Showing posts with label cerita seks ngewe. Show all posts
Showing posts with label cerita seks ngewe. Show all posts

Thursday, November 27, 2025

Cerita Seks ku: Ngewe dengan Gadis SMA Sangean

 Cerita Seks Ku – Kuakui sejak masih duduk dibangku SMA aku sangat terobsesi dengan sex dan itu semakin menjadi sejak aku kuliah disalah satu universitas swasta yang ada di kota Madiun. Dari awal, aku sudah berniat untuk bertualang… saat itu karena terburu-buru dan banyak tempat kost yang udah penuh akupun asal aja dalam mencari tempat kost…. aku nge-kost diperkampungan yang lumayan jauh dari kampus, tepatnya dirumah Pak SP (inisial) yang merupakan paman dari temanku.

Sheren (nama samaran) yang baru aku kenal pagi harinya saat daftar ulang.
Singkat cerita setelah tiga hari masa orientasi selesai, dikampus belum ada kegiatan dan aku putuskan untuk lebih mengenal Madiun. Sheren hampir selalu menemaniku walau gak pernah berangkat bareng dari rumah alias ketemu di jalan walau rumahnya disebelah kostku. Satu minggu berlalu akupun semakin akrab dengan Sheren yang bertubuh bohay, sensual, berkulit putih mulus dan yang pasti berwajah cantik… mantap banget buah dadanya kaya Fivey.

Saat itu aku mengajak Sheren pergi ke Telaga Ngebel, menikmati alam dan buah duriannya. Seminggu aku rasa cukup untuk PDKT dan aku putuskan untuk menembaknya…

“Sheil….walau baru kenal, aku nyaman didekatmu dan kalau boleh aku ingin selalu didekatmu untuk lebih mengenalmu….maukah kamu menjadi pacarku???? Tanyaku ungkapkan rasa hati

Sheren sangat terkejut mendengar ucapanku bahkan sampai tersedak durian

“apa…..kamu bercanda kan, kita kan baru kenal?? Jawabnya balik bertanya.
“justru itu…dengan pacarn kita bisa lebih saling mengenal” jawabku coba meyakinkannya.

Wajah Sheren mendadak menunduk dan dengan sedikit menghela nafas dia menjawab “maaf Dith….aku sudah bertunangan…. sambil menunjukan cincin yang ada di jari manisnya.

“ooo…udah tunangan ya? Kok kamu gak pernah cerita?? Aku pikir dengan kamu selalu menemaniku begini….kamu nyaman ama aku” jawabku dengan nada kecewa.
“mungkin kalau kamu kenal aku dari 2 bulan yang lalu, aku bisa menerimamu….sebenarnya hati kecilku juga mengiyakan….kita temenan aja ya? Jawabnya
“maksudmu…sebenarnya kamu mau….
“udah sore, ayo pulang yuk???!!! Ajakanya memotong kata-kataku

Kami pulang dengan tak banyak bicara, bahkan terkesan kaku dan membeku tidak sehangat waktu kami berangkat. Kring….kriiing…kriiing…..Hpku berbunyi, ternyata telpon dari Sheren tapi gak aku terima bahkan SMS juga sengaja gak aku bales. Jam sudah menunjukan angka 11 malam, aku berniat ke kamar mandi baru kemudian melanjutkan tidur lagi. Tapi aku sangat terkejut saat mendapati seorang wanita setengah telanjang berada dikamar mandi dengan pintu terbuka. Kami saling menatap tak berkedip, tanpa kusadari ko*tolku bergerak2 dibalik sarungku tanpa CD. Perlahan dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi…





“Maaf…aku takut sendirian, makanya gak aku tutup….kamu Adith kan????

Aku bengong tak menjawab pertanyaanya….dan dia berlalu dengan cepatnya!!!!!

Semaleman aku dibuat penasaran, siapa dia? Pak SP kan duda???? Pertanyaan itu memenuhi kepalaku, ditambah lagi melihat tubuh setengah telanjang dengan wajah santainya….pahanya, bodinya dan memeknya (walau gak jelas).
Keesokan harinya aku di panggil pak SP untuk dikenalkan dengan adik terakhirnya, namanya Vivi tapi dia sudah 7tahun tinggal di Samarinda ikut kakaknya yang pertama.

“ooyaa….kalau gak masuk kuliah, anterin Vivi ke Sarangan ya? Pinta pak SP.
“iya pak… aku langsung mengiyakan permintaanya walau sebenarnya ini hari pertama masuk.

Satu jam kemudian aku dan Vivi berangkat dari rumah,…

“sheil…Sheren ayo ikut ke Sarangan…temani aku” teriak Vivi dari dalam mobil.

Akhirnya Sheren ikutan masuk mobil dan kamipun berangkat. “maaf ya Vi….yang semalem, aku gak sengaja…. kataku membuka obrolan.

“iya gak apa, lagian salahku juga gak menutup pintu….jawab Vivi

Agak bingung Sheren bertanya “kalian ngomong apasih??

“ahh…itu lho Sheil, dari kecil aku kan takut gelap dan sendirian diruangan jadi aku pipis gak nutup pintu…..gak sengaja Adith juga mau ke toilet…jadi ya,,,,,
“ngintip kamu ya???? Celetuk Sheren memotong
“gak ngintip, tapi emang udah kelihatan kali….tanya aja Adith….jawab Vivi seenaknya.

Aku lihat dari kaca wajah Sheren mendadak berubah, seperti ekspresi orang cemburu.

Sesampainya di Sarangan, kondisinya tidak berubah teutama aku dan Sheren, kami gengsi menyapa duluan. Akupun lebih dekat dengan Vivi, bahkan dengan cuek Vivi menyuapin aku makan… wajah Sheren memerah menahan cemburu, aku tahu itu. Aku sengaja semakin bersikap mesra pada Vivi….bahkan terang-terangan mengajak Vivi jalan….

“Vi…ntar malem temani aku ya??? Pintaku

Kemana, berdua aja? Jawab Vivi seperti sengaja membantu aku membakar hati Sheren

“ke Fire Club??? Jawabku agak ragu, karena saat itu aku belum tahu pasti Fire itu Diskotik atau apa…
“asyik tuh, lama banget aku gak pernah gituan…. jawab Vivi

Dan benar saja, malam itu kami minum-minum sampai mabuk…dan pulang dengan berjalan gontai saling berpelukan. Samar2 kulihat ada bayangan Vivi sedang mengamati kami dari balik korden jendela kamarnya. Aku makin erat melingkarkan tangan ke pinggang Vivi dan terus melangkah menuju kamarku….aku udah mabuk, yang ada di otakku hanya tidur bersama Vivi…tanpa berpikir salah benar atau takut ketahuan pak SP. Sengaja aku nyalakan lampu kamar, agar Sheren bisa melihat bayangan kami dari balik korden. Jujur aku juga sangat heran dengan Vivi yang gampangan dan seperti terbiasa…..

“ah…masa bodoh….yang penting happy….pikirku dengan penuh nafsu….

Aku lingkarkan tanganku di pinggangnya sambil menciumi lehernya, dadanya yang masih terbungkus tangtop dan menggigit2 lehernya…..

AAAAaaaaaaaggggggggghhhhhhhh…..Vivi mendesah panjang

Diapun membalas dengan ciuman bertubi di leherku dengan tangan mengelu-elus perutku….
HHhhmmmmmmmm…..geli banget Vi, enaaaakkkk………bisikku ke telinganya.
Kami saling melucuti pakaian, dari baju hingga celana dan akhirnya kami bugil…. dengan cepat desambarnya kotolku dengan tangan kananya dan mulai mengulum, menjilat, menggelitik dan mengocok kotolku dengan mulutnya.
Ooohhhh….aaahhhh….uuuhhhhh…..aku mendesah tak tentu menikmati perlakuannya.

Aku juga tak mau kalah, aku remas kedua toketnya dengan kedua tanganku, sambil menghisap putingnya… kami mabuk alkohol dan mabuk birahi. Aku buka jendela kamarku dengan niat agar Sheren lebih jelas melihat kami bergumul melepaskan satu-persatu pakaian kami, hingga tidak tersisa….

