Showing posts with label cerita seks asisten. Show all posts
Showing posts with label cerita seks asisten. Show all posts

Saturday, November 29, 2025

Cerita Seks ku Bersama Tante Seksi dan Putih Bersih

Cerita Seks ku – Perkenalkan namaku Tono dan sekarang saya bekerja di salah satu perusahaan multinasional di kota A dan tinggal di daerah J sejak tahun 1995. Cerita yang akan saya tuturkan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang silam . Dulu saya tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks kecil milik sebuah instansi pemerintah dan dihuni oleh beberapa keluarga saja di dalam satu pagar. Tetangga yang paling dekat dengan kami adalah Om Fadli dan Tante Chika yang mempunyai 2 orang anak laki-laki yang masih kecil-kecil, yang besar berumur 3 tahun dan yang kecil berumur 1 tahun.

Pada saat aku kelas 3 SMA, Om Fadli secara kebetulan ditugaskan oleh kantornya untuk belajar ke Jepang (terakhir saya baru tahu kalau Om Fadli bertugas selama 1 tahun lebih). Dan tinggallah Tante Chika dan 2 orang anaknya beserta 1 orang pembantunya. Keadaan tersebut membuat saya berhasrat untuk selalu bertandang ke rumahnya dengan alasan ingin bermain dengan kedua anaknya. Alasan tersebut cukup kuat karena orang tua saya dan Tante Chika tidak pernah curiga sama sekali. Seringkali saya juga memergoki Tante Chika sedang berganti pakaian di kamar dengan tidak menutup pintunya, atau mandi dengan tidak menutup pintunya.

Sampai pada suatu ketika, saat saya sedang bertandang ke rumahnya dan hanya Tante Chika yang ada di rumah. Kedua anaknya dan pembantunya dihijrahkan ke daerah KD, sebelah timur kota BT karena Tante Chika sering berpergian. Dan kebetulan juga orang tua saya saat itu sedang ditugaskan ke luar daerah. Dengan ikutnya ibu dan kakak saya, yang berarti saya juga hanya tinggal sendiri di rumah.

Sekedar gambaran, Tante Chika itu mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara berkala), dengan didukung oleh buah dada yang besar dan bulat (belakangan saya baru tahu bahwa Tante Chika memakai Bra ukuran 36B untuk menutupinya). Dengan wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Chika menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.

Hingga pada suatu sore, saat saya mendengar ada suara langkah kaki di luar, kemudian saya intip dari jendela dan ternyata Tante Chika baru pulang. Tidak lama kemudian saya ingin ke kamar mandi (kamar mandinya terletak di luar masing-masing rumah dan ada beberapa tempat yang berjejer). Di saat saya keluar dari kamar mandi, saya berpapasan dengannya. Dia memakai kimono tipis warna biru muda dengan handuk di pundak dan rambut yang diikat agak ke atas sehingga leher jenjangnya terlihat seksi sekali. Sedangkan saya hanya memakai celana pendek tanpa kaos (memang kalau di rumah, saya jarang memakai kaos/baju).

“Malem Tante”, saya sapa dia agar terlihat agak sopan.
“Malem Mas Tono.. kok belum tidur..?” balasnya.

Cerita Seks dengan Tante Tetangga Sebelah Rumahku




Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya.

“Mas Tono..” katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.
“Ya Tante..?” Jawab saya.
“Eee.. nggak jadi deh..” Jawabnya ragu-ragu.
“Ada yang bisa saya bantu, Tante..? Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya.
“Eee.. nggak kok. Tante cuma mau nanya..” jawabnya dengan ragu-ragu lagi.
“Mas Tono di rumah lagi ngapain sekarang..?” tanya dia.
“Lagi nonton. Emangnya kenapa Tante..?” saya tanya dia lagi.
“Lagi nonton apa sih..?” tanya dia agak menyelidik.
“Lagi nonton BF Tante”, kata saya yang tidak tahu dari mana tiba-tiba saya mendapat keberanian untuk bilang begitu.
“BF..? tanya dia agak kaget.
“Maksudnya Blue Film..?”
“Iya.. emangnya ada apa sih Tante? Kalo tidak ada apa-apa saya mau nerusin nonton lagi nih..” kata saya dengan agak memaksa.
“Eee.. mau bantuin Tante nggak..? Soalnya Tante agak takut sendirian di rumah. Kalau kamu mau sambil nonton juga boleh kok. Bawa aja filmnya ke rumah, Tante juga punya beberapa film seperti itu. Nanti Tante temenin nontonnya deh”, kata dia agak merajuk.
“Iya deh Tante, saya pilihin dulu yang bagus”, kataku tanpa ba bi Bu langsung setuju dengan ajakannya.

Pucuk di cinta ulam tiba, sesuatu yang sangat aku impikan sejak lama untuk bisa berdua dengan Tante Chika. Hari ini aku akan berdua dengannya sambil menonton Film BF dengan harapan bisa melihat keindahan ragawi seorang wanita yang aku puja-puja dari dulu dan bahkan (mungkin) merasakan kenikmatannya juga.

Singkat kata saya langsung memilah-milah video yang bagus-bagus (Maklum, waktu itu masih jamannya Betamax, belum VCD). Kemudian saya masuk rumah Tante Chika lewat pintu dapurnya. Saya setel lebih dulu video yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian Tante Chika masuk lewat pintu dapur juga dengan wangi tubuh yang segar, apalagi rambutnya juga kelihatan basah seperti habis keramas. Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut kimono tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang, kejantananku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton film BF yang sedang berlangsung. Cerita Seks Dewasa

“Cakep-cakep juga yang main..” akhirnya dia memberi komentarnya.
“Dari kapan Mas Tono mulai nonton film beginian..? tanyanya.
“Udah dari dulu Tante..” kataku.
“Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Mas Tono udah tahu rasanya belum..? tanya dia lagi.
“Ya belum Tante. Tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih”, kataku.
“Ah Mas Tono ini kok jadi nakal yah sekarang”, katanya sambil mencubit lenganku.
“Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya”, tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.

Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Chika menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung kaget dan bingung karena belum pernah sama sekali melakukan perbuatan itu. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Chika sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut (karena lagi-lagi aku tidak memakai kaos saat itu). Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku nervous karena itu adalah kali pertama aku diperlakukan oleh seorang wanita, apalagi wanita tersebut tidak lain adalah Tante Chika. Kejantananku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur.

Kemudian Tante Chika mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri. Tangan kanan Tante Chika juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kejantananku.

Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk membuka kimono yang dia pakai. Aku remas payudaranya, dan aku pilin-pilin ujung dari payudara yang berwarna kecoklatan dan sangat sensitif itu, terkadang aku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku. “Ssshh.. ya situ sayang..” katanya setengah berbisik. “Ssshh.. oohh..”

Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kejantananku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Chika, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua dan kemudian aku tambah satu jari lagi sehingga menjadi tiga ke dalam liang kemaluannya. “Aaahh.. sshh.. oohh.. terus sayang.. terus..” bisik Tante Chika.

Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar. “Ya.. terus sayang.. terus.. aahh.. sshh.. oohh.. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss.. oohh.. aahh.. aarrgghh..” kata Tante Chika.

Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Chika yang terlihat sangat lemas di sofa.

Cerita Seks dengan Tante Tetangga Sebelah Rumahku

“Saya kapan Tante, kan saya belum..?” Rujukku

“Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja”, kata Tante Chika.
Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Chika juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi. Aku usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lung kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua. Cerita Bokep

Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Chika. “Ssshh..” rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu Tante Chika mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih dalam dan pelan-pelan. “Aaahh..” baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Chika mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Chika tetap memaksakannya masuk. “Aaagghh..” rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Chika.

Lalu Tante Chika mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, dan makin lama Tante Chika terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya. Dan tiba-tiba kemaluanku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Chika, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali. Aduuh.. kalau begini aku makin tidak tahan dan.. “Aaarrgghh.. sayaang.. Tante keluar lagii..” jeritnya dengan keras, dan makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Chika, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Chika terkulai lemas, tapi kejantananku masih tetap tertancap dengan mantap.

Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa. Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang keluar dan terasa hambar dari ujung payudaranya, yang ternyata susu. “Ssshh.. shh..” desahan Tante Chika sudah mulai terdengar lagi. Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Awalnya dia menolak dengan alasan belum pernah bersetubuh dengan gaya itu, setelah aku beritahu alasanku, akhirnya dia mau juga dengan berpesan agar aku tidak memasukkan air maniku ke dalam liang kewanitaannya.

Aku mencoba untuk menusukkan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Chika agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam. Kejantananku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Chika, lalu aku mulai menggerakkan kejantananku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.

Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi. “Ssshh.. aarrgghh.. oohh.. terus sayaang.. terus.. aarrgghh.. oohh..” Tante Chika terus mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Chika merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas. Dan aku merasa kejantananku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Chika dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang kewanitaan Tante Chika. Mata Tante Chika terlihat agak terbelalak ketika merasakan ada cairan yang memenuhi bagian dalam dari kewanitaannya. Sesaat kemudian aku ambruk di atas tubuhnya, tubuhku terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kejantananku dari liang nikmat milik Tante Chika.

Dengan agak malas Tante Chika membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya.

“Kok dikeluarin di dalem sih Mas Tono..? tanyanya dengan suara yang agak bergetar.
“Tadi kan saya sudah bilang ke Tante, kalau punya saya berdenyut-denyut, tapi Tante nggak ngejawab sama sekali..” kataku membela diri.
“Ya kan terasa kalau sudah mau keluar..” katanya.
“Saya mana tahu rasanya kalau mau keluar.. ini kan yang pertama buat saya. Jadi saya belum tahu rasanya..” jawabku.
“Terus entar kalau jadi gimana?” katanya lagi.
“Nggaakk tahu Tante..” jawabku dengan suara yang agak terbata-bata karena takut dengan resiko tersebut.
“Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya..?” katanya menenangkan diriku yang terlihat takut.
“I.. iiya Tante..” jawabku sambil menunduk.

