Showing posts with label cerita seks SMU. Show all posts
Showing posts with label cerita seks SMU. Show all posts

Wednesday, November 12, 2025

Cerita Seks Pertama Kaliku PERAWAN ku Direnggut

Diary Cerita Sex ku – Aku masih duduk di kelas tiga SMP ketika bapakku memanggilku ke ruangan kerjanya, Dari kecil aku sudah terbiasa untuk hidup secara menyenangkan. Setiap keinginanku dituruti, sebagai anak bungsu, aku sangat dimanja dengan segala fasilitas. Aku mempunyai sopir pribadi yang siap mengantarkanku ke mana saja aku mau. Ayahku memberiku uang jajan yang bisa aku belikan apa saja sesukaku.Namun, ketika krismon tiba, musibah itupun tidak bisa dipungkiri oleh keluarga kami. Kami jatuh bangkrut. Itupun kami memiliki hutang pajak yang tertunggak. Sudah seminggu lamanya, tukang pajak menyatroni rumah kami dan menghutang segala berkas berkas perusahaan ayahku. Ketika aku dipanggil masuk, petugas pajak dan ayahku sedang duduk di ruang kerja. Petugas pajak itu sudah cukup tua. Kira-kira seumur ayahku, tapi matanya dengan nanar memandangi tubuhku yang termasuk bongsor. Dia tersenyum memandangku, wajahku memang termasuk lumayan, maklum dengan tampang orientalku yang klasik, banyak yang mengincarku. Termasuk petugas pajak bernama Pak Anto yang duduk di hadapanku. Cerita Perkosaan

Ayahku secara panjang lebar menceritakan kesulitannya yang dihadapinya dan bagaimana Pak Anto menawarkan bantuannya untuk mengurangi hutang pajak yang tertunggak kepadanya. Tapi untuk itu ada harga yang sangat mahal. Masalahnya, ayahku sedang tidak memiliki uang sama sekali. Sedangkan bila hutang pajak itu tidak diselesaikan, ayahku akan dimasukkan ke penjara. Pak Anto berkata, bisa dibayar asal aku mau memberikan keperawananku kepadanya. Ayahku hanya tertunduk saja. Aku sangat kaget karena mendengar hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan.



Setelah dijelaskan secara panjang lebar, akupun menuruti perintah ayah. Secara gontai, dia meninggalkan kami berdua keluar dari kamar kerja. Saat itu, aku mengenakan t-shirt dan rok mini. Pak Anto secara perlahan mulai mengelus tanganku. Aku hanya bisa memejamkan mata. Dia mulai berani dan mengelus rambutku, tiba-tiba aku mencium bau rokok, ternyata Pak Anto mulai menciumi bibirku. Aku tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang besar telah menimpa tubuhku yang kecil. Ciumanpun turun ke dadaku yang membusung. Tangannya secara perlahan meraba betis dan naik ke pahaku.

Secara perlahan, rokku di kibaskan dan aku merasa kemaluanku dipermainkan oleh jarinya. Aku hanya bisa berteriak kecil ketika jarinya menusuk alat kemaluanku dan tak lama kemudian alat kemaluankupun menjadi basah. Tiba-tiba Pak Anto berdiri dan membuka celananya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika dia memaksa memasukkan alat kemaluannya ke mulutku. Aku mencoba berontak, tapi apa daya? Bau sekali penisnya tapi aku teringat akan nasib ayahku yang saat ini sedang berada di tanganku, mengingat hal itu, aku mencoba merubah sikapku dari pasif menjadi aktif. Aku tidak ragu lagi melahap penis Pak Anto yang besar itu dengan mulutku. Kukulum dan kuhisap seperti orang ahli. Dia memegang kepalaku seakan tidak mau penisnya keluar dari mulutku.Setelah puas, dia memaksaku membuka celana dalamku. Akupun hanya bisa telentang ketika lidahnya memainkan clitorisku. Aku hanya bisa merem-melek keasyikan, baru kali ini rasanya aku merasakan kenikmatan yang begitu dahsyat. Tak lama kemudian, tak hanya lidah saja yang berbicara.

Baca juga: Diary Cerita Sex ku: Ngewe Bersama Teman Kakak Kelas Sekolahku

Rupanya Pak Anto tidak sabar lagi untuk mencoba vaginaku yang masih perawan. Aku menjerit kecil ketika aku merasakan penisnya yang besar memasuki vaginaku untuk pertama kalinya. Aku hanya bisa mengaduh kesakitan ketika dia dengan ganasnya melahap keperawananku. Setelah bosan dengan posisi itu, dia memaksaku dengan posisi menungging dan dia menghantamku dari belakang. Aku hanya bisa memejamkan mata antara menikmati dan kesakitan.

Diapun berganti posisi dan duduk di bangku dan aku disuruhnya untuk duduk di atasnya, dengan posisi duduk, aku memiliki kendali atas dirinya dan entah kenapa aku telah lepas kendali, sehingga aku menggoyangkan penisnya dengan cepat sekali, dia tidak tahan lagi dan akupun dipaksa untuk menjilati air maninya, rasanya aneh. Tapi karena aku disuruh telan, akupun tanpa pikir panjang menelannya.

Selesai tugasku untuk membantu ayahku dan selesai pula pengalaman seks pertamaku dengan seorang petugas pajak yang sebenarnya lebih pantas menjadi ayahku. Apa mau dikata. Akupun tidak tahu apakah aku harus menyesal atau menikmati kejadian tersebut. Rasanya aku jadi ketagihan juga sih.

Friday, October 10, 2025

Aku Ajari Seks Shinta yang Polos

Cerita seks - Kadang juga ada truk atau pick up yang berbaik hati untuk mengantar dengan arah yang sama menuju ke masing masing sekolah , tak hayal juga kendaraan lainnya tidak mau berhenti karena jumlahnya yang berkelompok dan berjumlah puluran orang.

Saat itu aku hari senin aku agak terlambat untuk berangkat ke kantor yaitu pukul sudah menunjukan 06.50 wib, tak apalah karena semalam ada acara bola yang seru, ku keluarkan mobilku dan bergegas untuk berangkat kekantor, hari itu tak seperti biasanya karena sepanjang jalan yang aku biasanya lalui agak sepi, mungkin karena anak sekolah sudah mendapatkan kendaraan.