“aku karaoke ya? Kata Vivi sambil menyambar kotilku dengan kasar, seakan tak sabar menikmatinya. Dan benar saja, kotolku diposisikan seperti layaknya mikrofon….sambil dia menyanyikan lagu wajib ML….aaaahhhh…..hheeeemmmmm… emuach…. mmmmmm…. dengan iringan suara becek dari mulutnya. OOOouuuuuuhhhhgggg…nikmat banget Vi, aku tak tahaaannn geliiiiiiiiiiii…..
aku jambak rambut Vivi dan memaksanya untuk berdiri….

kami berciuman, dengan bibir saling menghisap dan lidah memilin….Crub…cruuuubb….. suara sedotan kami mengusik keheningan malam. Aku remas kedua toge Vivi yang keras dan bulat…..Uuuuuuhhhhhh…..desahnya.

aku cium dan gigit lehernya, sambil terus meremas togenya dengan penuh nafsu dan gemes….
terus….emuach….emuaaaaaccchh…..emuaaacccchhh ….menyusuri perutnya….hingga sampai ke vagina Vivi yang sudah becek….aku semakin liar, seakan alkohol dalam tubuhku membakar birahiku….dengan penuh semangat dan tanpa jijik, aku masukan lidahku kedalam Vaginanya, meliuk, menari dan menggelitik klitorisnya….layaknya sebuah tombool sekali sentuh klitoris itu langsung memaksa tubuhnya bergerak mengejang dengan desahan yang semakin hot dan panjang…..aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh…….. ..aaaaaaaaaaaahhhh

dengan dua buah jari aku langsung mengocok Vaginanya dengan cepat….cepaaaattttt…. teruuuuuussssss…..tanpa ampun hingga bibirku tersemprot oleh letupan orgasmenya…..
AAAAaAaaaaahhhh….dia menjepit wajahku dengan kedua pahanya….
Diapun mengambil posisi nungging dan berpegangan dijendela…..

“Dith…masukin aja, aku gak tahan lagi….. iiiiyyyyyyaaaa….aaaahhhhh Vi…..aku masukin” jawabku

ZLEB….ZLEEBB…ZLEEEEBBBBB…..ZLLEEEE….EEEEEB BBBBB……
Aku langsung masukkan semua ko*tolku dengan hentakan keras dan langsung menggoyangnya….seketika itu tubuhnya melomjak-lonjak mengikuti irama goyanganku….

OOOOOOHHHHH…..NNIIIKKMMMMAAAATTTTT…..desahnya sambil memegangi togenya yang bergerak liar seperti bola bowling……..uuuuuhhhh Diiiiiittthhhh….aku keluar lagi…..lagiiiii….mungkin karenaa ko*tolku yang gede menyumpal dan menyentuh penuh dinding Vaginanya dia jadi mudah orgasme….kurasakan semprotanya sampai 8 kali….
Aku angkat sebelah kakinya dan mengoyangnya ladi dan lagi….plak…plakk…plaaaakkkk…. suara pantatnya semakin membuat aku bersemangat…..

Dengan hanya bertumpu dengan satu kaki…tubuhnya semakin bergerak tak tentu….goyah dan payah menyangga besarnya nikmat yang diterima… hingga tubuhnya pun terjatuh ke lantai….
Ampun dith….jangan cepat-cepat…..aku gak kuat…..sambil merangkak….
Tanpa ampun aku menusuk Vaginanya dari belakang ZLEEEEEEEEEEBBBBBBBBBB…..

Aku goyang lagi dan lagi….sambil menjambak rambutnya biar tidak melepaskan ko*tolku dari Vaginanya….. sekitar 10menit kemudian tubuhnya mengejang tanpa kendali….. aaahhhh….aahhhh,…..uuuuhhhh…..oooooooooooohh hhhhh…..jeritanya disertai semprotan orgasme yang ketiga. Aaaaddduuuhhhh….Dith….kok kamu belum keluar juga sih….rengeknya…. “sebentar lagi Vi….kamu aja yang terlalu cepat” jawabku sambil menggendong tubuhnya ke kasur. Aku terlentangkan tubuhnya dan menarik kedua kakinya keatas….kearah dadaku…..ZLEEEBBB….ZLEEEE……EEBBBBBBBBBB…

Aku goyang lagi dan lagi….plak….plak….plaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk… …pantatnya tertabrak pahaku. Dengan berpegang pada togenya aku semakin menggenjot goyanganku….

Aaahhhh….aaahhhhh ampuuun dith….dncok kotolmu Dith….enak banget….aku gak kuat…. cepetan keluarin…. alkoholnya bicara tak tentu….mencoba melepaskan ko*tolku. Aku angkat pantatnya keatas dan memeganginya dengan kuat….hingga hanya menyisakan kepala dan pundaknya di kasur… jepitan pantatnya sangat nikmat….AAAAAaaaahhhh….. sebentar lagi Vi…..aku hampiiiiirrr……CROT….CROOOOTTTT…..CROOOOOTT TTT….. belum selesai aku ngomong, spermaku menyemprot deras kedalam Vaginanya…. 

Akupun menjatuhkan diri diatas tubuhnya…brruuuughhh…
Aduuu…uuuhhh…… kenapa kamu keluarin didalam??? Aku pengen melumatnya…..
Akupun membalikan badan “tuh masih ada sisanya…..
Vivi dengan ganasnya menjilat dan menyedot sperma yang crott ke sprei dan kemudian mengulum kotolku sampai-sampai tak ada sedikitpun sperma yang tersisa di kotolku.

Uuuuuhhhhh….nikmat baget Vi…hisapan kamu mantap!!! Pujiku sambil membelai rambutnya. “Heeemmmmmmm…..ko*tol kamu juga nikmaaaatttt….tubuhku sampai mengejang tau….nih memekku terasa ngilu….kesemutan gimana gitu….jawabnya. akhirnya kamipun terlelap ….. pagi harinya akupun buru-buru bangun dan siap2 ke kampus, aku lihat Vivi masih tertidur dengan lelap dan aku tak tega membangunkanya.

Siang harinya, Sheren menemuiku di kantin kampus dengan ekspresi wajah cemburu, marah, sebel….pokonya campur aduk dech. “semaleman ML pasti kecapean ya??? Sampai mata merah gitu….Vivi mana, masih kamu umpetin dalam kamar? Tanya Sheren bertubi-tubi, tapi aku diamkan aja tanpa jawaban…. malah gak jawab, kenapa sih harus dengan Vivi??? Emang gak ada cewek lain??? Dia itu cewek gak bener, lihat kan kami sebaya…. tapi Vivi tante aku, aku gak mengakuinya….dia anak haram. Tanpa menjawab akupun meninggalkanya dan menuju parkiran….dan sesuai harapan Sheren mengejar aku dan ikut masuk kedalam mobil. Kenapa ikut??? Tanyaku

“ayo cari tempat yang enak buat ngobrol…. ajaknya Sheren.

Akupun melaju mengikuti jalan yang diarahkan Sheren…..hingga kami sampai ke Dungus. Kami berhenti ditengah hutan….dan mengobrol panjang lebar, hingga….

“Vivi tau banget Kamu Tipe Cowok Impianku Dith, makanya dia ingin merebutmu dariku…. kata Sheren mengejutkan aku.
“maksudmu….. belum selesai bertanya Dia langsung menciumku dengan penuh mesra….
EMUAACH…..

Berikan aku lebih dari apa yang kamu berikan pada Vivi” bisiknya dengan nafas yang mulai tak tentu. Akupun langsung mengajaknya ke kursi belakang dan duduk mengakangi pahanya…. aku cium bibirnya dengan penuh nafsu dan langsung melepaskan satu persatu kancing bajunya yang sudah mulai sesak karena toge yang perlahan membengkak.

“kamu ingin Lebih nikmat kan??? Bisikku sambil melumat daun telinganya.
“heem…. jawabnya singkat
Tapi ada syaratnya Sheil,… terserah aja Dith, dari semalem aku sudah horny banget kamu panas-panasin…..

Akupun mengikat keatas dua tangan Sheren “kok diikat gini, kamu mau apa? Tanya Sheren

“tenang aja…aku akan memberikan kenikmatan yang bebeda….dengan mata tertutup kamu akan mendapatkan Surprise disetiap detiknya….kataku sambil menutup matanya dengan sapu tanganku. Setelah itu akupun melepaskan seluruh baju tanpa sisa…..dan memasukan Cdku ke mulutnya biar dia tidak bersuara keras….. Sheren agak terkejut dan coba berontak….

“maaf Sheil aku Cuma gak mau suaramu terdengar orang” kataku menenangkanya.

Aku langsung mencium dan menghisap lehernya Sheren…..cup…cup…cuppp…emuah
Aku mainkan tubuh Sheren sesuka hatiku, aku gigit lehernya sambil meremas toketnya yang seukuran 36B itu dengan keras….tubuh Sheren mulai berontak menerima kegelian dan kenikmatan tanpa bisa membalasnya…. aku hisap puting coklatnya dengan kuat sambil terus meremas yang sebelahnya…. tanpa sepengetahuanya aku ambil “vibrator” dari dalam laci….

