Showing posts with label seks. Show all posts
Showing posts with label seks. Show all posts

Saturday, November 1, 2025

Cerita Seks ku Bersama Cewek Amoy Anak Sekolah

Cerita seks – Karena aku di hinggap kepenatan siang itu aku pergi untuk jalan jalan ke pusat perbelanjaan untuk sekedar refreshing dan lihat cewek cewek amoy, kurang lebih setengah jam aku berputar putar sendiri melihat kanan kiri dan kagetnya aku ditubruk seseorang dengan membawa bawaan belanja yang banyak tergesa gesa tak taunya aku melihat kebelakang wanita yang menubrukku.

Awalnya dengan rasa kesal setelah melihat ternyata wanita kemudian aku bantu dia untuk membersei barang belanjaannya tak lupa aku yang meminta maaf padanya walaupun yang salah sebenarnya adalah dia.



“Maaf ..mbak…nggak sengaja nih…”kataku padanya.
“ya…nggak apa-apa lagi….oya..kamu Rico kan….”katanya padaku.
“iya..saya Rico….dan mbak siapa ya…kok tahu nama saya”
“kamu nggak ingat sama aku ya…teman SMA kamu…yang suka jahilin kamu….”katanya padaku.
“siapa ya….eeeee….maaf …Kesya ya….SiBunga SMA “
“Tepat sekali ….tapi tadi kok kamu manggilin aku mbak seh…”
“Maaf deh….abis aku nggak tau siapa kamu..”
“kenapa..lupa ya sama aku….atau emang udah dilupain ya…”
“ya..gimana ya..kamu cantik banget ..beda dengan yang dulu..”kataku sedikit memujinya.
“ak kamu ….biasa aja kok…”katanya sambil tersipu malu.
“oh ya….kita kekafe yuk..buat ngerayain pertemuan kita ini…”
“ok deh…tapi kamu yang traktir aku ya…abis aku lagi bokek nih”kataku padanya
“ya..nggak masalah lagi….”

Aku dan Kesya pergi kekafe langgananya Kesya.Sampai disana ..kami memilih meja yang paling pojok.Suasana didalam kafe ini sangat sejuk dan nyaman…membuat orang yang berada didalamnya betah untuk duduk berlama-lama.

“Gimana kabar kamu sekarang Rico…..udah berkeluarga ya…”tanya Kesya padaku.
“aku seh baik-baik aja….masih sendiri lagi….masih kepengen bebas”
“kalau kamu gimana….udah bekeluarga ya….”tanyaku padanya.
“aku udah married….udah 3 tahun”
“asyik dunk….trus suami kamu mana…kok pergi sendirian ….nggak takut digodain sama lelaki iseng”
“ah kamu..biasa aja lagi….laki aku lagi keLN…urusan bisnis katanya”

eh…ayo makan..kok didiamin aja nih”

kamipun akhirnya menyantap hidangan yang telah tersedia.Habis makan,kami jalan-jalan dan pulang kerumah masing-masing.

Beberapa hari kemudian….Kesya mengirim SMS keHP ku….isinya mengajak aku untuk main kerumahnya.SMSnya kubalas….dan aku tanyakan dimana alamat rumahnya..Beberapa menit kemudian…Kesya membalas SMSku dan menyebutkan alamat rumahnya. Cerita Dewasa

Aku berangkat kerumah Kesya…sibunga SMA.Tak lama kemudian ..aku sampai didepan rumah mewah.Kubaca kembali alamat yang diberikan oleh Kesya dan kucocokkan dengan nomor rumah yang tertera didepan pintu…pass..memang benar ini rumahnya.

Kutekan bel yang ada didepanku.Beberapa saat kemudian …pintu pagar terbuka dengan sendirinya.Aku masuk, pintu pagarpun ikut tertutup dengan sendirinya.Aku berjakan menuju teras depan dan Kesya telah menungguku disana.

“Hii..gimana kabar kamu sekarang….”sapanya padaku.
“Baik saja nih….kamu gimana…kok sepi amat seh…pada kemana nih”
“iya nih…nggak ada siapa-siapa nih dirumah…jadi kesepian..makanya aku undang kamu kesini ..buat nemenin aku…”
“nggak salah nih..ntar suami kamu marah lagi”
“ah..nggak apa-apa lagi…. dia lagi diLN sekarang nih…”
“yuk ..masuk….kita ngobrol didalam aja deh”

Kamipun masuk kedalam rumahnya Kesya.Wah….benar-benar mewah nih rumah..semua perabotannya sangat mengagumkan.

