oohh Sari kamu begitu menggairahkan, tubuhmu begitu seksi sssshhh…aaahh…” racau Pak Nico ditelinga Sari.

Lalu mulai tangan Pak Nico meremas remas buah dada montok Sari, dan mulai membuka satu persatu kancing blousnya. Tubuh Sari sampai terguncang guncang menerima desakkan dan gesekkan liar penis Pak Nico dipantatnya, kini Pak Nico membalikkan tubuh Sari kehadapannya.

Dengan memegang kepala Sari Pak Nico kemudian melumat bibir tipis Sari, kemudian tangannya mulai menurunkan tali kutang dipundak Sari. Sari sudah setengah telanjang dengan buah dadanya yang montok itu menggantunng membuat Pak Nico yang tidak sabar segera mencaplok dan mengenyoti puting susunya dengan penuh nafsu.

“…ssshhh…” Sari mulai mendesis menerima kenyotan mulut Pak Nico.

Pak Nico kemudian menarik Sari dan membaringkannya diatas sofa, lalu mulai menjilati paha mulus Sari, dan kemudian dengan tergesa segera menarik turun celana dalamnya. Sari hanya pasrah ketika Pak Nico mulai membuka celananya, dan kemudian menuntun batang kontolnya kearah vaginanya.

Vagina Sari yang sudah basah itu dengan mudah dapat dimasuki kontol Pak Nico, dan dengan tergesa kemudian Pak Nico mulai menggenjot vagina Sari. “…aaahh…ooohhh…ssshhh…memekmu legit Rat…!” racaunya.

Sari hanya bisa pasrah dan menitikkan airmatanya, menerima hujaman dan genjotan batang kontol atasannya itu. Hingga akhirnya Pak Nico menyemburkan spermanya didalam rahim Sari, dan hari itu runtuhlah sudah kesucian dirinya, dia harus menjadi tumbal akibat perbuatan suaminya. Pak Nico sangat puas telah berhasil mencicipi tubuh seksi dan montok Sari, yang sudah sekian lama diidamkannya itu.

Sari kembali kemeja kerjanya, dan hari itu iapun menjadi kewalahan akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, karena tadi harus melayani atasannya. Hari itupun Sari harus pulang sedikit lebih malam dari biasanya, dengan tubuh lemas dan lelah iapun berderet bersama para calon penumpang angkutan umum dihalte bis itu.

Hingga sekitar jam delapan malam Sari baru dapat bis, dan tidak diduga pula ditengah perjalanan bis itu mogok, hingga Sari harus menyusuri trotoar dan berjalan mencari angkutan alternatif lainnya. Tepat didepan sebuah toko yang sudah mulai tertutup separuh rollingdorrnya, Sari dikejutkan dengan seorang laki laki yang kemudian membekap mulutnya, dan menarik tubuhnya masuk kedalam toko itu.

Sari tidak bisa menjerit apalagi meminta tolong dengan bekapan dimulutnya, Sari terus dipaksa masuk hingga kebagian belakang dalam toko tersebut. Didalam toko yang rupanya masih ada beberapa orang itu, kemudian serentak mengerubuti Sari yang mulai panik. Dan Sari tidak berdaya mendapatkan serangan dari sekian laki laki yang mulai menjarah sekujur tubuh seksinya, dengan rabaan, dan remasan disana sini.

Malam itu Sari semakin kecil kemungkinannya untuk dapat pulang dengan selamat, tujuh orang pelayan toko berikut pemiliknya malam itu menggilir tubuh Sari, dan diperkosa hingga Sari jatuh pingsan. Seorang demi seorang mulai memasuki tubuh Sari, dan memperkosanya secara brutal. Hingga semuanya kebagian menikmati montoknya tubuh Sari.

Dengan uang yang tersisa menjelang subuh, Sari akhirnya sampai juga dirumahnya, dan suaminya pun tidak bisa berbuat apa apa mendapati istrinya pulang dalam keadaan bersimbah sisa sisa sperma dari para lelaki yang tadi memperkosa istrinya.

Hari itu Sari tidak bisa masuk kerja dan sehabis berobat kedokter iapun diharuskan banyak istirahat, seperti yang sudah dijanjikan siang itu pun datang lah rentenir untuk menagih utang suaminya. Setelah perdebatan yang sangat alot rentenir itu tidak bisa menerima bayaran dari suami Sari, karena uang yang kemarin dipinjam oleh Sari telah raib dirampas para pemerkosanya.

Tagor sang rentenir itu akhirnya memberikan satu syarat kepada Sari dan suaminya, ia akan memberi keringanan hutang mereka apabila diberi kesempatan untuk meniduri Sari. Taryo suami Sari tidak kuasa menolaknya dan kemudian merundingkannya dengan Sari, lalu dengan menintikkan air matanya Sari pun bersedia ditiduri oleh Bang Tagor rentenir itu.



Tagor lalu meminta Taryo untuk meninggalkan ia dan istrinya, dengan lesu Taryo pun menurutinya dan pergi meninggalkan Sari istrinya untuk ditiduri Tagor si rentenir itu. Tagor yang rupanya sudah tertarik terhadap kemolekkan tubuh Sari itu, kemudian membawa Sari kekamar dan direbahkannya diatas ranjang.

Lalu dengan penuh nafsunya Tagur menerkam tubuh Sari dan menggumulinya, dengan lumatan kasar dibibir tipis Sari Tagor pun kemudian meremas remas buah dada Sari dengan kasar. Dan kemudian dengan kasar merobek daster bagian dada Sari, dan membetoto kutangnya hingga putus, kemudian dengan nafsu di caploknya buah dada montok itu.

“…kamu memang cantik mba Sari, tubuhmu montok sekali…aaahhh…ssshh…” racau Bang Tagor disela kenyotan mulutnya disusu Sari.

Cerita Bokep Kemudian dengan kasar pula ia mulai menarik celana dalam Sari hingga sobek dan terputus, lalu dengan nafsu dijilatinya belahan vagina Sari. Dengan lidahnya dimainkannya klentit Sari, dan dijelajahinya hingga kekedalaman vaginanya yang gelap dan pekat itu.