Sesaat kemudian,…. aku nyalakan Vibrator Capsule (VC) dan menempelkanya mengelilingi bibir Vaginanya…seketika itu kedua kakinya bergerak liar coba mengurangi nikmat yang aku beri. Hhmmmmm…..mmmmm….uuummm….eemmmmm….. Sheren hanya bisa bergumam karena mulutnya masih tertutup. Akupun tak henti-hentinya memainkan togenya, menghisapnya dan menggelitiki dengan lidah…. Sheren semakin mengerang, tubuhnya mengejang dan keringat yang bercucuran…. aku masukan VC maju mundur kedalam vaginanya….aku kocok-kocok….aku putar-putar….. terus dan teruuuusss….
Tubuh Sheren terlihat mulai melemas, desahanya lirih terdengar…. uuuhhmmmmmm…..mmmm………. akupun kasihan melihatnya dan melepaskan sumpalan dimulutnya….

“AAAAaaaaaagggghhhhh……jahat kamu Dith, kenapa kamu lakuin ini….. kata Sheren dengan nafas terengah-engah. “maaf Yank….tapi dengan begitu nikmatnya utuh kan??? Kataku….
“iyaa….yaaa…tapi seluruh tubuhku seperti terbang Dith….cepat masukin, sekarang juga….. Sheren merengek manja….

Aku arahkan ujung ko*tolku ke arah Vaginanya, menggesek-gesekan ke Vaginanya dan sedikit demi sedikit masuk….masuuukkkk….maju-mundur…..lebih dalam…..dan dalaaammm.

ZLEEEEBBBBB…..aaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh……Sheren meendesah panjang seiring tusukan ko*tolku kedalam vaginanya yang sudah sangat amat becek, karena 2 kali nyemprot…..

“Dithh….sssaaaa…..ssaaaakiiiiiiiiiiitttttttttt t….pelan….peelllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn … OOOOOOoouuuuuggggghhhh….. UUUuuuuuhhhhhhhhheeemmmmm…. Desahan panjangnya menjadi tanda ko*tolku telah mengoyak selaput dara Sheren…..

“masa sih…masih perawan???? Aku terkejut dan tak percaya melihat itu, tapi emang kenyataanya begitu….gumamku dalam hati.

Aku semakin menggenjot gerakanku….SLUP….SLUUUPPP….SLUUUUUUPPPP…..

“Dith lepasin tanganku dong….sakit nich… Sheren memohon dengan mata terpejam, menhahan kenikmatan yang menumpuk di Vaginanya…. akhirnya aku melepaskan ikatanya, tangan itupun langsung menjambak rambutku dengan kuat…. “Dith….aku mau nyemprot nich….. kata Sheren.
“tunggu bentar yaaa….kita semprotin bareng-bareng……jawabku sambil mempercepat laju ko*tolku…….

AAAAAAAaaaaaaaahhhhhhhh…….aaaaaaaaaaaaggggghhh hhh….. satu…….duuuaaaaaaa……tiiiii…..gggaaaaaaaa aaaaaa…….CROT….CROOOOOTTTTTT…… kami saling menyemprot dan berpelukan dengan erat…..tubuh kami lemas tanpa daya…..

Setelah beberapa saat mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada, kami merapikan pakaian kami dan pulang….. kejadian ini menjadi awal yang indah untuk “petualangan-baruku” di Kota Gadis….hampir setiap malam dan sepulang kuliah kami bersama berbagi nikmat dan syahwat. Hingga 2 bulan kemudian, karena Sheren akan dinikahkan dengan pilihan orangtuanya… akupun mundur teratur dan memutuskan untuk pindah kos

Setelah berhasil memikat dan menikmati anak ibu kost, gejolak nafsuku semakin menggebu beriringan dengan meningkatnya ke-PeDe-an dan kenekatanku. Targetku selanjutnya adalah Regina yang biasa dipanggil mbak Gina, orangnya cukup tinggi sekitar 170cm, BH 36B, badan bohay dan kulit putih…perawakanya seperti artis Sarah Azhari dech. Dia berusia 25 tahun serta mempunyai seorang putri bernama Nania yang baru berumur 1tahunan.

Sebenarnya aku ada niat untuk pindah kost ketempat Mbak Gina agar lebih mudah PDKT tapi ternyata khusus tempat kost putri. Tapi aku terus berusaha mencari tahu kebiasaan, kesukaan dan kesempatan yang mungkin bisa aku manfaatkan untuk sekedar mencicipi tubuhnya. Waktu yang aku tunggu akhirnya tiba, saat itu suami Mbak Gina sedang berada diluar kota tepatnya di Lumajang untuk membangun sebuah rumah sakit dan akupun sempat dititipi untuk menjaga atau sekedar membelikan susu anaknya.

“Dith…ikut nitip ya, kalau susunya habis tolong kamu belikan! Pinta Mas Dio
“iya Mas,…
“jangan sungkan2 ya Mbak, kalau butuh bantuan bilang aja…kita kan bertetangga” sambungku pada Mbak Gina.

Sepeninggal Mas Dio pergi bekerja, otomatis hanya ada seorang ibu muda dan balita yang ada dirumah maklum tempat kostnya berada diseberang jalan dan kurang dekat walaupun yang ngekost cewek2. Tiga hari berlalu, segala usaha sudah aku coba untuk memancing rasa dan memantik simpatik tapa belum membuahkan hasil. Sempat aku berfikir untuk menyerah karena Mbak Gina sepertinya istri yang setia. Hingga akhirnya pada hari keempat, sekitar pukul 22:30 malam aku terbangun oleh suara tangisan Nania…akupun langsung berlari menuju rumahnya dan mencari tahu kenapa??? Ternyata cuma terbangun karena kegerahan….

“Dik tolong gendong sebentar ya, soalnya kalau ditempat tidur akan semakin kencang tangisanya….aku mau masak air bentar untuk membuat susu….. kata mbak Gina.
“iya Mbak, sini coba aku gendong….. jawabku

Saat aku ulurkan tangan untuk menggendong tiba-tiba sarungku melorot dan jatuh kelantai, spontan aku merasa malu tapi tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tanganku sudah menggendong Nania.

“maaf Mbak….bisa pasangkan sarungku gak??? Pintaku dengan malu…….tanpa menjawab Mbak Gina memakaikan sarung kebadanku dari belakang, saat melipat dan menggulung bagian depan tangan Mbak Gina secara tak sengaja menyenggal CDku yang didalamnya ada ko*tol yang tegak lurus berdiri (maklum sebelum tidur ngebayangin yang hot-hot dengan mbak Gina).

Sesaat tanganya berhenti seakan menyadari apa yang disenggolnya kemudian memakaikanya kembali. Kenapa aku malu ya? Ini kan bisa memancing birahinya??? Pikirku dalam hati. Sepuluh menit berlalu mbak Gina datang membawa sebotol susu tapi tak kusangka Nania sudah tidur dipelukanku.

“udah tidur mbak….kasihan kalau dibangunkan lagi untuk minum susu, coba aku tidurkan di kasur ya??? Kataku
“ya udah coba aja….trus susunya gimana??? Mbak Gina balik bertanya.
“nanti susunya buat aku aja mbak….Heeeee tapi gak pakai botol ya?!!!” jawabku sambil bercanda sekaligus memancingnya.
“emang susu yang mana?! Mbak gina balik bertanya lagi.

Belum sempat aku menjawab, Nania kembali menangis saat tanganku aku tarik perlahan.

“mbak…kelihatanya aku gak boleh pulang nih ama Nania??? Dikira bapaknya kali ya??? Candaku
“iya kali,….tapi Nia nangis kalau digendong bapaknya??? Jawab mbak Gina

Berulang kali kucoba menjauh dari Nania, tapi anehnya dia tahu kalau aku akan pergi. Akhirnya dengan terpaksa mbak Gina menyuruh aku tidur dikamarnya menemani Nia….

“tolong kamu tidur disini ya??? Biar aku tidur didepan tv aja….tapi nanti waktu pulangnya jangan sampai ketahuan tetangga! Pinta mbak Gina
“iya Mbak….. Horeeee….teriakku dalam hati

Satu jam berlalu, aku terjaga sendirian tak ada Mbak Gina untuk sekedar obat kantuk…. Mbak Gina dimana ya, kok gak ada suaranya???? Tanyaku dalam hati.

Akupun mencari akal, aku tarik tanganku dan menggantinya dengan tangan Winnie The Pooh dan ternyata berhasil. Pelan2 aku langkahkan kakiku, mencari tahu dimana Mbak Gina tidur. Niat awalku hanya untuk sekedar dekat atau mengintip kalau-kalau ada pemandangan cantik. Dua kamar sudah aku periksa dan tidak ada….terlihat lampu kamar mandi menyala tapi kenapa pintunya terbuka??? Tanyaku penuh kebingungan. Aku terus mendekat dan mengendap-endap, hingga aku sangat terkejut melihat Mbak Gina sedang ngewek memeknya dan bersabun ria tengah malam…..

