Showing posts with label sex. Show all posts
Showing posts with label sex. Show all posts

Thursday, October 30, 2025

Cerita Ngewe dengan Tante-tante Anggun

 

Cerita Ngewe dengan Tante-tante Anggun – Udara pagi ini terasa sejuk sekali, seakan menyambut baik datangnya hari Rabu ini. Secerah wajah tante Indah yg tengah bercengkrama dengan bunga bunga ditaman. Meskipun nampak angkuh, namun kecantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sambil mnghirup udara pagi yg segar. Akan tetapi mataku melihat tante Indah tengah asyik menikmati keindahan bunga ditaman depan rumah. Dengan gaya ala petani bunga Cigondang, tante Indah nampak srius mmperhatikan tanaman itu. ” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tanpa berpaling dari rumpunan bunga. ” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi setengah menawarkan jasa. ” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya membelakangiku. Aku tak melihat tante Rita, Hendri ataupun Nita pagi ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati.Aku kmbali mmperhatikan tante Indah yg mmblakangiku. Mulai dari betisnya yg putih mulus mskipun nampak kurus, pahanya yg lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun trbalut clana pendek, namun trlihat jelas lekukannya. ” Coba dia bisa aku tiduri sperti tante Rita ya? ” gumanku dalam hati. Belum habis lamunanku,tiba tiba kulihat tubuh tante Indah trhuyung lemah ingin trsungkur. Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yg nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yg mulus dan trlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, sraya mmapah tubuh tante Indah. “Kpalaku trasa pusing Fad” jawab tante Indah lemah. “Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa mrangkulmu Vone” ucapku dalam hati. Cerita Seks

Ada sjuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh trsebut.Stelah brada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Indah disofa ruang tamu. Dengan mnarik nafas tante Indah duduk dan brsandar pada sandaran sofa. Stelah itu aku melangkah mninggalkannya sendiri. Tak brapa lama aku kembali dngn sgelas air hangat dan mnghampiri tante Indah yg tengah brsandar disandaran sofa. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas brisi air hangat yg kubawa. Tante Indah pun mminum air hngt yg kuberikan. “Makasih ya Fad” ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yg ada didepannya.“Kpalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Tante Indah hanya mnganggukan kpalanya. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. “E, em” jawab tante Indah prlahan seakan tengah mnahan sakit. Aku pun sgera memijat mulai dari kpalanya dngn prlahan lahan, kmudian dahinya yg dia bilang mrupakan pusat rasa sakitnya. “Wah, knapa tante Fad!?” tanya Nita yg baru saja pulang. “Tadi si tante hampir jatuh, kpalanya pusing Nit!” jawabku. ” Trlalu capek kali!? ” ujar Nita sambil mlangkah kedapur. “Dah aga mndingan Fad” jelas tante Indah dngn mata terpejam, menikmati pijatan pijatan jariku. Terasa hangat dahinya brsamaan dngn rasa hangat yg menjalari tubuhku. Harum aroma tubuh tante Indah trasa mnusuk kedua lobang hidungku. Mmbuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dngnnya.“Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? ” jelasku, brupaya memancing agar niatku tercapai. “Iya kali? “ujarnya pula, seakan mngerti akan arti ucapanku. Membuatku makin brani lebih jauh. “Mau dikerikin ga!?” tanyaku dngn penuh haraf kepadanya. “Memang kamu bisa!?” tante Indah balik brtanya. Membuat hatiku trasa brdebar tak karuan. “Ya bisa… ” jelasku dngn cepat, takut tante Indah brubah fikiran lagi. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Indah. Mmbuat hatiku brdebar makin cepat. Dengan prlahanku papah dia mlangkah mnuju kamarnya. Akupun brusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan fikiran kotorku.Setelah brada didalam kamar, kusarankan agar dia istrahat diranjangnya. Tante Indah pun mrebahkan tubuhnya sraya brnafas panjang. Seolah olah ada beban berat yg dibawanya.

Aku sgera brlalu mngambil obat gosok dan coin untuk mengerik tubuh tante Indah. Stelah kudapati smua yg kubutuhkan, aku kembali mnghampiri tante Indah yg tengah menanti. Dengan mmbranikan diri aku memintamya agar dia mlepaskan pakaian yg dipakainya. Dia pun prlahan melepaskan pakaian atau baju yg dipakainya. Shingga tante Indah kini hanya mngenakan bra yg brwarna pink dan clana pendek saja. Ada getaran hangat mnjalari sluruh tubuhku, saat menyaksikan tante Indah mmbuka bajunya. Hingga mmbangunkan kjantanan dan hawa nafsuku. Yang memang telah mngendap dibenakku sejak awal, ketika memprhatikan dia ditaman.Dengan prasaan yg tak mnentu dan dibayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap …..usap punggung mulus yg mmblakangiku, dngn hati hati sekali. “Tali branya dibuka aja ya tan??” pintaku pnuh haraf sambil trus mngusap dan mengerik punggung bagus dihadapanku. “Iya… ” jawabnya lirih. Menahan kerikan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau. Yang pasti tanganku sgera melepaskan kait tali branya, sehingga mmbuat branya mlorot mnutupi sbagian payudaranya yg bulat dan berisi. Sperti payudara milik gadis kebanyakan. Stelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, akupun membalurinya dngn minyak gosok. Dan jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante Indah.Sambil sekali kali mataku melirik kearah payudaranya yg brusaha ditutupi dngn bra dan kedua tlapak tangannya. Tapi hal trsebut mmbuatku smakin terangsang didorong rasa pnasaran yg tramat. Smentara tante Indah hanya trdiam sraya mmejamkan matanya yg bulat dan indah. ” Pelan pelan ya Fad!? ” pintanya masih dngn mata yg trpejam. Tiba tiba pintu kamar prlahan terbuka, nampak Nita tengah brdiri dimuka pintu. “Tan aku mo kerumah tman dulu ya!?” ujar Nita brpamitan sraya matanya mlirik kearahku. “Iya Nit… ” balas tante Indah tanpa brpaling kearahnya. Kmudian scara prlahan Nita mnutup pintu kembali dan brlalu pergi.Jari tanganku mulai nakal trhadap tugasnya, jariku trkadang nyelinap dibawah ketiaknya brusaha meraih benda yg bulat dan padat brisi yg ditutupinya. Tapi tangan tante Indah terkadang brusaha mnghalanginya, dngn merapatkan pangkal lengannya. “Jari kamu nakal ya Fad!? ” ucap tante Indah stengah berbisik seraya mlirik ke arahku.

Membuatku trsipu malu. “Habis ga kuat sich, tan…” jawabku jujur. Tapi tante Indah malah melepaskan branya shingga kini payudaranya nampak polos tanpa plindung lagi.Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa brkedip. Langsung mmbuat hatiku brdebar debar mnyaksikan pemandangan trsebut. “Sekarang bisa kamu plototin pe puas dech!!” ujar tante Indah tak lagi mnutupit buah dadanya dngn kedua tlapak tangannya lagi. Jantungku trasa bgitu cepat brdetak dan mmbuat lemas sluruh prsendianku. Kontolku brlahan tapi pasti mulai brdiri tegak mngikuti dorongan hasratku.“Memang dah selesai ngeriknya Fad!?” tegur tante Indah mngingatkanku. Mmbuat aku sgera mlanjutkan prkerjaanku yg trtunda sesaat. Hampir sluruh bagian belakang tubuh tante Indah telah kukerik dan brwarna merah brgaris garis. Hanya bagian bokongnya yg luput dari kerikanku karna trhalang dngn clana pendek serta CD yg dikenakannya. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin.Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dngn prlahan jari jariku memijati pundaknya. Tante Indah mnundukan kpalanya, sekali sekali trdengar suara dahak dari mulutnya. “Sudah Fad!” printahnya, agar aku mnyudahi pijatanku.Dengan prasaan malas akupun mnghentikan pijatanku dan sgera mmbrsihkan sisa sisa minyak dikedua tlapak tngnku. ” Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Indah skaligus printah. Akupun branjak pergi kekamar mandi yg memang ada didalam kamar trsebut. Stelah usai mncuci sluruh tanganku hingga bnar bnar bersih.

Akupun kembali menghampiri tante Ivon yg tengah telentang diatas ranjang masih dngn keadaan sparuh bugil. Sperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Hingga payudaranya yg bulat dan brisi nampak mmbusung besar didadanya, dngn puting yg brwarna coklat susu. “Ayo Fad, kamu mau mainin ini kan!?”. “Aku juga mau kok!?” ucap tante Indah sambil mremas salah satu payudaranya hingga putingnya mnonjol kearahku. Akupun mndekat mnghampirinya dngn perasaan nafsu. Membuat kontolku kian brdiri dan mngeras kencang dibalik clanaku.Akupun tak mnunggu lebih lama, sgeraku remasi payudaranya yg mnantang. Tante Indah brgelinjang saat tlapak tanganku mndarat dan meremas kedua payudaranya. ” Achh.., iya Fad trussss ” rintihnya prlahan.

Baca juga: Cerita Seks Ngewe dengan Asisten Dokter Gigi yang Super Hot

Jari jemariku kian liar mremasi sluruh daging bulat yg padat brisi. JariQ juga memainkan putingnya yg mulai mngeras. ” Iya,.., ayo diisep Fad.., aaaayooo “pinta tante Indah dngn nafas taj tratur. Akupun sgera mnjilati dan mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante Indah sraya mmegangi kpalaku. Aku smakin brnafsu dngn puting yg kenyal sperti urat dan mnggemaskan. Smentara tante Indah smakin mndesah tak karuan. Tangan kananku meluncur kearah slangkangan dibawah pusar, trus mnyusup masuk diantara clana dan CD tante Indah. Hingga jari jariku trasa mnyentuh rumput halus yg cukup lebat didalamnya. Tante Indah mmbuka pahanya tak kala jari tlunjukku brusaha masuk kedalam lobang yg ada ditengah bulu bulu halus miliknya. “Aowww…” jerit kecil tante Indah saat tlunjukku brhasil memasuki lobang memeknya. Dia pun mnggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Smentara kontolku smakin mngeras hendak kluar dari bahan yg mnutupinya.Cukup lama jari tlunjukku kluar masuk didalam memek tante Indah, hingga lobang itu mulai trasa basah dan lembab. Sampai akhirnya tangan tante Indah menahan gerakan tanganku dan mminta mnyudahinya. “Aaaachhh.., udaahhh., Faddh.., aaachh” rintih tante Indah. Akupun menarik tanganku dari balik clananya dan mlepaskan putingnya dari mulutku.“Buka pakaianmu dong, Fad!!” seru tante Indah sraya bangkit dan mlepaskan clana pendek serta CDnya. Shingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah slangkangannya yg baru saja ku obok obok.

Akupun mlepaskan smua pakaianku dan bugil sperti dirinya.Dengan senyum manis kearahku, tante Indah mendekat dan brjongkok tepat didepan slangkanganku. “Aouw, gede banget..!!” seru tante Indah sraya tlapak tangannya mraih kontolku yg telah brdiri dan keras. Dngn tangan kanan dia mmegang erat batang kontolku, sedangkan tlapak kirinya mngelus elus kpalanya. Hingga kpala kontolku trasa brdenyut hangat. Kmudian dimasukan kontolku kedalam mulutnya sraya matanya mlirik ke arahku. “Agghhh… “aku mlengguh tak kala sluruh kontolku tnggelam masuk kedalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Aku hanya dapat memegangi kpala tante ……Indah, mremas serta mngusap usap rambutnya yg ikal sebahu. Smentara tante Indah smakin liar, sbentar mngulum dan mngemud seakan dia ingin melumat sluruh kontolku. Trnyata dia lebih buas dari tante Rita. Trkadang dia mnjilati dari batang hingga lobang kencing dikpalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan tramat. Trasa tubuhku melayang jauh tak menentu.Entah brapa lama tante Indah mngemut, mnjilat dan mngulum kontolku. Yg jelas hal ini mmbuat tubuhku brgetar dan hampir kejang. ” Gantian dong tan, aQ juga mau jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tak mampu mnahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak banyak. Agar tante Indah mandi dngn air maniku.Tante Indah sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yg masih brdiri tegak. Kmudian aku mminta agar dia duduk dikursi tanpa lengan yg ada. Akupun brjongkok mnghadap memeknya yg dihiasi bulu lebatnya.

Kedua kaki tante Indah trtumpu pada kedua bahuku. Maka mulutku mulai mnjarah memek yg tlah mnganga terkuak jari jemariku, hingga nampak jelas lobang memek yg brwarna merah dan lembab. Lidahku pun mulai mnjelajahi dan mnjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., trussss, aassstttssh” desah tante Indah saat lidahku brmain mnjilati lobang memeknya. “Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya pula sambil mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun smakin liar dan brusaha masuk lebih dalam lagi. “Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Indah tak karuan. Lidahku brhenti mnjilati dinding lobang memek, kini brpindah pada daging mungil sbesar biji kacang hijau. Ku jilati itil yg brwarna merah dan basah dngn air mazinya dan air liurku.“Aughh…..” suara tante Indah sperti tersedak sambil mrapatkan kedua pahanya, hingga mnjepit leherku, ketika ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” ucap tante Indah lirih. ” Udahhh…, Fad…, udddaah Faadd ” rengek tante Indah sraya mndorong kpalaku dngn kakinya yg trkulai lemas dibahuku.Akupun mlepaskan isapan mulutku pada itil tante Indah dan bangkit brdiri dihadapannya dngn kontol yg masih tegak dan keras. Kemudian mminta tante Indah agar bangkit dari duduknya.