Dengan membuka kaki Sari dan dikangkangkannya kedua paha mulusnya, lalu Tagor dengan kasar mecobloskan batang kontolnya yang besar itu keliang vagina Sari yang imut dan sempit itu. Sari meringis mendapati hentakan hentakan kasar batang kontol yang dua kali lebih besar dari milik suaminya itu.

“…aaahh…pelan Bang…aaahhh…sakiiiit….Bang…aaahh…!” rintih Sari.

Bukan manjadi iba Tagor malah semakin bernafsu menggenjot vagina Sari, dan ia terus mengguncang dan menyodokkan kontolnya lebih kasar lagi. Hingga sepuluh menit kemudian denga erangan panjang Tagor memuntahkan lahar panasnya dirahim Sari.

“…aaaahhh….ssshhh…ccrot…crot…crot…enak betul memek kau mba…!” katanya dipenghujung smburan spermanya.

Sari hanya menangis meratapi semua rentetan kejadian yang harus diterimanya, sedari kemarin hingga hari itu tubuhnya harus menjadi sarana pemuas hajat birahi laki laki. Sungguh kejam nasib yang harus diterimanya, semua ini akibat dari kebiasaan buruk suaminya yang doyan berhutang, hingga mengakibatkan dirinya menjadi tumbal dari hutang suaminya.

Tagor yang kelelahan sehabis menggarap tubuh Ratnapun berucap sekenanya.

“…kalau nanti suamimu belum juga bisa melunasi hutangnya, aku akan minta tubuh kau lagi…ingat itu…!” katanya sambil berlalu dan pergi.

Baca Juga : Cerita Sex ku: Bersenggama dengan Anak Bos ku

Sari semakin teriris mendengar hal itu, dan dalam hatinya ia semakin menyalahkan suaminya, yang menyebabkan semua kehinaan yang telah menimpanya.

 

Sunday, December 7, 2025

Cerita Sex ku: Bersenggama dengan Anak Bos ku

Diary Cerita Seks Ku – Cerita Sex ku: Bersenggama dengan Anak Bos ku. Aku bekerja sebagai seorang sopir untuk pengusaha WNI kaya di Surabaya. Namaku Yanto, umurku 25 tahun, dan berasal dari Malang. Cersex Bergambar Aku sudah bekerja selama 3 tahun pada juraganku ini, dan aku sedang menabung untuk melanjutkan kuliahku yang terpaksa berhenti karena kurang biaya.

Wajahku sih kata orang ganteng, ditambah dengan tubuh atletis dan kekar berkat latihan beban yang sangat aku gemari. Banyak teman SMA-ku yang dulu bilang, seandainya aku anak orang kaya, pasti sudah jadi play boy kelas berat. Memang ada beberapa teman cewekku yang dulu naksir padaku, tetapi tidak aku tanggapi. Cersex Bergambar Mereka bukan tipeku. Entah mengapa, aku paling suka dengan wanita keturunan. Paling tidak tahan aku kalau melihat kulit mereka yang putih mulus, ingin rasanya merasakan kelembutannya.

Mungkin memang sudah normal bila seseorang tertarik dengan ras yang lain. Cersex Bergambar Juraganku punya seorang anak tunggal, gadis berumur 17 tahun, kelas 2 SMA favorit di Surabaya. Namanya Amanda. Tiap hari aku mengantarnya ke sekolah. Aku kadang hampir tidak tahan melihat tubuh Amanda yang seksi sekali.

Tingginya kira-kira 170 cm, dan payudaranya besar dan kelihatannya kencang sekali. Ukurannya kira-kira 36C. Ditambah dengan penampilannya dengan rok mini dan baju seragamnya yang tipis, membuatku ingin sekali menyetubuhinya.

Setiap kali mengantarnya ke sekolah, ia duduk di bangku depan di sampingku, Cersex Bergambar dan kadang-kadang aku melirik melihat pahanya yang putih mulus dengan bulu-bulu halus atau pada belahan payudaranya yang terlihat dari balik seragam tipisnya itu.

Tapi aku selalu ingat, bahwa dia adalah anak juraganku. Bila aku macam-macam bisa dipecatnya aku nanti, dan angan-anganku untuk melanjutkan kuliah bisa berantakan. Siang itu seperti biasa aku jemput dia di sekolahnya. Mobil BMW biru metalik aku parkir di dekat kantin, dan seperti biasa aku menunggu Non-ku di gerbang sekolahnya.
Tak lama dia muncul bersama teman-temanny“Siang, Non.., mari saya bawakan tasnya”.
“Eh, Pak, udah lama nunggu?”, Cersex Bergambar katanya sambil mengulurkan tasnya padaku. Cerita Seks
“Barusan kok Non..”, jawabku.
“Nge, ini toh supirmu yang kamu bicarain itu. Lumayan ganteng juga sih, ha, ha..”, salah satu temannya berkomentar. Aku jadi rikuh dibuatnya.
“Hus..”, sahut Non-ku sambil tersenyum. “Jadi malu dia nanti..”.

Segera aku bukakan pintu mobil bagi Non-ku, dan temannya ternyata juga ikut dan duduk di kursi belakang.

“Kenalin nih Pak, temanku”, Non-ku berkata sambil tersenyum. Cersex Bergambar Aku segera mengulurkan tangan dan berkenalan.
“Yanto”, kataku sambil merasakan tangan temannya yang lembut.
“Mei-Ling”, balasnya sambil menatap dadaku yang bidang dan berbulu.
“Pak, antar kita dulu ke rumah Mei-Ling di Darmo Permai”, instruksi Non Amanda sambil menyilangkan kakinya sehingga rok mininya tersingkap ke atas memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
“Baik Non”, jawabku. Cersex Bergambar Tak terasa penisku sudah mengeras menyaksikan pemandangan itu. Ingin rasanya aku menjilati paha itu, dan kemudian mengulum payudaranya yang padat berisi, kemudian menyetubuhinya sampai dia meronta-ronta, ahh.

Tak lama kitapun sampai di rumah Mei-Ling yang sepi. Rupanya orang tuanya sedangke luar kota, dan merekapun segera masuk ke dalam. Tak lama Non Amanda ke luar dan menyuruhku ikut masuk.