Lalu Tante Chika berdiri menghampiri video dan TV yang masih menyala, dan mematikannya. Kemudian tangannya dijulurkan, mengajakku pindah ke kamar untuk tidur. Akhirnya kami tertidur pulas sampai pagi sambil saling berdekapan dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.

Baca Juga : Kenikmatan Bermain Di Ranjang Tante Diva

Cerita Ngentot Tante – Itulah awal dari perbuatan-perbuatan saya bersama Tante Chika. Selama hampir 2 tahun Tante Chika memberi saya banyak pelajaran dan kenikmatan yang sangat luar biasa. Terkadang jika Tante Chika sedang sangat menginginkannya, aku selalu siap melayaninya, kecuali jika keadaanku sedang tidak fit atau sedang ada keperluan keluarga atau sekolah. Dan jika aku yang sedang menginginkannya, Tante Chika sangat tidak keberatan melayaniku, bahkan dia terlihat sangat senang. Tidak jarang aku diajak pergi untuk melakukan fitness atau olah raga atau hanya sekedar jalan-jalan atau ngerumpi bersama teman-temannya. Akhirnya aku baru tahu kalau Tante Chika sebenarnya sangat haus akan seks, dia adalah wanita yang bertipe agak mendewakan seks. Dan dia akan melakukan apa saja demi seks. Tapi sebenarnya pula dia tidak begitu kuat dalam bersetubuh, sehingga dia bisa berkali-kali mengeluarkan cairannya dan berkali-kali pula tubuhnya terkulai lemas dan sampai sekarang saya masih melayani nafsu Tante Chika.

Friday, November 28, 2025

Kenikmatan Bermain Di Ranjang Tante Diva

Diary Cerita Seks ku – Hallo para pembaca setia Diary cerita seks ku 17+ perkenalkan nama saya Dendy (25 tahun), saya berdomisili di Bandung. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena saya diberi kesempatan untuk menulis pengalam saya. Adapun cerita ini bukan bohong ataupun dibuat-buat, atau juga hanya karangang semata, melainkan apa yang saya ceritakan di bawah ini adalah benar-benar terjadi pada kehidupan saya hingga kini. Setelah SMA, dengan sedikit memaksa aku ingin kuliah di Bandung. Sedikit banyak jiwa pemberontakanku mulai nampak.

Aku bersikeras dengan keinginanku, meskipun pada awalnya kedua orangtua berusaha keras menolak. Di Bandung, awal-awal aku duduk di bangku kuliah, aku merasakan sebagai sosok lelaki yang kerdil. Dalam hati, aku seakan tidak dapat menerima pergaulan dengan mereka yang tidak bergaya hidup pas-pasan.

Aku merasakan dapat menempatkan diri di tengah mereka. Entah mengapa, aku cenderung memilih-milih pergaulan. Tipikal yang menjadi temanku adalah mereka yang bergaya hidup wah. Aku cenderung menjauh dari pergaulan yang gaya hidup pas-pasan. Hal ini dikarenakan perasaan superiority complex yang ada di benakku. Dari pakaian yang dikenakan atau gaya bicara, aku dapat menilai, apakah mereka anak orang kaya sepertiku atau tidak. Ketika itu usiaku sudah 20 tahun. Belakangan, aku merasakan cocok dengan salah seorang teman yang bernama Roni.

Kunilai dia anak orang kaya di kota lain terlihat dengan gemerlap kehidupannya yang suka sekali berfoya-foya. Kulihat lama-kelamaan dia pun seakan menunjukkan sikap yang cocok berteman denganku. Kami pun berteman baik. Namun di balik kebanggaanku bergaul dengannya, disitulah aku langkahkan kaki ke jalan yang salah untuk melangkah. Aku terlibat dalam pergaulan yang salah dan tidak wajar.

Kenikmatan Bermain Di Ranjang Tante Diva





Lambat laun, aku terbawa arus nakal Roni dan beberapa temannya. Kehidupanku yang gelamor dan banyak uang, seakan memuluskan jalan untuk berbuat seenaknya. Dari mulai minum-minum di beberapa cafe ataupun bar, menghisap ‘gele’ ataupun ‘ganja’ sampai ‘putaw’. Tidak hanya itu, pergaulanku yang akrab itu belakangan membawaku pada keinginan ‘main’ dengan ABG yang kami booking dari pinggir jalan utama kota kembang ini. Dari semua pengalaman yang tadinya didasari rasa coba-coba dan ingin tahu itu, lama-kelamaan membuatku keranjingan. Kenakalanku tidak itu saja, melalui Roni pula aku diperkenalkan dengan seorang tante-tante yang umurnya kutaksir 35 tahun.

Sebut saja namanya Tante Diva. Wanita itu, namanya membekas sampai sekarang, karena dialah wanita yang kuanggap mampu mengubah jalan hidupku. Dia wanita yang pertama kali kupeluk, kucium, dan juga wanita yang pertama kalinya yang tidur bersamaku. Sebenarnya, Tante Diva adalah isteri seorang pengusaha kaya. Karena sering kali kesepian akibat urusan bisnis suaminya, mengharuskan Tante Diva banyak ditinggal sendirian di rumah. Cerita Dewasa

Suaminya kerap kali melancong ke luar kota bahkan ke luar negeri dalam waktu lama. Awal perkenalan kami terjadi di sebuah cafe di sebuah hotel ternama di kawasan pusat kota di Bandung. Petang itu, aku datang bersama Roni yang lebih dulu akrab dengan Tante Diva. Sebenarnya aku tidak mengira kalau temanku itu sengaja menyodorkanku untuk memuaskan nafsu birahi Tante Diva. Semua itu baru terungkap saat temanku mohon diri dengan alasan ada kepentingan mendadak. Jadilah kami hanya menikmati lembutnya alunan musik live berduaan saja. Awalnya, hanya sekedar ngobrol sana-sini, namun satu ketika Tante Diva mengisyaratkan satu tingkah nakal.

Tak pelak sebagai lelaki normal, semua itu mengundang birahiku. Rasanya klop sudah, saat dia menawarkanku untuk menginap di hotel dimana dia telah booking kamar. Aku yang awalnya merasa ragu, akhirnya tidak berkutik, aku pun bagaikan kerbau dicocok hidungnya. Kuiyakan saja semua permintaan Tante Diva, termasuk keinginannya mengajaku menginap di hotel. Dalam hati aku berpikir, rasanya sangat disayangkan jika semuanya ini disia-siakan.

Meskipun tubuhnya tidak terlalu tinggi untuk seukuran wanita indonesia, wajahnya yang bersih dan terawat, menyiratkan bias kecantikannya. Gaya bicaranya yang mirip dengan yang dikatakan ABG kekinian, menambah kecentilan Tante Diva. Kuungkapkan keraguan jika nantinya Roni datang dan mencari kami dimana dia meninggalkan kami berdua di cafe tersebut, namun semua kekhawatiran itu hanya ditanggapi dengan senyum tenang dan menawan yang merekah di kedua bibir Tante Diva. Dia pun meyakinkanku bahwa Roni tidak akan kembali ke cafe lagi. Dapat ditebak apa yang akan terjadi, jika lelaki normal yang telah dewasa berduaan di dalam kamar bersama wanita cantik dan matang, yang ada tentu kobaran nafsu yang menggelora. Dan benar saja, hubungan badan pun terjadi di antara kami. Dibelainya rambutku, didekapnya tubuhku yang tak berbalut selembar kain pun. 

Dadaku dielus dan diciumi dengan penuh nafsu. Saling pagut dan raba pun tidak terelakkan lagi. Kemudian apa yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh suami-istri itu bersama Tante Diva dengan nafsu yang bergelora itu pun terjadi. Tidak hanya sekali, aku melakukannya saat malam itu. Tenaga Tante Diva yang sangat liar memacu gelora birahi. Aku merasa begitu tersanjung, sekaligus banyak belajar dari Tante Diva. Sungguh aku merasakan ada pengalaman baru dan sangat mengesankan yang selama ini belum pernah kualami. Kurasakan juga bagaimana gelora birahinya yang menggebu.

Kenikmatan Bermain Di Ranjang Tante Diva

Aku merasa tertantang untuk mengimbanginya. Dan ternyata aku berhasil memuasinya. Ini dikatakannya sendiri oleh Tante Diva. Setelah puas dengan permainan binal Tante Diva di atas ranjang, kembali kegundahan menyeriangi di benakku. Kepada Tante Diva kuwanti-wanti untuk tidak menceritakannya kepada Roni ataupun siapa saja. Namun dia hanya tersenyum tipis menghadapi kegundahanku. “Kenapa mesti risau..? Roni adalah kekasih gelapku juga. Dalam waktu-waktu tertentu, dengan senang hati dia melayaniku..” kata Tante Diva. Setelah itu, jadilah aku mulai ikut berpetualang sebagai pemuas nafsu seks, kukejar perasaan nikmat dan gairahku dengan Tante Erlyn, Tante Sofia, Tante Sally, dan beberapa tante lainnya. Aku pun seakan dimanjakan oleh mereka dengan limpahan uang yang datangnya bagaikan air yang mengalir. Namun aku memiliki langganan yang mengaku sangat terkesan dengan pelayananku. Dia seorang dokter di Jakarta.