Kini aku yg mnggantikan posisinya duduk dikursi.Tante Indah naik keatas pahaku dan tubuhnya mnghadap kearahku, hingga tubuh kami saling brhimpitan. Kmudian tante Indah mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dngan jarinya. ” Aagghhsss.. ” rintih kecil tante Indah ketika kontolku masuk menusuk memeknya. Tak lama kmudian bokongnya mulai turun naik, mngesek gesek kontolku didalamnya. Aqpun mngimbanginya dngn mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya turun naik. ” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Fadd “. ” Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante Indah tak karuan jika tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya.” Aauwww, aku ga tahan ne Fadd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante Indah sraya mnggerakan bokongnya dngn cepat. Akupun mmbalas reaksinya, dengan melumat lagi payudaranya .”Aaaaaawhhh……..”erang tante Indah sambil mnekan bokongnya lebih rapat dengan slangkanganku. Akupun mengejang mnahan tekanan bokong tante Indah. “Aaaachhhh…….” akhirnya aku tak mampu lagi mmbendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling brpelukan dngn erat beberapa saat dngn brcampur peluh masing masing.Stelah cukup lama kami brpelukan, kamipun bangkit dngn malas, enggan branjak dari suasana yg ada. Stelah itu kamipun mandi mmbrsihkan tubuh kami masing masing yg basah dngn peluh syurga. Akhirnya aku bisa menidurimu dan menaklukan keangkuhanmu Indah Gienarsih

Pengalaman Ku Bersama Istriku Melakukan Threesome

Aku dan istriku, Mita yang biasa kupanggil dengan Mita, sudah menikah kira-kira 4 tahun. Istriku saat ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga, meskipun sempat kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri. Sedikit gambaran fisik tentang istriku, Mita pada saat ini berumur 29 tahun, berkulit putih, berambut ikal sepunggung, dengan payudara yang cukup besar (34B) berbentuk bagus sekal, tinggi 155 cm, berat 50 kg, dengan perut rata dan pinggang kecil namun sintal. Pinggulnya serasi dengan bentuk badannya dan kedua bongkahan pantatnya sekali. Secara umum, dia cukup seksi.Telah lama kami mempunyai fantasi untuk melakukan aktifitas seks three some. Biasanya, sebelum melakukan Making Love, kami mengawalinya dengan saling menceritakan fantasinya masing-masing. Fantasi yang paling merangsang bagi kami berdua, adalah membayangkan Mita melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain dengan kehadiranku. Sekedar informasi, Mita memang mempunyai gairah seks yang sangat tinggi, sementara di sisi lain, aku biasanya cuma sanggup ejakulasi satu kali. Setelah ejakulasi, meskipun sekitar satu jam kemudian penisku bisa ereksi lagi, umumnya aku merasa lelah dan tidak bergairah, mungkin akibat beban pekerjaan yang cukup berat. Karenanya, biasanya ketika dia minta agar bisa mencapai orgasme berikutnya, paling banter aku melakukannya dengan tangan, atau membantunya bermasturbasi dengan dildo. Walaupun demikian selama ini dia bisa merasa puas dengan cara tsb.Setelah sekian lama mempunyai fantasi tsb, suatu hari aku tanya apakah ia mau merealisasikan fantasi tsb. Pada awalnya ia cuma tersenyum dan mengira aku cuma bercanda. Namun setelah aku desak, ia balik bertanya apakah aku serius. Aku jawab, ya aku serius. Terus dia tanya lagi apakah nanti aku masih akan tetap sayang sama dia, aku jawab ya, aku akan tetap menyayanginya sepenuh hati, sama seperti sekarang. Lalu aku tambahkan, bahwa motivasi utama aku adalah untuk membuatnya bahagia dan mencapai kepuasan setinggi-tingginya.

Melihat wajahnya ketika mencapai orgasme, selain sangat merangsang juga memberikan kepuasan tersendiri bagiku. Akhirnya dia jawab dia mau melakukannya kalau moodnya mengijinkan. Kemudian aku dan Mita mendiskusikan kira-kira dengan siapa kami melakukannya, akhirnya pilihan datang kepada seorang teman dekatku, namanya Stevence biasa kupanggil dengan Steven, yang telah lama kami kenal, namun jarang bertemu karena tinggal di kota lain. Sejak itu sering fantasi kami melibatkan kehadiran Steven. Usia Steven 33 tahun, sama denganku, meski demikian tubuhnya lebih tinggi kurang lebih 175 cm dan besar serta tegap, maklum dia adalah keturunan campuran Eropa-Indonesia.Akhirnya setelah beberapa bulan berlalu, aku menghubungi Steven dari kantorku. Setelah berbasa-basi sebentar, lalu aku mulai menceritakan tentang fantasi-fantasi kami. Sebagai sahabat lama, kami terbiasa berbicara terbuka, termasuk masalah seks. Steven tampak antusias mendengar ceritaku dan dia menyatakan kesanggupannya. Mengingat kesibukan bisnisnya, dia merencanakan untuk datang ke kotaku sekitar 2-3 Rabu lagi. Tidak lupa aku tegaskan, bahwa semua rencana ini sepenuhnya bergantung kepada kesediaan istriku. Artinya jika pada saat-saat terakhir Mita berubah pikiran, maka sama sekali tidak boleh ada satu pihakpun yang memaksakan kehendaknya. Aku katakan juga, dia tidak boleh berlaku kasar terhadap Mita, sebab kepuasan Mita adalah segala-galanya. Steven setuju dan dapat memakluminya.Akhirnya waktu yang yang ditunggu tiba, baik Mita maupun aku cukup gugup menghadapi apa yang telah kita rencanakan. Namun aku meyakinkan Mita bahwa dia boleh berubah pikiran kapanpun. Sekitar pukul 6 sore Steven datang, pada saat itu aku masih berada di kantor, Mita mengabarkan kedatangannya melalui telepon. Pukul 7 aku tiba di rumah, tampak Steven telah mandi dan ganti baju dan sedang menonton TV. Sementara itu Mita sedang berada di kamar mandi. Setelah ngobrol sebentar, kemudian aku masuk ke kamar untuk menyimpan tas dan mengganti pakaian. Pada saat bersamaan Mita baru keluar dari kamar mandi (kamar mandi terletak di dalam ruang tidur kami) dengan hanya memakai handuk.

Dia tampak sangat cantik malam itu. Sementara aku mengganti pakaian, Mita mengenakan daster pendek berwarna merah. Mita tampak cantik dengan daster tersebut, panjang daster tsb hanya sampai ke pertengahan paha, tampak kontras dengan pahanya yang berwarna putih mulus. Sementara Mita masih menyisir rambut dan memakai parfum, aku keluar menemui Steven.Setelah beberapa saat kami mengobrol, bercerita tentang keadaan masing-masing. Mita kemudian keluar kamar. Steven hampir tak berkedip menatap Mita yang benar-benar tampil seksi malam itu. Singkat cerita, setelah selesai makan malam kami sama-sama duduk di karpet, menonton acara TV yang saat itu sedang berlangsung. Posisinya Steven, kemudian Mita di tengah menyender di dadaku. Terus terang suasana saat itu agak canggung dan kami benar-benar tidak tahu cara untuk memulai semua rencana yang telah disusun.Akhirnya aku mengambil inisiatif dengan mulai menyentuh dan melingkarkan tangan di dada Mita dan menyentuh payudaranya dari luar daster. Mendapat tindakan demikian Mita mulai terangsang dan nafasnya mulai tidak teratur.

Segera setelah itu, aku lumat bibirnya dan tangan aku mulai menyusup ke balik dasternya. Ternyata saat itu Mita sudah tidak memakai BH. Mita benar-benar terangsang kini. Pada saat itu tangan Steven mulai mengelus-elus paha Mita yang telah terbuka, karena daster mininya telah terangkat ke atas. Kaki Mita yang tadinya tertekuk ditarik, sehingga sekarang Mita berada dalam posisi duduk sambil bersandar padaku dengan kedua pahanya yang agak terbuka dan kaki melonjor ke depan. Tangan Steven mulai bergerilya pada bagian paha atas Mita.Kemudian Steven menarik tangan Mita dan meletakkannya di atas pangkuan Steven. Secara reflek, dalam keadaan terangsang, Mita mengusap-usap kemaluan Steven yang telah tegang dari luar celananya. Bagian bawah celana Steven terlihat menggembung besar. Aku mengira-ngira betapa besar kemaluan Steven ini. Sementara bibirku mulai menyusur leher dan belakang telinganya (bagian yang paling sensitif baginya). Setelah itu aku berbisik di telinga Mita, inilah saat untuk merealisasikan fantasi kita. Lalu aku melepaskan pelukanku untuk memberi kesempatan pada Steven untuk beraksi. Sekarang Steven mulai mengambil alih permainan selanjutnya. Ditariknya Mita ke pelukannya dan tangannya yang satu langsung mendekap payudara Mita yang sebelah kanan, sedangkan tangannya yang satu mengelus-elus punggung Mita sambil mulutnya melumat bibir Mita dengan gemas. Tangan Steven yang berada di payudara Mita disisipkan pada belahan daster Mita yang terbuka dan mulai memelintir dengan halus ujung putingnya yang telah mengeras. Kemudian Steven menarik tangan Mita ke arah resluiting celana Steven yang telah terbuka dan menyusupkan tangannya memegang kemaluan Steven yang telah tegang itu. Kelihatan Mita agak tersentak ketika terpegang senjata Steven yang tampaknya besar itu.Setelah beberapa saat mengelusnya, kemudian Mita membuka celana Steven sehingga kemaluannya tiba-tiba melonjak keluar, seakan-akan baru bebas dari kungkungan dan sekarang dengan jelas terlihat.



Cerita Ngewe dengan Tante-tante Anggun


Aku sangat terkejut melihat kemaluan Steven yang sangat besar dan panjang itu. Kemaluan yang sebesar itu hanya ada di film-film BF barat saja. Batang penisnya berdiameter 7 cm dikelilingi oleh urat-urat yang melingkar dan pada ujung kepalanya berbentuk topi baja yang sangat besar, panjangnya mungkin lebih dari 20 cm, pada bagian pangkalnya ditumbuhi dengan rambut pirang yang lebat.Setelah keluar dari celananya kelihatan seram, jauh lebih panjang dan besar dari punyaku. Sesaat Mita menoleh ke arahku, dari sinar matanya yang agak panik, tampak dia agak ketakutan dan tidak menduga akan menghadapi penis yang sebesar itu. Aku mulanya juga agak ragu-ragu, tapi untuk menghentikan ini, kelihatannya sudah kepalang, karena tidak enak hati pada Steven yang telah bersedia memenuhi keinginan kami itu. Kemudian aku mengangguk sambil tersenyum memberi semangat pada Mita. Mendapatkan persetujuanku dan dorongan semangat itu, Mita kemudian dengan kedua tangannya memegang penis Steven dan mulutnya mendekat ke kemaluan Steven. Mita mulai menjilati kepala penis Steven yang besar itu. Kemudian setelah cukup basah oleh air ludahnya, perlahan Mita mulai memasukkan penis Steven ke dalam mulutnya. Terlihat sangat susah bagi Mita untuk bisa memasukkan penis yang besar itu ke dalam mulutnya. Terlihat mulutnya harus dibuka lebar-lebar untuk bisa menampung penis Steven yang dahsyat itu. Steven tampak sangat menikmati isapan Mita itu.Kira-kira sepuluh menit Mita mengulum kemaluan Steven, kemudian Steven menarik kepala Mita dan mendekatkan ke mukanya dan kemudian melumat bibir Mita. Mita balas melumat bibir Steven dengan ganasnya, sementara tangan Steven merambah ke payudara Mita dan mulai membuka daster Mita. Setelah daster terlepas, sambil tetap berciuman, tangan Steven mulai menyusup ke balik celana dalam Mita yang berwarna cream sambil memainkan clitoris Mita. Tangan Mita sendiri tidak tinggal diam, ia terus mengelus kemaluan Steven yang semakin menegang.Kemudian Steven menggendong Mita dan membawanya ke kamar tidur tamu. Terlihat Mita sangat kecil dalam gendongannya, dibandingkan badan Steven yang besar itu. Secara perlahan kemudian Steven meletakkan Mita di ranjang dan membuka celana dalam Mita.