“mari..silahkan duduk….jangan malu -malu..anggap saja seperti rumah sendiri”
“Thank’s….”dan akupun duduk
“oya..mau minum apa nih….panas..dingin atau yang hangat..”kata siNyonya rumah.
“jadi bingung nih ..milihnya …”kataku padanya.
“ya…kalau yang panas…teh sama kopi…trus kalau mau yang dingin..ada soft drink..”balas siKesya
“trus kalau aku milih yang hangat gimana”tanyaku lagi.
“ya…ada deh…”kata Kesya sedikit genit.
“ok deh…kalau gitu..aku minta yang hangat aja deh”kataku coba menggodanya.
“ah..kamu ini bisa aja….ntar kalau aku kasih kamu nggak susah nanti”
“ya..tergantung yang ngasih dunk…”

Kesya bangkit dari duduknya ….”bentar ya …aku kebelakang dulu”

Ia pergi meninggalkanku diruang tamu yang mewah itu.Kesya kembali lagi keruang tamu dengan membawa dua gelas jus orange .Dia meletakkannya datas meja.

“Lho..tadi katanya yang hangat..kok yang itu seh”kataku padanya.
“yang hangat ntar….so pasti aku kasih deh”

Akupun duduk kembali.

“Ran…rumah kamu bagus banget deh….semuanya kamu punya…so pasti kamu bahagia dong dengan suami kamu….”
“ah ..siapa bilang..dari luarnya saja aku keliatan bahagia”katanya mulai serius
“memang semuanya aku punya ..tapi khan itu nggak menjamin aku bahagia”
“bayangin aja deh ..dalam satu bulan ..palingan suamiku 3 hari ada dirumah”
“selebihnya ..ya kesana kemari ..ngurusin bisnis keluarganya yang segudang itu…jadi kamu bisa bayangin deh..betapa aku sangat kesepian..”

Kesya mulai menceritakan semua keluhan yang ada dalam dirinya.Kucoba memahami setiap jalan ceritanya sambil sesekali mataku nakal melirik bagian tubuhnya yang sangat menggairahkan sekali.Saat itu,

Kesya mengenakan kaos yang cukup ketat sekali sehingga mencetak seluruh lekuk tubuhnya yang sangat indah itu.Dibalik kaos ketat lengan pendek itu …sepertinya Kesya tak mengenakan Bra…itu terlihat dari tonjolan kecil dipuncak dadanya yang padat dan berisi .Perlahan terasa sesuatu bergerak nakal dari balik celana yang kukenakan.

Kesya bangkit dari duduknya dan pindah disampingku.Tercium bau harum parfumnya yang sangat mengundang gairah.

“Dy..aku kangen banget deh sama kamu….”katanya padaku
“oya…”kataku padanya.
“iya nih….apalagi sama…….”katanya terputus.
“sama apa seh Ran…..”
“sama…..sama ini nih….”katanya sambil meletakkan tangannya diatas gundukan batang kejantananku.
Kontan saja aku terkejut mendengar penuturannya yang begitu spontan.walau sebenarnya aku juga menginginkannya.

Karena tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku,Kesya tak memindahkan tangannya dari atas selangkanganku..malah sebaliknya dia mengelus pelan batang kejantananku yang masih tersembunyi dibalik celana panjang yang kukenakan.

Perlahan ..mukaku dan muka Kesya makin mendekat.Kesya memejamkan matanya sambil merekahkan bibirnya padaku.Kukecup bibirnya yang merah itu.Mulutku bermain dimulutnya yang mungil dan seksi .Sesekali lidahku berpilin dengan lidahnya .Kesya sangat bergairah sekali menyambut ciuman bibirku dibibirnya.