“Saya di luar saja Non”.
“Masuk saja Pak, sambil minum dulu, baru kita pulang”.
Akupun mengikuti perintah Non-ku dan masuk ke dalam rumah. Cersex Bergambar Ternyata mereka berdua sedang menonton VCD di ruang keluarga.
“Duduk di sini aja Pak”, kata Mei-Ling menunjuk tempat duduk di sofa di sebelahnya.
“Ayo jangan ragu-ragu..”, perintah Non Amanda melihat aku agak ragu.
“Mulai disetel aja Mei”, Non Amanda kemudian mengambil tempat duduk di sebelahku.

Tak lama kemudian, film pun dimulai, Woww, ternyata film porno. Di layar tampak seorang pria negro sedang menyetubuhi dua perempuan bule secara bergantian. Napas Non Amanda di sampingku terdengar memberat, kemudian tangannya meremas tanganku. Akupun sudah tidak tahan lagi dengan segala macam cobaan ini. Cersex Bergambar Aku meremas tangannya dan kemudian membelai pahanya. Tak berapa lama kemudian kamipun berciuman. Aku tarik rambutnya, dan kemudian dengan gemas aku cium bibirnya yang mungil itu.

“Hmm Eh”, Suara itu yang terdengar dari mulutnya, dan tangankupun tak mau diam beralih meremas-remas payudaranya.

Kubuka kancing seragamnya satu persatu sehingga tampak bongkahan daging kenyal yang putih mulus punya Non-ku itu. Cersex Bergambar Aku singkap BH-nya ke bawah sehingga tampaklah putingnya yang merah muda dan kelihatan sudah menegang.

“Ayo, hisap Pak.., ahh”. Tak perlu dikomando lagi, langsung aku jilat putingnya, sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang sebelah kiri. Aku tidak memperhatikan apa yang dilakukan temannya di sebelah, karena aku sedang berkonsentrasi untuk memuaskan nafsu birahi Non Amanda.

Setelah puas menikmati payudaranya, Cersex Bergambar akupun berpindah posisi sehingga aku jongkok tepat di depan selangkangannya. Langsung aku singkap rok seragam SMA-nya, dan aku jilat CD-nya yang berwarna pink. Tampak bulu vaginanya yang masih jarang menerawang di balik CD-nya itu.

“Ayo, jilatin memekku Pak”, Non Amanda mendesah sambil mendorong kepalaku. Langsung aku sibak CD-nya yang berenda itu, dan kujilati kemaluannya.
“Ohh, nikmat sekali”, Cersex Bergambar erangan demi erangan terdengardari mulut Non-ku yang sedang aku kerjai. Benar-benar beruntung aku bisa menjilati kemaluan seorang gadis kecil anak konglomerat. Tanganku tak henti mengelus, meremas payudaranya yang besar dan kenyal itu.

“Aduh, cepetan dong, yang keras, aku mau keluar.., ehhmm ohh..”. Tangan Non Amanda meremas rambutku sambil badannya menegang. Bersamaan dengan itu keluarlah cairan dari lubang vaginanya yang langsung aku jilat habis. Akupun berdiri dan membuka ritsluiting celanaku. Tapi sebelum sempat aku buka celanaku, Non Amanda telah ambil alih.

“Biar saya yang buka Pak”, katanya.

Tangannya yang mungil melepas kancing celana jeansku, dan membantuku membukanya. Kemudian tangannya meremas-remas penisku dari luar CD-ku. Dijilatinya CD-ku sambil tangannya meremas-remas pantatku. Cersex Bergambar Akupun sudah tak tahan lagi, langsung aku buka CD-ku sehingga penisku yang berukuran 20 cm dan sudah tegak, bergelantung ke luar.

“Ih, besar sekali”, desis Non Amanda, sambil tangannya mengelus-elus penisku. Cerita Dewasa

Tak lama kemudian dijilatinya buah pelirku terus menyusuri batang kemaluanku. Dijilatinya pula kepala penisku sebelum dimasukkannya ke dalam mulutnya. Aku remas rambutnya yang berbando itu, dan aku gerakkan pantatku maju mundur, sehingga aku seperti menyetubuhi mulut anak juraganku ini. Cersex Bergambar Rasanya luar biasa, bayangkan, penisku yang berukuran 20 cm itu dan berwarna hitam legam sedang dikulum oleh mulut seorang gadis manis. Pipinya yang putih tampak menggelembung terkena batang kemaluanku.

“Punyamu besar sekali Pak, saya suka.., ehmm..”, katanya sambil kemudian kembali mengulum kemaluanku.

Setelah kurang lebih 10 menit Non Amanda menikmati penisku, dia suruh aku duduk di sofa. Kemudian dia menghampiriku sambil membuka seluruh pakaiannya sehingga dia tampak telanjang bulat. Dinaikinya pahaku, dan diarahkannya penisku ke liang vaginanya.

“Ayo.., setubuhi saya..”, katanya memberi instruksi, Cersex Bergambar aku tahu dia ingin merasakan nikmatnya penisku yang besar itu. Diturunkannya pantatnya, dan peniskupun masuk perlahan ke dalam liang vaginanya.

Kemaluannya masih sempit sekali sehingga masih agak sulit bagi penisku untuk menembusnya. Tapi tak lama masuk juga separuh dari penisku ke dalam lubang kemaluan anak juraganku ini.

“Ahh, yeah, sekarang masukin deh penis bapak yang besar itu di memekku”, katanya sambil naik turun di atas pahaku. Tangannya meremas dadanya sendiri, dan kemudian disodorkannya putingnya untukku.

“Yah, begitu dong Pak”, Tak perlu aku tunggu lebih lama lagi langsung aku lahap payudaranya yang montok itu. Cersex Bergambar Sementara itu Non Amanda masih terus naik turun sambil kadang-kadang memutar-mutar pantatnya, menikmati penis besar sopirnya ini.

“Sekarang setubuhi saya dalam posisi nungging..”, instruksinya. Diapun turun dan menungging menghadap ke sofa.

“Ayo Pak.., setubuhi saya dari belakang”, Non Amanda menjelaskan maksudnya padaku. Akupun segera berdiri di belakangnya, dan mengelus-elus pantatnya yang padat.