Saat perjalananku mencapai ujung desa Bedulan (tempat ini pasti dikenal oleh semua orang karena sering terjadi tawuran antar desa sampai saat ini), kulihat ada seorang anak sekolah perempuan yang melambai-lambaikan tangannya. Setelah kulihat di belakangku tidak ada kendaraan lain, aku mengambil kesimpulan kalau anak sekolah itu berusaha mendapatkan tumpangan dariku dan karena dia seorang diri di sekitar situ maka segera kuhentikan kendaraanku serta kubuka kacanya sambil kutanyakan, “Mau ke mana dik?”.

Kulihat anak sekolah itu agak cemas dan segera menjawab pertanyaanku, “Pak boleh saya ikut sampai di SMA situ pak, dari tadi kendaraan umum penuh terus dan saya takut terlambat?, dengan wajah yang penuh harap. “Yaa…, OK lah.., naik cepat”, kataku. “Terima kasih paak”, katanya sambil membuka pintu mobilku.

Jarak dari sini sampai di sekolahnya kira-kira 10 Km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan, sehingga aku tahu kalau dia itu duduk di kelas 3 SMU di tersebut dan bernama Shinta Tinggi badannya kira-kira 155 cm, Shintana kulitnya bisa dibilang agak hitam bersih dan tidak cantik tapi manis dan menarik untuk dilihat, entah apanya yang menarik, mungkin karena matanya agak sayu.

Tidak terlalu lama, kendaraanku sudah sampai di daerah tersebut dan Shinta segera memberikan aba-aba. “Ooom…, sekolah saya ada di depan itu”, katanya sambil jarinya menunjuk satu arah di kanan jalan. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku Shinta mengucapkan terima kasih. Sambil turun dari mobil, Shinta masih sempat bertanya, “Oom…, besok pagi saya boleh ikut lagi.., nggak Oom, lumayan Oom…, bisa naik mobil bagus ke sekolah dan sekalian menghemat ongkos.., boleh yaa.. Oom?”.

cerita-seks-bersama-shinta-yang-polos
cerita seks gambar Aku Ajari Seks Shinta yang Polos
Aku tidak segera menjawab pertanyaan itu, tapi kupandangi wajahnya, lalu kujawab, “Boleh boleh saja Shinta ikut Oom, tapi jangan bergerombol ikutnya yaa”. “Enggak deh Oom, saya cuma sendiri saja kok selama ini”. Setiap pagi sewaktu aku mencapai desa itu, Shinta sudah ada di pinggir jalan dan melambaikan tangannya untuk menghentikan mobilku.

Dalam setiap perjalanan dia makin lama makin banyak bercerita soal keluarganya, kehidupannya di desa, teman-teman sekolahnya dan dia juga sudah punya pacar di sekolahnya. Ketika kutanya apakah pacarnya tidak marah kalau setiap hari naik mobil orang, Shinta bilang tidak apa-apa tapi tanpa ada penjelasan apapun, sepertinya dia enggan menceritakan lebih jauh soal pacarnya. Shinta juga cerita bahwa selama ini dia tidak pernah kemana-mana, kecuali pernah dua kali di ajak pacarnya piknik ke daerah wisata di Kuningan.

Seminggu kemudian di hari Jum’at, waktu Shinta akan naik di mobilku kulihat wajahnya sedih dan matanya bengkak seperti habis menangis dan Shinta duduk tanpa banyak bicara. filmbokepjepang.net Karena penasaran, kusapa dia, “Shinta, habis nangis yaa…, kenapa..? coba Shinta ceritakan.., siapa tahu Oom bisa membantu”. Shinta tetap membisu dan sedikit gelisah. Lama dia diam saja dan aku juga tidak mau mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan, tetapi kemudian dia berkata, “Oom, saya habis ribut dengan Bapak dan Ibu”, lalu dia diam lagi.

“Kalau Shinta percaya pada Oom, tolong coba ceritakan masalahnya apa, siapa tahu Oom bisa membantu”, kataku tetapi Shinta saja tetap membisu.

Ketika mobilku sudah mendekati sekolahnya, tiba-tiba Shinta berkata, “Oom…, boleh nggak Shinta minta waktu sedikit buat bicara di sini, mumpung masih belum sampai di sekolah”. Mendengar permintaannya itu, segera saja kuhentikan mobilku di pinggir jalan dan kira-kira jaraknya masih 2 Km dari sekolahnya.

“Ada apa Shinta…?”, Kataku. Shinta tetap diam dan sepertinya ada keraguan untuk memulai berbicara.”Ayoo…, lah Shinta (sebenarnya pengarang penuliskan tiga harus terakhir dari namanya, tapi terpaksa oleh Yuri diganti jadi 3 huruf terdepan), jangan takut atau ragu…, ada apa sebenarnya”, tanyaku lagi.

“Begini…, Oom, kata Shinta”, lalu dia menceritakan bahwa tadi malam dia minta uang kepada orang tuanya untuk membayar uang sekolahnya yang sudah tiga bulan belum dibayar dan hari ini adalah hari terakhir dia harus membayar, karena kalau tidak dia tidak boleh mengikuti ulangan.

Orang tuanya ternyata tidak mempunyai uang sama sekali, padahal uang sekolah yang harus dibayar itu sebesar 80 ribu rupiah. Alasan orang tuanya karena panen padi yang diharapkan telah punah karena hujan yang terus menerus. Dan katanya lagi orang tuanya menyuruh dia berhenti sekolah karena tidak mampu lagi untuk membayar uang sekolah dan mau dikimpoikan dengan tetangganya.

Aku tetap diam untuk mendengarkan ceritanya sampai selesai dan karena Shinta juga terus diam, lalu kutanya, “Teruskan ceritamu sampai selesai Shinta”. Dia tidak segera menjawab tapi yang kulihat airmatanya terlihat menggenang dan sambil mengusap air matanya dia berkata, “Oom, sebetulnya masih banyak yang ingin Shinta ceritakan, tapi saya takut nanti Oom terlambat ke kantornya dan Shinta juga harus ke sekolah, serta lanjutnya lagi…, kalau Oom ada waktu dan tidak keberatan, saya ingin pergi dengan Oom supaya saya bisa menceritakan semua masalah pribadi saya”.