Hingga kini Mita telah telanjang bulat. Tampak kulitnya yang putih dan vaginanya yang tanpa rambut (Mita biasa mencukur bulu vaginanya secara teratur) merekah dan tampak basah. Kemudian Steven perlahan-lahan mengarahkan bibirnya ke leher Mita, kemudian turun ke dadanya dan mulai melumat puting payudara Mita bergantian.Sementara itu aku terus memperhatikan dari pintu kamar dengan menahan birahi yang sangat memuncak. Setelah puas bermain-main di payudara Mita, Steven kemudian mulai menciumi pusar Mita sampai akhirnya mulai menjilati lubang vagina Mita yang semakin basah. Setelah berlangsung kira-kira 30 menit, tampak Mita mulai mendekati orgasme, mengetahui demikian, Steven kemudian mulai mengarahkan penisnya ke vagina Mita yang makin merekah. Sebelum memasukkan penisnya, tidak lupa Steven menggosok-gosok kepala penisnya pada bibir vagina Mita. Badan Mita menggelinjang kegelian merasakan gosokan penis Steven pada vaginanya.Perlahan-lahan Steven mulai memasukkan penisnya ke vagina Mita. Mita berusaha membantu dengan membuka bibir vaginanya lebar-lebar. Kelihatannya sangat sulit untuk penis sebesar itu masuk ke dalam lubang vagina Mita yang kecil. Tangan Steven yang satu memegang pinggul Mita sambil menariknya ke atas, sehingga pantat Mita agak terangkat dari tempat tidur, sedangkan tangannya yang satu memegang batang penisnya yang ditekan masuk ke dalam vagina Mita.Sementara Steven sedang berusaha memasukkan penisnya kedalam memek Mita, badan Mita terlihat menggelinjang-gelinjang dan dari mulutnya terdengar suara, “aahh.., aahh.., sshh.., sshh”, seperti orang sedang kepedasan. Pada waktu Steven mulai menekan penisnya, terdengar jeritan tertahan dari mulut Mita, “Aduuhh.., sakiitt.., Veenn.., pelan-pelan.., doong”.

Steven agak menghentikan kegiatannya sebentar untuk memberikan kesempatan pada Mita mengambil nafas, kemudian Steven melanjutkan kembali usahanya untuk menaklukkan vagina Mita. Aku agak kasihan juga melihat keadaan itu, disamping itu melihat badan Mita yang menggeliat-geliat dan tangannya yang mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, membuatku terangsang dengan hebat. Steven dengan pasti tetap mendorong kemaluannya masuk secara perlahan-lahan ke dalam vagina Mita.Akhirnya sesaat kemudian, hampir seluruh kemaluan Steven masuk ke dalam vagina Mita. Steven kemudian menggerakkan penisnya keluar masuk dengan irama yang teratur, sementara Mita mengimbangi dengan mengerakkan pantatnya. Tidak lama kemudian, Mita mencapai klimaks. Tubuhnya mengejang dan mulutnya mengeluarkan jeritan tertahan, “Aku sampaai Veenn.., peluk aku kuat-kuat”. Bersamaan dengan itu, kakinya melingkar di pinggang Steven dan mengunci dengan erat. Sementara Steven hampir tidak bisa bergerak dan hanya menekankan kemaluannya ke dalam vagina Mita sekuat mungkin. Tak lama, Mita mulai tampak rileks dan melonggarkan kakinya yang melingkar di pinggang Steven. Sementara Steven kemudian meneruskan gerakan keluar-masuk penisnya secara perlahan-lahan dan Mita hanya diam kelelahan dengan nafas yang tidak teratur. Tidak lama, tampaknya birahi Mita mulai bangkit lagi dan menggerakkan pantatnya lagi. Maklum wanita kan bisa mengalami multiple orgasme.Tidak lama kemudian, Steven mencabut penisnya dari vagina Mita dan meminta Mita untuk menungging. Kemudian Steven memasukkan kemaluannya ke vagina Mita dari belakang. Aku yang sejak tadi hanya menyaksikan mulai tidak tahan, kemudian aku mendekat, membuka celana, dan mengarahkan kemaluanku yang sudah sangat tegang ke mulut Mita. Dengan sangat bernafsu, Mita mengulum penisku sementara Steven tampak menggerakan pinggulnya semakin cepat. Tidak lama kemudian tampaknya Steven hampir mencapai klimaksnya dan mengerakkan pantatnya dengan sangat cepat.

Cerita Ngewe dengan Tante-tante Anggun


Mita mengimbangi gerakan Steven dan melepaskan penisku dari mulutnya, sambil mengeluarkan erangan Mita berkata, “Ayo Steven gerakkan yang cepat.., ah.., uh”. Setelah itu Steven ejakulasi dan menekankan pantatnya rapat-rapat sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Mita. Dan pada saat hampir bersamaan Mita pun kembali mencapai orgasme. Tak lama Steven mencabut penisnya dan tidur telentang di samping Mita. Aku kemudian duduk di kursi sofa yang ada di ruang tidur itu dan menarik Mita. Perlahan Mita jongkok di atasku dan mulai menurunkan vaginanya yang tampak membengkak ke arah kemaluanku (mungkin akibat barang Steven yang sangat besar itu). Dengan mudah penisku masuk ke dalam vagina Mita, maklum setelah cukup lama barang Steven yang besar itu keluar masuk, membuat vagina Mita agak melar. Walau demikian, aku tidak bisa menahan ejakulasi terlalu lama, mungkin akibat pengaruh situasi, tidak lama penisku memuntahkan cairan sperma di dalam vagina Mita, sampai meluber keluar.Tampak Steven terbaring dengan lesu di ranjang dan aku di sofa. Tampaknya energi kami benar-benar terkuras. Sementara Mita kemudian pergi ke kamar mandi, untuk pipis dan membersihkan sisa-sisa spermaku di vaginanya. Kira-kira setengah jam kami beristirahat, Mita berinisiatif mengulum kemaluan Steven yang masih mengkerut. Sementara aku hanya memperhatikan. Tidak lama, kemaluan Steven mulai membesar lagi setelah beberapa saat dikulum. Mita kemudian mengangkangkan kakinya di atas Steven yang telentang tidur dan menghadapkan wajahnya ke arah penis Steven. Steven kemudian menjilati vagina Mita sampai ke lubang anusnya, dan Mita sendiri sibuk mengulum dan menghisap penis Steven. Melihat pemandangan ini, kemaluanku pun mulai menegang kembali.

Tak lama Mita bangun dan duduk di atas Steven, kemudian Mita memasukkan penis Steven ke vaginanya dengan posisi Mita di atas. Mita menaik-turunkan pantatnya dengan bibir vagina mencengkeram penis Steven dengan erat. Ketika Mita menaikkan pantatnya, bibir vaginanya turut tetarik keluar mencengkeram kemaluan Steven. Sungguh pemandangan yang sangat mengairahkan. Makin lama gerakan Mita makin cepat dan tak lama Mita tampak mencapai orgasmenya dan menekankan pantatnya kuat-kuat sehingga penis Steven masuk seluruhnya. Setelah itu Mita menarik pantatnya dan jongkok di tepi ranjang sambil mengulum kemaluan Steven. Sementara vaginanya mengarah ke arahku. Melihat pemandangan demikian, aku memasukkan penisku ke vagina Mita dari belakang, sementara mulutnya sibuk mengulum kemaluan Steven keluar masuk.Kira-kira sepuluh menit kemudian, Mita kembali mencapai orgasmenya dan aku rasakan vaginanya menjepit penisku dengan erat. Tak lama aku pun kembali mencapai ejakulasi.

Setelah itu Mita mengelap sisa air maniku yang tertinggal di mulut vaginanya dengan handuk kecil, Mita kemudian berbaring di ranjang dan Steven kembali memasukkan penisnya ke vagina Mita.Setelah hampir satu jam, dan Mita telah mencapai dua kali orgasme lagi, barulah Steven pun mencapai orgasmenya, namun kali ini Steven mengeluarkan penisnya dari vagina Mita, sehingga spermanya muncrat ke payudara dan perut Mita. Sambil tersenyum Mita membalurkan sperma tsb ke seluruh dada dan perutnya, untuk menikmati kehangatannya. Setelah itu Mita kemudian mengelapnya dengan handuk kecil. Sementara Steven tampak kelelahan namun sangat menikmati. Steven kemudian mencium bibir Mita, istriku dan memeluknya. Mita berkata bahwa ia sangat menikmati malam itu dan tersenyum manis kepadaku. Kemudian mereka berdua tertidur di ranjang dengan tubuh telanjang, sementara aku tertidur kelelahan di atas sofa. Itulah cerita seks 

Tuesday, October 28, 2025

Cerita Mesum ku Bersama Cewek Gadis PKL yang Sangean

Cerita Mesum – Cerita Seks ini adalah cerita dewasa yang mana ku alami sendiri. Pembaca Cerita Dewasa Sebelumnya, Aku perkenalkan diri, waktu itu Aku ber usia 27 tahun, masih single lah, bukannya tidak laku lho tetapi memang Aku masih ingin bebas. Kata orang, wajah Aku cukup ganteng dengan badan atletis. Bekerja di suatu instansi pemerintah di kota Surabaya. Bekerja pada Bagian Sekretariat yang mengurusi surat-surat masuk dan mencatat segala keperluan dinas atasan ( sektretaris), juga mengetik surat-surat, karena memang Aku cukup terampil dalam penggunaan komputer yang terkadang memberi pelajaran mengenai pengoperasian komputer di luar kantor. Seperti biasanya, suatu instansi pemerintah selalu ada siswa-siswi yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang memang merupakan bagian dari kurikulum yang harus dijalani oleh setiap murid. Pagi itu sekitar pukul 09:00 Aku sedang mengetik suatu nota untuk dikirim ke suatu instansi lain, tiba-tiba Aku didatangi oleh 3 siswi lengkap dengan seragam sekolahnya.

“Selamat pagi, Pak!” sapa mereka dengan kompak dan ramah. “Pagi.., ada yang bisa Aku bantu?” jawab Aku dengan ramahnya. “Begini Pak.., kami ingin menyakan apakah di sini masih menerima anak sekolah untuk PKL?” “Oooh.. kalian dari sekolah mana?” tanya Aku. “Saya dari SMK X pak.. dan ini surat permohonan kami dari sekolah.”, kata mereka sambil menyerahkan surat permohonan kepada Aku. Lalu Aku baca, di sana tertulis nama-nama mereka, setelah selesai Aku menatap mereka satu persatu. “Coba, Aku ingin tahu nama-nama kalian dan ketrampilan apa yang kalian miliki?” tanya Aku sok pintar. “Nama Aku Tasya Pak, yang ini Desy dan yang itu Tasya Pak..”, mereka juga menjelaskan bahwa mereka bisa menggunakan komputer walaupun belum terampil, karena di sekolahnya diberikan ketrampilan komputer. Si Tasya memiliki postur tubuh yang agak kurus dengan bentuk wajah bulat dan memiliki bentuk payudara yang hampir rata dengan dadanya. Si Desy agak gemuk dan pendek tetapi memiliki payudara yang besar, dan yang satu ini memiliki postur tubuh yang agak tinggi dari teman-temannya, sangat cantik dan sexy seperti bintang mega sinetron dengan bulu-bulu halus di tangannya, warna kulit kuning langsat dengan wajah yang imut-imut dan bibir yang merah serta payudara yang montok, ukurandadanya 34B.

Wah.. pikiran Aku jadi kotor nih (maklum walaupun Aku tidak pernah berhubungan badan, tetapi Aku sering nonton BF). Umumnya mereka semua memiliki wajah yang cantik, kulit putih dan bersih. “Begini ya adik-adik, kebetulan di sini memang belum ada yang PKL, tetapi akan Aku tanyakan pada atasan Aku dulu..”, kata Aku, “Nanti, seminggu lagi, tolong adik-adik kesini untuk menunggu jawaban.” lanjut Aku sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah mereka satu persatu. Setelah berbasa-basi sedikit, akhirnya mereka pulang. Aku menghadap atasan yang kebetulan sedang baca koran, maklum pegawai negeri kan terkenal dengan 4D (datang, duduk, diam dan duit). Setelah bicara ala kadarnya, atasan Aku menyetujui dan Aku lah yang disuruh memberi tugas apa yang harus mereka kerjakan nanti. “Tolong, nanti kamu yang mengawasi dan memberi arahan pada mereka.” kata atasan Aku. “Tapi jangan diarahin yang ngga-ngga lho..” Aku agak bingung dibilang seperti itu. “Maksud Bapak?” “Iya, tadi Aku sempat lihat, mereka cantik-cantik dan Aku perhatikan mata kamu ngga lepas-lepas tuh.”