Kemudian kuarahkan penisku ke lubang vaginanya, Cersex Bergambar tetapi agak sulit masuknya. Tiba-tiba tak kusangka ada tangan lembut yang mengelus penisku dan membantu memasukkannya ke liang vagina Non Amanda. Aku lihat ke samping, ternyata Mei Ling, yang membantuku menyetubuhi temannya. Dia tersenyum sambil mengelus-elus pantat dan pahaku.

Aku langsung menyetubuhi Non Amanda dari belakang. Kugerakkan pantatku maju mundur, sambil memegang pinggul Nonku.

“Ahh, Pak, Pak, Terus.., nikmat sekali”, Cersex Bergambar Non Amanda mengerang nikmat. Tubuhnya tampak berayun-ayun, dan segera kuremas dari belakang. Kupilin-pilin puting susunya, dan erangan Non Amanda makin hebat.

Mei Ling sekarang telah berdiri di sampingku dan tangannya sibuk menelusuri tubuhku. Ditariknya rambutku dan diciumnya bibirku dengan penuh nafsu. Lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku. Sambil berciuman dibukanya kancing baju seragamnya sehingga tampak buah dadanya yang tidak terlalu besar, tetapi tampak padat.

“Ohh.., terus dong pak yang cepat”, Non Amanda mengerang makin hebat. Tak berapa lama terasa cairan hangat membasahi penisku.

“Non, saya juga hampir keluar..”, kataku.
“Tahan sebentar Pak.., Cersex Bergambar keluarin dimulutku”, kata Non Amanda.



Non Amanda dan Mei Ling berlutut di depanku, dan Mei-Ling yang sejak tadi tampak tak tahan melihat kami bersetubuh di depannya, langsung mengulum penisku di mulutnya. Cersex Bergambar Sementara itu Non Amanda menjilat-jilat buah pelirku. Mereka berdua bergantian mengulum dan menjilat penisku dengan penuh nafsu. Akupun sibuk membelai rambut kedua remaja ini, yang sedang memuaskan nafsu birahi mereka.

“Ayo, goyang yang keras Pak..”, Non Amanda memberiku instruksi sambil menelentangkan tubuhnya di atas karpet ruang keluarga.

“Ayo penisnya taruh di sini Pak”, kata Non Amanda lagi. Akupun segera menaruh berlutut di atas dada Non-ku dan menjepit penisku di antara dua bukit kembarnya. Segera aku maju mundurkan pantatku, sambil tanganku mengapitkan buah dadanya.

“Oh, nikmat sekali..”.

Sementara Mei Ling sibuk mengelap tubuhku yang basah karena keringat. Cersex Bergambar Tak berapa lama kemudian, akupun tak tahan lagi. Kuarahkan penisku ke dalam mulut Non Amanda, dan dikulumnya sambil meremas-remas buah pelirku.

“Ahh, Non, ahh”, jeritku dan air manikupun menyembur ke dalam mulut mungil Non Amanda. Akupun tidur menggelepar kecapaian di atas karpet, sementara Non Amanda dan Mei Ling sibuk menjilati bersih batang kemaluanku.

Setelah itu kamipun sibuk berpakaian, karena jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Orang tua Amanda termasuk orang tua yang strict pada anaknya, sehingga bila dia pulang telat pasti kena marah. Cersex Bergambar Di mobil dalam perjalanan pulang, Amanda memberiku uang Rp 100.000,-.

“Ambil Pak, buat uang rokok, Tapi janji jangan bilang siapa-siapa tentang yang tadi ya”, katanya sambil tersenyum. Akupun mengangguk senang.
“Besok kita ulangi lagi ya Pak, soalnya Mei-Ling minta bagian”.

Demikian kejadian ini terus berlanjut. Hampir setiap pulang sekolah, Non Amanda akan pura-pura belajar bersama temannya. Tetapi yang terjadi adalah dia menyuruhku untuk memuaskan nafsu birahinya dan juga teman-temannya, Mei-Ling, Linda, Nini,dll.

Baca Juga : Cerita Seks ku : Ngewe dengan Anak SMA yang Hot

Tapi akupun senang karena selain mendapat penghasilan tambahan dari Non Amanda, Cersex Bergambar akupun dapat menikmati tubuh remaja mereka yang putih mulus.

Saturday, December 6, 2025

Cerita Seks ku : Ngewe dengan Anak SMA yang Hot

Cerita Seks – Saya seorang mahasiswa tahun terakhir di suatu universitas di Bandung, dan kini sudah final. Untuk ketika ini, saya tidak menemukan kursus lagi dan melulu melakukan tesis. Karena tersebut saya tidak jarang bermain ke lokasi kakak saya di Jakarta.

Suatu hari saya pergi ke Jakarta. Ketika saya mendarat di lokasi tinggal saudari saya, saya menyaksikan seorang tamu. Ternyata dia ialah teman kuliah kakak saya di masa lalu. Saya mengenalkan saudara wanita saya kepadanya. Rupanya dia paling ramah padaku. Dia berusia 40 tahun dan memanggilnya Sira. Dia pun mengundang saya guna pergi ke rumahnya dan diperkenalkan untuk istri dan anak-anaknya. Istrinya, Bimo, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Fitri, duduk di ruang belajar dua sekolah menengah kesatu.

Ketika saya pergi ke Jakarta saya tidak jarang pergi ke rumahnya. Dan pada hari Senin, saya ditugaskan oleh Sira guna merawat putrinya dan rumahnya sebab dia bakal pergi ke Malang. Ke lokasi tinggal sakit untuk mendatangi saudara istrinya. Menurutnya, ia menderita demam berdarah dan diasuh selama 3 hari. Karena tersebut ia meminta libur di kantornya sekitar 1 minggu. Dia pergi bareng istrinya, sedangkan putranya tidak muncul karena sekolah.

Setelah 3 hari di rumahnya, sebuah kali saya kembali dari lokasi tinggal saudara wanita saya. Sebab saya tidak terdapat hubungannya dan saya mengarah ke rumah Sira. Saya santai dan lantas menyalakan VCD. Selesaikan satu film. Ketika saya menyaksikan rak, saya menyaksikan sejumlah VCD porno di unsur bawah. Karena saya sendiri, saya menonton. Sebelum satu film habis, tiba-tiba pintu depan dibuka. Aku buru-buru mematikan televisi dan menempatkan bungkus VCD di bawah karpet.