Setelah diam sejenak, lalu Shinta berkata lagi, “Oom, kalau ada dan tidak keberatan, saya mau pinjam uang Oom 80 ribu untuk membayar uang sekolah dan saya janji akan mengembalikan setelah saya dapat dari orang tua saya”. Mendengar cerita Shinta walaupun belum seluruhnya, hatiku terasa tersayat dan segera kurogoh dompetku dan kuambilkan uang 200 ribu dan segera kuberikan padanya.

“Lho Oom, kok banyak benar…, saya takut tidak dapat mengembalikannya”, katanya sambil menarik tangannya sebelum uang dari tanganku dipegangnya.”Shinta.., ambillah…, nggak apa-apa kok, sisanya boleh kamu belikan buku-buku atau apa saja…, saya yakin Shinta membutuhkannya”, dan segera kupegang tangannya sambil meletakkan uang itu ditangannya dan sambil kukatakan, “Shinta.., ini nggak usah kamu beritahukan kepada siapa-siapa, juga jangan kepada orang tuamu…, dan Shinta nggak perlu mengembalikannya”.

Belum selesai kata-kataku, tiba-tiba saja dari tempat duduknya dia maju dan mencium pipi kiriku sambil berkata, “Terima kasih banyak Oom.., Oom.. sudah banyak menolong saya”. Aku jadi sangat terkesiap dan berdebar, bukan karena mendapat ciuman di pipiku, tapi karena tangan kiriku tersentuh buah dadanya yang terasa sangat empuk sehingga tidak terasa penisku menjadi tegang dan sementara Shinta masih mencium pipiku, kugunakan tangan kananku untuk membelai rambutnya dan kucium hidungnya.

“Ayoo…, Shinta…, sudah lama kita di sini, nanti kamu terlambat sekolahnya”.Shinta tidak menjawab tapi kulihat dikedua matanya masih tergenang air matanya. Ketika sudah sampai di depan sekolahnya sambil membuka pintu mobil, Shinta berkata, “Oom.., terima kasih yaa.. Ooom dan kapan Oom ada waktu untuk mendengar cerita Shinta”.


“Kalau besok gimana..?, kataku.

“Boleh.., oom”, jawabnya cepat.

“Lho…, besok kan masih hari Sabtu dan Shinta kan harus sekolah”, jawabku.

“Sekali-kali mbolos kan nggak apa apa Oom…, hari Sabtu kan pelajarannya tidak begitu padat dan kurang penting”, kata Shinta.

“Oklah…, kalau begitu…, Shinta, kita ketemu besok pagi ditempat biasa kamu menunggu”.

Dalam perjalanan ke kantor setelah Shinta turun, masalah Shinta terasa mengganggu pikiranku sehingga tidak terasa aku sudah sampai di kantor. filmbokepjepang.net Sebelum pulang kantor, aku izin untuk tidak masuk besok Sabtu pada Bossku dengan alasan akan mengurus persoalan keluarga di Kuningan. Demikian juga waktu malamnya kukatakan pada istriku kalau aku harus ke Jakarta untuk urusan kantor dan kalau selesainya telat terpaksa harus menginap dan pulang pada hari Minggu.

Besok paginya dengan berbekal 1 stel pakaian yang telah disiapkan oleh Istriku, aku berangkat dan sampai di tempat yang biasa, kulihat Shinta tetap memakai baju seragam sekolahnya. Setelah dia naik ke mobil, kembali kulihat matanya tetap seperti habis menangis.

Lalu kutanya, “Shinta…, habis perang lagi yaa?, soal apa lagi?”.

“Oom, ceritanya nanti saja deh”, katanya agak malas.

cerita-seks-bersama-shinta-yang-polos
cerita-seks-bersama-shinta-yang-polos
“Kita mau kemana Oom?”, Tanyanya.

“Lho…, terserah Shinta saja.., Oom sih ikut saja”.

“Oom…, saya kepingin ke tempat yang agak sepi dan nggak ada orang lain…, jadi kalau-kalau Shinta nangis, nggak ada yang melihatnya kecuali Oom”.

Sambil memutar mobilku kembali ke arah Cirebon, aku berpikir sejenak mau ke tempat mana yang sesuai dengan permintaan Shinta, dan segera teringat kalau di pinggiran kota Cirebon yang ke arah Kuningan ada sebuah lapangan Golf dan Cottage CPN.

Segera saja kukatakan padanya, “Shinta… Tempat yang sesuai dengan keinginanmu itu kayaknya agak susah, tapi…, bagaimana kalau kita ke CPN saja..?”.

“Dimana itu Oom dan tempat apaan?”,tanya Shinta.

Aku jadi agak susah menjelaskannya, tapi kujawab saja, “Tempatnya sih nggak jauh yaitu sedikit di luar Cirebon dan…, begini saja deh.., Shinta.., kita ke sana dulu dan kalau Shinta kurang setuju dengan tempatnya, kita cari tempat lain lagi”. Setelah sampai di tempat dan mendaftar di receptionist serta memesan minuman ringan serta mengambil kunci kamarnya, segera aku kembali ke mobil dan kutanyakan pada Shinta–“gimana Shinta.., kamu mau disini..?, lihat saja tempatnya sepi (maklum saja masih pagi-pagi. Receptionistnya saja seperti terheran-heran, sepertinya berfikir kok ada tamu pagi-pagi sekali dan nomor mobilnya bukan dari luar kota).

Setelah mobil kuparkir di depan KAMAR, sebelum turun kutanya dia kembali, “Shinta…, gimana.., mau di sini? atau mau cari tempat lain?”. Shinta tidak segera menjawab pertanyaanku, tapi dia ikut turun dari mobil dan mengikutiku ke arah pintu kamar motel. Segera setelah sampai di dalam, dia langsung duduk di tempat tidur sambil memperhatikan seluruh ruangan.