“Ah, Bapak bisa aja, Aku ngga ada maksud apa-apa, kecuali dia mau diapa-apain.” kata Aku sambil bercanda dan tertawa. “Dasar kamu..”, jawab atasan Aku sambil ketawa. Memang, walaupun dia atasan Aku tetapi di antara kami tidak ada batas, maklum atasan Aku juga mata keranjang dan rahasia bahwa dia sering main perempuan sudah merupakan rahasia kami berdua. Seminggu kemudian, mereka bertiga kembali ke kantor. Setelah itu Aku jelaskan bahwa mereka bisa PKL di sini dan langsung mulai bekerja. Setelah itu Tasya dan Desy Aku tugaskan di bidang lain, sedangkan Tasya, Aku suruh membantu pekerjaan di ruangan Aku. Kebetulan ruangan Aku tersendiri. Memang sudah Aku rancang sedemikian rupa agar selalu dapat menikmati keindahan tubuh Tasya yang saat itu kelihatan cantik dan sexy dengan rok yang agak ketat di atas lutut. Lalu Aku mengantar Tasya dan Desy ke ruangan lain untuk membantu karyawan yang lain, sedangkan Tasya Aku suruh menunggu di ruangan Aku. Setelah itu Aku kembali ke ruangan. “Apa yang harus Aku kerjakan, Pak?” tanya Tasya ketika Aku sudah kembali. “Kamu duduk di depan komputer dan tolong bantu Aku mengetik beberapa nota.” sembari memberikan beberapa lembar kertas kerja pada nya.

“Dan tolong jangan panggil Aku Bapak, Aku belum Bapak-bapak lho, panggil saja Bang Rino.” kata Aku sambil bercanda. “Baik Bang Rino, tetapi tolong ajarkan Aku mengetik, karena Aku belum mahir menggunakan komputer.” Aku mulai memberi arahan sedikit tentang cara mengetik sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah Tasya tanpa sepengetahuannya. Aku berdiri di sampingnya sambil menikmati. Sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah payudaranya yang kelihatan dari atas karena kerahnya agak terbuka sedikit. Nampak sekali kelihatan belahan payudaranya yang putih mulus tertutup bra warna coklat muda. Apalagi ditambah dengan paha yang sangat sexy, mulus dan kuning langsat yang roknya naik ke atas ketika duduk. Tanpa disadari, kemaluan Aku berdiri tegak. Pikiran kotor Aku keluar, bagaimana caranya untuk bisa menikmati keindahan tubuh anak SMK ini. Di hari pertama ini, Aku hanya bisa bertanya-tanya tentang sekolah dan keluarganya dan terkadang bercanda sambil menikmati keindahan tubuhnya. Ternyata Tasya adalah anak yang enak diajak bicara dan cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Terkadang Aku suka mengarahkan ke cerita yang porno-porno dan dia cuma tersipu malu. Selama itu, Aku juga berpikir bagaimana caranya untuk merasakan kenikmatan tubuh Tasya. Aku merencanakan untuk membuat strategi, karena besok atasan Aku akan dinas ke luar kota beberapa hari sehingga Aku bebas berdua dengannya.

Pada hari ketiga, pagi-pagi Tasya sudah datang dan kebetulan atasan Aku sedang dinas ke Bandung selama 5 hari. Seperti biasa, dia selalu menanyakan apa yang bisa dia kerjakan. Inilah kesempatan Aku untuk melaksanakan rencana yang sudah disiapkan dengan pikiran kotor Aku, apalagi ketika dia sedang duduk di kursi, tanpa disadari atau disengaja, duduknya agak mengangkang, sehingga dapat terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang putih mulus. “Gini aja Sya, kebetulan hari ini kayaknya kita lagi ngga ada kerjaan.. gimana kalau kita lihat berita-berita di internet?” kata Aku mulai memancing. “Kebetulan tuh Bang Rino, tolong dong sekalian ajarin tentang internet!” pintanya, Nah kebetulan nih, “Beres.. yuk kita masuk ke ruangan atasan Aku, karena internetnya ada di ruangan bos Aku.” “Ngga enak Bang, nanti ketahuan Bapak.” “Kan Bapak lagi dinas ke luar kota, lagian ngga ada yang berani masuk kok selain Aku.” jawabku sambil sebentar-sebentar melihat celana dalamnya yang terselip di antara pahanya. Benda pusaka Aku sudah tegang sekali, dan sepertinya Tasya sempat melihat ke arah celana Aku yang sudah berubah bentuk, tetapi cepat-cepat dialihkannya. Lalu kami berdua masuk ke ruangan atasan Aku sambil menutup, lalu menguncinya. "Bang.. kenapa dikunci?” tanya Tasya merasa tidak enak. “Sengaja.. biar orang-orang menyangka kita tidak ada di dalam. Lagian kan nanti ganggu kita aja.” “Ih, Bang pikirannya kotor, awas ya kalau macam-macam sama Tasya!” katanya mengancam tetapi dengan nada bercanda. Lalu kami berdua tertawa, sepertinya dia tidak curiga kalau Aku ingin macam-macam dengannya.

Tasya Aku suruh duduk di kursi dan Aku duduk di sebelahnya, di atas sandaran kursi yang diduduki oleh Suzy. Seperti hari-hari sebelumnya, Aku dapat melihat dengan bebas paha dan payudara Tasya tanpa sepengetahuannya. Agar Tasya tidak curiga, Aku mengajari cara membuka internet dan memulai langkah awal dengan melihat-lihat berita. “Sya.. kamu tahu ngga kalau di internet kita bisa melihat cerita dan gambar-gambar porno?” tanya Aku mulai memasang strategi. “Tahu sih dari teman-teman, tetapi Aku ngga pernah lihat karena memang tidak tahu cara menggunakan internet.. tetapi kalau lihat gambar gituan dari majalah sih pernah.” katanya malu-malu. “Nah ya.. anak kecil sudah ngeliat yang macam-macam.” kata Aku bercanda sambil memegang pundaknya dan dia diam saja sambil tertawa malu-malu. “Kalau Aku lihatin cerita-cerita dan gambar porno di internet mau ngga?” pinta Aku. “Mau sih, tetapi jangan dibilangin ke teman-teman Tasya ya Bang..! Kan malu.” “Percaya deh, Aku ngga bakalan nyeritain ke teman-teman kamu.” Aku mulai membuka cerita porno di www.ceritasexhot.net Tasya mulai membacanya dengan penuh perhatian. Lama-lama, Aku pun melihat wajah Tasya agak berubah dan sedikit gemetar serta agak menegang pertanda dia mulai terangsang, Aku dengan perlahan-lahan mulai meraba pundaknya. Sengaja Aku lakukan dengan perlahan untuk memberikan rangsangan dan agar jangan terkesan Aku ingin mengambil kesempatan. Nampaknya mulai berhasil karena dia diam saja.

Baca juga: Cerita Seks Bersama Pembantuku yang Sering Buatku Lemas

Sedangkan kemaluan Aku yang sudah tegang menjadi semakin tegang. Setelah Tasya membaca beberapa cerita lalu Aku bukakan gambar-gambar porno. “Iiih.. gambarnya fulgar banget Bang..”. “Itu sih belum seberapa, karena hanya gambar doang..” kata Aku mulai memancing. “Kalau kamu mau, Aku punya film-nya.” lanjut Aku. “Ngga ah, Aku takut ketahuan orang.”, sepertinya dia masih takut kalau ada orang lain masuk. “Percaya deh sama Aku, lagian cuma film, kecuali kalau kita yang begituan.” “Nah kan Bang Rino mulai nakal..”, katanya dengan nada menggoda dan membuat pikiran Aku semakin jorok saja dan kamipun berdua tertawa. Aku kemudian membuka VCD porno yang memang sengaja sudah Aku siapkan di dalam CD Room komputer Aku mulai memutarnya dan beberapa saat terlihat adegan seorang wanita sedang mengulum kemaluan dua orang negro. Sedangkan kemaluan si wanita di masuki dari belakang oleh seorang pemuda bule. Tasya kelihatan diam saja tanpa berkedip, malah posisi duduknya mulai sudah tidak tenang. “Kamu pernah lihat film ginian ngga Sya..” tanyaku padanya “Belum pernah Bang, cuma gambar-gambar di majalah saja” jawabnya dengan suara agak gemetar. Sepertinya dia mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut. “Kalau gitu Aku matiin saja, ya Sya? Nanti kamu marah lagi..” kataku pura-pura sok suci namun tetap mengelus-ngelus pundaknya. “Aah ngga apa-apa kok Bang, sekalian buat pelajaran, tetapi Tasya jangan dimacem-macemin, ya Bang?” dia khawatir “Iya.. iya..” kataku untuk menyakinkan, padahal dalam hati, si otong sudah tidak tahan. Secara perlahan-lahan tangan Aku mulai memegang dan mengelus tangannya, dia diam saja dan tidak ada tanda-tanda penolakan.

Yang anehnya, dia diam saja ketika Aku merapatkan duduknya dan Aku pegang tangannya yang berbulu halus dan Aku taruh di atas pahasaya. Matanya tetap tertuju pada adegan film dan suaranya memang sengaja Aku buat agak keras terdengar agar lebih nafsu menontonnya. Terdengar suara rintihan dan erangan dari di wanita, ketika kemaluannya di sodok-sodok oleh si negro dengan kemaluan yang sangat besar dan panjang, sedangkan mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule. Kini Tasya semakin tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya sedang naik. Kesempatan ini tidak Aku sia-siakan. Tangan Tasya tetap berada di atas paha Aku, lalu tangan kiri Aku mulai beraksi membelai rambutnya, terus ke arah lehernya yang jenjang. Tasya kelihatan menggelinjang ketika lehernya Aku raba. “Acchh.. Bang Rino, jangan, Tasya merinding nih..” katanya dengan nada mendesah membuat Aku semakin bernafsu. Aku tetap tidak peduli karena dia juga tidak menepis tangan Aku, malah agak meremas paha Aku. Tangan kiri Aku juga tidak diam, Aku remas-remas tangan kanan Tasya dan sengaja Aku taruh tepat di atas kemaluan Aku. “Sya, kamu cantik deh, kayak bintang film itu” kata Aku mulai merayu. “Masa sih Bang?” sepertinya dia terbuai dengan rayuan Aku. Dasar anak masih 17 tahun.

“Bener tuh, masa Aku bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.” “Ih.. Bang Rino bisa aja” katanya malu-malu. Adegan film berganti cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluan wanita itu sedang dijilati oleh lelaki lain. Tangan Tasya semakin keras memegang paha dan tangan Aku. “Kamu terangsang ngga Sya?” tanyaku memancing. Dia menoleh ke arah Aku lalu tersenyum malu, wah.. wajahnya nampak kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi di tambah wangi parfum yang di pakainya. “Kalau Bang, terangsang ngga?” dia balik bertanya. “Terus terang, aku sih terangsang, ditambah lagi nonton sama kamu yang benar-benar cantik ” rayu Aku, dan dia hanya tertawa kecil. “Saya juga kayaknya terangsang Bang,” katanya tanpa malu-malu. Melihat situasi ini, tangan Aku mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan Aku arahkan tangan kanan Aku ke arah payudaranya dari luar baju seragam sekolahnya. Sedangkan tangan kiri, Aku jatuhkan ke atas pahanya dan Aku raba pahanya dengan penuh perasaan.



Tasya semakin menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit. “Aaahh, jangan Bang, Tasya takut, Tasya belum pernah beginian, nanti ada orang masuk mass.. oohh..” katanya sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kanan Aku yang ada di atas pahanya yang sedang Aku raba, sedangkan tangan kirinya memegang sandaran kursi. Terasa sekali bahwa Tasya juga terangsang akibat Aku perlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas Aku yang sudah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Tasya. Karena Aku tahu bahwa dia sebenarnya juga ingin menikmatinya. Tangan kanan Aku makin meremas-meremas payudara sebelah kanannya. “Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Tasya semakin mendesah. Badan Tasya makin menggelinjang dan dia rapatkan badan serta kepalanya ke dada Aku. Tangan kiri Aku pindah untuk meraba wajahnya yang sangat cantik dan manis.

Turun ke leher terus turun ke bawah dan membuka dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tangan Aku bermain di sekitar belahan dadanya sebelah kiri, Aku remas-remas lalu pindah ke payudaranya yang sebelah kanan. “Ooohh.. Maas Bimoo.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” Aku semakin bernafsu mendengar suara rintihannya menahan birahi yang bergejolak. Dadanya semakin bergetar dan membusung ketika Aku semakin meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putingnya yang kecil dan berwarna merah yang terasa mengeras. Tangan kanan Aku yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik roknya yang tersingkap dan meraba-raba celananya, yang ketika Aku pegang ternyata sudah basah. “Ooohh.. Mass enakk.. teerruuss.. aahh..” Kepala Tasya mendongak menahan birahi yang sudah semakin meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, Aku cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Tasya. Lidah kami saling mengulum dan Aku arahkan lidah Aku pada langit-langit bibirnya. Semakin tidak menentu saja getaran badan Tasya. Sambil berciuman Aku pegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan Aku suruh dia untuk meraba batang kejantanan Aku yang sudah menegang dan kencang di balik celana panjang.