Sementara itu tanganku tak tinggal diam.Kucoba meraba dua bukit kembar yang tumbuh didadanya. Begitu hangat ,padat dan berisi Terasa sangat halus sekali kulit dadanya Kesya.Dua puncak dadanya yang mulai mengeras tak luput dari remasan tanganku.Dan tangan Kesya semakin liar begerilya diatas gundukan batang kejantananku yang mulai mengeras.Itulah salah satu cerita sex dari diaryceritasexku

Tuesday, October 28, 2025

Cerita Mesum ku Bersama Cewek Gadis PKL yang Sangean

Cerita Mesum – Cerita Seks ini adalah cerita dewasa yang mana ku alami sendiri. Pembaca Cerita Dewasa Sebelumnya, Aku perkenalkan diri, waktu itu Aku ber usia 27 tahun, masih single lah, bukannya tidak laku lho tetapi memang Aku masih ingin bebas. Kata orang, wajah Aku cukup ganteng dengan badan atletis. Bekerja di suatu instansi pemerintah di kota Surabaya. Bekerja pada Bagian Sekretariat yang mengurusi surat-surat masuk dan mencatat segala keperluan dinas atasan ( sektretaris), juga mengetik surat-surat, karena memang Aku cukup terampil dalam penggunaan komputer yang terkadang memberi pelajaran mengenai pengoperasian komputer di luar kantor. Seperti biasanya, suatu instansi pemerintah selalu ada siswa-siswi yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang memang merupakan bagian dari kurikulum yang harus dijalani oleh setiap murid. Pagi itu sekitar pukul 09:00 Aku sedang mengetik suatu nota untuk dikirim ke suatu instansi lain, tiba-tiba Aku didatangi oleh 3 siswi lengkap dengan seragam sekolahnya.

“Selamat pagi, Pak!” sapa mereka dengan kompak dan ramah. “Pagi.., ada yang bisa Aku bantu?” jawab Aku dengan ramahnya. “Begini Pak.., kami ingin menyakan apakah di sini masih menerima anak sekolah untuk PKL?” “Oooh.. kalian dari sekolah mana?” tanya Aku. “Saya dari SMK X pak.. dan ini surat permohonan kami dari sekolah.”, kata mereka sambil menyerahkan surat permohonan kepada Aku. Lalu Aku baca, di sana tertulis nama-nama mereka, setelah selesai Aku menatap mereka satu persatu. “Coba, Aku ingin tahu nama-nama kalian dan ketrampilan apa yang kalian miliki?” tanya Aku sok pintar. “Nama Aku Tasya Pak, yang ini Desy dan yang itu Tasya Pak..”, mereka juga menjelaskan bahwa mereka bisa menggunakan komputer walaupun belum terampil, karena di sekolahnya diberikan ketrampilan komputer. Si Tasya memiliki postur tubuh yang agak kurus dengan bentuk wajah bulat dan memiliki bentuk payudara yang hampir rata dengan dadanya. Si Desy agak gemuk dan pendek tetapi memiliki payudara yang besar, dan yang satu ini memiliki postur tubuh yang agak tinggi dari teman-temannya, sangat cantik dan sexy seperti bintang mega sinetron dengan bulu-bulu halus di tangannya, warna kulit kuning langsat dengan wajah yang imut-imut dan bibir yang merah serta payudara yang montok, ukurandadanya 34B.

Wah.. pikiran Aku jadi kotor nih (maklum walaupun Aku tidak pernah berhubungan badan, tetapi Aku sering nonton BF). Umumnya mereka semua memiliki wajah yang cantik, kulit putih dan bersih. “Begini ya adik-adik, kebetulan di sini memang belum ada yang PKL, tetapi akan Aku tanyakan pada atasan Aku dulu..”, kata Aku, “Nanti, seminggu lagi, tolong adik-adik kesini untuk menunggu jawaban.” lanjut Aku sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah mereka satu persatu. Setelah berbasa-basi sedikit, akhirnya mereka pulang. Aku menghadap atasan yang kebetulan sedang baca koran, maklum pegawai negeri kan terkenal dengan 4D (datang, duduk, diam dan duit). Setelah bicara ala kadarnya, atasan Aku menyetujui dan Aku lah yang disuruh memberi tugas apa yang harus mereka kerjakan nanti. “Tolong, nanti kamu yang mengawasi dan memberi arahan pada mereka.” kata atasan Aku. “Tapi jangan diarahin yang ngga-ngga lho..” Aku agak bingung dibilang seperti itu. “Maksud Bapak?” “Iya, tadi Aku sempat lihat, mereka cantik-cantik dan Aku perhatikan mata kamu ngga lepas-lepas tuh.”