Karena kulihat dia tetap diam saja, aku jadi merasa tidak enak dan segera kudekati dia yang masih tetap duduk di pinggiran tempat tidur dan sambil agak berlutut, kucium keningnya beberapa saat dan tiba-tiba saja Shinta memelukku dan terdengar tangisan lirih sambil terisak-isak. Sambil masih memelukku, kuangkat berdiri dari duduknya dan kuelus-elus rambutnya, sambil kucium pipinya serta kukatakan, “Shinta coba tenangkan dirimu dan ceritakan semua masalah mu pada Oom…, siapa tahu Oom bisa membantumu dalam memecahkan masalahmu itu”.

Shinta masih saja memelukku tapi senggukan tangisnya mulai mereda. Beberapa saat kemudian kubimbing dia ke arah tempat tidur dan perlahan kutelentangkan Shinta di tempat tidur dan kurangkulkan tangan kiriku di bahunya dan kupandangi wajahnya, sambil kukatakan, “Shinta cobalah ceritakan masalahmu itu dan biar Oom bisa mengetahui permasalahanmu itu”.

Shinta tetap diam saja dan memejamkan matanya, tapi tak lama kemudian, sambil menyeka air matanya dia membuka matanya dan memandang ke arahku yang jaraknya antara wajahnya dan wajahku sangat dekat sekali. “Oom…”, katanya seperti akan memulai bercerita, tapi lalu dia diam lagi. “Shinta…”, kataku sambil kucium pipinya dan kuusap-usapkan jari tangan kananku di rambutnya, “cerita lah”.

Lalu Shinta mulai bercerita dan dia menceritakan secara panjang lebar soal kehidupan keluarganya yang miskin, dia anak pertama dari 3 bersaudara, tentang pacarnya di sekolah tapi lain kelas yang sudah 2 tahun pacaran dan sekarang sudah meninggalkan dia karena mendapatkan pacar baru di kelasnya dan dia juga menceritakan kalau orang tuanya sudah menjodohkan dengan tetangganya yang sudah punya istri dan anak, tapi kaya dan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Shinta dan dia harus segera berhenti dari sekolahnya karena akan dikimpoikan pada bulan Maret akan datang.

Shinta katanya kepingin sekolah dulu dan belum pingin kimpoi, apalagi kimpoi dengan orang yang sudah punya Istri dan anak. Shinta punya keinginan mau lari dari rumahnya, tapi tidak tahu mau ke mana. Shinta juga menceritakan bahwa sebetulnya dia masih cinta kepada kawan sekolahnya itu, apalagi dia sudah telanjur pernah tidur bersama sewaktu piknik ke Kuningan dulu, walaupun katanya dia tidak yakin kalau punya pacarnya itu sudah masuk ke vaginanya apa belum, karena belum apa-apa sudah keluar katanya.

“Jadi…, gimana.., Oom.., apa yang harus saya perbuat dengan masalah ini, katanya setelah menyelesaikan ceritanya.

“Shinta”, kataku sambil kembali kuelus-elus rambutnya dan kucium pipinya di dekat bibirnya.

“Shinta…, masalahmu kok begitu rumit, terutama persoalan lamaran tetanggamu itu. Begini saja Shinta…, sebaiknya kamu minta kepada orangtuamu untuk menunda perkimpoian itu sampai kamu selesai sekolah. Bilang saja…, kalau ujian SMA-mu hanya tinggal beberapa bulan lagi”.

“Katakan lagi…, sayang kalau biaya yang telah dikeluarkan selama hampir tiga tahun di SMA harus hilang percuma tanpa mendapatkan Ijasah. Shinta…, sewaktu kamu mengatakan ini semua, jangan pakai emosi, katakan dengan lemah lembut, mudah-mudahan saja orang tuamu mau mengerti dan mengundurkan perjodohanmu dengan tetanggamu itu”.

“Kalau orang tuamu setuju, jadi kamu bisa konsentrasi untuk menyelesaikan sekolahmu dan yang lainnya bisa dipikirkan kemudian”.

Setelah selesai memberikan saran ini, lalu kembali kucium pipinya seraya kutanya…, “Shinta…, bagaimana pendapatmu dengan saran Oom ini?”.



Seraya saja Shinta bangkit dari tidurnya dan memelukku erat-erat sambil menciumi pipiku dan berkata, “Ooom…, terima kasih.., atas saran Oom ini…, belum terpikir oleh saya sebelumnya hal ini…, Oom sangat baik terhadap Shinta entah bagaimana caranya saya membalas kebaikan Oom”, dan terasa air matanya menetes di pipiku.

Setelah diam sesaat, kembali kurebahkan badan Shinta telentang dan kulihat dari matanya yang tertutup itu sisa air matanya dan segera kucium kedua matanya dan sedikit demi sedikit cimmanku kuturunkan ke hidungnya dan terus turun ke pipi kirinya, setelah itu kugeser ciumanku mendekati bibirnya. Karena Shinta masih tetap diam dan tidak menolak, keberanianku semakin bertambah dan secara perlahan-lahan kugeser ciumanku ke arah bibirnya, dan tiba-tiba saja Shinta menerkam dan memelukku serta mencari bibirku dengan matanya yang masih tertutup.

Aku berciuman cukup lama dan sesekali lidahku kujulurkan ke dalam mulutnya dan Shinta mengisapnya. Sambil tetap berciuman, kurebahkan badannya lagi dan tangan kananku segera kuletakkan tepat di atas buah dadanya yang terasa sangat kenyal dan sedikit kuremas. Karena tidak ada reaksi yang berlebihan serta Shinta bukan saja mencium bibirku tapi seluruh wajahku, maka satu persatu kancing baju SMU-nya berhasil kulepas dan ketika kusingkap bajunya, tersembul dua bukit yang halus tertutup BH putih tipis dan ukurannya tidak terlalu besar.

Cerita Sex Ketika kucoba membuka baju sekolahnya dari tangan kanannya, Shinta kelihatannya tetap diam dan malah membantu dengan membengkokkan tangannya. filmbokepjepang.net Setelah berhasil melepas baju dari tangan kanannya, segera kucari kaitan BH-nya di belakang dan dengan mudah kutemukan serta kulepaskan kaitannya, sementara itu kami masih tetap berciuman, kadang dibibir dan sesekali di seluruh wajah bergantian.