Spontan ko*tolku langsung mengeras dan nafsuku semakin menggebu-gebu melenyapkan batas malu dan ragu. Aku buka sweeter, kaos, sarung dan CDku….kubulatkan tekad dan kuhampiri Mbak Gina yang merem melek ngewek memek….

“aku bantu ya mbak…. kataku sambil memegang dan mengocok-ngocok ko*tolku yang panjang dengan urat dan otot yang kekar menjalar.
“….. mbak gina tak berkata apa2, rasa malu, terkejut, takut dan nafsu bercampur dengan birahi tinggi….

Akupun langsung menyodorkan kotolku didepan mbak Gina yang sedang duduk, tepat didepan mulutnya yang berlilau terbias sinar lampu. Mbak Gina ragu, diam membisu seakan terpaku terhipnotis kotolku….

“wooooww….kata mbak Gina

Saat mulutnya terbuka aku langsung mengarahkan kotolku kemulutnya….aku gesek-gesekan hingga kewajah dan leher…. perlahan tanganya mbak Gina memegang kotolku dan mengelusnya…. mengurutnya…. mengocoknya dengan pelan.
OOOOHHHHH…..nikmat banget Mbak…..ayo terus jangan berhenti” kataku dengan nada mendesah.

Mbak Gina sangat pandai blowjob, sampai-sampai membuat kakiku gemetar karena nikmat yang teramat sangat. Sepuluh menit kemudian blowjobnya semakin dahsyat hingga kakiku lemas dibuatnya.

“pindah ke sofa aja ya mbak??? Ajaku padanya
‘iya….ayooo….. jawabnya singkat

Kami berjalan beriring dengan bibir saling berpagut dan berpelukan, seakan tak rela bila ada nikmat yang terlepas walau hanya sedetik saja. Sampai disofa mbak Gina langsung mengambil posisi duduk dengan kaki mengangkang membentuk huruf ‘M”. Aku ciumi sekujur tubuh Mbak Gina, bahkan aku selingi dengan hisapan dan gigitan, dari ciuman di bibir, turun ke leher, menghisap toketnya bergantin dikiri dan kanan sambil tangan kananku membelai-belai je*butnya yang yang tumbuh subu r disekitar memek tembemnya……

Hhmmmm…..aaaahhhhhmmmmm…… Mbak Gina mendesah, tubuhnya bergerak tak menentu. Melihat itu aku semakin bersemangat menggelitik titik-titik G-spotnya terutama disekitar memek tembemnya. Aku jilatin bibir memeknya dan aku kocok-kocok dengan jari telunjukku.

“Aaahhh….Ooooouughh……heemmmmmmmmmmmmmmm” Mbak Gina semakin mendesah liar sambil menjambak rambutku.
“…Dith…..ayo Dith….masukin aja, aku udah gak tahan nih” rengek Mbak Gina memohon
‘iya….Mbak, tahan sedikit ya….. jawabku.

Sebelum aku masukin, ko*tol aku gesek-gesekan bibir vaginanya….

“ayooo…doooong masukin, ggeli bangeeeettt….. kata Mbak Gina memanja sambil menjepit ko*tolku dengan pahanya.
“iyaaa…..mama Gina Cayaaaang…. jawabku

aku masukin ujung ko*tolku sedikit demi sedikit….tarik…..dorong…..pelan-pelan dan terus…
OOOOooouuuuhhhh…..sesak banget Dith, dua kali punya mas Dio….HHMMmmmmm…..

Setelah berulang kali maju-mundur akhirnya ko*tolku masuk juga, tapi belum sepenuhnya masuk….aku goyang….goyaaanngggg……goyang….terus dan teruuuuuuussss…..
ZLEB….ZLEEEBB……ZLEEEEEE….EEEEEEEEEEBBBBBBB BBBBB……
ooUUUUUhhhh…..nikmaaaattt banget mamaaaa….. bisikku lirih.
Memek mama Gina semakin becek dan banjir, licin dan nikmaaaaatttttttt…..
Oh….ooooouuuggghhh…..Dith aku mau keluar….uuuutan uuuhhhhhhh……aaahhhhhhh……

Kurasakan semprotan hangat dari memeknya…..aku angkat kedua kakinya dan mempercepat goyanganku, semakin dalam dan teruuuuuussssss…..

Toket mama Gina bergoyang-goyang mengikuti irama hentakan ko*tolku….

“ko*tol kamu mantap banget Dith….aku….a…kk…uuuu…..belum pernah ngerasain yang kayak gini…. kata Mama Gina dengan nafas yang terengah-engah….

Ganti posisi ya maaa….doggy style aja biar lebih mantap” ajakku

Mama Gina pun memutar tubuhnya dan nungging disofa tanpa melepaskan kotolku dari memeknya, isyaratkan bahwa kotolku adalah miliknya. Aku masukan ko*tolku hingga pangkalnya dan menggenjot goyangan…..PLAK….PLAK….PLAAAKKK…. suara becek bercampur dengan suara pahaku menghentak pantatnya.

Aaahhhh…..ouuuhhmmmmmmmm……enek banget maaa….. bisikku lembut sambil berpegangan pada kedua toketnya.
ayo keluarin bareng ya??? Pinta mama Gina dengan manja.

“iya mamaaaa…..ayooooooo…….satuuu….duuuaaaaa… …tigaaaaaa……

AAAAAHHHHHHHHH…..CROT….CROOOOTTT……CROOOOOO TTTTTTTTTTTTTT………

OOOOOOUUUuughhhhh…..aaaaaaaaaaaaaaaa………… desah mama Gina merasakan puncak kenikmatan….. aku sempat panik, takut ada yang mendengar desahan mama Gina…. aku tutup bibirnya dengan ciuman dan aku gulingkan tubuhnya dalam posisi tidur miring,….. aku gerakkan kotolku yang masih keras….pelan….pelaaaannnn….. Kurasakan memeknya benar2 penuh terisi spermaku….begitu hangat menghangatkan kebersamaan kami……Oooohhhhh sungguh nikmat kurasakan,….entah mengapa kotolku masih begitu keras bahkan ingin terus menggoyang memek mama Gina sampai pagi.

“maa….lanjut yuuuk???? Masih tegang nih…. bisikku ke telinga mama Gina…..
‘….sama aku juga masih pengen, tapi perutku sakit banget…. rengeknya mama Gina
‘ko*tol kamu gede n panjang banget….masih ada 4hari sebelum Mas pulang, asal aman kita bisa mengulangnya semau

kita…..sambungnya dengan kata yang mesra,,,,

Tak terasa kami ketiduran disofa, berpelukan tanpa sehelai baju dan ko*tol yang masih menancap kuat di memeknya. Hingga menjelang subuh, kami dibangunkan oleh tangis Nania…..

4 hari rumah mbak Gina bagaikan Surga dan kami adalah Adam dan Hawa yang sedang dimabuk cinta (terlarang) bahkan berbulan madu…. bahkan dihari terakhir sebelum suaminya datang, sepulang kuliah aku langsung menghampirinya dan otak kami dipenuhi sex, sex dan sexxx hingga pagi menjelang….kami benar2 hypersex yang tak pernah terpuaskan…..

Tiga hari saat suaminya dirumah, aku sangat tersiksa….ada cemburu di hatiku….sangat sakit dan ini dirasakan juga oleh Mbak Gina…..memeknya mati rasa saat dientot suaminya, hatinya menolak bahkan dia sempat berfikir sedang ‘diperkosa’ suaminya. Setidaknya itulah yang diceritakan mbak Gina kepadaku….

Perasaan kami sangat dalam, namun karena resiko “selingkuh” yang terlalu tinggi karena kostku disamping rumahnya dan udah kenal baik dengan suaminya….aku berniat mundur teratur tapi Mbak Gina menolaknya bahkan meminta suaminya untuk membujuk aku agar tinggal dikostnya gratis dengan alasan aku sudah dianggap adiknya Mbak Gina. Tapi aku tetap menolaknya dan terpaksa pindah kost lag

Lama juga aku tidak upload cerita, kangen banget dengan komentar agan-agan semproters!!!
Aku pekenalkan diri lagi ya Gan? Namaku Adith, cerita ini aku alami saat duduk di bangku kuliah salah satu

Universitas swasta di kota Madiun. Saat itu sedang libur semester namun aku masih males banget untuk pulang kerumah, jujur aja saat itu aku bingung harus mengisi liburan dengan apa dan kemana. Dengan sangat terpaksa aku tetap tinggal di kost-kostan sambil nunggu Icha (Doi-ku) balik dari mudiknya di Lampung. Hari pertama libur aku berniat untuk bangun siang dan malas-malasan aja, namun yang terjadi tidak demikian. Jam 07:30 pintu pagar terdengar ada yang membuka dan benar saja, satu menit kemudian ada yang mengetuk pintu….