“Mmmhh.. mmhh..” Aku tidak tahu apa yang akan dia ucapkan karena mulutnya terus Aku kulum dan hisap. Segera Aku lepas semua kancing seragamnya sambil tetap menciumi bibirnya. Tangan Aku membuka BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudaranya yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. Aku raba dan Aku remas seluruh payudaranya. Hal ini membuat Tasya semakin menggelinjang. Tiba-tiba, Tasya menarik diri dari ciuman Aku. "Bang.. jangan diterusin, Tasya ngga pernah berbuat seperti ini.” sepertinya dia sadar akan perbuatannya. Dia menutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaan Aku was-was, jangan-jangan dia tidak mau meneruskan. Padahal Aku sedang hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya. Tetapi birahi Aku yang tinggi telah melupakan segalanya, Aku mencari akal agar Tasya mau melampiaskan birahi yang sudah sampai ke ubun-ubun. “Jangan takut Sya, kita kan ngga akan berbuat jauh, Aku cuma mau merasakan keindahan tubuh kamu.” “Tapi bukan seperti ini caranya.”

“Bukannya kamu juga menikmati Sya?” “Iya, tetapi Tasya takut kalau sampai keterusan, Bang!” “Percaya deh, Bang tidak akan berbuat ke arah sana.” Tasya terdiam dan memandangi wajah Aku, lalu Aku membelai rambutnya. Aku tersenyum dan dia pun ikut tersenyum. Sepertinya dia percaya akan kata-kata Aku. Film telah habis dan Aku mematikan komputer. Aku berdiri dan secara tiba-tiba, Aku mengangkat tubuh Tasya. “Maass, Tasya mau dibawa kemana?” dia berpegangan pada pundak Aku. Baju seragamnya terbuka lagi dan nampak payudaranya yang montok. “Kita duduk di sofa saja.” Aku angkat Tasya dan Aku pangku dia di sofa yang ada di dalam ruangan bos. “Sya kamu cantik sekali..” rayu Aku dan dia hanya tersenyum malu. “Boleh Aku mencium bibir kamu..?” dia diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya. “Tapi janji ya Bang Rino ngga akan berbuat seperti di film tadi?” “Iya Aku janji” Tasya terdiam lalu matanya terpejam. Dengan spontan Aku dekati wajahnya lalu Aku cium keningnya, terus pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu Aku cium bibirnya,ternyata dia membalas. Aku masukkan lidah Aku ke dalam rongga mulutnya. Birahinya mulai bangkit lagi. Tasya membalas ciuman Aku dengan ganas dan nafsunya melumat bibir dan lidah Aku. Tangannya meremas-remas kepala dan pundak Aku. Ciuman berlangsung cukup lama sekitar 20 menit. Sengaja tangan Aku tidak berbuat lebih jauh agar Tasya percaya dulu bahwa Aku tidak akan berbuat jauh. Setelah Aku yakin Tasya sudah lupa, tangan Aku mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya. “Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya.

Ternyata birahinya mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan Aku sentuh putingnya yang sudah mengeras. “Aaahh.. aahh.. mmhh..” Aku semakin meningkatkan kreatifitas Aku. Putingnya Aku pilin-pilin. Badan Tasya menggelinjang keenakan, bibir Aku turun ke bawah, Aku jilati lehernya yang jenjang. “Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maass.” Tasya terus mengeluh keenakan membuat libido Aku makin meningkat. Kemaluan Aku terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Tasya. Lalu Aku rebahkan dia di sofa sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu Aku jilati payudaranya sebelah kanan. “Maass Bimoo..” Tasya berteriak keenakan. Aku jilati putingnya dan Aku hisap dengan keras. “Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.” Nampak putingnya semakin memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri Aku hisap. Seperti bayi yang kehausan, Aku menyedotputingnya semakin keras. Tasya makin menggelinjang dan berteriak-teriak. Tangan kiri Aku lalu mulai meraba pahanya, Aku buka pahanya, terus tangan Aku meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jari Aku menyentuh kemaluannya di atas celana dalam yang sudah basah. Awalnya dia bilang “Oouhh Maass jangaann..” tetapi kemuidan, “Oouughh Maass terruuss..” Aku masukkan jari tangan Aku ke mulut Tasya, lalu dihisapnya jari Aku dengan penuh nafsu. “Mmmhh..” mulut Aku terus tiada henti menghisap-hisap puting payudaranya secara bergantian.

Tangan Aku terus menekan-nekan kemaluan Tasya. Sambil Aku hisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedangkan tangan kiri,Aku masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya. “Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Tasya terus mendesah-desah. Tangannya meremas-remas sofa. Setelah puas meremas-remas payudaranya, Aku pegang dan Aku tuntun tangannya untuk memegang kemaluan Aku yang sudah tegang di balik celana panjang. Tanggan Tasya diam saja di atas celana Aku, lalu tangannya Aku dekap di kemaluan Aku. Lama-kelamaan Tasya mulai meremas-remas sendiri kemaluan Aku. “Oohh Sya.. enak Sya.. terus Sya..” walaupun kaku mengelusnya tetapi terasa nikmat sekali. Jari tangan kiri Aku pun terus meraba kemaluannya, terasa bulu-bulu halus dan masih jarang. Jari tangan Aku tepat berada di atas vaginanya yang sudah sangat basah, Aku tekan tangan Aku dan jari telunjuk Aku masukkan perlahan-lahan untuk mencari clitorisnya. Tubuh Tasya semakin menggelinjang, pantatnya naik turun.

“Maass, jangan Maas.. Tasya ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh” Aku tahu Tasya akan mendekati klimak sebab tangannya mencengkeram erat kemaluan Aku. “Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Tasya mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, tanda dia telah mencapai klimak. Tubuhnya langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Aku kecup bibirnya dengan lembut, lalu matanya perlahan terbuka. "Bang.. Tasya sayang kamu.” “Saya juga sayang kamu Sya” Aku kecup lagi bibirnya dan dia pun membalas sambil tersenyum. Aku lihat di payudaranya terdapat beberapa tanda merah bekas Aku hisap. “Ihh.. Bang nakal, tete Tasya dibikin merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi. “Habis tete kamu montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajahnya yang berkeringat. "Bang, kok anunya ngga keluar cairan kaya di film tadi sih..?” tanyanya tiba-tiba. Rupanya dia benar-benar belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua. “Kamu pengen punyaku keluar air mani?” tanyaku. “Iya, Tasya pengen lihat, kayak apa sih?” Tanpa pikir panjang, langsung saja Aku buka celana panjang dan CD Aku. Langsung saja kejantanan Aku keluar dengan tegaknya. Ukuran punya Aku lumayan besar, besar dan panjang sekitar 18 cm. Tasya langsung terbelalak matanya melihat senjata Aku yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu.

“Ya ampun Bang.. besar banget punya Bang..” Aku raih tangan Tasya dan Aku suruh dia meraba dan mengocoknya. Tampak Tasya agak gugup dan gemetar karena baru sekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki. “Aah.. Sya enak banget, terus Sya.. ahh..” Lama kelamaan Tasya terbiasa dan merasa pintar mengocoknya. Aku remas-remas payudaranya. "Bang, ahh.. Tasya masih lemas.. ahh..” “Sya, cium dong punyaku” pinta Aku. Langsung saja dia menciumi batang kejantanan Aku, mungkin dia belajar dari film tadi. “Terus Sya, emut Sya biar keluar aahh.. kamu pintar Sya.. emut Sya..” pinta Aku lagi. “Ngga mau, Tasya ngeri, lagian ngga cukup di mulut Tasya” Posisi Tasya duduk di sofa, sedangkan Aku berdiri menghadap Tasya. Aku remas buah dada Tasya, “Ahh Maass..” Ketika dia membuka mulutnya, langsung saja Aku masukkan batang kemaluan Aku ke mulutnya dan Aku keluar masukkan batang kejantanan Aku. “Mmmhh.. mmhh..” Tasya sepertinya kaget, tetapi Aku tidak peduli, justru Tasya yang sekarang menyedot batang kejantanan Aku. “Aaahh.. Sya kamu pintar Sya.. terus ah.. enaak..” Aku yang juga baru pertama kali berbuat seperti itu, sebenarnya sudah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga Aku coba tahan. Tasya rupanya sudah lupa diri, dia semakin bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluan Aku, sedangkan kedua tangannya memegang pantat Aku. Cepat sekali dia belajar. Aku membungkuk dan kedua tangan meremas paha Tasya, lalu Aku buka kedua belah pahanya, Tasya mengerti lalu merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya. Segera Aku buka resleting roknya dan Aku angkat roknya sehingga nampak CD yang berwarna putih.

Tangan kanan Aku segera meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, sudah basah. “Mmhh.. mmhh..” Tasya menggelinjang dan terus mengulum-ngulum, tampak mulutnya yang kecil mungil agak keSyaahan. Aku buka baju seragam dan BH-nya, dia melepas kulumannya dan Aku rebahkan tubuhnya di sofa panjang. Aku tarik roknya ke bawah sehingga tinggal CD-nya yang tersisa, lalu Aku membuka baju sehingga Aku telanjang bulat alias bugil. Mata Tasya terpejam, segera Aku lumat bibirnya dan dia pun membalas. Tangannya kirinya tetap memegang batang kejantanan Aku dan tangan kanannya meremas-remas pundak Aku. Sedangkan tangan kanan Aku membelai-belai rambutnya dan tangan kiri tetap meraba CD Tasya yang sudah sangat basah. Aku masukkan tangan ke dalam CD-nya, terus turun ke bawah tepat di belahan vaginanya, lalu jari-jari Aku bermain-main di belahan vaginanya yang sudah banjir. “Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” dia terus menggelinjang. Pantatnya naik-turun mengikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kanan Aku langsung mengisap dan meremas-remas tetenya. “Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya. Tangan Tasya meremas-remas burung Aku yang sudah tegang segera ingin masuk ke sarangya Tasya. Segera Aku buka celana dalamnya. Dan mulut Aku mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan Aku ciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Tasya meremas-remas rambut Aku. Aku buka belahan vaginanya dan nampak kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera Aku jilat dan hisap kelentitnya. “Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Tasya mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya, begitu juga dengan Aku.

Aku sedot liang vaginanya yang masih perawan dan berwarna merah. “Oouhh.. Mass, Tasya ngga kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Tasya bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dan bergetar keras. “Aaahh..” Tasya mencapai klimak yang kedua kalinya. Aku hisap semua cairan yang keluar dari lubang vaginanya. Kemudian tubuhnya kembali lemas, matanya terpejam. Segera Aku buka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantanan Aku tepat di liang vaginanya. Tasya merasakan sesuatu yang menekan kemaluannya. Matanya terbuka sayu dan lemas. "Bang.. jangan maass, Tasya masih perawan.” katanya tetapi pahanya tetap terbuka lebar. “Katanya Tasya pengen ngelihat punya Bang keluar cairan.” “Iya, tetapi Tasya ngga pernah beginian, Tasya ngeri dan takut sakit..” “Jangan kuatir, Bang pasti pelan-pelan.” Segera Aku basahi batang kemaluan Aku dengan ludah, setelah itu Aku arahkan ke lubang vaginanya, setelah pas, perlahan-lahan Aku tekan masuk, sempit sekali rasanya. “Achh Mass sakit..” tampak wajahnya menahan sakit “Pelan-pelan Bang, sakit!” segera berhenti aksi Aku mendengar keluhannya. Setelah dia mulai tenang, Aku tekan sekali lagi. “Akhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang sofa dengan kuat. “Tenang Sya, jangan tegang, nanti juga enak.” Kemudian Aku lumat bibir Tasya, dan dia pun membalas, segera Aku tekan lagi sekuat tenaga. Aku mencoba sekali lagi, lalu melenceng keluar. Tidak putus asa, Aku coba lagi.

“Achh.. Mass Rino, sakit!” Aku tidak peduli dengan teriakannya, dengan lebih agak keras Aku tekan kemaluan Aku dan, “Bless..” torpedo besar Aku masuk setengah, terasa ada yang robek di lubang kemaluannya. kepala Tasya mendongak ke atas menahan sakit, Aku diamkan beberapa saat, lalu Aku tekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan Aku ke sarang Tasya. “Achh Bang.. sakiitt.. pelan-pelan Bang.” Aku berhenti sebentar, lalu Aku coba masukkan lagi. Semakin dia berteriak, semakin bertambah nafsu Aku. Lalu Aku tekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaan Aku. Aku keluarkan pelan-pelan dan Aku masukkan lagi dan seterusnya. “Ahh.. ahh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..” Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya dia mulai terangsang lagi. Semakin lama, Aku percepat goyangan. Tangan Aku meremas-meremas payudaranya. “Ohh Sya.. kamu cantiik Sya..” “Mass, teruss Mass, akhh.. Tasya ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun mengikuti irama pantat Aku yang naik turun. Aku merasakan nikmat yang tiada tara.

Terasa ada sesuatu yang kuat ingin keluar dari alat vital Aku, rupanya Aku akan segera klimaks. “Maass.. oougghh Mass, Tasya ngga tahaan.. oughh Bang Bimoo.. aahh!” Tasya berteriak histeris sambil tubuhnya bergetar dan pada saat yang bersamaan keluarlah air mani Aku menyembur dengan deras ke dalam vagina Tasya. “Ooughh Sya Aku keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” sperma Aku mengalir dengan kencang, tubuh Aku bergetar dan berguncang hebat. Tangan Tasya mencengkeram erat pundak Aku dan Aku mendekap erat tubuh Tasya yang putih mulus. Setelah itu kami berdua langsung lemas. Terasa ada sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan Aku. Terasa hangat batang kemaluan Aku. Banyak sekali cairan yang keluar. Mata Tasya terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuhnya benar-benar tidak berdaya dan pasrah. Tubuh kami tetap berpelukan dan kejantanan Aku tetap di dalam kemaluannya. Aku ciumi bibir dan seluruh wajahnya. Setelah itu Aku lepas tubuhnya dan dari lihat batang Aku dan vaginanya ada cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan sofa. Sesaat kemudian, nampak Tasya menitikkan air mata.