“Ah, Bapak bisa aja, Aku ngga ada maksud apa-apa, kecuali dia mau diapa-apain.” kata Aku sambil bercanda dan tertawa. “Dasar kamu..”, jawab atasan Aku sambil ketawa. Memang, walaupun dia atasan Aku tetapi di antara kami tidak ada batas, maklum atasan Aku juga mata keranjang dan rahasia bahwa dia sering main perempuan sudah merupakan rahasia kami berdua. Seminggu kemudian, mereka bertiga kembali ke kantor. Setelah itu Aku jelaskan bahwa mereka bisa PKL di sini dan langsung mulai bekerja. Setelah itu Tasya dan Desy Aku tugaskan di bidang lain, sedangkan Tasya, Aku suruh membantu pekerjaan di ruangan Aku. Kebetulan ruangan Aku tersendiri. Memang sudah Aku rancang sedemikian rupa agar selalu dapat menikmati keindahan tubuh Tasya yang saat itu kelihatan cantik dan sexy dengan rok yang agak ketat di atas lutut. Lalu Aku mengantar Tasya dan Desy ke ruangan lain untuk membantu karyawan yang lain, sedangkan Tasya Aku suruh menunggu di ruangan Aku. Setelah itu Aku kembali ke ruangan. “Apa yang harus Aku kerjakan, Pak?” tanya Tasya ketika Aku sudah kembali. “Kamu duduk di depan komputer dan tolong bantu Aku mengetik beberapa nota.” sembari memberikan beberapa lembar kertas kerja pada nya.

“Dan tolong jangan panggil Aku Bapak, Aku belum Bapak-bapak lho, panggil saja Bang Rino.” kata Aku sambil bercanda. “Baik Bang Rino, tetapi tolong ajarkan Aku mengetik, karena Aku belum mahir menggunakan komputer.” Aku mulai memberi arahan sedikit tentang cara mengetik sambil tidak henti-hentinya memandangi wajah Tasya tanpa sepengetahuannya. Aku berdiri di sampingnya sambil menikmati. Sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah payudaranya yang kelihatan dari atas karena kerahnya agak terbuka sedikit. Nampak sekali kelihatan belahan payudaranya yang putih mulus tertutup bra warna coklat muda. Apalagi ditambah dengan paha yang sangat sexy, mulus dan kuning langsat yang roknya naik ke atas ketika duduk. Tanpa disadari, kemaluan Aku berdiri tegak. Pikiran kotor Aku keluar, bagaimana caranya untuk bisa menikmati keindahan tubuh anak SMK ini. Di hari pertama ini, Aku hanya bisa bertanya-tanya tentang sekolah dan keluarganya dan terkadang bercanda sambil menikmati keindahan tubuhnya. Ternyata Tasya adalah anak yang enak diajak bicara dan cepat menyesuaikan dengan lingkungan. Terkadang Aku suka mengarahkan ke cerita yang porno-porno dan dia cuma tersipu malu. Selama itu, Aku juga berpikir bagaimana caranya untuk merasakan kenikmatan tubuh Tasya. Aku merencanakan untuk membuat strategi, karena besok atasan Aku akan dinas ke luar kota beberapa hari sehingga Aku bebas berdua dengannya.

Pada hari ketiga, pagi-pagi Tasya sudah datang dan kebetulan atasan Aku sedang dinas ke Bandung selama 5 hari. Seperti biasa, dia selalu menanyakan apa yang bisa dia kerjakan. Inilah kesempatan Aku untuk melaksanakan rencana yang sudah disiapkan dengan pikiran kotor Aku, apalagi ketika dia sedang duduk di kursi, tanpa disadari atau disengaja, duduknya agak mengangkang, sehingga dapat terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna putih di antara pahanya yang putih mulus. “Gini aja Sya, kebetulan hari ini kayaknya kita lagi ngga ada kerjaan.. gimana kalau kita lihat berita-berita di internet?” kata Aku mulai memancing. “Kebetulan tuh Bang Rino, tolong dong sekalian ajarin tentang internet!” pintanya, Nah kebetulan nih, “Beres.. yuk kita masuk ke ruangan atasan Aku, karena internetnya ada di ruangan bos Aku.” “Ngga enak Bang, nanti ketahuan Bapak.” “Kan Bapak lagi dinas ke luar kota, lagian ngga ada yang berani masuk kok selain Aku.” jawabku sambil sebentar-sebentar melihat celana dalamnya yang terselip di antara pahanya. Benda pusaka Aku sudah tegang sekali, dan sepertinya Tasya sempat melihat ke arah celana Aku yang sudah berubah bentuk, tetapi cepat-cepat dialihkannya. Lalu kami berdua masuk ke ruangan atasan Aku sambil menutup, lalu menguncinya. "Bang.. kenapa dikunci?” tanya Tasya merasa tidak enak. “Sengaja.. biar orang-orang menyangka kita tidak ada di dalam. Lagian kan nanti ganggu kita aja.” “Ih, Bang pikirannya kotor, awas ya kalau macam-macam sama Tasya!” katanya mengancam tetapi dengan nada bercanda. Lalu kami berdua tertawa, sepertinya dia tidak curiga kalau Aku ingin macam-macam dengannya.