Tok…tok…tok….assalamualaikum, Mas….Mas Adith….Assalamualaikum
‘wa alaikum salam” aku jawab dengan jengkel karena masih mengantuk.
…..eh Pak RT, maaf baru bangun” sambungku.
‘Maaf Mas, cuma mau nyerahin ini aja (amplop kosong ) tolong nanti malam hadir dirumah saya sebagai perwakilan yang ngekost disini….sekalian sumbanganya buat kegiatan RT’ jawab Pak RT panjang lebar.
“ooo…iya Pak, terimakasih” jawabku

Pak RT pun langsung balik kanan dan maju jalan meninggalkan tempat kost-ku.

“apes banget nih, kesepian di kost….malah dapat bonus ngasih sumbangan” gumamku dalam hati.

Untuk menghilangkan pusing, akupun mandi dan langsung kerumah Pak RT untuk mengembalikan amplop yang sudah aku isi karena aku males kalau harus ikut ngumpul malam harinya…

“lebih baik cuci mata di matahari” kata hatiku.

Karena rumahnya hanya berjarak 300 meteran dan biar kelihatan terburu-buru untuk alasan gak bisa datang malam harinya, aku kerumah Pak RT dengan hanya menggunakan celana pendek boxer dan T-shirt tipis aja. Akupun langsung mengetuk pintu dan memanggil-manggil Pak RT tapi tak ada jawaban, akhirnya aku putuskan untuk lewat dubur. Namun hasilnya sama, tak ada jawaban… bingung mau tanya siapa, karena rumah Pak RT agak terpencil dikelilingi kebun tebu.

‘Cari bapak ya Mas?” tiba-tiba suara ibu RT mengejutkan aku dari belakang
‘……….ooo……iiiiii…iiiyyyyaaaa Bu! Jawabku dengan gugup.

Asal tahu aja Ibu RT (namanya Tante Wulan) keseharianya memakai jilbab dan selama 2 bulan aku nge-kost disini hanya wajah cantiknya yang aku lihat hingga terbayang-bayang waktu tidur. Tapi yang aku lihat sekarang sungguh sangat berbeda, rambut panjangnya terurai basah, dengan kulit yang sangat-sangat putih mulus dari pundak sampai lengan dan sebagian pahanya kebawah apalagi toketnya yang samar-samar terlihat bagian atasnya. Yaaahh… tante wulan hanya memakai handuk, sepertinya baru aja mandi tapi dimana kok asalnya dari kebun tebu??! Aahhh….udahlahhh….

‘kok bengong Dith….” tanya Tante Wulan.
“….aaaa….aanu ….muluussss” jawabku mengigau terhipnotis kemulusanya.
“eehhhh…maaf Bu, maksud saya Ibu darimana kok di belakang?? Kataku buru-buru untuk menutupi malu dan jawaban ngawurku.
‘maaf Mas, tolong jangan dijalan aku mau masuk kerumah… jawabnya agak menunduk malu.
“…ooo…maaf Bu, silahkan” jawabku sambil memberi jalan.

Tanpa berkata-kata Tante Wulan berjalan dengan tergesa, namun saat menginjak anak tangga yang ketiga di depan dubur Tante Wulan terpeleset dan jatuh. Aku diam mematung, melihat keindahan yang lebih dari sekedar mulus….handuk yang membelit tubuhnya terlepas dan tubuhnya jatuh kesamping….sampai-sampai suaranya mengaduh tak aku hiraukan, panca inderaku telah tertutup oleh gejolak nafsu yang berkobar tak menentu.

‘aduh…aduh…kakiku sakit….tolong aku Mas??? Pintanya merengek.
”…………………. tanpa berkata aku mendekatinya dan langsung menggendongnya kedalam rumah.
‘Mas….sini aja Mas, jangan ke kamar….nanti dilihat orang jadi fitnah” katanya dengan nada keras
“Mbak…aku boleh memanggil Mbak kan? Jangan memikirkan orang lain, pikirkan aja kaki Mbak… kalau keseleo atau lebih parah lagi bagaimana???? Kataku coba merayu

“kalau ada yang melihat pakaian Mbak seperti ini sedang bersama aku, pasti sama saja kan? Lebih baik kan dikamar, gak mungkin ada yang melihat…. kalau Mbak malu, itu sudah telat Mbak….tadi waktu mbak jatuh….aku sudah melihat semuanya mbak!!! Jawabku menenangkan dan mengambil hatinya.

‘PLAKKKKKK…..kenapa kamu intip??? Katanya saambil menampar wajahku dengan keras.
“kenapa Mbak tampar aku? Aku kan menolong Mbak….lagian aku gak ngintip, tapi aku melihatnya…. aku gak bisa untuk tidak melihatnya Mbak, tubuh Mbak sangat indah bahkan lebih indah dari tubuh pacarku” rayuku sambil memegang kedua tanganya agar gak menampar aku lagi.

‘hiks….hiks…… tiba-tiba Mbak Wulan menangis terisak, lupa dengan handuk yang dari tadi dipeganginya.
“Mbak, jangan berpikir negatif Ya? Jangan bergerak apalagi berjalan, nanti kakinya jadi bengkak lho…istirahat aja aku ambilkan minyak urut dulu” kataku sambil merebahkan dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

Aku buru-buru kembali ke kost untuk mengambil minyak urut….

“aku harus bermain cantik, menjadi ‘pahlawan rahasia’ untuknya tapi juga harus menjadi ‘pejantan rahasia juga karena Mbak Wulan belum mempunyai anak, mungkin karena Pak RT (Tono) sudah terlalu tua sekitar 45 tahun sedangkan Mbak Wulan Baru 27 tahun“ bisikan nafsuku.

Aku langsung kerumahnya Mbak Wulan sambil berlari karena sedang gerimis, bersama minyak urut aku bawa serta 3Pcs kondom dan 2 butir obat perangsang. Aku langsung menuju kamar tengah, tempat dimana Mbak Wulan terbaring bugil…

“ini Mbak….tolong diminum obatnya, 2 butir sekaligus ya Mbak??? Kataku sambil memberikan obat dan segelas air.
‘waktu kesini ada orang yang melihat apa tidak Dith? Katanya dengan lirih
‘tidak Mbak, kan lagi hujan….sepi Mbak jangan mikir macam-macam, cepetan diminum ini obat pereda nyeri kok’ kataku sambil memijit pelan kakinya.

“iya….makasih banget ya? Maaf aku sudah berpikir negatif….tapi tolong ya, abis ini cepetan balik dan titip tutup pintunya” katanya dengan tatapan mata yang dalam.
‘iya….ini minyak urutnya….aq balik dulu, inget ya jangan dibuat jalan tunggu Pak Tono aja’ jawabku dengan hati sebel dan kesal karena diusir secara halus.

Aku langsung berjalan keluar kamarnya menutup dubur dan pintu depan, TAPI…. aku diruang tamu menunggu obat perangsangnya bereaksi. Sebatang rokok sudah habis aku hisap, obat kuat udah aku telan bulat-bulat, lima belas menit sudah berjalan mendekatkan aku pada surga dunia. Pelan-pelan aku menuju kamarnya, aku sibakkan kelambu dipintunya sedikit-demi sedikit mengintip reaksinya…..
Wow…ternyata sudah siap saji ditandai dengan keringat yang mengkilat ditubuhnya yang terbuka karena kegerahan dan dahaga….

“maaf Mbak….aku kembali, aku gak tega meninggalkan seorang yang sakit sendirian apalagi seorang wanita dan gak bisa berjalan” kataku pelan sambil berjalan menuju tempat tidurnya.
‘kamu balik lagi….kamu baik banget….maaf Mbak buka baju, gerah banget nih…. katanya dengan manja dan tidak malu-malu lagi.
“berarti obatnya sudah bekerja Mbak, aku pijitin ya biar lebih cepat sembuh” jawabku dengan hati-hati karena obatnya belum bereaksi penuh dan satu lagi obat perangsangnya gak membuat tidak sadar tapi hanya membuat nyaman dan cinta.
‘andai aja aku belum menikah, pasti aku mau banget menjadi pacar orang sebaik kamu! Jawabnya mesra
“emang ada larangan ya Mbak, orang bersuami mempunyai pacar? Kan gak ada undang-undangnya? Jawabku ngelantur mengikuti nalurinya yang sudah ngawur tapi logis.
‘iya juga ya? Kita pacaran aja ya? Tapi kalau ada yang tahu bagaimana? Katanya genit
“kita ngumpet aja, kita ketemuan di kebuntebu belakang….kan bisa sms!! Jawabku
‘iya…iya….kita jadian sekarang ya??? Jawabnya sambil menarik tubuhku hingga jatuh dipelukannya.
“okey…. jawabku singkat sabil mencium bibirnya.