Perkenalanku terjadi saat di suatu sore tiba-tiba HP-ku berdering. Dengan dalih untuk dipijat tubuhnya, suara wanita itu menginginkan agar aku datang ke sebuah hotel di kawasan jantung kota Bandung. Aku pun meluncur ke hotel yang dimaksud. Sore itu menjadi awal bagi permainan yang panas dengan sang dokter yang sedang mengikuti seminar di Bandung ini. Dokter yang berwajah cantik itu sangat ganas memperlakukanku, nafsu birahinya yang besar membuatku kewalahan. Tidak hanya di tempat tidur saja dia menginginkan permainan panas denganku. Itu semua dilakukan di sofa ruang tamu kamar hotel, di kamar mandi, ataupun di kaca rias kamar suite yang disewanya itu. Setelah puas, baru ia memberiku banyak uang, Dan rasanya itulah rekor bayaranku yang kuterima sebagai gigolo pemuas nafsu. Dia pun barjanji akan kembali lagi untuk memintaku untuk melayaninya.

Benar saja, beberapa bulan kemudian sang dokter itu kembali lagi ke Bandung, kali ini dia tidak sendiri, melainkan membawa 2 orang temannya yang mengaku Tante Lusi, dan Tante Nina. Setelah aku diminta melayani mereka bertiga, aku pun melakukannya dengan baik hingga mereka puas. Tidak hanya sekaligus kami bertiga bermain, melainkan aku melayaninya satu persatu. Keesokan paginya mereka pun kembali ke Jakarta. Tetapi alangkah terkejutnya aku, minggu kemudian sang dokter kembali lagi bersama temannya kembali, kali ini hanya seorang, dia bernama Tante Siska.

Seperti sebelumnya, dia meminta kupuasi nafsu seksnya, sebelum akhirnya memintaku untuk melakukan hal yang sama terhadap temannya itu. Kali ini dalam benakku ada berbagai pertanyaan, “Ada apa di balik keanehan ini..?” Dalam suatu kesempatan, terbukalah tabir rahasia itu. Menurut Tante Siska teman sang dokter itu, dia adalah salah satu anggota arisan yang bandarnya adalah Ibu dokter itu. Mereka beranggapan bahwa aku lah pria yang dipilih, dan yang paling hebat, dan kuat dalam memuasi mereka.

Baca Juga :  Cerita Seks ku: Ngewe dengan Gadis SMA Sangean

Jadi aku dijadikan komoditi arisan seks oleh mereka yang terdiri dari istri pengusaha dan pejabat. Gila, betapa terkejutnya aku mendapat jawaban itu. Namun aku berusaha mengendalikan kegundahanku, aku tidak perduli dengan perasaanku, toh aku mendapat imbalan jasa yang sangat besar dari mereka. Dan aku pun dapat memanfaat uang tersebut untuk kuliahku.

Thursday, November 27, 2025

Cerita Seks ku: Ngewe dengan Gadis SMA Sangean

 Cerita Seks Ku – Kuakui sejak masih duduk dibangku SMA aku sangat terobsesi dengan sex dan itu semakin menjadi sejak aku kuliah disalah satu universitas swasta yang ada di kota Madiun. Dari awal, aku sudah berniat untuk bertualang… saat itu karena terburu-buru dan banyak tempat kost yang udah penuh akupun asal aja dalam mencari tempat kost…. aku nge-kost diperkampungan yang lumayan jauh dari kampus, tepatnya dirumah Pak SP (inisial) yang merupakan paman dari temanku.

Sheren (nama samaran) yang baru aku kenal pagi harinya saat daftar ulang.
Singkat cerita setelah tiga hari masa orientasi selesai, dikampus belum ada kegiatan dan aku putuskan untuk lebih mengenal Madiun. Sheren hampir selalu menemaniku walau gak pernah berangkat bareng dari rumah alias ketemu di jalan walau rumahnya disebelah kostku. Satu minggu berlalu akupun semakin akrab dengan Sheren yang bertubuh bohay, sensual, berkulit putih mulus dan yang pasti berwajah cantik… mantap banget buah dadanya kaya Fivey.

Saat itu aku mengajak Sheren pergi ke Telaga Ngebel, menikmati alam dan buah duriannya. Seminggu aku rasa cukup untuk PDKT dan aku putuskan untuk menembaknya…

“Sheil….walau baru kenal, aku nyaman didekatmu dan kalau boleh aku ingin selalu didekatmu untuk lebih mengenalmu….maukah kamu menjadi pacarku???? Tanyaku ungkapkan rasa hati

Sheren sangat terkejut mendengar ucapanku bahkan sampai tersedak durian

“apa…..kamu bercanda kan, kita kan baru kenal?? Jawabnya balik bertanya.
“justru itu…dengan pacarn kita bisa lebih saling mengenal” jawabku coba meyakinkannya.

Wajah Sheren mendadak menunduk dan dengan sedikit menghela nafas dia menjawab “maaf Dith….aku sudah bertunangan…. sambil menunjukan cincin yang ada di jari manisnya.

“ooo…udah tunangan ya? Kok kamu gak pernah cerita?? Aku pikir dengan kamu selalu menemaniku begini….kamu nyaman ama aku” jawabku dengan nada kecewa.
“mungkin kalau kamu kenal aku dari 2 bulan yang lalu, aku bisa menerimamu….sebenarnya hati kecilku juga mengiyakan….kita temenan aja ya? Jawabnya
“maksudmu…sebenarnya kamu mau….
“udah sore, ayo pulang yuk???!!! Ajakanya memotong kata-kataku

Kami pulang dengan tak banyak bicara, bahkan terkesan kaku dan membeku tidak sehangat waktu kami berangkat. Kring….kriiing…kriiing…..Hpku berbunyi, ternyata telpon dari Sheren tapi gak aku terima bahkan SMS juga sengaja gak aku bales. Jam sudah menunjukan angka 11 malam, aku berniat ke kamar mandi baru kemudian melanjutkan tidur lagi. Tapi aku sangat terkejut saat mendapati seorang wanita setengah telanjang berada dikamar mandi dengan pintu terbuka. Kami saling menatap tak berkedip, tanpa kusadari ko*tolku bergerak2 dibalik sarungku tanpa CD. Perlahan dia beranjak dari duduknya dan melangkah pergi…





“Maaf…aku takut sendirian, makanya gak aku tutup….kamu Adith kan????

Aku bengong tak menjawab pertanyaanya….dan dia berlalu dengan cepatnya!!!!!

Semaleman aku dibuat penasaran, siapa dia? Pak SP kan duda???? Pertanyaan itu memenuhi kepalaku, ditambah lagi melihat tubuh setengah telanjang dengan wajah santainya….pahanya, bodinya dan memeknya (walau gak jelas).
Keesokan harinya aku di panggil pak SP untuk dikenalkan dengan adik terakhirnya, namanya Vivi tapi dia sudah 7tahun tinggal di Samarinda ikut kakaknya yang pertama.

“ooyaa….kalau gak masuk kuliah, anterin Vivi ke Sarangan ya? Pinta pak SP.
“iya pak… aku langsung mengiyakan permintaanya walau sebenarnya ini hari pertama masuk.

Satu jam kemudian aku dan Vivi berangkat dari rumah,…

“sheil…Sheren ayo ikut ke Sarangan…temani aku” teriak Vivi dari dalam mobil.

Akhirnya Sheren ikutan masuk mobil dan kamipun berangkat. “maaf ya Vi….yang semalem, aku gak sengaja…. kataku membuka obrolan.

“iya gak apa, lagian salahku juga gak menutup pintu….jawab Vivi

Agak bingung Sheren bertanya “kalian ngomong apasih??

“ahh…itu lho Sheil, dari kecil aku kan takut gelap dan sendirian diruangan jadi aku pipis gak nutup pintu…..gak sengaja Adith juga mau ke toilet…jadi ya,,,,,
“ngintip kamu ya???? Celetuk Sheren memotong
“gak ngintip, tapi emang udah kelihatan kali….tanya aja Adith….jawab Vivi seenaknya.

Aku lihat dari kaca wajah Sheren mendadak berubah, seperti ekspresi orang cemburu.

Sesampainya di Sarangan, kondisinya tidak berubah teutama aku dan Sheren, kami gengsi menyapa duluan. Akupun lebih dekat dengan Vivi, bahkan dengan cuek Vivi menyuapin aku makan… wajah Sheren memerah menahan cemburu, aku tahu itu. Aku sengaja semakin bersikap mesra pada Vivi….bahkan terang-terangan mengajak Vivi jalan….

“Vi…ntar malem temani aku ya??? Pintaku

Kemana, berdua aja? Jawab Vivi seperti sengaja membantu aku membakar hati Sheren

“ke Fire Club??? Jawabku agak ragu, karena saat itu aku belum tahu pasti Fire itu Diskotik atau apa…
“asyik tuh, lama banget aku gak pernah gituan…. jawab Vivi

Dan benar saja, malam itu kami minum-minum sampai mabuk…dan pulang dengan berjalan gontai saling berpelukan. Samar2 kulihat ada bayangan Vivi sedang mengamati kami dari balik korden jendela kamarnya. Aku makin erat melingkarkan tangan ke pinggang Vivi dan terus melangkah menuju kamarku….aku udah mabuk, yang ada di otakku hanya tidur bersama Vivi…tanpa berpikir salah benar atau takut ketahuan pak SP. Sengaja aku nyalakan lampu kamar, agar Sheren bisa melihat bayangan kami dari balik korden. Jujur aku juga sangat heran dengan Vivi yang gampangan dan seperti terbiasa…..

“ah…masa bodoh….yang penting happy….pikirku dengan penuh nafsu….