Tasya Aku suruh duduk di kursi dan Aku duduk di sebelahnya, di atas sandaran kursi yang diduduki oleh Suzy. Seperti hari-hari sebelumnya, Aku dapat melihat dengan bebas paha dan payudara Tasya tanpa sepengetahuannya. Agar Tasya tidak curiga, Aku mengajari cara membuka internet dan memulai langkah awal dengan melihat-lihat berita. “Sya.. kamu tahu ngga kalau di internet kita bisa melihat cerita dan gambar-gambar porno?” tanya Aku mulai memasang strategi. “Tahu sih dari teman-teman, tetapi Aku ngga pernah lihat karena memang tidak tahu cara menggunakan internet.. tetapi kalau lihat gambar gituan dari majalah sih pernah.” katanya malu-malu. “Nah ya.. anak kecil sudah ngeliat yang macam-macam.” kata Aku bercanda sambil memegang pundaknya dan dia diam saja sambil tertawa malu-malu. “Kalau Aku lihatin cerita-cerita dan gambar porno di internet mau ngga?” pinta Aku. “Mau sih, tetapi jangan dibilangin ke teman-teman Tasya ya Bang..! Kan malu.” “Percaya deh, Aku ngga bakalan nyeritain ke teman-teman kamu.” Aku mulai membuka cerita porno di www.ceritasexhot.net Tasya mulai membacanya dengan penuh perhatian. Lama-lama, Aku pun melihat wajah Tasya agak berubah dan sedikit gemetar serta agak menegang pertanda dia mulai terangsang, Aku dengan perlahan-lahan mulai meraba pundaknya. Sengaja Aku lakukan dengan perlahan untuk memberikan rangsangan dan agar jangan terkesan Aku ingin mengambil kesempatan. Nampaknya mulai berhasil karena dia diam saja.

Baca juga: Cerita Seks Bersama Pembantuku yang Sering Buatku Lemas

Sedangkan kemaluan Aku yang sudah tegang menjadi semakin tegang. Setelah Tasya membaca beberapa cerita lalu Aku bukakan gambar-gambar porno. “Iiih.. gambarnya fulgar banget Bang..”. “Itu sih belum seberapa, karena hanya gambar doang..” kata Aku mulai memancing. “Kalau kamu mau, Aku punya film-nya.” lanjut Aku. “Ngga ah, Aku takut ketahuan orang.”, sepertinya dia masih takut kalau ada orang lain masuk. “Percaya deh sama Aku, lagian cuma film, kecuali kalau kita yang begituan.” “Nah kan Bang Rino mulai nakal..”, katanya dengan nada menggoda dan membuat pikiran Aku semakin jorok saja dan kamipun berdua tertawa. Aku kemudian membuka VCD porno yang memang sengaja sudah Aku siapkan di dalam CD Room komputer Aku mulai memutarnya dan beberapa saat terlihat adegan seorang wanita sedang mengulum kemaluan dua orang negro. Sedangkan kemaluan si wanita di masuki dari belakang oleh seorang pemuda bule. Tasya kelihatan diam saja tanpa berkedip, malah posisi duduknya mulai sudah tidak tenang. “Kamu pernah lihat film ginian ngga Sya..” tanyaku padanya “Belum pernah Bang, cuma gambar-gambar di majalah saja” jawabnya dengan suara agak gemetar. Sepertinya dia mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut. “Kalau gitu Aku matiin saja, ya Sya? Nanti kamu marah lagi..” kataku pura-pura sok suci namun tetap mengelus-ngelus pundaknya. “Aah ngga apa-apa kok Bang, sekalian buat pelajaran, tetapi Tasya jangan dimacem-macemin, ya Bang?” dia khawatir “Iya.. iya..” kataku untuk menyakinkan, padahal dalam hati, si otong sudah tidak tahan. Secara perlahan-lahan tangan Aku mulai memegang dan mengelus tangannya, dia diam saja dan tidak ada tanda-tanda penolakan.