"Bang.. kenapa kita melakukan ini, Tasya sudah tidak perawan lagi..” dia terus mengeluarkan air mata. Aku terdiam, dalam hati menyesal, mengapa Aku sampai lupa diri dan betapa teganya telah menodai seorang gadis yang bukan milik Aku. Aku seka air matanya sambil mencoba menenangkannya. “Maafkan Aku Sya, Aku lupa diri, Aku akan mempertanggung-jawabkan perbuatan Aku Sya.” "Bang, peluk Tasya Bang..” segera Aku peluk dia dan cium keningnya. Dia pun memeluk Aku dengan eratnya. Tubuh kami masih bugil, “Tasya sayang Bang bimo” “Saya juga sayang kamu” jawab Aku. Setelah itu dia tersenyum, tetapi air matanya tetap mengalir, Aku seka air matanya. Setelah puas saling berpelukan, kami segera memakai pakaian. Bercak darah Tasya mengenai sofa atasan Aku. Aku ambil sapu tangan dan mengelap hingga bersih. "Bang, Tasya mohon jangan ceritakan ini pada siapa-siapa!” “Saya ngga akan cerita pada siapa-siapa, ini adalah rahasia kita berdua.” Setelah semua rapih, kami kembali berpelukan. Setelah itu kami keluar dari ruangan bos. Tidak begitu lama, teman-temannya masuk dan mengajaknya pulang. Besok paginya, Tasya datang duluan dan ketika Aku masuk, “Selamat pagi Mas” dia memberi salam. Ah, senyumnya manis sekali, “Selamat pagi sayang” Aku hampiri dia dan kecup keningnya lalu bibirnya. Dia membalas ciuman tadi.

Ah, indah sekali hari ini. Tasya masih PKL 2 minggu lagi. Perbuatan kami kemarin bukan membuat kami insyaf, kami berdua melakukan lagi di ruangan bos, di meja, di kursi, di balik pintu, dengan posisi berdiri atau doggie style, seperti yang pernah kami lihat di film BF. Terkadang Tasya Aku suruh membolos dan janjian di hotel. Kami sering melakukannya dari pagi hingga sore. Ternyata Tasya orang yang hiperseks dan gampang terangsang. Benar-benar kenikmatan yang tiada tara, kami tidak pernah menyesali. Setelah 2 minggu berlalu, mereka telah selesai PKL, hubungan kami tetap berlanjut hingga akhirnya, dia di jodohkan oleh orang tuanya. Demikianlah cerita seks terkini. Nah itu dia Cerita Mesum ku Bersama Cewek Gadis PKL yang Sangean, semoga betah baca disini ya ^_^

Monday, October 20, 2025

Cerita Seks Ku Bersama Seorang Sekretaris Pemuas Nafsu Sex ku

Cerita Seks, Sekretaris muda bernama Yuni ini ketika lembur dipaksa melayani nafsu sex pemilik perusahaan dimana dia bekerja. Padahal baru bekerja satu bulan, namun Yuni harus rela kehilangan keperawananya karena perbuatan mesum dari Owner perusahaan tempat dia bekerja.

Saya adalah gadis perawan lulusan dari universitas yang terkenal. Sebut saja Saya Yuni gadis perawan berusia 23 tahun. Jaman sekarang usia 23 masih perawan itu sangat susah dicari. Sekarang banyak usia dini yang hamil dan masuk ke dalam pergaulan bebas. Saya dari waktu sekolah hingga kuliah masih bisa menjaga keperawananku hingga Saya wisuda.

Saya sangat ingin menjadi orang yang sukses dan dapat memantu kedua orangtuSaya. Saya juga sangat beruntung bisa menjaga kepercayaaan orangtuSaya. Saya ingin bekerja dan menghasilkan banyak uang sehingg a dapat menyekolahkan adik-adikku. Saya tiga bersaudara adikku masih duduk dibangku SMP dan SD. OrangtuSaya bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Hidupku tidak pernah kekurangan semua cukup hidup dengan kesederhanaan. Sebenarnya sebelum Saya wisuda sudah ada 2 orang yang melamar Saya. Biasa sih temannya ibuku mempunyai seorang anak lelaki kemudian dia suka denganku. Tetapi Saya menolak Saya ingin bekerja mapan terlebih dahulu dan kemudian menikah dengan pria pilihanku.

Saya memiliki paras yang cantik berambut panjang dan berkulit putih. Banyak juga tawaran bekerja di perusahaan ternama , sebagai Sekretaris. Saya memang pandai berkomunikasi jadi setiap interview mau masuk kerja Saya selalu di puji banyak orang. Saya melamar 3 perusahaan sekaligus dan ketiga-tiganya ketrima semuanya. Hanya Saya yang akan menentukan dimana Saya nyaman bekerja.

Ada satu perusahaan jauh dan menurutku itu sangat cocok denganku. Tetapi Saya harus ngekost jauh dari orangtuSaya. Ada yang dekat tetapi Saya kurang minat bekerja disitu. OrangtuSaya tidak memaksa Saya harus bekerja dimana mereka membebaskannya asal Saya nyaman saja. Akhirnya Saya memutuskan untuk bekerja jauh dari rumah. Saya pun berniat mencari kost di dekat kantor.

Di dekat kantor banyak sekali kost an dan kebetulan ada yang kosong. Jadi Saya langsung saja menemui ibu kost dan segera menempati kamar kosong itu karena senin sudah masuk kerja. OrangtuSaya tetap berpesan agar Saya selalu menjaga diri. Apalagi sekarang jauh dari orangtua Saya harus lebih berhati-hati. Semua mandiri tidak ada yang pagi-pagi nyiapin sarapan lagi.



Semua sekarang usaha sendiri, dan Saya juga harus bisa hidup mandiri tidak bergantung dengan orangtua. Saya pun menikmatinya dan Saya yakin bisa menjalani hari-hariku. Awal bekerja Saya sering pulang ke rumah satu minggu sekali. Namun karena banyak pekerjaan Saya menjadi jarang pulang ke rumah. Selama satu minggu Saya bekerja belum juga bertemu dengan pemilik perusahaan.

Padahal Saya satu ruangan dengan beliau. Saya menjadi sekretaris pemilik perusahaan itu, kata temen sekantor pak Soni itu sering ganti sekretaris. Dia pengennya yang masih muda dan cantik, ya dimana mana yang namanya sekretaris juga harus cantik dan berpenampilan menarik seperti Saya. Penampilanku yang rapi cantik dan sangat menawan udah cocok sekali dengan kriteria yang dicari.

Niat Saya bekerja tidak ada maksud lain. Saya berangkat pagi hari karena harus ada yang dikerjakan dan harus dibawa untuk rapat nanti.Saya memeprsiapkan data yang akan dibawa nanti siang. Sejak pagi Saya sudah berada di kantor namun atasanku juga tak kunjung datang. Namun setelah beberapa jam akhirnya Saya bertemu juga dengan atasanku, Pak Soni

“ohh iya selamat bekerja..dan Saya senang karena kamu sangat cantik sesuai dengan apa yang Saya inginkan…;

“terimakasih pak…;

Saya melihat tatapan mata pak Soni sepertinya ada sesuatu. Dia memandangiku dengan tajam Saya merasa tidak nyaman. Kemudian Saya kembali ke mejSaya, masih saja Saya dilihat dengan tatapan tajam. Saya makan siang di kantin kemudian Saya masuk ke dalam ruangan mejSaya bis pindah di dekat pak Soni. Saya semakin tidak tahu dengan maksud pak Soni.

Saya duduk berdekatan dihadapan matanya persis, Saya merasa tidak nyaman karena terlalu dekat dengan pak Soni. Cara memandangnya dan cara bicaranya terkesan menyimpan hasrat. Saya harus selalu waspada dengan gerak gerik dan tingkah pak Soni. Singkat cerita, kala itu ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga. Semua karyawan lembur di ruangan masing-masing termasuk Saya.

Karena pekerjaanku lebih berat Saya pulang akhir. Menata semua berkas untuk rapat besok pagi. Kala itu Saya memakai pakaian yang sangat sexy, rok minii dan atasan yang serba mini. Saya tidak mengetahui jika pak Soni masih ada di kantor. Dengan santai nya Saya membuka jasku dan hanya memakai dalaman saja. Dengan tiba-tiba pak Soni masuk ke ruangan dan mengunci pintu.

Seketika Saya terkejut melihat nya, dia pun tanpa henti memandangiku dengan sorotan tajam,

“mmmm…maaaf pak saya tidak tahu jika bapak masih disini..;

“oh tidak apa-apa Yuni .. sexy sekali kamu membuat Saya bergairah….;

“makssudnya pak…; sambil memakai jas ku kembali.

“tidak usah kamu pakai, Saya suka dengan penampilanmu saat ini Yuni…;

Laki-laki yang sudah umur it uterus mengucap bahwa dia bergairah melihatku. Suasana semakin tidak nyaman karena dia terus melontarkan kata-kata yang menurutku tidak semestinya. Saya ijin untuk ke kamar mandi dia tidak memperbolehkan. Yang ada Saya ditarik berada didekatnya. Di sudut ruangan ada sofa Saya ditarik untuk duduk disofa itu,

“duduklah disini Giz..ijinkan Saya memandangi wajahmu..;

“jangan begitu pak…; ucapku dengan ketSayatan.

Saya harus menuruti kemauannya ntah apa yang dia pikirkan. Dia memandangiku tajam dan tangannya sambil memegang kemaluannya. Saya ketSayatan berasa sudah tidak nyaman berada di dekat pak Soni,

“sini Giz ..kamu tidak bisa kemana-mana karena pintu sudah Saya kunci….;

“maksudnya apa pak, jangan lSayakan ini….;

“turuti saja kemauanku sebagai atasanmu..jika kamu tetap ingin bekerja disini…;

“lebih baik Saya tidak bekerja disini pak….; Ucapku dengan keras.

“berani sekali kamu melawanku…!!!!;

Dengan kasar Pak Soni menarik tubuhku dan langsung saja mencium bibirku. Saya tidak membuka mulut sama sekali tetapi dia memaksa. Terus mengulum bibirku hingga Saya tak tahan untuk menutup bibir lagi. Perlahan Saya membuka mulutku ciuman yang penuh hasrat itu mmebuat Saya luluh. Tangan pak Soni membuka bajuku Saya tidak sadar karena ciuman itu begitu hangat.

Saya terbawa suasana hanya pasrah saja saat itu. Bajuku terbuka kau memakai tangtop hitam, payudarSaya yang montok membuat dia semakin bergairah. Kedua payudarSaya terlihat jelas dan montok. Tangan pak Soni meraba payudarSaya , dia remashingga Saya lemas,

“aaaaaaaaahhhhhhhhhhh…….; Rintihku dengan lirih.

Dia terus meremas sembari bibirnya menciumiku, Saya tak tahan. Dia dengan cepat membuka brSaya sehingga payudarSaya semakin terlihat jelas. Saya pun ditidurkan di sofa, putting susuku di putar-putar dengan jarinya,

“oooohhhh….aaaahhhhhhh….aaaaaaahhhhh……..;

Kedua payudarSaya dimainkan dengan perlahan Saya pun tanpa perlawanan. Saya sudah tidak berdaya dan sangat lemas,

“ooohhh…aaahhhh…ooohh…aaahhhhh….oooooohhh…..;

Bibirnya mendekati putingku, lidahnya menjulur dan menjilati putting susuku yang menegang itu. Bibirnya secara perlahan mengulum putting susuku. Tangannya masih saja meremas payudarSaya, Saya sangat tidak kuasa menahan kenikmatan itu,

“aaaakkkhhh pak…aaaaaaakkkkhhh…..pak……;

Tubuhku terus digerayangi dengan kedua tangannya, rok miniku di lepas dengan perlahan. Saya telanjang bulat tanpa kain sehelaipun,

“wooowww sangat menggairahkan…; ucap pak Soni.

Kemudian dia membelai memekku dari atas hingga ke bawah. Memekku yang masih jarang dengan rambut kemaluan itu membuat dia beringas. Dia membelai dengan jemarinya dan perlahan dia membuka lebar memekku. Dia menjilati selakanganku sampai Saya lemas,

“aaaakkkhhhh….ooooohhh….aaaaaahhhhhhhh……..;

Lidahnya menjilati seluruh bagian memekku tubuh bergerak merasakan kenikmatan. Lalu dia mencoba memasukkan jarinya ke dalam lubang memekku. Dia putar-putar jarinya di dalam memekku, Saya sangat lemas,

“aaaaahhh pak…tidak tahan…aaaaaaakkkkkhhh…..;

Saya mengeluarkan cairan seperti masturbasi, beberapa kali hingga memekku terasa sangat becek. Setelah itu Saya melihat penis pak Soni memanjang , baru pertama kali ini kau melihat penis seorang pria. Penis yang besar dengan banyak kemaluan itu membuat Saya geli. Saya dipaksa untuk memegangnya namun Saya enggan. Yang ada Saya dipaksa untuk mengulum penisnya.