Aku lingkarkan tanganku di pinggangnya sambil menciumi lehernya, dadanya yang masih terbungkus tangtop dan menggigit2 lehernya…..

AAAAaaaaaaaggggggggghhhhhhhh…..Vivi mendesah panjang

Diapun membalas dengan ciuman bertubi di leherku dengan tangan mengelu-elus perutku….
HHhhmmmmmmmm…..geli banget Vi, enaaaakkkk………bisikku ke telinganya.
Kami saling melucuti pakaian, dari baju hingga celana dan akhirnya kami bugil…. dengan cepat desambarnya kotolku dengan tangan kananya dan mulai mengulum, menjilat, menggelitik dan mengocok kotolku dengan mulutnya.
Ooohhhh….aaahhhh….uuuhhhhh…..aku mendesah tak tentu menikmati perlakuannya.

Aku juga tak mau kalah, aku remas kedua toketnya dengan kedua tanganku, sambil menghisap putingnya… kami mabuk alkohol dan mabuk birahi. Aku buka jendela kamarku dengan niat agar Sheren lebih jelas melihat kami bergumul melepaskan satu-persatu pakaian kami, hingga tidak tersisa….

“aku karaoke ya? Kata Vivi sambil menyambar kotilku dengan kasar, seakan tak sabar menikmatinya. Dan benar saja, kotolku diposisikan seperti layaknya mikrofon….sambil dia menyanyikan lagu wajib ML….aaaahhhh…..hheeeemmmmm… emuach…. mmmmmm…. dengan iringan suara becek dari mulutnya. OOOouuuuuuhhhhgggg…nikmat banget Vi, aku tak tahaaannn geliiiiiiiiiiii…..
aku jambak rambut Vivi dan memaksanya untuk berdiri….

kami berciuman, dengan bibir saling menghisap dan lidah memilin….Crub…cruuuubb….. suara sedotan kami mengusik keheningan malam. Aku remas kedua toge Vivi yang keras dan bulat…..Uuuuuuhhhhhh…..desahnya.

aku cium dan gigit lehernya, sambil terus meremas togenya dengan penuh nafsu dan gemes….
terus….emuach….emuaaaaaccchh…..emuaaacccchhh ….menyusuri perutnya….hingga sampai ke vagina Vivi yang sudah becek….aku semakin liar, seakan alkohol dalam tubuhku membakar birahiku….dengan penuh semangat dan tanpa jijik, aku masukan lidahku kedalam Vaginanya, meliuk, menari dan menggelitik klitorisnya….layaknya sebuah tombool sekali sentuh klitoris itu langsung memaksa tubuhnya bergerak mengejang dengan desahan yang semakin hot dan panjang…..aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh…….. ..aaaaaaaaaaaahhhh

dengan dua buah jari aku langsung mengocok Vaginanya dengan cepat….cepaaaattttt…. teruuuuuussssss…..tanpa ampun hingga bibirku tersemprot oleh letupan orgasmenya…..
AAAAaAaaaaahhhh….dia menjepit wajahku dengan kedua pahanya….
Diapun mengambil posisi nungging dan berpegangan dijendela…..

“Dith…masukin aja, aku gak tahan lagi….. iiiiyyyyyyaaaa….aaaahhhhh Vi…..aku masukin” jawabku

ZLEB….ZLEEBB…ZLEEEEBBBBB…..ZLLEEEE….EEEEEB BBBBB……
Aku langsung masukkan semua ko*tolku dengan hentakan keras dan langsung menggoyangnya….seketika itu tubuhnya melomjak-lonjak mengikuti irama goyanganku….

OOOOOOHHHHH…..NNIIIKKMMMMAAAATTTTT…..desahnya sambil memegangi togenya yang bergerak liar seperti bola bowling……..uuuuuhhhh Diiiiiittthhhh….aku keluar lagi…..lagiiiii….mungkin karenaa ko*tolku yang gede menyumpal dan menyentuh penuh dinding Vaginanya dia jadi mudah orgasme….kurasakan semprotanya sampai 8 kali….
Aku angkat sebelah kakinya dan mengoyangnya ladi dan lagi….plak…plakk…plaaaakkkk…. suara pantatnya semakin membuat aku bersemangat…..

Dengan hanya bertumpu dengan satu kaki…tubuhnya semakin bergerak tak tentu….goyah dan payah menyangga besarnya nikmat yang diterima… hingga tubuhnya pun terjatuh ke lantai….
Ampun dith….jangan cepat-cepat…..aku gak kuat…..sambil merangkak….
Tanpa ampun aku menusuk Vaginanya dari belakang ZLEEEEEEEEEEBBBBBBBBBB…..

Aku goyang lagi dan lagi….sambil menjambak rambutnya biar tidak melepaskan ko*tolku dari Vaginanya….. sekitar 10menit kemudian tubuhnya mengejang tanpa kendali….. aaahhhh….aahhhh,…..uuuuhhhh…..oooooooooooohh hhhhh…..jeritanya disertai semprotan orgasme yang ketiga. Aaaaddduuuhhhh….Dith….kok kamu belum keluar juga sih….rengeknya…. “sebentar lagi Vi….kamu aja yang terlalu cepat” jawabku sambil menggendong tubuhnya ke kasur. Aku terlentangkan tubuhnya dan menarik kedua kakinya keatas….kearah dadaku…..ZLEEEBBB….ZLEEEE……EEBBBBBBBBBB…

Aku goyang lagi dan lagi….plak….plak….plaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk… …pantatnya tertabrak pahaku. Dengan berpegang pada togenya aku semakin menggenjot goyanganku….

Aaahhhh….aaahhhhh ampuuun dith….dncok kotolmu Dith….enak banget….aku gak kuat…. cepetan keluarin…. alkoholnya bicara tak tentu….mencoba melepaskan ko*tolku. Aku angkat pantatnya keatas dan memeganginya dengan kuat….hingga hanya menyisakan kepala dan pundaknya di kasur… jepitan pantatnya sangat nikmat….AAAAAaaaahhhh….. sebentar lagi Vi…..aku hampiiiiirrr……CROT….CROOOOTTTT…..CROOOOOTT TTT….. belum selesai aku ngomong, spermaku menyemprot deras kedalam Vaginanya…. 

Akupun menjatuhkan diri diatas tubuhnya…brruuuughhh…
Aduuu…uuuhhh…… kenapa kamu keluarin didalam??? Aku pengen melumatnya…..
Akupun membalikan badan “tuh masih ada sisanya…..
Vivi dengan ganasnya menjilat dan menyedot sperma yang crott ke sprei dan kemudian mengulum kotolku sampai-sampai tak ada sedikitpun sperma yang tersisa di kotolku.

Uuuuuhhhhh….nikmat baget Vi…hisapan kamu mantap!!! Pujiku sambil membelai rambutnya. “Heeemmmmmmm…..ko*tol kamu juga nikmaaaatttt….tubuhku sampai mengejang tau….nih memekku terasa ngilu….kesemutan gimana gitu….jawabnya. akhirnya kamipun terlelap ….. pagi harinya akupun buru-buru bangun dan siap2 ke kampus, aku lihat Vivi masih tertidur dengan lelap dan aku tak tega membangunkanya.

Siang harinya, Sheren menemuiku di kantin kampus dengan ekspresi wajah cemburu, marah, sebel….pokonya campur aduk dech. “semaleman ML pasti kecapean ya??? Sampai mata merah gitu….Vivi mana, masih kamu umpetin dalam kamar? Tanya Sheren bertubi-tubi, tapi aku diamkan aja tanpa jawaban…. malah gak jawab, kenapa sih harus dengan Vivi??? Emang gak ada cewek lain??? Dia itu cewek gak bener, lihat kan kami sebaya…. tapi Vivi tante aku, aku gak mengakuinya….dia anak haram. Tanpa menjawab akupun meninggalkanya dan menuju parkiran….dan sesuai harapan Sheren mengejar aku dan ikut masuk kedalam mobil. Kenapa ikut??? Tanyaku

“ayo cari tempat yang enak buat ngobrol…. ajaknya Sheren.

Akupun melaju mengikuti jalan yang diarahkan Sheren…..hingga kami sampai ke Dungus. Kami berhenti ditengah hutan….dan mengobrol panjang lebar, hingga….

“Vivi tau banget Kamu Tipe Cowok Impianku Dith, makanya dia ingin merebutmu dariku…. kata Sheren mengejutkan aku.
“maksudmu….. belum selesai bertanya Dia langsung menciumku dengan penuh mesra….
EMUAACH…..

Berikan aku lebih dari apa yang kamu berikan pada Vivi” bisiknya dengan nafas yang mulai tak tentu. Akupun langsung mengajaknya ke kursi belakang dan duduk mengakangi pahanya…. aku cium bibirnya dengan penuh nafsu dan langsung melepaskan satu persatu kancing bajunya yang sudah mulai sesak karena toge yang perlahan membengkak.

“kamu ingin Lebih nikmat kan??? Bisikku sambil melumat daun telinganya.
“heem…. jawabnya singkat
Tapi ada syaratnya Sheil,… terserah aja Dith, dari semalem aku sudah horny banget kamu panas-panasin…..

Akupun mengikat keatas dua tangan Sheren “kok diikat gini, kamu mau apa? Tanya Sheren

“tenang aja…aku akan memberikan kenikmatan yang bebeda….dengan mata tertutup kamu akan mendapatkan Surprise disetiap detiknya….kataku sambil menutup matanya dengan sapu tanganku. Setelah itu akupun melepaskan seluruh baju tanpa sisa…..dan memasukan Cdku ke mulutnya biar dia tidak bersuara keras….. Sheren agak terkejut dan coba berontak….