“Halo, Ananta Oom …!” Fitri yang baru masuk tersenyum.
“Eh, bantu bayar guna orang Bajaj … Uang Fitri sepuluh ribu, kakaknya tidak kembali.”
Saya tersenyum dan mengangguk dan menunaikan Bajaj, yang melulu dua ribu rupiah.

Ketika saya pulang … pucat wajahku! Fitri duduk di karpet di depan televisi, dan mengobarkan video porno yang separuh jalan. Fitri menatapku dan tertawa geli.
“Ya! Oom Ananta! Begitu ya, bagaimana? Fitri tidak jarang diberi tahu oleh teman-teman di sekolah, namun belum melihatnya.”
Dengan gugup kuberitahu Fitri kamu belum cukup umur untuk nonton itu. Agen Poker Kiu Kiu
“Aahh, Oom Ananta. Jangan seperti itu! Hei, lihat … begitu saja! Gambar yang dibawa rekan Fitri ke sekolah bahkan lebih tajam.”

Tidak tahu mesti berbicara apa lagi, dan cemas Fitri bakal benar-benar melapor untuk orang tuanya. Saya pergi ke dapur untuk menciptakan minuman dan tidak mempedulikan Fitri terus menonton. Dari dapur aku duduk di teras belakang sambil menyimak majalah.

Sekitar jam 7 malam, saya terbit dan melakukan pembelian makanan. Ketika saya kembali, saya menyaksikan Fitri di perutnya di sofa menggarap pekerjaan rumah, dan … Ya Tuhan! Ia mengenakan daster yang pendek dan kurus. Tubuh mudanya yang telah mulai matang tampak jelas. Paha dan betisnya tampak putih mulus, dan bokongnya bulat dengan indah. Aku menelan ludah dan terus menyiapkan makanan. Cerita Seks

Setelah makanan siap, saya menelepon Fitri. Dan … sekali lagi, Tuhanku … jelas dia tidak menggunakan bra, sebab puting susunya menjulang di dasternya. Aku mulai gugup sebab penisku yang mulai “bergerak” kini benar-benar tegak dan menopang celanaku.

Setelah makan, sambil membasuh piring bareng di dapur, kami berdiri berdampingan, dan dari celah di daster, payudaranya yang estetis mengintip. Saat dia membungkuk, puting susu merah mudanya hadir dari celah. Saya mulai gugup. Setelah membasuh piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

“Oom, jajaki tebak. Hitam, kecil, kering, apa-apaan …!
“Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Mengubah … putih-biru-putih, kecil, ringan, apa …?”
Fitri mengerutkan kening dan menyerahkan tebakan bahwa seluruh kesalahan.
“Sungguh … Fitri mengenakan seragam sekolah, terlampau panas di Bajaj …!”
“Aahh … Oom Ananta mengolok-olok …!”
Fitri melompat dari sofa dan mengupayakan mencubit lenganku. Aku mengelak dan menangkis, namun dia terus menyerang seraya tertawa, dan … tersandung!

Dia jatuh ke pelukanku, menoleh padaku. Dia duduk tepat di atas kontolku. Kami megap-megap di posisi itu. Aroma tubuhnya membuatku terangsang. Dan aku mulai mencium lehernya. Fitri mendongak sambil menutup matanya, dan tanganku mulai meremas payudaranya.

Napas Fitri semakin terengah-engah, dan tanganku masuk salah satu pahanya. Pakaian dalamnya basah, dan jari saya mengelus belahan yang membayangi.
“Uuuhh … umhh …” Fitri bangkit. Bandar Poker Masterkiu
Kesadaran saya yang tinggal tidak banyak seperti memperingatkan bahwa apa yang saya jajaki lakukan ialah seorang gadis sekolah menengah, namun gariah saya telah menjangkau mahkota dan saya melepas daster dari atas kepalanya.
Aahh …! Fitri berbaring di sofa dengan tubuh yang hampir polos!

Saya langsung menghisap puting susu merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan sampai dada basah oleh air liur saya. Tangan Fitri mengelus bagian belakang kepala saya dan erangannya yang tercekik menciptakan saya semakin tidak sabar. Aku melepas pakaian dalamnya, dan … terdapat rambut kemaluannya yang jarang. Bulu kecil tersebut berkilau sebab cairan kemaluan Fitri. Aku segera mengubur kepalaku di tengah kedua paha.Hmmmmm Hmmmmmm Fitri menggelinjang saat kucium memeknya itu.
Ouugh ssSshhhhh Fitri mengangkat tubuhnya saat kujilat belahan memeknya yang masih kencang.
Lidah saya bergerak dari atas ke bawah dan bibir perangkat kelamin mulai terbuka. Sesekali lidahku akan membelai klitorisnya dan tubuh Fitri bakal melompat dan napas Fitri bakal tersedak. Tanganku mulai meremas remas kedua toketnya sehingga Putingnya sedikit membesar dan mengeras. Cerita Dewasa

Ketika saya berhenti menjilat dan mengisap, Fitri berbaring terengah-engah, matanya tertutup. Aku bergegas membuka seluruh pakaianku, dan penisku diregangkan ke langit-langit, aku mengelus pipi Fitri. Bandar Domino 99
“Mmmhh … umhh … oohh …” saat Fitri membuka bibirnya, aku menjejalkan kepala kemaluanku.
Dengan sigap dia langsung mengulum kontolku. Tangan saya secara bergantian meremas dadanya dan mengelus kemaluannya.



Segera, penisku basah dan mengkilap. Aku tidak tahan lagi, aku naik ke tubuh Fitri dan bibirku menghancurkan bibirnya. Aroma penisku terdapat di mulut Fitri dan wewangian alat kelamin Fitri di mulutku, bertukar saat lidah anda terpelintir bersama.

Dengan tanganku, aku mengelus kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Fitri. Dan sebentar lantas merasakan tangan Fitri mengurangi pantatku dari belakang.
“Ohhmm, mam … msuk … hmm … msukin … Omm … huh … umm ..”
Perlahan penisku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Fitri menghela nafas semakin banyak. Segera kepala penisku ditekan, namun gagal sebab macet dengan sesuatu yang kenyal. Saya pun berpikir, apakah lubang kecil ini bisa menampung pangkal paha yang besar ini. Terus terang, ukuran pangkal paha saya ialah 15 cm, lebar 4,5 cm. Sedangkan Fitri masih di SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlampau kecil.