Mbak Wulan membalas ciumanku dengan ciuman yang lebih menggebu, melumat bibirku, menghisap liurku dan memilin lidahku dengan lidahnya….. tanganya melepas kaos dan boxerku dengan cepat dan langsung mengambil alih tongkat ‘ko*tol’ komando yang sudah mengacung tegak dan keras.
‘oooohhhh….uuuhhhhh….hisap tetek aku ya sayaaaaa…..aaaaanggggg’ bisiknya lirih ditelingaku.
“iya sayaaaang…..jawabku

Aku remas toket (36B) kirinya dan menghisap yang sebelah kana, memainkanya dengan lidah dan selingan gigitan-gigitan mesra. Tubuh Mbak Wulan mengejang dan bergelinjang tak menentu menahan nikmat yang teramat sangat. Sepertinya obat perangsang telah membuat inderanya lebih sensitif…..

‘HHhhmmmm…..ooooouuuhhh……hhhhmmmmm….. desahan dan gumam Mbak Wulan semakin keras, membuat aku sempat takut ada yang mendengar tapi juga membuat aku semakin bernafsu dan gemes.

Akupun berinisiatif mengambil posisi 69, digenggamnya kotolku dengan erat dan mulai mengocoknya dengan pelan…sambil mengeyot-enyot ujung kotol dengan hisapan dan jilatan yang sangat nikmat. “iya sayang….teruuus…..ooooohhhh….nikmat banget hisapan kamu” desahanku.

Aku gigit pangkal pahanya yang putih mulus, aku belai bibir memeknya dengan jari…. rasa geli yang tak tertahan membuat kakinya mengejang….menjepit kepalaku dengan kedua pahanya. Memaksa wajahku berlabuh dimemeknya yang sudah basah….aku jilatin memeknya yang masih sangat merah dan indah….menghisap bibir memeknya dan menggelitik klitorisnya dengan lidahku…..

OOOooohhhhh….AAAaaaaaaggghhhhhh……aaaaaaaaaaa aaaahhhhhhh…….ooouuuuhhhhhhhhh…..

Desahan Mbak Wulan semakin menjadi dan Crit….Criiiittt….Crrriiiiiiittttttt….. tiba-tiba semprotan kecil keluar dari memeknya. Jujur aku sangat terkejut dan takjub, ini pertama kalinya aku melihat langsung wanita orgasme sampai bisa nyembur keluar dengan kencang dan deras.

Tak mau kehilangan momen, aku langsung menarik kotolku dari mulutnya dan mengangkat kedua kakinya keatas….aku gesek-gesekan kepala kotolku ke lubang memeknya…..terus dan teruuuuss

“ayooo….sayaaang, cepetan masukin aku sudah gak tahan….. rengek Mbak Wulan.
“Iya sayang…aku masukan sedikit demi sedikit, pela-pelan, maju mundur bergoyang teratur…. karena sepertinya memeknya masih sempit walau sudah orgasme atau mungkin juga ko*tolku yang kegedean apalagi setelah minum obat kuat, ototnya keluar semua dan keras.

Setelah berulang kali keluar-masuk dan aku rasa sudah sangat licin akupun langsung menghujamkan ko*tolku kuat-kuat kedalam memeknya…..ZLEB….ZLEEEEEBBBB….ZZZZLLLEEEEEEB BBBBBBBB……

AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH…….SAKIIIIIIIITTT SAAAYYAAAAANNNGGGG!!!!
Mbak Wulan berteriak keras sambil menjambak rambutku…..ooooohhhhh…..gede banget sayang…. panjang kayak lengan akuu….uuuhhhhh….ayo genjot sayang, goyang yang cepat…..
Aku goyang….lebih cepat….lebih cepat….lebih dalam….terus….dan teruuuuuuuuussssssssss…….
Ah…ah…ah….ah…ah….ah….ah….ah…ah…a h…..

Sayaaaang aku keluaaarrrrr laagiiiii…..crit….crit……memeknya nyemprot kotolku dengan kuat dan membuatnya semakin licin dan becek….pyek…pyeek…..pyeeekkkk…..suara kotolku membombardir memeknya…..
Udah sayaaanggg…cepetan keluarin……rengeknya sambil mencakar-cakar dadaku, sangat liar dan binal….seperti sudah seribu tahun menahan birahi dan memendam nafsu dengan jilbab dan kealimanya.

“tunggu bentar lagi sayang….ganti posisi ya? Kamu nungging?! Bisikanku lirih ditelinganya.

Mbak Wulanpun menunggingkan pantatnya…karena membelakangiku Mbak Wulan tidak tahu aku tambahkan Ring dan Kondom berduri ke ko*tolku.

Tahan sedikit ya??? ZLEB….ZLEEEEEEEEEEEEEEBBBBBBBBBBBBB…………. aku langsung menghentakkan kotolku ke memeknya, sekarang kotolku semakin gede dari sebelumya yang memang sudah lumayan gede (P:19cm-D:5,4cm)
AAAAAHHHHHH…. Mbak Wulan seketika menjerit dan langsung terjatuh dari posisi doggy style-nya. Walau posisinya tengkurap aku terus menggoyangnya dengan liar….
O
H….AH….UUUHHHH……periiiiiihhhh sayaaaangggg….

Sepuluh menit aku memaksakan goyanganku, tiba-tiba tubuhnya mengejang dan kaku….
Akupun berhenti sejenak dan memeluknya dengan ko*tol masih menancap di memeknya.

“kamu gak apa-apa kan? Bisiku sambil melumat telinganya
‘kamu jahat banget….sejak nungging tadi aku udah keluar 3 kali, perut aku sakit banget seperti kram…cepetan semburkan spermamu, aku ingin baby darimu, mas tono gak bisa ngasih…. katanya.

Ya udah, kita miring aja ya? Aku goyang dari belakang…jawabku.
Kondom dan Ring aku lepaskan dan kembali menggoyangnya…..pyek…pyek….pyekkkkk….
Suara memeknya sudah sangat amat becek sekali….aku goyang…lebih cepat…. lebih cepat…. lebih cepaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttt…….sesaat kemudian….
Saaayyyyyaaanggg….kita semprotin bareng ya…..1…..2…..3…..CROT….CROOOTTT….CROT
Aku tumpahkan spermaku didalam memeknya, sambil terus menggoyangnya pelan-pelan….

“bagaimana sayang, kamu puas apa belum??? Kataku manja
‘puas buangets….sayaaang….” jawabnya tak kalah manja sambil melumat bibirku.

Kami berpelukan mesra nan manja seakan kami adalah sepasang suami istri yang honeymoon, seakan ini kamar kami, seakan ini rumah kami…..seakan-akan tak mau lepas…..

Setengah jam kemudian dengan iringan suara bedug, kamipun membereskan kamar agar sewaktu Pak Tono pulang gak curiga apalagi tahu. Kaki Mbak Wulan tanpa aku sadari sudah sembuh dan bisa berjalan normal waktu menuju kamar mandi…..

“mbak, kakinya sudah gak sakit??? Tanyaku heran
‘udah, lumayan….. jawabnya santai sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di sebelah kebun tebu.
Hujan masih deras sederas aliran nafsuku yang masih menggebu, namun apa daya waktunya sudah mepet sebelum Pak RT datang.

Malam haripun tiba, keinginanku untuk kembali mengulang kenikmatan tadi siang kembali datang dan tak dapat aku halangi. Waktu menunjukkan Jam 19:00 tepat, satu persatu warga datang untuk memberikan sumbangan dan musyawarah bersama untuk pembuatan gardu untuk siskamling. Aku yang awalnya berniat untuk tidak datang akhirnya terpaksa datang untuk sekedar mengantar amplop yang tadi siang tidak jadi aku berikan sekaligus untuk mencari tahu situasi dan kondisi rumah Pak RT. Setengah jam berlalu dan musyawarah dimulai…. setelah aku rasa aman akupun SMS Mbak Wulan untuk mengajak ketemuan dibelakang rumah.

Tit…tit…tit….tit…. Hpku berbunyi, membawa pesan “Okey, aku ke kamar mandi…. gak tahukenapa, tapi aku kangen bangeeet….tapi jangan macam-macam ya? Banyak orang….

Tanpa membalas sms aku langsung pamit dan berjalan memutar menuju kebun tebu belakang rumahnya. Aku perkirakan ada waktu sekitar 1 jam aman untuk berkangen ria sebelum rapat Rtnya selesai. Sesampainya di depan pintu kamar mandi aku langsung membukanya dan masuk kedalam….

Sesaat kami saling pandang dan berbagi senyum….kami langsung berpelukan dan berciuman dengan penuh mesra….tanganku langsung turun kebawah, meremas pantatnya dan mengangkat jubahnya keatas….hemmmmm ternyata Mbak Wulan sudah siap tidak memakai CD….aku angkat kaki kirinya keatas bibir bak mandi dan langsung kumainkan memeknya yang ternyata sudah basah, dengan mudah 2 jariku keluar-masuk dan menari didalam memeknya….