“maaf Sheil aku Cuma gak mau suaramu terdengar orang” kataku menenangkanya.

Aku langsung mencium dan menghisap lehernya Sheren…..cup…cup…cuppp…emuah
Aku mainkan tubuh Sheren sesuka hatiku, aku gigit lehernya sambil meremas toketnya yang seukuran 36B itu dengan keras….tubuh Sheren mulai berontak menerima kegelian dan kenikmatan tanpa bisa membalasnya…. aku hisap puting coklatnya dengan kuat sambil terus meremas yang sebelahnya…. tanpa sepengetahuanya aku ambil “vibrator” dari dalam laci….

Sesaat kemudian,…. aku nyalakan Vibrator Capsule (VC) dan menempelkanya mengelilingi bibir Vaginanya…seketika itu kedua kakinya bergerak liar coba mengurangi nikmat yang aku beri. Hhmmmmm…..mmmmm….uuummm….eemmmmm….. Sheren hanya bisa bergumam karena mulutnya masih tertutup. Akupun tak henti-hentinya memainkan togenya, menghisapnya dan menggelitiki dengan lidah…. Sheren semakin mengerang, tubuhnya mengejang dan keringat yang bercucuran…. aku masukan VC maju mundur kedalam vaginanya….aku kocok-kocok….aku putar-putar….. terus dan teruuuusss….
Tubuh Sheren terlihat mulai melemas, desahanya lirih terdengar…. uuuhhmmmmmm…..mmmm………. akupun kasihan melihatnya dan melepaskan sumpalan dimulutnya….

“AAAAaaaaaagggghhhhh……jahat kamu Dith, kenapa kamu lakuin ini….. kata Sheren dengan nafas terengah-engah. “maaf Yank….tapi dengan begitu nikmatnya utuh kan??? Kataku….
“iyaa….yaaa…tapi seluruh tubuhku seperti terbang Dith….cepat masukin, sekarang juga….. Sheren merengek manja….

Aku arahkan ujung ko*tolku ke arah Vaginanya, menggesek-gesekan ke Vaginanya dan sedikit demi sedikit masuk….masuuukkkk….maju-mundur…..lebih dalam…..dan dalaaammm.

ZLEEEEBBBBB…..aaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh……Sheren meendesah panjang seiring tusukan ko*tolku kedalam vaginanya yang sudah sangat amat becek, karena 2 kali nyemprot…..

“Dithh….sssaaaa…..ssaaaakiiiiiiiiiiitttttttttt t….pelan….peelllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn … OOOOOOoouuuuuggggghhhh….. UUUuuuuuhhhhhhhhheeemmmmm…. Desahan panjangnya menjadi tanda ko*tolku telah mengoyak selaput dara Sheren…..

“masa sih…masih perawan???? Aku terkejut dan tak percaya melihat itu, tapi emang kenyataanya begitu….gumamku dalam hati.

Aku semakin menggenjot gerakanku….SLUP….SLUUUPPP….SLUUUUUUPPPP…..

“Dith lepasin tanganku dong….sakit nich… Sheren memohon dengan mata terpejam, menhahan kenikmatan yang menumpuk di Vaginanya…. akhirnya aku melepaskan ikatanya, tangan itupun langsung menjambak rambutku dengan kuat…. “Dith….aku mau nyemprot nich….. kata Sheren.
“tunggu bentar yaaa….kita semprotin bareng-bareng……jawabku sambil mempercepat laju ko*tolku…….

AAAAAAAaaaaaaaahhhhhhhh…….aaaaaaaaaaaaggggghhh hhh….. satu…….duuuaaaaaaa……tiiiii…..gggaaaaaaaa aaaaaa…….CROT….CROOOOOTTTTTT…… kami saling menyemprot dan berpelukan dengan erat…..tubuh kami lemas tanpa daya…..

Setelah beberapa saat mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada, kami merapikan pakaian kami dan pulang….. kejadian ini menjadi awal yang indah untuk “petualangan-baruku” di Kota Gadis….hampir setiap malam dan sepulang kuliah kami bersama berbagi nikmat dan syahwat. Hingga 2 bulan kemudian, karena Sheren akan dinikahkan dengan pilihan orangtuanya… akupun mundur teratur dan memutuskan untuk pindah kos

Setelah berhasil memikat dan menikmati anak ibu kost, gejolak nafsuku semakin menggebu beriringan dengan meningkatnya ke-PeDe-an dan kenekatanku. Targetku selanjutnya adalah Regina yang biasa dipanggil mbak Gina, orangnya cukup tinggi sekitar 170cm, BH 36B, badan bohay dan kulit putih…perawakanya seperti artis Sarah Azhari dech. Dia berusia 25 tahun serta mempunyai seorang putri bernama Nania yang baru berumur 1tahunan.

Sebenarnya aku ada niat untuk pindah kost ketempat Mbak Gina agar lebih mudah PDKT tapi ternyata khusus tempat kost putri. Tapi aku terus berusaha mencari tahu kebiasaan, kesukaan dan kesempatan yang mungkin bisa aku manfaatkan untuk sekedar mencicipi tubuhnya. Waktu yang aku tunggu akhirnya tiba, saat itu suami Mbak Gina sedang berada diluar kota tepatnya di Lumajang untuk membangun sebuah rumah sakit dan akupun sempat dititipi untuk menjaga atau sekedar membelikan susu anaknya.

“Dith…ikut nitip ya, kalau susunya habis tolong kamu belikan! Pinta Mas Dio
“iya Mas,…
“jangan sungkan2 ya Mbak, kalau butuh bantuan bilang aja…kita kan bertetangga” sambungku pada Mbak Gina.

Sepeninggal Mas Dio pergi bekerja, otomatis hanya ada seorang ibu muda dan balita yang ada dirumah maklum tempat kostnya berada diseberang jalan dan kurang dekat walaupun yang ngekost cewek2. Tiga hari berlalu, segala usaha sudah aku coba untuk memancing rasa dan memantik simpatik tapa belum membuahkan hasil. Sempat aku berfikir untuk menyerah karena Mbak Gina sepertinya istri yang setia. Hingga akhirnya pada hari keempat, sekitar pukul 22:30 malam aku terbangun oleh suara tangisan Nania…akupun langsung berlari menuju rumahnya dan mencari tahu kenapa??? Ternyata cuma terbangun karena kegerahan….

“Dik tolong gendong sebentar ya, soalnya kalau ditempat tidur akan semakin kencang tangisanya….aku mau masak air bentar untuk membuat susu….. kata mbak Gina.
“iya Mbak, sini coba aku gendong….. jawabku

Saat aku ulurkan tangan untuk menggendong tiba-tiba sarungku melorot dan jatuh kelantai, spontan aku merasa malu tapi tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tanganku sudah menggendong Nania.

“maaf Mbak….bisa pasangkan sarungku gak??? Pintaku dengan malu…….tanpa menjawab Mbak Gina memakaikan sarung kebadanku dari belakang, saat melipat dan menggulung bagian depan tangan Mbak Gina secara tak sengaja menyenggal CDku yang didalamnya ada ko*tol yang tegak lurus berdiri (maklum sebelum tidur ngebayangin yang hot-hot dengan mbak Gina).

Sesaat tanganya berhenti seakan menyadari apa yang disenggolnya kemudian memakaikanya kembali. Kenapa aku malu ya? Ini kan bisa memancing birahinya??? Pikirku dalam hati. Sepuluh menit berlalu mbak Gina datang membawa sebotol susu tapi tak kusangka Nania sudah tidur dipelukanku.

“udah tidur mbak….kasihan kalau dibangunkan lagi untuk minum susu, coba aku tidurkan di kasur ya??? Kataku
“ya udah coba aja….trus susunya gimana??? Mbak Gina balik bertanya.
“nanti susunya buat aku aja mbak….Heeeee tapi gak pakai botol ya?!!!” jawabku sambil bercanda sekaligus memancingnya.
“emang susu yang mana?! Mbak gina balik bertanya lagi.

Belum sempat aku menjawab, Nania kembali menangis saat tanganku aku tarik perlahan.

“mbak…kelihatanya aku gak boleh pulang nih ama Nania??? Dikira bapaknya kali ya??? Candaku
“iya kali,….tapi Nia nangis kalau digendong bapaknya??? Jawab mbak Gina

Berulang kali kucoba menjauh dari Nania, tapi anehnya dia tahu kalau aku akan pergi. Akhirnya dengan terpaksa mbak Gina menyuruh aku tidur dikamarnya menemani Nia….

“tolong kamu tidur disini ya??? Biar aku tidur didepan tv aja….tapi nanti waktu pulangnya jangan sampai ketahuan tetangga! Pinta mbak Gina
“iya Mbak….. Horeeee….teriakku dalam hati

Satu jam berlalu, aku terjaga sendirian tak ada Mbak Gina untuk sekedar obat kantuk…. Mbak Gina dimana ya, kok gak ada suaranya???? Tanyaku dalam hati.

Akupun mencari akal, aku tarik tanganku dan menggantinya dengan tangan Winnie The Pooh dan ternyata berhasil. Pelan2 aku langkahkan kakiku, mencari tahu dimana Mbak Gina tidur. Niat awalku hanya untuk sekedar dekat atau mengintip kalau-kalau ada pemandangan cantik. Dua kamar sudah aku periksa dan tidak ada….terlihat lampu kamar mandi menyala tapi kenapa pintunya terbuka??? Tanyaku penuh kebingungan. Aku terus mendekat dan mengendap-endap, hingga aku sangat terkejut melihat Mbak Gina sedang ngewek memeknya dan bersabun ria tengah malam…..