Penisnya disodorkan di depan mulutku dan Saya harus mengulumnya. Dia memaksa memasukkan penisnya masuk kedalam mulut. Serasa ingin muntah Saya mencoba memaksakan masuk. Tiba-tiba pak Soni melepaskan penisnya dan dia menggesek-gesekkan ke bagian memekku,

“aahhhhhhh…pak…..oooohhh aaahhhh……;

Mulutnya mengulum kedua putting susuku dan penisnya ida gesekan di memekku. Semua terasa begitu nikmat tubuhku menggeliat karena nikmat memuncak,

“oooohhh pak….aaaaaahhhhh…..;

Dia mencoba memasukkan penisnya ke dalam memekku. Perlahan ujungnya masuk,

“aaawwww pak…sakit aaaaahhhh….;

Keperawananku mulai dimasuki penis pak Soni, dengan perlahan tapi pasti masuklah penis itu ke dalam memekku,

“jjllleeeeebbbbbb ahhhhhh….;

Masuklah penis itu ke dalam memekku, ada sedikit darah yang keluar. Mungkin karena selaput keperawananku sudah pecah. Sakit dan nikmat campur menjadi satu, semua terasa begitu nikmat. Pak Soni berada diatasku dan mencoba menekan penisnya ke dalam. Keluar masuk sesuka hatinya pelan dan pelan dia mendorong penisnya,

“aaaahhhhhhhh….aaaahhhhhh….oooohhh…..;

Saya pasrah dan hanya mendesah saja sambil menggerakkan tubuhku. Pantatku Saya angkat perlahan,

“ooohhhhh aaaaaaaahhhhhhhh…….;

Saat Saya mengangkat pantatku rasanya sangat nikmat, penis itu seras tertancap di dalam memekku. Kembali Saya mengeluarkan cairan dari memekku , memekku terasa semakin licin. Gerakan pak Soni semakin cepat , penisnya keluar masuk dengan keras,

“aaaakkkhh ….aaaaaaahhhhh……ooohhhh…aaaaaahhhhhhh……;

Tanganya masih saja memutar-mutar putting susuku dan mengulumnya. Atas bawah dimainkan dengan begitu lincah,

Ooohhhhh pak…lagi pak….aaahhhhh…..;

Setelah 10 menit dia menekan masuk penisnya keluarlah sperma pak Soni,

“ccccccrrrooootttt…..ccccrrroootttt….cccrrrroooootttt……;

Sperma itu membasahi tubuh mulusku, banyak sangat kental. Terasa begitu lengket kemudian Saya membersihkannya dan memakai pakaian ku kembali. Pak Soni juga mengenakan pakaiannya kembali dan seger akeluar dari ruangan. Saya terdiam lama sekali hingga larut malam di ruangan itu. Saya menyesal karena keperawananku hilang dengan pria yang sudah lanjut usia. Saya bekerja dengan dia sebagai sekretaris dan baru satu bulan itu malah merenggut keperawananku. Sekian. Cerita Sex Bersama Sekretarisku

Wednesday, October 8, 2025

Cerita Seks Pacarku yang Hot Sejak SMU

Cerita Seks Sebut saja nama aku Rinti. Aku tertarik‘ tuk membagi pengalaman aku pada pembaca Cerita Seks Asli. Saat ini aku kuliah di akademi besar swasta di Bandung. Pengalaman ini aku natural 1 tahun yang kemudian tepatnya Oktober 2017.

Cerita Sex Terlengkap 2018 Aku tercantum anak yang pandai berteman. Tetapi sayang mayoritas sahabat aku di kuliahan rata- rata laki- laki. Perihal ini disebabkan pacar aku 1 kelas dengan saya. Jadi susah buat memandang kesana serta kesini. Aku pacaran pacar aku( sebut saja namanya Ina) dikala itu nyaris 5 tahun, tetapi saat ini kita udah putus.

Kami pacaran dari SMU, serta ikatan suami- istri telah kerap kami jalani. Sampai sesuatu dikala pada bulan september aku berjumpa dengan sahabat lama di sma serta satu kuliahan dengan aku. Sebut saja namanya Ziya. Dikala smu Ziya tercantum anak yang sangat menawan di sekolah. Sesuatu kebanggaan untuk kalangan laki- laki bila sukses bergaul terlebih jadi pacarnya. Tetapi cuma orang- orang tertentu saja yang dapat jadi temannya. Dalam bergaul dia senantiasa memilih- milih, terlebih dalam jadi pacar. Dikala itu juga saya tidak sukses jadi temannya.


Normal bila ia tidak ingin bergaul dengan ku sebab saya cuma laki- laki biasa yang memiliki tampang biasa pula. Ziya merupakan wanita idola disekolah kami. Nyaris seluruh anak dari kelas 1- 3 memahami ia. Ia tercantum anak orang kaya serta pintar. Jika dibilang dimensi badannya nyaris mendekati sempurna ditambah dengan terdapatnya tahi lalat di dasar bibir. Bibirnya tipis serta dimensi dadanya juga estimasi kira- kira 34B. ditambah dengan tubuhnya yang sempurna serta kulitnya yang kuning bersih.

Peristiwa ini terjalin pada dini september, dikala aku bersama dengan Ina hendak makan siang di balik kampus. Tidak terencana kami berdua berpapasan dengan Ziya. Kami juga senyum duluan serta setelah itu dibalas dengan senyuman serta perkataan oleh Ziya.“ Masih awet yah dari sma”? katanya. Kami cuma membalas perkataan ia dengan senyuman saja. Memandang body nya yang aduhai membuat aku mau mempunyai ia, tetapi mana bisa jadi pikir ku.

Keesokan harinya aku terlambat kuliah serta tidak diijinkan masuk oleh dosen, sebab aku terlambar lebih dari 15 menit. Dengan jengkel aku memaki- maki dosen dalam hati, sebab jarak dari rumah ke kuliahan lumayan jauh. Tidak terencana kala turun dari tangga aku memandang Ziya lagi duduk di teras sendirian. Dikala itu aku memberanikan diri buat menyapa ia, mumpung gak terdapat Ina. Aku langsung duduk disebelah Ziya serta mengatakan,“ ga terdapat kuliah Zi”? tanyaku. Ziya langsung menanggapi“ ga terdapat dosen tuh”?“ kalian sendirian, mana Ina”? tanya ia.“ ga terdapat, saya sendirian”. Dikala itu ga terencana saya ngelihat ke bagian dadanya sebentar. Ya ampun, antara kancing atas serta bawahnya sedikit kebuka serta nampak wujud dadanya yang kuning bersih. Dikala itu saya langsung memandang wajahnya lagi sembari jantung ini berdetak lebih keras, serta kamipun melanjutkan pembicaraan kira- kira 1/ 2 jam lamanya.

Sehabis itu aku masuk kuliah jam 09. 30. Di dalam kelas aku tidak dapat kosentrasi belajar, benak senantiasa tertuju pada muka serta dada Ziya yang kenyal. Dalam hati ku berfikir, gimana triknya tuk dapatin Ziya serta bodinya. Sepanjang 1 jam saya berfikir terus, serta saya mulai bisa ilham tuk deketin ia. Sehabis itu kususun rencana serapi bisa jadi supaya gak nampak kalo seluruh itu telah saya atur.

Kembali kuliah gak terencana saya ketemu dengan Ziya. Ia lagi memandang papan pengumuman. Saya diam sebentar sebab ku akui saya pula grogi separuh mati. Sehabis agak tenang sedikit saya mulai mendekati ia.“ Hei, lagi mengapa?” tanyaku.“ hei, ketemu lagi, lagi liat pengumuman nih.” Jawab ia.“ eh Zi, tau gak jalur pasir pogor dimana?” tanyaku. Sesungguhnya saya telah ketahui dimana jalur pogor itu. Terencana saya seleksi jalur itu sebab jalur pasir pogor melewati rumahnya dahulu.

“ Kalo ga salah di deket Ciwastra deh? Emang mo mengapa kesana?” jawab ia. Wah kena pula nih, pikir ku.“ mo ketemu temen saya di situ, Hanya ga tau jalannya kemana. Kalo ga salah rumah kalian di wilayah Ciwastra kan?” pancing saya.“ iya, emang mengapa?”“ Anterin donk kesana, ntar saya anter balik dech ke rumah kalian”.“ gimana yah, soalnya temenku terdapat yang mo nganterin balik, tetapi ya udah dech saya ngomong bentar ama temen saya, kalian tunggu aja di kopma yah?” jawab ia. Wuihh, rencana ku sukses nih.

Tidak hingga 10 menit Ziya mendatangi ku yang lagi duduk bersama temenku.“ mari, ingin balik saat ini?” dengan gesit saya berdiri serta berangkat bersamanya. Temanku cuma bengong, sebab tidak menyangka saya hendak jalur bareng ama Ziya. Kami berangkat mengarah tempat parkir mobil, sebab saya dikala itu mengenakan mobil Feroza.

Di tengah ekspedisi kami cuma berdialog menimpa masa sma serta menimpa ina. Tetapi tiap pembicaraan menuju pada Ina, saya senantiasa bilang kalo saya telah putus dari Ina. Serta saya bilang ama Ziya biar jangan ungkit- ungkit permasalahan Ina lagi. Mobil terencana kuperlambat biar saya bisa bicara lebih lama dengan ia. Serta dikala itu, kancing pakaian atasnya terbuka serta ia duduk sembari miring ke pintu mobil. Sehingga kelihatanlah BH nya yang bercorak gelap. Aduh ma, ucapku. Ngga terasa kontolku telah membeku. Ku coba diam sejenak, sebab jika salah sedikit sikapku hingga kandas pula tuk dapetin bodinya.

Sehabis ditunjukin jalur pasir pogor, saya juga mengantarnya balik. Sesampai nya didepan pintu rumah yang cukup elegan, dia mengatakan sembari tersenyum.“ makasih yah, dah mo nganterin. Mo masuk dahulu ga ke rumah?” wah peluang nih pikirku. Tetapi rencana sih wajib senantiasa kujalanin.“ ga deh Zi, makasih. Lain kali aja yah, saya mesti ke pasir pogor lagi nih. Oh ya, esok balik jam berapa? Bareng ayo?” pancing saya.“ Esok saya balik jam 9. 30, ya udah kalo ingin nganterin tungguin di papan pengumuman esok yah?” wah, rencana awal saya berhasil nih. Tinggal jalanin rencana ke 2.

Besoknya saya telah stand by di papan pengumuman. Serta tidak lama setelah itu Ziya tiba menghampiriku.“ mo nganterin lagi nih, kalo ingin saat ini aja”, tanyanya.“ mari dech saat ini aja”. Jawabku. Dalam hati ini pula deg- degan banget. Bukan sebab ingin jalur ama Ziya, tetapi khawatir ketahuan ama Ina. Wah dapat berabe nih urusan kalo ketahuan. Kesimpulannya kamipun kembali samaan. Di tengah ekspedisi kembali kami ngobrol hingga terbahak- bahak. Memanglah saya pintar buat membuat orang lain ketawa, serta kuakui seperti itu kelebihan ku dalam menaklukan hati perempuan. Ditengah tawa kami akupun mulai bertanya kesukaan ia? Dikala itu terpikir oleh ku buat mengajak ia berenang, sebab dengan berenanglah saya bisa memandang bodinya secara langsung. Memanglah Ziya sepanjang di smu tidak sempat 1 kali juga turut pelajaran berenang, entah mengapa?“ ingin kemana lagi ntar habis nganterin saya?”“ Saya ingin berenang nih Zi, kalian dapat berenang gak?” pancing saya.“ gak dapat nih” jawab ia.

“ Ya udah, kalian ingin berenang samaan ga ama saya, ntar saya ajarin dech” jawab saya.“ tetapi saya gak memiliki pakaian renang, soalnya saya gak suka renang sih”! Katanya.“ yah kalian cari dahulu donk, ntar kalo ga terdapat kan beda urusannya lagi, jadi esok jam 2 sore yah?” tanyaku.“ iya deh jam 2 sore jemput saya di rumah yah” jawabnya. Setelah itu saya anterin ia balik kerumahnya. Setelah itu saya cuma tertawa kecil serta menggumam,“ udah kena perangkap saya nih, tinggal rencana ke 3 nih esok. Wah, udah kebayang wujud dadanya, pahanya serta sentuhan tangannya dikala saya ajarin ia berenang esok, terlebih tangannya di tumbuhin bulu- bulu halus”.