“memek kamu sudah siap yah?? Bisikku
‘iya….buruan masukin keburu orang-orang pulang…. jawabnya singkat!
“iya….emut ko*tolku bentar yah, biar licin masuknya” kataku

Mbak Wulan langsung jongkok dan melumat kotolku dengan lahap….tanganya menggenggam kuat pangkal kotol dan mengocoknya dengan cepat…..

Ooouuuuhhhh…..buruan nungging, aku masukkan…..

ZLEEEEBBBB….ZLEEEEEEEEBBBBBB……ko*tolku memenuhi ruang di memek hangatnya, aku goyang….maju-mundur…..aku tarik kedua lenganya kebelakang untuk pegangan dan aku goyang lagi lebih cepat….lebih dalam dan teruuuuuusss……
mmm….mmm….uuuuuhhhh….. Mbak Wulan hanya bergumam tidak berani mendesah atau berteriak liar seperti tadi siang. Keringat kami bercucuran karena kami masih berpakaian lengkap hanya membuka seperlunya saja.

“mbak…kalau kita mudah kangen terus bagaimana?? Tanyaku
‘aku juga gak tahu….aku gak bisa menahanya….jawabnya dengan suara terengah menahan goyanganku.
“kemarin…yang kesini siapa Mbak? Tanyaku
‘ooo…itu Adikku, namanya Fina….awas jangan macam-macam lho Dia anak Pondokan?! Jawabnya Mbak Wulan
“enggak bakalan Mbak….justru bisa buat tutup hubungan kita, bantu PDKT ya mbak? Kalau aku jadian kan Pak RT gak curiga dengan kita….kataku
‘maksutnya? Gak usahlah…adikku gak neko2….jawabnya Mbak Wulan.
“aku gak akan neko2 juga kok Mbak….jawabku sambil terus menggenjot goyanganku.
‘buruan…aku hampi keluar….nanti sms aja…. jawabnya
“ayo semprotin bareng….1…..2…..3….CROT…CROT…CROOOOOTT T…..

Kami benar-benar nyemprot bareng dan tak sempat bermanja-manja lagi karena wakru satu jam telah usai. Aku langsung berlari menuju kegelapan malam….kegelapan kebun tebu….

Baca Juga : Cerita Hot ku: Pengalaman Ngewe Bersama Kakak Kelas ku

Hubunganku dengan Mbak Wulan tetap berjalan backstreet bahkan hingga aku lulus kuliah dan dikaruniai seorang anak yang amat cantik….secantik Ibunya….TOLONG JAGA BUAH CINTA KITA YA MBAK???? TERIMA KASIH

Wednesday, November 5, 2025

Cerita Sex ku Bersama Pria Chinese Ganteng

Diary Cerita Sex ku – Malam menunjukkan pukul setengah sepluh malam ketika aku mulai melepas semua pakaianku dan menutup tirai shower. Kubasuh sekujur tubuhku mulai dari rambut sampai ujung kaki. Kubasuh rambutku dengan sampo dibawah shower yang mengalir deras, kemudian dilanjutkan dengan membasuh seluruh bagian dari tubuhku.

Hawa kota maduna sangat semangat membuat gerah, mudah banget hanya keluar sebentar, tapi keringat sudah membanjiri tubuhku, karenanya aku malas mandi dan bersih2 sebelum makan malam. Karena pulang makan malam, pasti keringatku akan membanjiri pakaianku. Bau semerbak kecut tercium dari ujung rambutku begitu masuk kamar tadi. Uffh… kota ini indah.. sayangnya gerah. Gak beda jauh dengan kota asliku, lemper.



Entah kenapa banyak kota berbau makanan yang membuat gerah… karenanya, mandi setelah meredakan keringat selepas makan malam kuanggap sebagai pilihan bijak.. meski aku sedikit ragu nanti malam tidur ditemani oleh batuk yang mendera.

Keluar dari kamar mandi, bayangan sepi memenuhi benakku. Aku duduk di tepian ranjang kamar, memandang sedu ketiga buah ponselku. Ketiga2nya tiarap, tidak ada satupun bunyi2an yang keluar dari barang elektronik itu. Pun hp bb ku yang sudah lengkap dengan bbm, ym, facebook, forum, whatsaap. Aku meradang, mengembara ke perjalanan jauh beberapa tahun yang lalu. Dulu… waktu masih lulus kuliah, belum punya kerjaan mapan seperti sekarang, hanya punya hp jadul, itupun isinya hanya kartu m3. Tapi waktu itu ada kamu… yang tak lepas sedikitpun dari sapaan, curhatan, obrolan, meski hanya lewat sms, dan telpon di malam hari menjelang tidur. Meninabobokanku dengan suaramu yang membuatku nyaman. GOD… I’d love him soo….

Sakit menyelusuri relung hatiku. Meski aku mati2an mencintaimu, tapi kau tak pernah melihat ke arahku. Aku wanita yang tak berharga yang tidak diinginkan, hanya itu yang berdengung dalam benakku saat kau meninggalkanku demi wanita sialan itu. Aku terisak, tapi tercekat di tenggorokan. Aku wanita tangguh, tak akan kubiarkan kau menjadi majikan atas hatiku, aku pasti bisa melupakanmu dan mengalahkan rasa cintaku padamu.

Moodku melorot, apalagi jika teringat pada sosokmu. Hingga aku tak pedulikan balutan handuk yang memeluk tubuhku. Aku enggan melepasnya dan menggantinya dengan pakaian yang pantas. Toh aku sendirian di kamar malam ini. Dan malam2 sebelumnya, getirku. Dengan sayu, kuletakkan kepalaku ke bantal di ranjangku, inginku menangis, meratapi nasib sialan yang menyiksaku, memenjaraku dalam kehausan akan sentuhan lelaki brengsek. Meski aku tak pernah bisa menikmatinya. Aku hanya melakukannya untuk balas dendam, pada lelaki yang tidak pernah melihatku,.

Perlahan, aku hendak menutup mata dan tertidur, ketika terdengar suara ceklek ceklek, seperti suara orang yang berusaha membuka pintu kamarku. Aku memicingkan mataku, memasang telingaku lebar lebar, dadaku mulai berdegub kencang. Pikiranku mulai mencercau, jangan2 maling… haish, pikiran gila. Hotel ini dilengkapi dengan para security yang berjaga di depan, dan kamarku dekat dengan resto yang selalu saja ada room boy yang berlalu lalang. Tapi siapa? Aku penasaran, aku berniat mengintip lewat lubang intip di pintu pada saat tanpa aku duga, pintu kamarku terbuka lebar dan terlihat sosok asing yang mengejutkanku. Belum hilang keterkejutanku, sosok itu mulai melangkah masuk, dengan gontai, reflek aku memundurkan langkahku menjauhinya beberapa langkah. Dadaku berdegub kencang, kepanikan mulai melanda benakku, sosok di depanku, sesosok lelaki tinggi, putih, tegap, berkacamata dan Chinese. Bak seorang malaikat jantan yang ada dalam setiap imajinasiku tentang maskulinitas dan desahan setiap malamku. Tapi siapa dia? Tatapannya sayu, dia memicingkan mata, mendekatiku dan memegang daguku dengan tangan kanannya,

“hmm…. Kali ini Pardjo bertindak benar, mencari dengan matanya. Cewek yang dia siapkan untukku, benar2 menggairahkan… “ sembari matanya menilaiku mulai dari ujung wajah sampai ujung kakiku, menilai lama di be;ahan dadaku yang agak merosot karena belum sempat kukancingkan. Lelaki cina itu berbalik, mengunci pintu dengan gontai dan kembali mendekatiku.
Beberapa kesadaranku mulai kembali menjalari badanku, aku semakin melangkah mundur kebelakang.
“apa yang kamu lakukan di kamarku? Tolong keluar segera!!” kataku sedikit menekankan dengan sedikit keras. Meski sempat terlintas di benakku ingin merasakan dekapan cowok cina di depanku. Pikiran gila.. karena aku belum pernah bertemu dengannya. Apalagi mengenalnya..

Cowok itu memicingkan matanya, matanya yang sipit semakin menyipit dan entah kenapa itu membangkitkan gairahku. Tatapannya tajam,. Sayu dan menggelora, ada kehausan di mata itu. Dia berjalan semakin mendekatiku, seolah2 dia tidak mendengarku berkata keras barusan. Aku terdesak, tak ada ruangan lagi di belakangku, aku sudah menempel di tembok kamarku, tak ada lagi jalan keluar. Dia melepas kacamatanya, meletakkannya sembarangan di meja di sebelahnya. Kemudian dia menelungkupkan kedua tangannya ke tembok di belakangku, sehingga aku berada di tengah2 kedua tangannya, begitu dekat dengan dadanya, bibirnya, wajahnya, dan kehangatan tubuhnya yang memancar, seolah2 bagai listrik yang ingin mengikatku. Mengikatku mendekat ke badannya, dan melahapku mentah2.