Spontan ko*tolku langsung mengeras dan nafsuku semakin menggebu-gebu melenyapkan batas malu dan ragu. Aku buka sweeter, kaos, sarung dan CDku….kubulatkan tekad dan kuhampiri Mbak Gina yang merem melek ngewek memek….

“aku bantu ya mbak…. kataku sambil memegang dan mengocok-ngocok ko*tolku yang panjang dengan urat dan otot yang kekar menjalar.
“….. mbak gina tak berkata apa2, rasa malu, terkejut, takut dan nafsu bercampur dengan birahi tinggi….

Akupun langsung menyodorkan kotolku didepan mbak Gina yang sedang duduk, tepat didepan mulutnya yang berlilau terbias sinar lampu. Mbak Gina ragu, diam membisu seakan terpaku terhipnotis kotolku….

“wooooww….kata mbak Gina

Saat mulutnya terbuka aku langsung mengarahkan kotolku kemulutnya….aku gesek-gesekan hingga kewajah dan leher…. perlahan tanganya mbak Gina memegang kotolku dan mengelusnya…. mengurutnya…. mengocoknya dengan pelan.
OOOOHHHHH…..nikmat banget Mbak…..ayo terus jangan berhenti” kataku dengan nada mendesah.

Mbak Gina sangat pandai blowjob, sampai-sampai membuat kakiku gemetar karena nikmat yang teramat sangat. Sepuluh menit kemudian blowjobnya semakin dahsyat hingga kakiku lemas dibuatnya.

“pindah ke sofa aja ya mbak??? Ajaku padanya
‘iya….ayooo….. jawabnya singkat

Kami berjalan beriring dengan bibir saling berpagut dan berpelukan, seakan tak rela bila ada nikmat yang terlepas walau hanya sedetik saja. Sampai disofa mbak Gina langsung mengambil posisi duduk dengan kaki mengangkang membentuk huruf ‘M”. Aku ciumi sekujur tubuh Mbak Gina, bahkan aku selingi dengan hisapan dan gigitan, dari ciuman di bibir, turun ke leher, menghisap toketnya bergantin dikiri dan kanan sambil tangan kananku membelai-belai je*butnya yang yang tumbuh subu r disekitar memek tembemnya……

Hhmmmm…..aaaahhhhhmmmmm…… Mbak Gina mendesah, tubuhnya bergerak tak menentu. Melihat itu aku semakin bersemangat menggelitik titik-titik G-spotnya terutama disekitar memek tembemnya. Aku jilatin bibir memeknya dan aku kocok-kocok dengan jari telunjukku.

“Aaahhh….Ooooouughh……heemmmmmmmmmmmmmmm” Mbak Gina semakin mendesah liar sambil menjambak rambutku.
“…Dith…..ayo Dith….masukin aja, aku udah gak tahan nih” rengek Mbak Gina memohon
‘iya….Mbak, tahan sedikit ya….. jawabku.

Sebelum aku masukin, ko*tol aku gesek-gesekan bibir vaginanya….

“ayooo…doooong masukin, ggeli bangeeeettt….. kata Mbak Gina memanja sambil menjepit ko*tolku dengan pahanya.
“iyaaa…..mama Gina Cayaaaang…. jawabku

aku masukin ujung ko*tolku sedikit demi sedikit….tarik…..dorong…..pelan-pelan dan terus…
OOOOooouuuuhhhh…..sesak banget Dith, dua kali punya mas Dio….HHMMmmmmm…..

Setelah berulang kali maju-mundur akhirnya ko*tolku masuk juga, tapi belum sepenuhnya masuk….aku goyang….goyaaanngggg……goyang….terus dan teruuuuuuussss…..
ZLEB….ZLEEEBB……ZLEEEEEE….EEEEEEEEEEBBBBBBB BBBBB……
ooUUUUUhhhh…..nikmaaaattt banget mamaaaa….. bisikku lirih.
Memek mama Gina semakin becek dan banjir, licin dan nikmaaaaatttttttt…..
Oh….ooooouuuggghhh…..Dith aku mau keluar….uuuutan uuuhhhhhhh……aaahhhhhhh……

Kurasakan semprotan hangat dari memeknya…..aku angkat kedua kakinya dan mempercepat goyanganku, semakin dalam dan teruuuuuussssss…..

Toket mama Gina bergoyang-goyang mengikuti irama hentakan ko*tolku….

“ko*tol kamu mantap banget Dith….aku….a…kk…uuuu…..belum pernah ngerasain yang kayak gini…. kata Mama Gina dengan nafas yang terengah-engah….

Ganti posisi ya maaa….doggy style aja biar lebih mantap” ajakku

Mama Gina pun memutar tubuhnya dan nungging disofa tanpa melepaskan kotolku dari memeknya, isyaratkan bahwa kotolku adalah miliknya. Aku masukan ko*tolku hingga pangkalnya dan menggenjot goyangan…..PLAK….PLAK….PLAAAKKK…. suara becek bercampur dengan suara pahaku menghentak pantatnya.

Aaahhhh…..ouuuhhmmmmmmmm……enek banget maaa….. bisikku lembut sambil berpegangan pada kedua toketnya.
ayo keluarin bareng ya??? Pinta mama Gina dengan manja.

“iya mamaaaa…..ayooooooo…….satuuu….duuuaaaaa… …tigaaaaaa……

AAAAAHHHHHHHHH…..CROT….CROOOOTTT……CROOOOOO TTTTTTTTTTTTTT………

OOOOOOUUUuughhhhh…..aaaaaaaaaaaaaaaa………… desah mama Gina merasakan puncak kenikmatan….. aku sempat panik, takut ada yang mendengar desahan mama Gina…. aku tutup bibirnya dengan ciuman dan aku gulingkan tubuhnya dalam posisi tidur miring,….. aku gerakkan kotolku yang masih keras….pelan….pelaaaannnn….. Kurasakan memeknya benar2 penuh terisi spermaku….begitu hangat menghangatkan kebersamaan kami……Oooohhhhh sungguh nikmat kurasakan,….entah mengapa kotolku masih begitu keras bahkan ingin terus menggoyang memek mama Gina sampai pagi.

“maa….lanjut yuuuk???? Masih tegang nih…. bisikku ke telinga mama Gina…..
‘….sama aku juga masih pengen, tapi perutku sakit banget…. rengeknya mama Gina
‘ko*tol kamu gede n panjang banget….masih ada 4hari sebelum Mas pulang, asal aman kita bisa mengulangnya semau

kita…..sambungnya dengan kata yang mesra,,,,

Tak terasa kami ketiduran disofa, berpelukan tanpa sehelai baju dan ko*tol yang masih menancap kuat di memeknya. Hingga menjelang subuh, kami dibangunkan oleh tangis Nania…..

4 hari rumah mbak Gina bagaikan Surga dan kami adalah Adam dan Hawa yang sedang dimabuk cinta (terlarang) bahkan berbulan madu…. bahkan dihari terakhir sebelum suaminya datang, sepulang kuliah aku langsung menghampirinya dan otak kami dipenuhi sex, sex dan sexxx hingga pagi menjelang….kami benar2 hypersex yang tak pernah terpuaskan…..

Tiga hari saat suaminya dirumah, aku sangat tersiksa….ada cemburu di hatiku….sangat sakit dan ini dirasakan juga oleh Mbak Gina…..memeknya mati rasa saat dientot suaminya, hatinya menolak bahkan dia sempat berfikir sedang ‘diperkosa’ suaminya. Setidaknya itulah yang diceritakan mbak Gina kepadaku….

Perasaan kami sangat dalam, namun karena resiko “selingkuh” yang terlalu tinggi karena kostku disamping rumahnya dan udah kenal baik dengan suaminya….aku berniat mundur teratur tapi Mbak Gina menolaknya bahkan meminta suaminya untuk membujuk aku agar tinggal dikostnya gratis dengan alasan aku sudah dianggap adiknya Mbak Gina. Tapi aku tetap menolaknya dan terpaksa pindah kost lag

Lama juga aku tidak upload cerita, kangen banget dengan komentar agan-agan semproters!!!
Aku pekenalkan diri lagi ya Gan? Namaku Adith, cerita ini aku alami saat duduk di bangku kuliah salah satu

Universitas swasta di kota Madiun. Saat itu sedang libur semester namun aku masih males banget untuk pulang kerumah, jujur aja saat itu aku bingung harus mengisi liburan dengan apa dan kemana. Dengan sangat terpaksa aku tetap tinggal di kost-kostan sambil nunggu Icha (Doi-ku) balik dari mudiknya di Lampung. Hari pertama libur aku berniat untuk bangun siang dan malas-malasan aja, namun yang terjadi tidak demikian. Jam 07:30 pintu pagar terdengar ada yang membuka dan benar saja, satu menit kemudian ada yang mengetuk pintu….

Tok…tok…tok….assalamualaikum, Mas….Mas Adith….Assalamualaikum
‘wa alaikum salam” aku jawab dengan jengkel karena masih mengantuk.
…..eh Pak RT, maaf baru bangun” sambungku.
‘Maaf Mas, cuma mau nyerahin ini aja (amplop kosong ) tolong nanti malam hadir dirumah saya sebagai perwakilan yang ngekost disini….sekalian sumbanganya buat kegiatan RT’ jawab Pak RT panjang lebar.
“ooo…iya Pak, terimakasih” jawabku

Pak RT pun langsung balik kanan dan maju jalan meninggalkan tempat kost-ku.

“apes banget nih, kesepian di kost….malah dapat bonus ngasih sumbangan” gumamku dalam hati.

Untuk menghilangkan pusing, akupun mandi dan langsung kerumah Pak RT untuk mengembalikan amplop yang sudah aku isi karena aku males kalau harus ikut ngumpul malam harinya…

“lebih baik cuci mata di matahari” kata hatiku.