BH-nya pun dengan mudah kulepas dari tangan kanannya dan ketika kusingkap BH-nya, tersembul b*******a Shinta yang ukurannya tidak terlalu besar tapi menantang dan dengan p****g susunya berShintana kecoklatan. Dan dengan tidak sabar dan sambil meremas pelan p******a kanannya, kuturunkan wajahku menyelusuri leher dan terus ke bawah dan sesampainya di payudaranya, kujilati p******a Shinta yang menantang itu dan sesekali kuhisap p****g susunya, sementara Shinta meremas-remas rambutku seraya terdengar suara lirih, “aahh…, aahh…, ooomm…, ssshh…, aahh”.

Aku paling tidak tahan kalau mendengar suara lirih seperti ini, serta merta penisku semakin tegang dan kugunakan kesempatan ini sambil tetap menjilati dan menghisap p******a Shinta, kugunakan tangan kananku untuk menelusuri bagian bawah badan Shinta Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus-elus vaginanya, terasa sekali ada bagian CD yang basah.

Sambil masih tetap menjilati p******a Shinta, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping CD-nya untuk mencari bibir vaginanya dan ketika dapat dan kuelus, badan Shinta terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar, “aahh…, ssshh…, ssshh…, aahh”. Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara Shinta mengerang lirih seperti itu. Segera kulepas tanganku yang ada di vaginanya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di Rok sekolahnya untuk segera kulepas. Bersambung...

Wednesday, October 8, 2025

Cerita Seks Pacarku yang Hot Sejak SMU

Cerita Seks Sebut saja nama aku Rinti. Aku tertarik‘ tuk membagi pengalaman aku pada pembaca Cerita Seks Asli. Saat ini aku kuliah di akademi besar swasta di Bandung. Pengalaman ini aku natural 1 tahun yang kemudian tepatnya Oktober 2017.

Cerita Sex Terlengkap 2018 Aku tercantum anak yang pandai berteman. Tetapi sayang mayoritas sahabat aku di kuliahan rata- rata laki- laki. Perihal ini disebabkan pacar aku 1 kelas dengan saya. Jadi susah buat memandang kesana serta kesini. Aku pacaran pacar aku( sebut saja namanya Ina) dikala itu nyaris 5 tahun, tetapi saat ini kita udah putus.

Kami pacaran dari SMU, serta ikatan suami- istri telah kerap kami jalani. Sampai sesuatu dikala pada bulan september aku berjumpa dengan sahabat lama di sma serta satu kuliahan dengan aku. Sebut saja namanya Ziya. Dikala smu Ziya tercantum anak yang sangat menawan di sekolah. Sesuatu kebanggaan untuk kalangan laki- laki bila sukses bergaul terlebih jadi pacarnya. Tetapi cuma orang- orang tertentu saja yang dapat jadi temannya. Dalam bergaul dia senantiasa memilih- milih, terlebih dalam jadi pacar. Dikala itu juga saya tidak sukses jadi temannya.


Normal bila ia tidak ingin bergaul dengan ku sebab saya cuma laki- laki biasa yang memiliki tampang biasa pula. Ziya merupakan wanita idola disekolah kami. Nyaris seluruh anak dari kelas 1- 3 memahami ia. Ia tercantum anak orang kaya serta pintar. Jika dibilang dimensi badannya nyaris mendekati sempurna ditambah dengan terdapatnya tahi lalat di dasar bibir. Bibirnya tipis serta dimensi dadanya juga estimasi kira- kira 34B. ditambah dengan tubuhnya yang sempurna serta kulitnya yang kuning bersih.

Peristiwa ini terjalin pada dini september, dikala aku bersama dengan Ina hendak makan siang di balik kampus. Tidak terencana kami berdua berpapasan dengan Ziya. Kami juga senyum duluan serta setelah itu dibalas dengan senyuman serta perkataan oleh Ziya.“ Masih awet yah dari sma”? katanya. Kami cuma membalas perkataan ia dengan senyuman saja. Memandang body nya yang aduhai membuat aku mau mempunyai ia, tetapi mana bisa jadi pikir ku.

Keesokan harinya aku terlambat kuliah serta tidak diijinkan masuk oleh dosen, sebab aku terlambar lebih dari 15 menit. Dengan jengkel aku memaki- maki dosen dalam hati, sebab jarak dari rumah ke kuliahan lumayan jauh. Tidak terencana kala turun dari tangga aku memandang Ziya lagi duduk di teras sendirian. Dikala itu aku memberanikan diri buat menyapa ia, mumpung gak terdapat Ina. Aku langsung duduk disebelah Ziya serta mengatakan,“ ga terdapat kuliah Zi”? tanyaku. Ziya langsung menanggapi“ ga terdapat dosen tuh”?“ kalian sendirian, mana Ina”? tanya ia.“ ga terdapat, saya sendirian”. Dikala itu ga terencana saya ngelihat ke bagian dadanya sebentar. Ya ampun, antara kancing atas serta bawahnya sedikit kebuka serta nampak wujud dadanya yang kuning bersih. Dikala itu saya langsung memandang wajahnya lagi sembari jantung ini berdetak lebih keras, serta kamipun melanjutkan pembicaraan kira- kira 1/ 2 jam lamanya.

Sehabis itu aku masuk kuliah jam 09. 30. Di dalam kelas aku tidak dapat kosentrasi belajar, benak senantiasa tertuju pada muka serta dada Ziya yang kenyal. Dalam hati ku berfikir, gimana triknya tuk dapatin Ziya serta bodinya. Sepanjang 1 jam saya berfikir terus, serta saya mulai bisa ilham tuk deketin ia. Sehabis itu kususun rencana serapi bisa jadi supaya gak nampak kalo seluruh itu telah saya atur.

Kembali kuliah gak terencana saya ketemu dengan Ziya. Ia lagi memandang papan pengumuman. Saya diam sebentar sebab ku akui saya pula grogi separuh mati. Sehabis agak tenang sedikit saya mulai mendekati ia.“ Hei, lagi mengapa?” tanyaku.“ hei, ketemu lagi, lagi liat pengumuman nih.” Jawab ia.“ eh Zi, tau gak jalur pasir pogor dimana?” tanyaku. Sesungguhnya saya telah ketahui dimana jalur pogor itu. Terencana saya seleksi jalur itu sebab jalur pasir pogor melewati rumahnya dahulu.