Tetapi dengan nafsu santap yang besar, saya mencoba. Akhirnya usaha saya berhasil. Dengan satu brengsek, hancurkan rintangan. Fitri menjerit sedikit, dahinya mengerutkan kening kesakitan. Kuku memegang erat kulit punggungku. Aku mengurangi lagi, dan menikmati ujung kemaluanku menyentuh tanah meskipun melulu 3/4 pangkal paha yang masuk. Lalu aku tetap tak bergerak, tidak mempedulikan otot-otot kemaluan Fitri terbiasa dengan benda-benda di dalamnya.

Sesaat lantas kerutan di dahi Fitri menghilang, dan aku mulai unik dan menekankan pinggulku. Fitri mengerutkan kening lagi, namun seiring masa-masa mulutnya berkibar.
“Ahhh … sshh … yeah … thenhh … mmhh … oh .. bagus … Oomm ..”
Aku melingkarkan lenganku di punggung Fitri, kemudian memutar tubuh kami sampai-sampai Fitri kini duduk di pinggulku. Tampak 3/4 penisku terjebak di kemaluannya. Tanpa di suruh Fitri langsung mengoyangkan pinggulnya. Sedangkan jari-jariku secara bergantian meremas dan menggosok dadanya, klitoris dan pinggulnya. Dan kami bersaing untuk menjangkau puncak.

Selama periode masa-masa tertentu, gerakan pinggul Fitri menjadi semakin tak waras dan dia menunduk dan bibir kami tertutup. Tangannya menjambak rambutku, dan kesudahannya pinggulnya tersentak berhenti. Terasa laksana cairan hangat di semua selangkanganku. 

Setelah tubuh Fitri rileks, aku mendorongnya ke belakang. Dan seraya menahannya, aku memburu puncakku sendiri. Ketika saya menjangkau klimaks, Fitri tentu menikmati semprotan air saya di lubangnya, dan dia mengeluh lemas dan menikmati orgasme keduanya.

Untuk masa-masa yang lama kami diam-diam terengah-engah. Dan tubuh kami yang basah oleh keringat masih bergerak bareng bergesekan satu sama lain. Menikmati sisa-sisa kesenangan orgasme.
“Oh, Oom … Fitri lemes. Tapi tersebut sangat bagus.”
Saya melulu tersenyum dan mengelus rambutnya dengan halus. Satu tangan lagi di pinggulnya dan meremas-remas. Saya pikir tubuh saya yang lelah sudah puas. Namun segera saya menikmati ayam yang menghampar naik lagi diapit oleh vagina Fitri yang masih paling kencang.

Saya segera membawanya ke kamar mandi, mencuci tubuh kami dan … pulang ke kamar guna melanjutkan putaran berikutnya. Sepanjang malam saya merasakan tiga orgasme, dan Fitri … berapa kali. Demikian juga, saat saya bangun di pagi hari, sekali lagi kami bergumul dengan kesukaan. Sebelum kesudahannya Fitri memaksa saya guna mengenakan seragam. Sarapan dan pergi ke sekolah.

Baca Juga : Cerita Seks ku Bersetubuh Pelunas Hutang

Kembali ke lokasi tinggal Sira, saya pergi ke cerita xxx sma kamar istirahat tamu dan segera merasa lelah. Di tengah istirahat saya, saya memiliki mimpi seolah-olah Fitri kembali dari sekolah. Pergi ke kamar dan melepas pakaiannya, kemudian melepas celana saya dan mengunyah penisku. Tapi tak lama lantas saya menyadari bahwa tersebut bukan mimpi. Dan saya menyaksikan rambutnya yang longgar dan bergerak mengikutinya naik turun. Saya melihat terbit dari ruangan dan tampaknya VCD menyala, dengan film kemarin. Ah! Merasakan teknik dia memberi saya “blowjob”, saya tahu bahwa dia baru saja belajar dari VCD.

Thursday, December 4, 2025

Cerita Seks ku Bersetubuh Pelunas Hutang

 Cerita Seks ku – Cerita Seks ku Bersetubuh Pelunas Hutang. Pengalamanku ini terjadi pada tahun 1996 akhir, ketika aku sedang memulai usahaku di kota S. Aku baru saja menyelesaikan urusan pinjaman modalku pada sebuah bank swasta di kota ini. Pada masa itu belum ada tanda-tanda yang mengisyaratkan munculnya bencana ekonomi seperti belakangan ini, sehingga semua urusan banking terasa smooth saja.

Banker yang mengurusi pinjamanku ialah seorang mantan kawan SMA-ku dulu. Sebut saja namanya Tina. Ia baru beberapa bulan bekerja di bank tersebut setelah menyelesaikan studinya di Amerika. Semasa SMA, Tina ialah seorang yang menurutku termasuk golongan nerd. Berkaca mata, duduk di barisan depan, rajin bertanya, dan catatannya selalu laris difotokopi ketika menjelang musim ujian. Sedangkan aku sendiri termasuk golongan urakan, yang selalu mendapat nilai pas-pasan, kecuali untuk pelajaran olah raga. Harus kuakui, Tina tidak banyak berubah. Ia tetap saja nampak kuper dibalik kaca mata minus 3 itu. Untung saja pakaian kerja yang dikenakannya membuatnya nampak lebih ‘terbuka’. Aku ingat, ketika itu ia mengenakan blazer warna biru pastel, dan kemeja kuning muda. Ia juga mengenakan rok mini berwarna biru tua, dan sepatu berhak tinggi, sehingga tingginya yang hanya sekitar 165-an itu terlihat hampir menyamai tinggi badanku.

Setelah usai menandatangani tumpukan kontrak dan perjanjian, aku memutuskan untuk mengajaknya makan siang, bukan lagi sebagai kreditor, tapi sebagai seorang kawan lama. Tina setuju saja, mengingat bahwa pinjamanku waktu itu membuatnya memenuhi target bulanannya.