Karena rumahnya hanya berjarak 300 meteran dan biar kelihatan terburu-buru untuk alasan gak bisa datang malam harinya, aku kerumah Pak RT dengan hanya menggunakan celana pendek boxer dan T-shirt tipis aja. Akupun langsung mengetuk pintu dan memanggil-manggil Pak RT tapi tak ada jawaban, akhirnya aku putuskan untuk lewat dubur. Namun hasilnya sama, tak ada jawaban… bingung mau tanya siapa, karena rumah Pak RT agak terpencil dikelilingi kebun tebu.

‘Cari bapak ya Mas?” tiba-tiba suara ibu RT mengejutkan aku dari belakang
‘……….ooo……iiiiii…iiiyyyyaaaa Bu! Jawabku dengan gugup.

Asal tahu aja Ibu RT (namanya Tante Wulan) keseharianya memakai jilbab dan selama 2 bulan aku nge-kost disini hanya wajah cantiknya yang aku lihat hingga terbayang-bayang waktu tidur. Tapi yang aku lihat sekarang sungguh sangat berbeda, rambut panjangnya terurai basah, dengan kulit yang sangat-sangat putih mulus dari pundak sampai lengan dan sebagian pahanya kebawah apalagi toketnya yang samar-samar terlihat bagian atasnya. Yaaahh… tante wulan hanya memakai handuk, sepertinya baru aja mandi tapi dimana kok asalnya dari kebun tebu??! Aahhh….udahlahhh….

‘kok bengong Dith….” tanya Tante Wulan.
“….aaaa….aanu ….muluussss” jawabku mengigau terhipnotis kemulusanya.
“eehhhh…maaf Bu, maksud saya Ibu darimana kok di belakang?? Kataku buru-buru untuk menutupi malu dan jawaban ngawurku.
‘maaf Mas, tolong jangan dijalan aku mau masuk kerumah… jawabnya agak menunduk malu.
“…ooo…maaf Bu, silahkan” jawabku sambil memberi jalan.

Tanpa berkata-kata Tante Wulan berjalan dengan tergesa, namun saat menginjak anak tangga yang ketiga di depan dubur Tante Wulan terpeleset dan jatuh. Aku diam mematung, melihat keindahan yang lebih dari sekedar mulus….handuk yang membelit tubuhnya terlepas dan tubuhnya jatuh kesamping….sampai-sampai suaranya mengaduh tak aku hiraukan, panca inderaku telah tertutup oleh gejolak nafsu yang berkobar tak menentu.

‘aduh…aduh…kakiku sakit….tolong aku Mas??? Pintanya merengek.
”…………………. tanpa berkata aku mendekatinya dan langsung menggendongnya kedalam rumah.
‘Mas….sini aja Mas, jangan ke kamar….nanti dilihat orang jadi fitnah” katanya dengan nada keras
“Mbak…aku boleh memanggil Mbak kan? Jangan memikirkan orang lain, pikirkan aja kaki Mbak… kalau keseleo atau lebih parah lagi bagaimana???? Kataku coba merayu

“kalau ada yang melihat pakaian Mbak seperti ini sedang bersama aku, pasti sama saja kan? Lebih baik kan dikamar, gak mungkin ada yang melihat…. kalau Mbak malu, itu sudah telat Mbak….tadi waktu mbak jatuh….aku sudah melihat semuanya mbak!!! Jawabku menenangkan dan mengambil hatinya.

‘PLAKKKKKK…..kenapa kamu intip??? Katanya saambil menampar wajahku dengan keras.
“kenapa Mbak tampar aku? Aku kan menolong Mbak….lagian aku gak ngintip, tapi aku melihatnya…. aku gak bisa untuk tidak melihatnya Mbak, tubuh Mbak sangat indah bahkan lebih indah dari tubuh pacarku” rayuku sambil memegang kedua tanganya agar gak menampar aku lagi.

‘hiks….hiks…… tiba-tiba Mbak Wulan menangis terisak, lupa dengan handuk yang dari tadi dipeganginya.
“Mbak, jangan berpikir negatif Ya? Jangan bergerak apalagi berjalan, nanti kakinya jadi bengkak lho…istirahat aja aku ambilkan minyak urut dulu” kataku sambil merebahkan dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

Aku buru-buru kembali ke kost untuk mengambil minyak urut….

“aku harus bermain cantik, menjadi ‘pahlawan rahasia’ untuknya tapi juga harus menjadi ‘pejantan rahasia juga karena Mbak Wulan belum mempunyai anak, mungkin karena Pak RT (Tono) sudah terlalu tua sekitar 45 tahun sedangkan Mbak Wulan Baru 27 tahun“ bisikan nafsuku.

Aku langsung kerumahnya Mbak Wulan sambil berlari karena sedang gerimis, bersama minyak urut aku bawa serta 3Pcs kondom dan 2 butir obat perangsang. Aku langsung menuju kamar tengah, tempat dimana Mbak Wulan terbaring bugil…

“ini Mbak….tolong diminum obatnya, 2 butir sekaligus ya Mbak??? Kataku sambil memberikan obat dan segelas air.
‘waktu kesini ada orang yang melihat apa tidak Dith? Katanya dengan lirih
‘tidak Mbak, kan lagi hujan….sepi Mbak jangan mikir macam-macam, cepetan diminum ini obat pereda nyeri kok’ kataku sambil memijit pelan kakinya.

“iya….makasih banget ya? Maaf aku sudah berpikir negatif….tapi tolong ya, abis ini cepetan balik dan titip tutup pintunya” katanya dengan tatapan mata yang dalam.
‘iya….ini minyak urutnya….aq balik dulu, inget ya jangan dibuat jalan tunggu Pak Tono aja’ jawabku dengan hati sebel dan kesal karena diusir secara halus.

Aku langsung berjalan keluar kamarnya menutup dubur dan pintu depan, TAPI…. aku diruang tamu menunggu obat perangsangnya bereaksi. Sebatang rokok sudah habis aku hisap, obat kuat udah aku telan bulat-bulat, lima belas menit sudah berjalan mendekatkan aku pada surga dunia. Pelan-pelan aku menuju kamarnya, aku sibakkan kelambu dipintunya sedikit-demi sedikit mengintip reaksinya…..
Wow…ternyata sudah siap saji ditandai dengan keringat yang mengkilat ditubuhnya yang terbuka karena kegerahan dan dahaga….

“maaf Mbak….aku kembali, aku gak tega meninggalkan seorang yang sakit sendirian apalagi seorang wanita dan gak bisa berjalan” kataku pelan sambil berjalan menuju tempat tidurnya.
‘kamu balik lagi….kamu baik banget….maaf Mbak buka baju, gerah banget nih…. katanya dengan manja dan tidak malu-malu lagi.
“berarti obatnya sudah bekerja Mbak, aku pijitin ya biar lebih cepat sembuh” jawabku dengan hati-hati karena obatnya belum bereaksi penuh dan satu lagi obat perangsangnya gak membuat tidak sadar tapi hanya membuat nyaman dan cinta.
‘andai aja aku belum menikah, pasti aku mau banget menjadi pacar orang sebaik kamu! Jawabnya mesra
“emang ada larangan ya Mbak, orang bersuami mempunyai pacar? Kan gak ada undang-undangnya? Jawabku ngelantur mengikuti nalurinya yang sudah ngawur tapi logis.
‘iya juga ya? Kita pacaran aja ya? Tapi kalau ada yang tahu bagaimana? Katanya genit
“kita ngumpet aja, kita ketemuan di kebuntebu belakang….kan bisa sms!! Jawabku
‘iya…iya….kita jadian sekarang ya??? Jawabnya sambil menarik tubuhku hingga jatuh dipelukannya.
“okey…. jawabku singkat sabil mencium bibirnya.

Mbak Wulan membalas ciumanku dengan ciuman yang lebih menggebu, melumat bibirku, menghisap liurku dan memilin lidahku dengan lidahnya….. tanganya melepas kaos dan boxerku dengan cepat dan langsung mengambil alih tongkat ‘ko*tol’ komando yang sudah mengacung tegak dan keras.
‘oooohhhh….uuuhhhhh….hisap tetek aku ya sayaaaaa…..aaaaanggggg’ bisiknya lirih ditelingaku.
“iya sayaaaang…..jawabku

Aku remas toket (36B) kirinya dan menghisap yang sebelah kana, memainkanya dengan lidah dan selingan gigitan-gigitan mesra. Tubuh Mbak Wulan mengejang dan bergelinjang tak menentu menahan nikmat yang teramat sangat. Sepertinya obat perangsang telah membuat inderanya lebih sensitif…..

‘HHhhmmmm…..ooooouuuhhh……hhhhmmmmm….. desahan dan gumam Mbak Wulan semakin keras, membuat aku sempat takut ada yang mendengar tapi juga membuat aku semakin bernafsu dan gemes.

Akupun berinisiatif mengambil posisi 69, digenggamnya kotolku dengan erat dan mulai mengocoknya dengan pelan…sambil mengeyot-enyot ujung kotol dengan hisapan dan jilatan yang sangat nikmat. “iya sayang….teruuus…..ooooohhhh….nikmat banget hisapan kamu” desahanku.

Aku gigit pangkal pahanya yang putih mulus, aku belai bibir memeknya dengan jari…. rasa geli yang tak tertahan membuat kakinya mengejang….menjepit kepalaku dengan kedua pahanya. Memaksa wajahku berlabuh dimemeknya yang sudah basah….aku jilatin memeknya yang masih sangat merah dan indah….menghisap bibir memeknya dan menggelitik klitorisnya dengan lidahku…..