“ Kalo ga salah di deket Ciwastra deh? Emang mo mengapa kesana?” jawab ia. Wah kena pula nih, pikir ku.“ mo ketemu temen saya di situ, Hanya ga tau jalannya kemana. Kalo ga salah rumah kalian di wilayah Ciwastra kan?” pancing saya.“ iya, emang mengapa?”“ Anterin donk kesana, ntar saya anter balik dech ke rumah kalian”.“ gimana yah, soalnya temenku terdapat yang mo nganterin balik, tetapi ya udah dech saya ngomong bentar ama temen saya, kalian tunggu aja di kopma yah?” jawab ia. Wuihh, rencana ku sukses nih.

Tidak hingga 10 menit Ziya mendatangi ku yang lagi duduk bersama temenku.“ mari, ingin balik saat ini?” dengan gesit saya berdiri serta berangkat bersamanya. Temanku cuma bengong, sebab tidak menyangka saya hendak jalur bareng ama Ziya. Kami berangkat mengarah tempat parkir mobil, sebab saya dikala itu mengenakan mobil Feroza.

Di tengah ekspedisi kami cuma berdialog menimpa masa sma serta menimpa ina. Tetapi tiap pembicaraan menuju pada Ina, saya senantiasa bilang kalo saya telah putus dari Ina. Serta saya bilang ama Ziya biar jangan ungkit- ungkit permasalahan Ina lagi. Mobil terencana kuperlambat biar saya bisa bicara lebih lama dengan ia. Serta dikala itu, kancing pakaian atasnya terbuka serta ia duduk sembari miring ke pintu mobil. Sehingga kelihatanlah BH nya yang bercorak gelap. Aduh ma, ucapku. Ngga terasa kontolku telah membeku. Ku coba diam sejenak, sebab jika salah sedikit sikapku hingga kandas pula tuk dapetin bodinya.

Sehabis ditunjukin jalur pasir pogor, saya juga mengantarnya balik. Sesampai nya didepan pintu rumah yang cukup elegan, dia mengatakan sembari tersenyum.“ makasih yah, dah mo nganterin. Mo masuk dahulu ga ke rumah?” wah peluang nih pikirku. Tetapi rencana sih wajib senantiasa kujalanin.“ ga deh Zi, makasih. Lain kali aja yah, saya mesti ke pasir pogor lagi nih. Oh ya, esok balik jam berapa? Bareng ayo?” pancing saya.“ Esok saya balik jam 9. 30, ya udah kalo ingin nganterin tungguin di papan pengumuman esok yah?” wah, rencana awal saya berhasil nih. Tinggal jalanin rencana ke 2.

Besoknya saya telah stand by di papan pengumuman. Serta tidak lama setelah itu Ziya tiba menghampiriku.“ mo nganterin lagi nih, kalo ingin saat ini aja”, tanyanya.“ mari dech saat ini aja”. Jawabku. Dalam hati ini pula deg- degan banget. Bukan sebab ingin jalur ama Ziya, tetapi khawatir ketahuan ama Ina. Wah dapat berabe nih urusan kalo ketahuan. Kesimpulannya kamipun kembali samaan. Di tengah ekspedisi kembali kami ngobrol hingga terbahak- bahak. Memanglah saya pintar buat membuat orang lain ketawa, serta kuakui seperti itu kelebihan ku dalam menaklukan hati perempuan. Ditengah tawa kami akupun mulai bertanya kesukaan ia? Dikala itu terpikir oleh ku buat mengajak ia berenang, sebab dengan berenanglah saya bisa memandang bodinya secara langsung. Memanglah Ziya sepanjang di smu tidak sempat 1 kali juga turut pelajaran berenang, entah mengapa?“ ingin kemana lagi ntar habis nganterin saya?”“ Saya ingin berenang nih Zi, kalian dapat berenang gak?” pancing saya.“ gak dapat nih” jawab ia.

“ Ya udah, kalian ingin berenang samaan ga ama saya, ntar saya ajarin dech” jawab saya.“ tetapi saya gak memiliki pakaian renang, soalnya saya gak suka renang sih”! Katanya.“ yah kalian cari dahulu donk, ntar kalo ga terdapat kan beda urusannya lagi, jadi esok jam 2 sore yah?” tanyaku.“ iya deh jam 2 sore jemput saya di rumah yah” jawabnya. Setelah itu saya anterin ia balik kerumahnya. Setelah itu saya cuma tertawa kecil serta menggumam,“ udah kena perangkap saya nih, tinggal rencana ke 3 nih esok. Wah, udah kebayang wujud dadanya, pahanya serta sentuhan tangannya dikala saya ajarin ia berenang esok, terlebih tangannya di tumbuhin bulu- bulu halus”.

Besoknya kamipun berangkat berenang samaan ke pemandian Cipaku. Dikala ubah pakaian saya telah membayangkan wujud dadanya, pahanya yang putih serta lain- lainlah benak ku dikala itu. Dikala ketemu hati ku langsung berdetak lebih kencang, sebab Ziya yang terdapat di depanku saat ini lagi mengenakan pakaian renang. Serta dadanya mulai nampak sedikit menyembul ditambah dengan pahanya yang indah banget. Suerr, kontolku dikala itu langsung tegang terlebih ia menggandeng tanganku mengarah tempat penyimpanan tas di samping kolam renang.

Setelah itu saya juga langsung masuk ke kolam renang serta disusul oleh ia. Serta dikala itu mulai saya mengajari ia sebatas saya dapat. Dikala memegang tangannya terasa jantung berdetak lebih kilat. Tangannya halus banget. Ditambah senyuman bibirnya yang tipis serta merah. Nyaris 1/ 2 jam saya mengajari ia berenang. Tetapi kontol ini masih tegang terus. Pada dikala saya lagi mengajari ia berenang tidak senggaja ia menyenggol batang kemaluanku sebab dikala itu saya lagi mengajari ia style katak. Saya malu banget, sebab khawatir dipikir Ziya, belom apa- apa telah tegang duluan. Tetapi saya coba buang benak itu jauh- jauh.