Kami meluncur menuju sebuah hotel yang cukup terkenal di kota S, karena satu gedung dengan pusat perbelanjaan TP3. Kami menghabiskan waktu cukup lama untuk memesan menu ala carte, karena harga menu buffet tentunya tidak terlalu ekonomis. Selama makan, Tina tampak diam saja, seperti biasanya. Aku mencoba mengamati wajahnya yang manis itu. Kulihat alisnya yang tipis, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis, dan lehernya. Leher yang sangat indah, jenjang dan halus. Ketika aku melihat agak ke bawah lagi, kulihat kancing kemejanya yang paling atas tidak dikancingkan sehingga aku dapat berimajinasi bagaimana bentuk bagian tubuhnya yang berada di balik kemeja itu. Selagi asyik-asyiknya menikmati keindahan itu, rupanya Tina mengamatiku dari tadi.


Ia menyunggingkan senyum, mengambil serbet, mengelap bibirnya, dan berkata, “Jen, kamu masih seperti yang aku dengar dulu?”.
“Hmm.., Tergantung apa yang kamu pernah dengar dulu”, Jawabku agak kikuk.
“Pacaran dengan sesama jenis”, Jawabnya lugas. Membuat mataku sedikit terbelalak kaget dan menatap matanya yang bundar lucu itu.
“Yah.., Kalau gosip yang kamu dengar cukup lengkap, seharusnya kamu nggak perlu nanya ‘kan?”, Jawabku mencoba diplomatis.
“Cukup lengkap untuk bisa blackmail kamu”, Katanya.
“Haha, just kidding!”, ujarnya lagi agar aku tidak tersinggung. Aku hanya tersenyum saja dan pura-pura berkonsentrasi pada makan siangku.
“Bersyukurlah kamu bisa hidup normal”, Kataku mencoba bergaya bijak.
“Hihihi.., Udahlah Jen, kreditnya udah di-approved ‘kan?”, katanya lagi”, Nggak ada yang perlu ditakutin.., kecuali kalau bayarnya nunggak!”, Candanya.

Kami terdiam untuk beberapa saat, tapi kemudian aku merasakan sesuatu di betisku. Meja makan kami tergolong kecil, hingga posisi duduk kami cukup dekat, dan kaki kami bisa bersentuhan. Namun kali ini sentuhan itu seperti bukannya tak sengaja. Aku merasakan sentuhan jari kakinya mengusap betisku pelan-pelan, merambat naik ke lututku, bergerak menyusup masuk ke rok miniku, dan bergerak mengusap-usap paha kiriku bagian dalam.

Aku menatap matanya dalam-dalam sambil tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi dia balik memandang wajahku, tersenyum, dilepaskannya gagang sendoknya, lalu tangannya menyentuh lehernya sendiri dengan ujung jari tengah. Seperti orang tolol, pandanganku mengikuti kemana larinya jari-jari lentik itu. Jemarinya bergerak pelan-pelan ke bawah, menyusuri lehernya, turun terus, lalu berhenti ketika tersangkut di kancing kemeja kuningnya. Pada saat itu juga jari kakinya yang sejak tadi diam di antara kedua pahaku disodokannya ke depan, menyenggol kewanitaanku, memang tidak tepat pada bibirnya, namun cukup memberiku sengatan birahi yang mendadak. Cerita Seks

“Hkk..”, Aku merintih tertahan, memejamkan mataku untuk mengontrol perasaanku. Ketika mataku terbuka, nampak Tina tersenyum padaku, menunjukkan sebaris gigi yang bersih dan indah. Senyuman itu membuatku makin kikuk. Meskipun masa laluku kulewatkan dengan ‘bebas’, namun penampilan Tina yang anggun membuatku tidak mikir macam-macam padanya.., tapi setelah apa yang dilakukannya ini.., aku tidak tahu lagi. Akhirnya, setelah membisu cukup lama, aku melambaikan tangan pada waiter, dan membayar makan siang.
“Jenn”, Katanya sambil meletakkan tangannya di bahuku. “Aku punya membership di hotel ini, dan aku rasa aku perlu istirahat sedikit. Kamu mau menemaniku kan?”, Tanyanya dengan kalimat yang lugu namun sudah dapat ditebak artinya. Mengingat hubungan bisnisku dengan banknya, aku memutuskan untuk menurut.
Sebagai wanita, agak sulit bagiku untuk bercumbu rayu begitu saja dengan orang yang cukup asing. Hal itulah yang membuatku bengong saja meskipun kini aku sudah duduk di sofa dalam kamar executive hotel, sementara Tina berdiri di hadapanku dan melepas blazernya dengan gaya yang dibuat-buat agar merangsang. Melihatku tidak berespon, Tina melanjutkan permainannya, ia melepaskan satu persatu kancing kemejanya, lalu menyingkapkan kemejanya sehingga bahu kanannya yang halus dan putih bersih itu terlihat olehku.

Tali bra berwarna putih berenda tampak menghiasi bahu yang indah itu. Aku cukup mengagumi keindahan tubuhnya, namun aku masih segan untuk bereaksi, aku malu karena Tina pernah menjadi orang yang cukup aku hormati. Dilemparkannya kemejanya ke atas ranjang, menyusul bra dan celana dalamnya. Aku hanya diam menatap tubuhnya yang kini hanya terbalut rok mini biru tua itu. Payudaranya nampak indah sekali bentuknya, bulat, tidak terlalu besar namun kencang, putih bersih, dan putingnya kecil sekali berwarna coklat muda. Ia melangkahkan kakinya mendekati tempatku duduk.



“Jenn”, bisiknya, “Aku mendengar semua gosip tentang kamu. Tentang anak-anak basket yang lesbi, dan tentang apa yang kamu lakukan dengan guru geografi di perpustakaan waktu itu. In fact, hampir semua orang membicarakannya, namun nggak ada yang berani terang-terangan menuduh”, Sambungnya lagi.

Aku tetap diam, menundukkan kepalaku dengan rasa tidak enak.
“Aku iri dengan Riana dan Eva yang bisa setiap saat mandi bersama kamu, tidur bareng di rumah kost, melihat kamu dengan kaos basah di ruang ganti..”, bisiknya lagi, seolah menelanjangi masa laluku yang hendak aku lupakan. Aku tetap tertunduk ketika tiba-tiba Tina meraih kepalaku dan mendongakkannya. Karena posisiku duduk dan dia berdiri, maka mataku langsung berhadapan dengan sepasang payudaranya yang indah itu, dengan puting-puting yang masih flat, menunggu untuk dibangunkan. Aku tetap terdiam, meski jari-jari Tina menyusupi rambutku yang lurus dan pendek, mengusap pipi dan rahangku, mengelus tengkukku lalu aku mendengar suaranya lagi.
“Jenn, please..”, Katanya, aku melirik ke atas, menatap matanya. Kaca matanya tak mampu menyembunyikan sorot memelas dari kedua mata bulatnya.