OOOooohhhhh….AAAaaaaaaggghhhhhh……aaaaaaaaaaa aaaahhhhhhh…….ooouuuuhhhhhhhhh…..

Desahan Mbak Wulan semakin menjadi dan Crit….Criiiittt….Crrriiiiiiittttttt….. tiba-tiba semprotan kecil keluar dari memeknya. Jujur aku sangat terkejut dan takjub, ini pertama kalinya aku melihat langsung wanita orgasme sampai bisa nyembur keluar dengan kencang dan deras.

Tak mau kehilangan momen, aku langsung menarik kotolku dari mulutnya dan mengangkat kedua kakinya keatas….aku gesek-gesekan kepala kotolku ke lubang memeknya…..terus dan teruuuuss

“ayooo….sayaaang, cepetan masukin aku sudah gak tahan….. rengek Mbak Wulan.
“Iya sayang…aku masukan sedikit demi sedikit, pela-pelan, maju mundur bergoyang teratur…. karena sepertinya memeknya masih sempit walau sudah orgasme atau mungkin juga ko*tolku yang kegedean apalagi setelah minum obat kuat, ototnya keluar semua dan keras.

Setelah berulang kali keluar-masuk dan aku rasa sudah sangat licin akupun langsung menghujamkan ko*tolku kuat-kuat kedalam memeknya…..ZLEB….ZLEEEEEBBBB….ZZZZLLLEEEEEEB BBBBBBBB……

AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH…….SAKIIIIIIIITTT SAAAYYAAAAANNNGGGG!!!!
Mbak Wulan berteriak keras sambil menjambak rambutku…..ooooohhhhh…..gede banget sayang…. panjang kayak lengan akuu….uuuhhhhh….ayo genjot sayang, goyang yang cepat…..
Aku goyang….lebih cepat….lebih cepat….lebih dalam….terus….dan teruuuuuuuuussssssssss…….
Ah…ah…ah….ah…ah….ah….ah….ah…ah…a h…..

Sayaaaang aku keluaaarrrrr laagiiiii…..crit….crit……memeknya nyemprot kotolku dengan kuat dan membuatnya semakin licin dan becek….pyek…pyeek…..pyeeekkkk…..suara kotolku membombardir memeknya…..
Udah sayaaanggg…cepetan keluarin……rengeknya sambil mencakar-cakar dadaku, sangat liar dan binal….seperti sudah seribu tahun menahan birahi dan memendam nafsu dengan jilbab dan kealimanya.

“tunggu bentar lagi sayang….ganti posisi ya? Kamu nungging?! Bisikanku lirih ditelinganya.

Mbak Wulanpun menunggingkan pantatnya…karena membelakangiku Mbak Wulan tidak tahu aku tambahkan Ring dan Kondom berduri ke ko*tolku.

Tahan sedikit ya??? ZLEB….ZLEEEEEEEEEEEEEEBBBBBBBBBBBBB…………. aku langsung menghentakkan kotolku ke memeknya, sekarang kotolku semakin gede dari sebelumya yang memang sudah lumayan gede (P:19cm-D:5,4cm)
AAAAAHHHHHH…. Mbak Wulan seketika menjerit dan langsung terjatuh dari posisi doggy style-nya. Walau posisinya tengkurap aku terus menggoyangnya dengan liar….
O
H….AH….UUUHHHH……periiiiiihhhh sayaaaangggg….

Sepuluh menit aku memaksakan goyanganku, tiba-tiba tubuhnya mengejang dan kaku….
Akupun berhenti sejenak dan memeluknya dengan ko*tol masih menancap di memeknya.

“kamu gak apa-apa kan? Bisiku sambil melumat telinganya
‘kamu jahat banget….sejak nungging tadi aku udah keluar 3 kali, perut aku sakit banget seperti kram…cepetan semburkan spermamu, aku ingin baby darimu, mas tono gak bisa ngasih…. katanya.

Ya udah, kita miring aja ya? Aku goyang dari belakang…jawabku.
Kondom dan Ring aku lepaskan dan kembali menggoyangnya…..pyek…pyek….pyekkkkk….
Suara memeknya sudah sangat amat becek sekali….aku goyang…lebih cepat…. lebih cepat…. lebih cepaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttt…….sesaat kemudian….
Saaayyyyyaaanggg….kita semprotin bareng ya…..1…..2…..3…..CROT….CROOOTTT….CROT
Aku tumpahkan spermaku didalam memeknya, sambil terus menggoyangnya pelan-pelan….

“bagaimana sayang, kamu puas apa belum??? Kataku manja
‘puas buangets….sayaaang….” jawabnya tak kalah manja sambil melumat bibirku.

Kami berpelukan mesra nan manja seakan kami adalah sepasang suami istri yang honeymoon, seakan ini kamar kami, seakan ini rumah kami…..seakan-akan tak mau lepas…..

Setengah jam kemudian dengan iringan suara bedug, kamipun membereskan kamar agar sewaktu Pak Tono pulang gak curiga apalagi tahu. Kaki Mbak Wulan tanpa aku sadari sudah sembuh dan bisa berjalan normal waktu menuju kamar mandi…..

“mbak, kakinya sudah gak sakit??? Tanyaku heran
‘udah, lumayan….. jawabnya santai sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di sebelah kebun tebu.
Hujan masih deras sederas aliran nafsuku yang masih menggebu, namun apa daya waktunya sudah mepet sebelum Pak RT datang.

Malam haripun tiba, keinginanku untuk kembali mengulang kenikmatan tadi siang kembali datang dan tak dapat aku halangi. Waktu menunjukkan Jam 19:00 tepat, satu persatu warga datang untuk memberikan sumbangan dan musyawarah bersama untuk pembuatan gardu untuk siskamling. Aku yang awalnya berniat untuk tidak datang akhirnya terpaksa datang untuk sekedar mengantar amplop yang tadi siang tidak jadi aku berikan sekaligus untuk mencari tahu situasi dan kondisi rumah Pak RT. Setengah jam berlalu dan musyawarah dimulai…. setelah aku rasa aman akupun SMS Mbak Wulan untuk mengajak ketemuan dibelakang rumah.

Tit…tit…tit….tit…. Hpku berbunyi, membawa pesan “Okey, aku ke kamar mandi…. gak tahukenapa, tapi aku kangen bangeeet….tapi jangan macam-macam ya? Banyak orang….

Tanpa membalas sms aku langsung pamit dan berjalan memutar menuju kebun tebu belakang rumahnya. Aku perkirakan ada waktu sekitar 1 jam aman untuk berkangen ria sebelum rapat Rtnya selesai. Sesampainya di depan pintu kamar mandi aku langsung membukanya dan masuk kedalam….

Sesaat kami saling pandang dan berbagi senyum….kami langsung berpelukan dan berciuman dengan penuh mesra….tanganku langsung turun kebawah, meremas pantatnya dan mengangkat jubahnya keatas….hemmmmm ternyata Mbak Wulan sudah siap tidak memakai CD….aku angkat kaki kirinya keatas bibir bak mandi dan langsung kumainkan memeknya yang ternyata sudah basah, dengan mudah 2 jariku keluar-masuk dan menari didalam memeknya….

“memek kamu sudah siap yah?? Bisikku
‘iya….buruan masukin keburu orang-orang pulang…. jawabnya singkat!
“iya….emut ko*tolku bentar yah, biar licin masuknya” kataku

Mbak Wulan langsung jongkok dan melumat kotolku dengan lahap….tanganya menggenggam kuat pangkal kotol dan mengocoknya dengan cepat…..

Ooouuuuhhhh…..buruan nungging, aku masukkan…..

ZLEEEEBBBB….ZLEEEEEEEEBBBBBB……ko*tolku memenuhi ruang di memek hangatnya, aku goyang….maju-mundur…..aku tarik kedua lenganya kebelakang untuk pegangan dan aku goyang lagi lebih cepat….lebih dalam dan teruuuuuusss……
mmm….mmm….uuuuuhhhh….. Mbak Wulan hanya bergumam tidak berani mendesah atau berteriak liar seperti tadi siang. Keringat kami bercucuran karena kami masih berpakaian lengkap hanya membuka seperlunya saja.

“mbak…kalau kita mudah kangen terus bagaimana?? Tanyaku
‘aku juga gak tahu….aku gak bisa menahanya….jawabnya dengan suara terengah menahan goyanganku.
“kemarin…yang kesini siapa Mbak? Tanyaku
‘ooo…itu Adikku, namanya Fina….awas jangan macam-macam lho Dia anak Pondokan?! Jawabnya Mbak Wulan
“enggak bakalan Mbak….justru bisa buat tutup hubungan kita, bantu PDKT ya mbak? Kalau aku jadian kan Pak RT gak curiga dengan kita….kataku
‘maksutnya? Gak usahlah…adikku gak neko2….jawabnya Mbak Wulan.
“aku gak akan neko2 juga kok Mbak….jawabku sambil terus menggenjot goyanganku.
‘buruan…aku hampi keluar….nanti sms aja…. jawabnya
“ayo semprotin bareng….1…..2…..3….CROT…CROT…CROOOOOTT T…..

Kami benar-benar nyemprot bareng dan tak sempat bermanja-manja lagi karena wakru satu jam telah usai. Aku langsung berlari menuju kegelapan malam….kegelapan kebun tebu….

Baca Juga : Cerita Hot ku: Pengalaman Ngewe Bersama Kakak Kelas ku

Hubunganku dengan Mbak Wulan tetap berjalan backstreet bahkan hingga aku lulus kuliah dan dikaruniai seorang anak yang amat cantik….secantik Ibunya….TOLONG JAGA BUAH CINTA KITA YA MBAK???? TERIMA KASIH