Dikala itu saya telah tidak dapat mengatur diri lagi. Dengan terencana dikala ia nyaris tenggelam terencana saya peluk serta dekatkan kontolku di depan ataupun di balik ia. Serta dengan terencana pula saya berupaya supaya tanganku sekali- kali menimpa dadanya ia. Rencana ku sukses, kami terus menjadi akrab saja. Tetapi saya ngga ketahui, apa bisa jadi dia suka ama saya, ataupun cuma sebatas sahabat. Kami berenang nyaris 2 jam.

Setelah itu saya terlebih dulu mengajaknya kembali sebab hari nyaris malem jam 6 malam. Kami makan di hoka- hoka bento yang terdapat di jalur setia budi. Serta dalam ekspedisi kembali juga kami masih tertawa bersama. Dalam hatiku mengatakan, sebentar lagi kalian masuk dalam dekapan ku Zi! Sesampainya di rumah Ziya, dia mengajak saya masuk biar minum the dulu. Peluang ini tidak ku sia- siakan lagi. Inilah rencana akhirku. Saya masuk serta duduk disebelah ia sembari posisi 1/ 2 tidur. 15 menit kami mengobrol. Otak ku berbalik terus dikala kami ngobrol bersama. Dalam benak ku, gimana saya bisa memegang ia, sebaliknya dari Ziya tidak terdapat sinyal sama sekali pada ku.

Hingga jam 7. 20 saya masih terdiam. Hingga sesuatu dikala Ziya bertanya padaku.“ maaf yah kalo ini nyakitin kalian, hanya saya ingin nanya. Mengapa kalian kok dapat hingga putus dari Ina, kan ia orang nya baik banget”. Wah dengan persoalan itu saya mulai bisa ilham lagi.“ ga tau deh Zi, saya pula bimbang. Saya ngerasa kita ngga sesuai lagi dech”. Kataku. Dengan perasaan pilu saya coba genggam tangan ia sembari mengatakan,” tetapi kalian jangan bilang siapa- siapa kalo saya sama Ina udah putus yah, please..” Ya ampun saya deg- degan banget dikala itu, tetapi saya coba berlagak tenang. Ia hanya diam dikala saya pegang tangannya.“ Tenang aja kok, saya dapat jaga rahasia”.

Nafsu ku telah tidak terkontrol lagi, terlebih ruang tamu dikala itu terutup rapat. Serta dikala itu penunggu rumah yang lain lagi asyik nonton TeleZisi. Tanganku dikala itu lagi mengenggam tangannya. Serta lama- lama lahan saya mengusap bulu halus yang terdapat di tangannya serta mengusapnya lambat- laun sambikl mengatakan,“ kalian menawan banget Zi, saya seneng banget dapat samaan ama kalian”. Lama- lama kulihat gerakan tangan, muka serta kakinya ia. Nyatanya ia telah risau. Merasa terdapat jawaban saya meneruskan elusanku, sembari kucoba dekatkan bibirku ke bibirnya ia. Senggaja saya mengecup secara lama- lama serta lembut serta diiringi desahan napas lama- lama. Memanglah saya pintar dalam memicu wanita, sebab saya telah pengalaman dari Ina.

Setelah kukecup bibirnya secara lama- lama ia memejamkamkan mata serta terasa getaran kakinya yang mulai risau.

Lama- lama kukecup bibir lagi. warnanya kali ini ciuman ku berbalas pula. dia balik mencium ku dengan lembut. lama- lama ku lepas ciuman ku di bibirnya serta bergerak mengarah lehernya. meski saya telah terangsang banget tetapi saya masih dapat berfikir apa yang mesti saya jalani lagi tuk dapetin body nya. ciumanku bergerilya disekitar leher serta dekat kuping. terdengar nafasnya yang telah memburu. Lambat- laun tanganku memegang pipinya secara lembut, lehernya serta berupaya memegang toketnya yang aduhai. saya usap toket Ziya dari luar pakaian. dia masih diam dengan mata tertutup. dengan lama- lama tanganku masuk ke dalam bajunya melalui dasar serta tanganku mulai menimpa BH nya. ku coba angkat sedikit BHnya secara lambat- laun. serta terasa dikala itu toket Ziya telah dalam genggamanku. kuusap serta kepelintir putingnya secara lama- lama. dikala itu pula kucoba tangan yang satu lagi tuk membuka kancing bajunya. sehabis kubuka bajunya terlihatlah Bh yang bercorak gelap, dengan gunung kembar yang indah banget dibaliknya. dikala itu nafsu ku telah tidak terkendali lagi. kontolku telah ngaceng banget.

Tetapi saya belum puas saat sebelum memandang memeknya. kucoba tuk buka rok nya secara lama- lama, serta nampak pula gundukan daging di balik celana dalam hitamnya. saya terdiam sebentar sebab tidak menyangka Ziya wanita yang menawan banget, serta cuma orang- orang tertentu saja yang dapat mendekatinya saat ini telah bugil di depan mataku.

“ Aghh.. kalian kok ini sih an” desahnya. saya hanya tersenyum puas. serta kucoba tuk menarik tangannya ke arah kontolku. serta memanglah telah terencana sleting celanaku sudag saya buka. serta merosotlah celanaku. warnanya Ziya telah bernafsu banget. diangkatnya bajuku serta di lepaskannya celan dalamku.

Saat ini matanya telah terbuka serta memandang kontolku yang cukup gede.“ ihh.. gede banget yang kalian an”? saya coba bangkit berdiri supaya ia ingin mengulum kontolku.“ kalian ingin cium kontolku kan”? tanpa menunggu komando lagi kepala Ziya ku arahkan ke kontolku yang telah keras banget. diciumnya lambat- laun kontolku serta dijilatinnya kontolku.“ muahh.. mchh..” terdengar bunyi dari mulutnya yang tipis.“ terus Zi.. achh.. terus.. lezat banget loh.., kalian pinter banget Zi.. achh..”