Besoknya kamipun berangkat berenang samaan ke pemandian Cipaku. Dikala ubah pakaian saya telah membayangkan wujud dadanya, pahanya yang putih serta lain- lainlah benak ku dikala itu. Dikala ketemu hati ku langsung berdetak lebih kencang, sebab Ziya yang terdapat di depanku saat ini lagi mengenakan pakaian renang. Serta dadanya mulai nampak sedikit menyembul ditambah dengan pahanya yang indah banget. Suerr, kontolku dikala itu langsung tegang terlebih ia menggandeng tanganku mengarah tempat penyimpanan tas di samping kolam renang.

Setelah itu saya juga langsung masuk ke kolam renang serta disusul oleh ia. Serta dikala itu mulai saya mengajari ia sebatas saya dapat. Dikala memegang tangannya terasa jantung berdetak lebih kilat. Tangannya halus banget. Ditambah senyuman bibirnya yang tipis serta merah. Nyaris 1/ 2 jam saya mengajari ia berenang. Tetapi kontol ini masih tegang terus. Pada dikala saya lagi mengajari ia berenang tidak senggaja ia menyenggol batang kemaluanku sebab dikala itu saya lagi mengajari ia style katak. Saya malu banget, sebab khawatir dipikir Ziya, belom apa- apa telah tegang duluan. Tetapi saya coba buang benak itu jauh- jauh.

Dikala itu saya telah tidak dapat mengatur diri lagi. Dengan terencana dikala ia nyaris tenggelam terencana saya peluk serta dekatkan kontolku di depan ataupun di balik ia. Serta dengan terencana pula saya berupaya supaya tanganku sekali- kali menimpa dadanya ia. Rencana ku sukses, kami terus menjadi akrab saja. Tetapi saya ngga ketahui, apa bisa jadi dia suka ama saya, ataupun cuma sebatas sahabat. Kami berenang nyaris 2 jam.

Setelah itu saya terlebih dulu mengajaknya kembali sebab hari nyaris malem jam 6 malam. Kami makan di hoka- hoka bento yang terdapat di jalur setia budi. Serta dalam ekspedisi kembali juga kami masih tertawa bersama. Dalam hatiku mengatakan, sebentar lagi kalian masuk dalam dekapan ku Zi! Sesampainya di rumah Ziya, dia mengajak saya masuk biar minum the dulu. Peluang ini tidak ku sia- siakan lagi. Inilah rencana akhirku. Saya masuk serta duduk disebelah ia sembari posisi 1/ 2 tidur. 15 menit kami mengobrol. Otak ku berbalik terus dikala kami ngobrol bersama. Dalam benak ku, gimana saya bisa memegang ia, sebaliknya dari Ziya tidak terdapat sinyal sama sekali pada ku.

Hingga jam 7. 20 saya masih terdiam. Hingga sesuatu dikala Ziya bertanya padaku.“ maaf yah kalo ini nyakitin kalian, hanya saya ingin nanya. Mengapa kalian kok dapat hingga putus dari Ina, kan ia orang nya baik banget”. Wah dengan persoalan itu saya mulai bisa ilham lagi.“ ga tau deh Zi, saya pula bimbang. Saya ngerasa kita ngga sesuai lagi dech”. Kataku. Dengan perasaan pilu saya coba genggam tangan ia sembari mengatakan,” tetapi kalian jangan bilang siapa- siapa kalo saya sama Ina udah putus yah, please..” Ya ampun saya deg- degan banget dikala itu, tetapi saya coba berlagak tenang. Ia hanya diam dikala saya pegang tangannya.“ Tenang aja kok, saya dapat jaga rahasia”.

Nafsu ku telah tidak terkontrol lagi, terlebih ruang tamu dikala itu terutup rapat. Serta dikala itu penunggu rumah yang lain lagi asyik nonton TeleZisi. Tanganku dikala itu lagi mengenggam tangannya. Serta lama- lama lahan saya mengusap bulu halus yang terdapat di tangannya serta mengusapnya lambat- laun sambikl mengatakan,“ kalian menawan banget Zi, saya seneng banget dapat samaan ama kalian”. Lama- lama kulihat gerakan tangan, muka serta kakinya ia. Nyatanya ia telah risau. Merasa terdapat jawaban saya meneruskan elusanku, sembari kucoba dekatkan bibirku ke bibirnya ia. Senggaja saya mengecup secara lama- lama serta lembut serta diiringi desahan napas lama- lama. Memanglah saya pintar dalam memicu wanita, sebab saya telah pengalaman dari Ina.

Setelah kukecup bibirnya secara lama- lama ia memejamkamkan mata serta terasa getaran kakinya yang mulai risau.

Lama- lama kukecup bibir lagi. warnanya kali ini ciuman ku berbalas pula. dia balik mencium ku dengan lembut. lama- lama ku lepas ciuman ku di bibirnya serta bergerak mengarah lehernya. meski saya telah terangsang banget tetapi saya masih dapat berfikir apa yang mesti saya jalani lagi tuk dapetin body nya. ciumanku bergerilya disekitar leher serta dekat kuping. terdengar nafasnya yang telah memburu. Lambat- laun tanganku memegang pipinya secara lembut, lehernya serta berupaya memegang toketnya yang aduhai. saya usap toket Ziya dari luar pakaian. dia masih diam dengan mata tertutup. dengan lama- lama tanganku masuk ke dalam bajunya melalui dasar serta tanganku mulai menimpa BH nya. ku coba angkat sedikit BHnya secara lambat- laun. serta terasa dikala itu toket Ziya telah dalam genggamanku. kuusap serta kepelintir putingnya secara lama- lama. dikala itu pula kucoba tangan yang satu lagi tuk membuka kancing bajunya. sehabis kubuka bajunya terlihatlah Bh yang bercorak gelap, dengan gunung kembar yang indah banget dibaliknya. dikala itu nafsu ku telah tidak terkendali lagi. kontolku telah ngaceng banget.

Tetapi saya belum puas saat sebelum memandang memeknya. kucoba tuk buka rok nya secara lama- lama, serta nampak pula gundukan daging di balik celana dalam hitamnya. saya terdiam sebentar sebab tidak menyangka Ziya wanita yang menawan banget, serta cuma orang- orang tertentu saja yang dapat mendekatinya saat ini telah bugil di depan mataku.

“ Aghh.. kalian kok ini sih an” desahnya. saya hanya tersenyum puas. serta kucoba tuk menarik tangannya ke arah kontolku. serta memanglah telah terencana sleting celanaku sudag saya buka. serta merosotlah celanaku. warnanya Ziya telah bernafsu banget. diangkatnya bajuku serta di lepaskannya celan dalamku.

Saat ini matanya telah terbuka serta memandang kontolku yang cukup gede.“ ihh.. gede banget yang kalian an”? saya coba bangkit berdiri supaya ia ingin mengulum kontolku.“ kalian ingin cium kontolku kan”? tanpa menunggu komando lagi kepala Ziya ku arahkan ke kontolku yang telah keras banget. diciumnya lambat- laun kontolku serta dijilatinnya kontolku.“ muahh.. mchh..” terdengar bunyi dari mulutnya yang tipis.“ terus Zi.. achh.. terus.. lezat banget loh.., kalian pinter banget Zi.. achh..”

Pikiranku telah tidak bisa kukontrol lagi. 15 menit telah lalu. serta lama- lama ku angkat badannya ke atas kursi ruang tamu serta kutidurkan. kucium lehernya terus turun ke mengarah susunya yang kenyal serta indah.“ gilaa banget nih cewe bodynya, susunya, pantatnya yang kenyal, terlebih bulu- bulu yang cukup banyak serta halus”. gumamku dalam hati”. kucium toketnya yang cukup besar serta kenyal.“ muachh.. muachh..”“ aduh an.. terusin.. achh..” ia mengerang terus. sembari ku jilatin toketnya, tangan kananku lambat- laun mengarah memeknya. Astaga.. basahh banget nih.. terus ku elus dengan lembut serta ku belai klitorisnya yang telah mencuat.

“ Achh.. euhh..” dia mengerang keenakan. lama- lama ciumanku turun kebawah vaginanya. ku jilatin memeknya yang basah. mhh.. mhhachh.. ia menarik kepalaku serta mengejang.“ acchh an, kayanya saya ingin berkemih nih..”“ kencingin aja Zi, itu bukan berkemih kok yang mo keluar, itu namanya ingin orgasme..”“ achh an, ennaak banget nih.., ahh.. terusin sayang kata nya”. saya tersenyum kecil dikala dia memanggilku dengan kata sayang.“ hahaha.. kalian udah masuk dalam genggamanku saat ini Zi..” kataku dalam hati.“ achh.. terusin an.. terusin yah sayang.. katanya”. kujilatin memeknya terus serta teruss..“ ohh indahnya memekmu Zi. beruntung banget saya dapat dapetin memek dari wanita secantik kalian” kataku dalam hati. kali ini dia merapatkan kakinya serta kembali mengejang. ahh.. an kayanya saya ingin keluar lagi nihh.. achh..”

“ Keluarin aja seluruhnya sayang.. terus keluarin aja..” kataku. sehabis kurasa lumayan, mulai ku arahkan kontolku yang telah keras serta panas ke memeknya Ziya.“ tahan bentar yach kalo sakit.. ntar pula tidak sakit lagi kok..” kataku pada Ziya. kumasukan kontolku lambat- laun ke memeknya. achh.. erangku sebab kontolku masih agak sulit masuknya. maklumlah memek perawan awal kali tentu sulit simasukinnya.“ achh.. ohh.. masukin langsung aja dech an..” pintanya.“ kalian ngga hendak nyesel Zi..?“ ga hendak kok, saya rela ama kalian diambilnya”.“ Achh.. terus..” dengan sedikit kekuatan kutekan kontolku kian kedalam. serta saat ini telah masuk seluruh kontolku kedalamnya.“ ohh.. hangat banget memeknya..”“ aduh sakit an.. akhh..”

Terasa darah fresh keluar dari vaginanya serta membasahi bajunya yang memanglah telah terencana kusimpan dibawah pantatnya.“ ya ampunn.. banyak banget darahnya nih..” gumamku dalam hati. tidak perduli dengan darah yang mengucur saya enjot ia lambat- laun, serta kelama- lamaan maikin kencang.“ achh.. ohh.. ahh.. terusin an.. kian lama kian lezat nih.. achh.. genjotanku kian ku percepat lagi. achh.. ohh lezat banget.. terusin yahh..” nyaris 15 menit saya menggumuli ia. lambat- laun ku genjot ia secara pelan serta pelan. sehingga ia dapat menikmatinya.“ pelan- pelan aja yah Zi, supaya saya dapat cium toket kalian”.



Sembari menggesek- gesek kontolku kedalam vaginanya. kucium lambat- laun puting toketnya. kuatru lambat- laun gesekan ku. serta tidak lama setelah itu terdengar dia mengerang serta mengejang.“ achh.. kaya terdapat yang ingin keluar nih.. achh.. aduh ingin keluar nihh..”“ kembali kuatur gesekanku secara lama- lama supaya dia dapat keluar”. serta benar saja sebentar setelah itu ia hadapi orgasme buat ke 2 kalinya.“ achh.. achh.. ohh.. ingin keluar nih.. ann.. achh..”

Ziya telah hadapi orgasme lagi saya sebentar lagi ingin keluar. sehabis kurasa lumayan hingga kupercepat gerakan kontolku ke memeknya ia.“ achh.. ingin keluar lagi nih an.. achh..”“ bentar lagi saya pula ingin keluar nih Zi.. ahh” erangku.“ keluarin didalem aja yah ann.. achh..”


Meski ia telah bersedia menerima mani ku di vaginanya, tetapi saya tidak sebodoh itu, saya masih ga ingin terikat oleh ia. dengan menaikkan kecepatan saya terus mengenjot ia terus menjadi kilat.“ achh.. saya ingin keluar nihh.. kalian ingin minum mani ku kan.. achh.”“ mengapa gak dikeluarin di dalam aja sih, ya udah ga pa pa kok di mulut ku pula.”“ achh.. terusinn.. ann saya juga

ingin keluar lagi nih.. achh..”“ saya pula ingin keluar nih Zi..” serta dikala itu kamipun keluar bertepatan.“ achh.. kuangkat langsung kontolku yang telah nyaris menyemburkan mani.. achh.. kukocokan kontolku ke arah mulut serta dadanya ia.

“ croot.. crott.. spermaku membasahi mulut serta susunya”.“ achh.. srepp.. lezat banget mani kalian an.. cape banget nih.. liat tuh badanku sampe keringatan seluruh.” saya cuma tersenyum serta mengatakan.“ tetapi lezat kan..” kubersihkan cairan spermaku dengan tissue nya. serta dia juga berangkat kekamar mandi tuk mensterilkan tubuhnya. achh.. lega banget hatiku sehabis dapetin wanita yang sempat jadi idola di smu dahulu. Sehabis Ziya mensterilkan tubuhnya sayapun memohon ijin kembali dahulu sebab jam telah jam 8. 50. ntar bapanya dapat curiga lagi.

peristiwa ini terus berulang- ulang hingga dikala aku masih mengetik cerita ini. Meski antara kami hingga saat ini belum terdapat status pacaran, melainkan cuma sahabat biasa.