Tanganku memeluk pinggulnya menariknya mendekat. Aku segera mendaratkan bibirku tepat pada puting susu kanannya, menghisap, melingkarinya dengan lidahku, terus-menerus. Aku merasakan cengkeramannya pada kepalaku menguat, aku mendengar desahan nafasnya kian tak teratur, Aku melirik ke wajahnya, aku melihat alisnya menyatu, matanya terpejam, mulutnya ternganga mengeluarkan desahan nafas tak beraturan. Aku ikut kehilangan kontrol, wajahnya begitu membangkitkan hasratku, aku segera memindahkan mulutku ke puting susu kirinya, meremas payudaranya sambil mengulum putingnya, ekspresi wajahnya menunjukkan perasaan kegelian yang amat sangat, tubuhnya menggeliat-geliat kecil, kakinya tampak goyah, tak lama kemudian ia jadi lunglai seperti selembar handuk, rebah di atas karpet tebal kamar itu. Cukup lama aku memainkan kedua payudaranya dengan mulut dan tanganku sementara tangannya sendiri telah masuk ke balik rok mininya.

Tiba-tiba ia mendorongku hingga kini aku berada di bawah tubuhnya. Wajahnya nampak begitu dekat dengan wajahku, ia mendaratkan ciumannya di bibirku, menghisapnya kuat-kuat, sambil tangannya membuka kancing-kancing blazer dan kemejaku. Aku tidak mengerti kenapa aku hanya diam, namun kini aku merasakan tangannya telah menerobos bra Marks & Spencer-ku. Dilepaskannya bibirnya dari bibirku, ia menjilati dan menciumi seluruh rahang dan leherku, memberiku rasa hangat yang nikmat. Ditariknya braku ke atas hingga ia dapat melihat payudaraku. Ia tampak begitu bernafsu memandanginya diremas-remasnya kedua payudaraku dengan gemas sampai terasa agak sakit. Tiba-tiba mulutnya menyerbu puting susuku yang kiri, melumatnya, menghisap, dan menjilatinya. Rangsangan yang tiba-tiba membuatku terpejam dan meringis menahan rasa geli yang tiba-tiba menyerbu. Aku mendongakkan kepalaku ke atas, aku merasakan gerakan lidahnya semakin menjadi-jadi. Kedua puting susuku dijilati dan dihisapnya bergantian, rasanya geli sekali, tanganku mencoba mencengkeram pinggangnya, namun rasa geli pada puting-putingku terasa membuatku lemas dan aku merasakan sesuatu telah meleleh keluar dari kewanitaanku. 

Ditariknya celana dalamku hingga lepas, disingkapkannya rok miniku ke atas, kakiku dikangkangkannya, lalu ia menempelkan kewanitaannya pada kewanitaanku, digosoknya naik turun, aku merasakan hangat dan nikmat yang tak tertahankan, aku merintih dan mengerang keras-keras tak peduli siapa yang akan mendengar. Aku terbaring telentang di atas karpet cokelat muda itu, aku melihatnya seperti menduduki selangkanganku, membuat kewanitaan kami saling bergesekan, tangannya berpegangan pada payudaraku, ibu jari dan telunjukknya memilin-milin keras puting susuku. Ia menggeliat-geliat sambil menaik-turunkan badannya, mendongakkan kepalanya ke atas, hingga aku dapat melihat keindahan rahangnya yang luar biasa.
Aku sendiri menggeliat-geliat mencoba menahan gempuran rasa geli dan nikmat yang mengalir membanjiri tubuhku lewat payudara dan kewanitaanku.
“Aduhh, Tinaa.., ohh..”, Aku seolah mendengar sendiri eranganku yang tak beraturan.
“Uhh.., Jennii.., nikmat sekalii”, Ia merintih-rintih tak karuan, nafasnya makin memburu, gesekan kewanitaan kami semakin terasa hangat dan lembap, pelintiran dan remasannya membuat payudaraku serasa pegal meskipun kegelian. Aku terengah-engah kegelian, punggungku terangkat dari karpet, melengkung seperti busur panah. Kenikmatan yang kudapatkan serasa merajam tubuhku, putingku terasa pegal dan geli karena diplintir-plintir dari tadi, sementara kewanitaanku terasa berdenyut-denyut, rintihanku semakin tak karuan, birahiku kian memuncak. Hingga akhirnya aku merasakan desakan dari dalam tubuhku menuju kewanitaanku, tubuhku terasa kejang dan kaku, aku berusaha menahan meski sia-sia, kewanitaanku terasa tak mampu membendungnya, hingga akhirnya hentakan orgasme menghantam tubuhku. Aku menjerit keras-keras, mencengkeram pinggang Tina, di tengah serbuan kenikmatan itu, aku sempat melihat badan Tina juga mengejang, gerakannya berhenti, namun aku tak dapat mengingatknya lagi, karena aku langsung mencapai puncak. Cairan kami saling bercampur diantara kewanitaan kami, Tina roboh dan terbaring disampingku, sementara aku sendiri merasa kehilangan seperempat kesadaranku karena orgasme yang lumayan dahsyat itu.

Baca Juga : Cerita Seks ku Bersama Tante Seksi dan Putih Bersih

Kami tergeletak berdampingan, dengan tubuh basah oleh keringat, kaki terasa pegal, dan nafas terengah-engah, serta mata terkatup rapat.
Aku melirik tubuh Tina yang telanjang di sampingku, tengah memejamkan mata dan terkulai lemah. Aku sendiri tak kalah lelahnya, tubuhku masih dibalut business suit, namun sudah tersingkap di mana-mana, hingga payudaraku bisa merasakan dinginnya hawa AC ruangan, namun kenikmatan orgasme tadi segera mengantarku ke alam bawah sadar, semua gelap lagi.. Hanya kenikmatan dan kehangatan yang kurasakan mengalir dalam darahku.