Dadaku naik turun karena sensasi birahi dan deguban jantungku yang semakin kencang, panic, kaget, semua bercampur menjadi satu. Hidungnya mendekat ke wajahku, mencium aroma sampo yang kupakai waktu di kamar mandi tadi, dia mencium rambutku, mengendus lembut aroma sampo yang manis, membelai mukaku dengan hembusan nafasnya yang berat, aku tahu benar itu hembusan nafas yang menahan hasrat. Samar2 tercium bau alcohol dari mulutnya. Pantas dia gontai sewaktu masuk ke kamar tadi. Otakku beku, tak sempat berfikir, bagaimana dia bisa masuk, tak mampu mempersoalkan bagaimana dia bisa muncul di kamarku dalam keadaan aku setengah telanjang.

Hembusan nafasnya seakan mengajakku untuk mencumbu mulutnya, betapa jablaynya aku, begitu mudah tergoda dengan lelaki asing yang entah bagaimana bisa muncul di kamarku. Dan begitu jantannya lelaki yang menghimpit dadaku dengan dadanya sekarang. Dia mulai memiringkan kepalanya, mencoba menyapa mulutku dengan mulutnya, aku refleks memalingkan mukaku, kea rah yang berlawanan, menjauhi mulutnya. Meski ingin rasanya mencumbu mulut seksi itu.

Namun mulutnya mengikuti arah mulutku, menguncinya dengan pipinya dan memaksa bibirku untuk menerima sapuan mulutnya. Tangan kirinya memegang leher belakangku, meremas2 rambut belakang kepalaku, sementara mulutnya mulai mencari tantangan untuk mengalahkan. Tangan kanannya memeluk pinggangku dan menekan untuk menempal ke badannya. Sekedar berbasa basi, aku menahan dadanya dengan kedua tanganku. Namun erangan dan desakan bibirnya yang melumat bibirku, seakan akan tidak keberatan dengan dorongan tanganku, atau tanganku yang tak bertenaga? Namun pegangan tangan kanannya di pinggangku terasa sangat kokoh dan kuat. Aku merindukan tangan kokoh seperti itu. Tangan yang siap menahanku dan tak membiarkanku kabur barang semenit.

Bibirnya memanjakan bibirku, lidahnya bertaut dengan lidahku, bergantian, saling mengait, saling beradu, terkadang, dia menggigit lembut bibir atas, bergantian bibir bawah, dan bergantian aku yang menggigit bibir atasnya, kemudian bibir bawahnya, memagut lidahnya, mencumbu mulutnya, beradu ludah, mengenal dengan kedekatan fisik. Tanganku tak lagi menahan badannya, malahan aku mulai menjalari punggungnya dan memeluk lehernya, semakin tak ingin melepaskan ciuman cowok asing itu. Ciumannya begitu lembut, begitu manis, begitu menggairahkan.



Cerita Dewasa Tangan kirinya menelusuri leherku, meraba lembut dadaku, menyusuri balutan handukku dan menemukan ujung handukku. Menriknya dan dalam sekali tarikan, handuk meluncur dari badanku turun ke lantai. Aku telanjang. Seharusnya aku malu, aku telanjang di depan lelaki yang tidak kukenal, tapi badanku tidak mematuhi otakku. Aku menggelinjang karena gairah, tangan kirinya lekas menangkup payudara kiriku ke dalam tangannya, membelainya lembut, memainkan putingnya, membuatku gelinjatan tidak karuan. Aku paling sensitive jika dimainin putingku. Birahi memenuhi ubun2ku. Nampaknya tangannya terlatih untuk membelai wanita, tubuhku mendamba rabaannya.

Mulutnya melepas ciuman kami, menelusuri leherku dengan lidahnya, kedua tangannya mulai memainkan bongkahan pantatku, kedua tangannya menopang pantatku dan mulutnya mencumbu kedua payudaraku bergantian, menjilat lembahnya, mencium putingnya, menggigit2 mesra, mengemut dan mengenyot2nya berasa dia nenen,,, emmhh…. Itu semakin menyulut birahiku. Aku menggelinjang menahan birahi yang meluap2…

Kemudian mulutnya turun mencumbu perut dan menjilati setiap inci bagian dari perutku sembari tangannya membelai lembut ujung kaki sampai pantatku. Ciumannya turun ke bawah perut, ke ujung klitorisku, mendesak masuk dengan ujung lidahku, tanpa jijik lelaki itu menyesap2 ujung vaginaku, membuatku semakin mendesah2 dan mencambak2 rambutnya sembari menahan sensasi birahi yang merangsang seluruh indera fisikku.

Kaki kananku diangkatnya setengah, diletakkannya di pundaknya, hal ini memudahkan lidahnya menjelajahi vaginaku, menusuk2 ke dalam lubangku yang telah membengkak karena foreplaynya yang dahsyat. Dengan lihai dia memainkan birahiku, membuatku mendesah2 kea orang gila, dan untuk sesaat aku kejang, didera perasaan yang luar biasa ngilu tapi mengenakkan, mencandu, aku klimax.. menyemburkan lendir ke mulutnya, berkedut2 menahan ngilu karena big O… tubuhku melemas, lututku lemas tidak mampu menahan beban tubuhku, dengan sigap lelaki itu menopang tubuhku dan entah bagaimana caranya, aku terlentang di ranjangku, merasakan sisa sisa kelenjangan karena kenikmatan mengeluarkan lendir big O. dan saat aku tengah mengatur nafasku, sapuan kulit yang hangat dan halus, memenuhi sekujur tubuhku, rupanya saat aku mengatur nafas tadi, lelaki itu telah melepas semua bajunya, menanggalkan pakaian yang melekat di tubuhnya. Sempat kulirik bongkahan penisnya yang bergantung jantan di antara kedua pahanya. Melihatnya ngaceng, keras, membuat dadaku berdegub kencang, menahan birahi yang mulai naik kembali, apalagi lelaki itu, mulai merapatkan tubuhnya ke atas tubuhku, membelah kakiku, sehingga aku mengkangkang, bibirnya menjilati ujung vaginaku, naik ke atas perut, berputar2 di kedua lembahku, mencupang leherku, menjilati telingaku, dan berujung di bibirku. Lelaki itu mencumbu bibirku kembali, kegiatan seks yang paling aku candu, Fuccc…

Sembari vaginaku berdenyut karena ada benda asing hangat yang mulai memenuhi vaginaku. Lelaki itu mulai melakukan penetrasi pada vaginaku, kutaham sedikit perih karena perlakuan itu, dan desahanku semakin memenuhi gema di dalam ruang mulut kami yang saling bertaut, tanganku memeluk punggungku, hampir meremas punggungnya saat penetrasi. Punggungku menegang, menegak menahan desakan dari penis lelaki itu yang tak lama kemudian mulai dia mainkan maju mundur, keluar masuk, dan mulutku semakin kacau mencercau, mendesah liar karena bibirnya melepas ciuman kami, menegakkan ounggungnya mendesak mentok di ujung vaginaku.

Selang berapa lama, tubuhku mulai menegang kembali, aku semakin kuat mencengkeram punggungnya, dan dia semakin kencang memacu penisnya dan menyodokkannya mentok dan keras bersaamaan dengan klimaxku yang kedua..

“arrrgghhhh……. “ desahan kami berdua saat klimax itu datang

Badannya melemas, menghimpit badanku. Aku tak peduli, karena aku merasakan kenikmatan yang tiada terkira. Belum pernah aku merasa klimax seperti sekarang. Jantan sekali lelaki di atas tubuhku ini… keringat kami beradu, kamar ber-ac pun tak bermanfaat banyak untuk menahan keringat kami
Dan mataku pun terpejam.
Aku mengernyitkan mataku, saat sinar matahari pagi mulai menyusup ke dalam kamarku, aku mulai mengumpulkan ingatanku semalam. Masih terasa nyeri di bagian alat kelaminku, jadi semalam pasti bukan mimpi. Kuedarkan pandanganku keseluruh ruangan, tak ada makhluk hidup selain aku. Lelaki itu telah pergi. Entah kenapa aku berasa seperti kehilangan, padahal tahu namanya pun tidak.

Aku bangun dan tertegun sejenak di tepi ranjang, masih mencoba mengumpulkan kesadaranku.
Kulirik meja rias di depan kaca, ada beberapa lembar uang merah dan sebuah kartu nama. Mr. Law. Di belakang kartu nama ada serangkain no hp dan sebuah tulisan “terima kasih untuk malam yang luar biasa…”