Pikiranku telah tidak bisa kukontrol lagi. 15 menit telah lalu. serta lama- lama ku angkat badannya ke atas kursi ruang tamu serta kutidurkan. kucium lehernya terus turun ke mengarah susunya yang kenyal serta indah.“ gilaa banget nih cewe bodynya, susunya, pantatnya yang kenyal, terlebih bulu- bulu yang cukup banyak serta halus”. gumamku dalam hati”. kucium toketnya yang cukup besar serta kenyal.“ muachh.. muachh..”“ aduh an.. terusin.. achh..” ia mengerang terus. sembari ku jilatin toketnya, tangan kananku lambat- laun mengarah memeknya. Astaga.. basahh banget nih.. terus ku elus dengan lembut serta ku belai klitorisnya yang telah mencuat.

“ Achh.. euhh..” dia mengerang keenakan. lama- lama ciumanku turun kebawah vaginanya. ku jilatin memeknya yang basah. mhh.. mhhachh.. ia menarik kepalaku serta mengejang.“ acchh an, kayanya saya ingin berkemih nih..”“ kencingin aja Zi, itu bukan berkemih kok yang mo keluar, itu namanya ingin orgasme..”“ achh an, ennaak banget nih.., ahh.. terusin sayang kata nya”. saya tersenyum kecil dikala dia memanggilku dengan kata sayang.“ hahaha.. kalian udah masuk dalam genggamanku saat ini Zi..” kataku dalam hati.“ achh.. terusin an.. terusin yah sayang.. katanya”. kujilatin memeknya terus serta teruss..“ ohh indahnya memekmu Zi. beruntung banget saya dapat dapetin memek dari wanita secantik kalian” kataku dalam hati. kali ini dia merapatkan kakinya serta kembali mengejang. ahh.. an kayanya saya ingin keluar lagi nihh.. achh..”

“ Keluarin aja seluruhnya sayang.. terus keluarin aja..” kataku. sehabis kurasa lumayan, mulai ku arahkan kontolku yang telah keras serta panas ke memeknya Ziya.“ tahan bentar yach kalo sakit.. ntar pula tidak sakit lagi kok..” kataku pada Ziya. kumasukan kontolku lambat- laun ke memeknya. achh.. erangku sebab kontolku masih agak sulit masuknya. maklumlah memek perawan awal kali tentu sulit simasukinnya.“ achh.. ohh.. masukin langsung aja dech an..” pintanya.“ kalian ngga hendak nyesel Zi..?“ ga hendak kok, saya rela ama kalian diambilnya”.“ Achh.. terus..” dengan sedikit kekuatan kutekan kontolku kian kedalam. serta saat ini telah masuk seluruh kontolku kedalamnya.“ ohh.. hangat banget memeknya..”“ aduh sakit an.. akhh..”

Terasa darah fresh keluar dari vaginanya serta membasahi bajunya yang memanglah telah terencana kusimpan dibawah pantatnya.“ ya ampunn.. banyak banget darahnya nih..” gumamku dalam hati. tidak perduli dengan darah yang mengucur saya enjot ia lambat- laun, serta kelama- lamaan maikin kencang.“ achh.. ohh.. ahh.. terusin an.. kian lama kian lezat nih.. achh.. genjotanku kian ku percepat lagi. achh.. ohh lezat banget.. terusin yahh..” nyaris 15 menit saya menggumuli ia. lambat- laun ku genjot ia secara pelan serta pelan. sehingga ia dapat menikmatinya.“ pelan- pelan aja yah Zi, supaya saya dapat cium toket kalian”.



Sembari menggesek- gesek kontolku kedalam vaginanya. kucium lambat- laun puting toketnya. kuatru lambat- laun gesekan ku. serta tidak lama setelah itu terdengar dia mengerang serta mengejang.“ achh.. kaya terdapat yang ingin keluar nih.. achh.. aduh ingin keluar nihh..”“ kembali kuatur gesekanku secara lama- lama supaya dia dapat keluar”. serta benar saja sebentar setelah itu ia hadapi orgasme buat ke 2 kalinya.“ achh.. achh.. ohh.. ingin keluar nih.. ann.. achh..”

Ziya telah hadapi orgasme lagi saya sebentar lagi ingin keluar. sehabis kurasa lumayan hingga kupercepat gerakan kontolku ke memeknya ia.“ achh.. ingin keluar lagi nih an.. achh..”“ bentar lagi saya pula ingin keluar nih Zi.. ahh” erangku.“ keluarin didalem aja yah ann.. achh..”


Meski ia telah bersedia menerima mani ku di vaginanya, tetapi saya tidak sebodoh itu, saya masih ga ingin terikat oleh ia. dengan menaikkan kecepatan saya terus mengenjot ia terus menjadi kilat.“ achh.. saya ingin keluar nihh.. kalian ingin minum mani ku kan.. achh.”“ mengapa gak dikeluarin di dalam aja sih, ya udah ga pa pa kok di mulut ku pula.”“ achh.. terusinn.. ann saya juga

ingin keluar lagi nih.. achh..”“ saya pula ingin keluar nih Zi..” serta dikala itu kamipun keluar bertepatan.“ achh.. kuangkat langsung kontolku yang telah nyaris menyemburkan mani.. achh.. kukocokan kontolku ke arah mulut serta dadanya ia.

“ croot.. crott.. spermaku membasahi mulut serta susunya”.“ achh.. srepp.. lezat banget mani kalian an.. cape banget nih.. liat tuh badanku sampe keringatan seluruh.” saya cuma tersenyum serta mengatakan.“ tetapi lezat kan..” kubersihkan cairan spermaku dengan tissue nya. serta dia juga berangkat kekamar mandi tuk mensterilkan tubuhnya. achh.. lega banget hatiku sehabis dapetin wanita yang sempat jadi idola di smu dahulu. Sehabis Ziya mensterilkan tubuhnya sayapun memohon ijin kembali dahulu sebab jam telah jam 8. 50. ntar bapanya dapat curiga lagi.

peristiwa ini terus berulang- ulang hingga dikala aku masih mengetik cerita ini. Meski antara kami hingga saat ini belum terdapat status pacaran, melainkan cuma sahabat biasa.