Yang anehnya, dia diam saja ketika Aku merapatkan duduknya dan Aku pegang tangannya yang berbulu halus dan Aku taruh di atas pahasaya. Matanya tetap tertuju pada adegan film dan suaranya memang sengaja Aku buat agak keras terdengar agar lebih nafsu menontonnya. Terdengar suara rintihan dan erangan dari di wanita, ketika kemaluannya di sodok-sodok oleh si negro dengan kemaluan yang sangat besar dan panjang, sedangkan mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule. Kini Tasya semakin tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya sedang naik. Kesempatan ini tidak Aku sia-siakan. Tangan Tasya tetap berada di atas paha Aku, lalu tangan kiri Aku mulai beraksi membelai rambutnya, terus ke arah lehernya yang jenjang. Tasya kelihatan menggelinjang ketika lehernya Aku raba. “Acchh.. Bang Rino, jangan, Tasya merinding nih..” katanya dengan nada mendesah membuat Aku semakin bernafsu. Aku tetap tidak peduli karena dia juga tidak menepis tangan Aku, malah agak meremas paha Aku. Tangan kiri Aku juga tidak diam, Aku remas-remas tangan kanan Tasya dan sengaja Aku taruh tepat di atas kemaluan Aku. “Sya, kamu cantik deh, kayak bintang film itu” kata Aku mulai merayu. “Masa sih Bang?” sepertinya dia terbuai dengan rayuan Aku. Dasar anak masih 17 tahun.

“Bener tuh, masa Aku bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.” “Ih.. Bang Rino bisa aja” katanya malu-malu. Adegan film berganti cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluan wanita itu sedang dijilati oleh lelaki lain. Tangan Tasya semakin keras memegang paha dan tangan Aku. “Kamu terangsang ngga Sya?” tanyaku memancing. Dia menoleh ke arah Aku lalu tersenyum malu, wah.. wajahnya nampak kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi di tambah wangi parfum yang di pakainya. “Kalau Bang, terangsang ngga?” dia balik bertanya. “Terus terang, aku sih terangsang, ditambah lagi nonton sama kamu yang benar-benar cantik ” rayu Aku, dan dia hanya tertawa kecil. “Saya juga kayaknya terangsang Bang,” katanya tanpa malu-malu. Melihat situasi ini, tangan Aku mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan Aku arahkan tangan kanan Aku ke arah payudaranya dari luar baju seragam sekolahnya. Sedangkan tangan kiri, Aku jatuhkan ke atas pahanya dan Aku raba pahanya dengan penuh perasaan.



Tasya semakin menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit. “Aaahh, jangan Bang, Tasya takut, Tasya belum pernah beginian, nanti ada orang masuk mass.. oohh..” katanya sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kanan Aku yang ada di atas pahanya yang sedang Aku raba, sedangkan tangan kirinya memegang sandaran kursi. Terasa sekali bahwa Tasya juga terangsang akibat Aku perlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas Aku yang sudah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Tasya. Karena Aku tahu bahwa dia sebenarnya juga ingin menikmatinya. Tangan kanan Aku makin meremas-meremas payudara sebelah kanannya. “Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Tasya semakin mendesah. Badan Tasya makin menggelinjang dan dia rapatkan badan serta kepalanya ke dada Aku. Tangan kiri Aku pindah untuk meraba wajahnya yang sangat cantik dan manis.

Turun ke leher terus turun ke bawah dan membuka dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tangan Aku bermain di sekitar belahan dadanya sebelah kiri, Aku remas-remas lalu pindah ke payudaranya yang sebelah kanan. “Ooohh.. Maas Bimoo.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” Aku semakin bernafsu mendengar suara rintihannya menahan birahi yang bergejolak. Dadanya semakin bergetar dan membusung ketika Aku semakin meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putingnya yang kecil dan berwarna merah yang terasa mengeras. Tangan kanan Aku yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik roknya yang tersingkap dan meraba-raba celananya, yang ketika Aku pegang ternyata sudah basah. “Ooohh.. Mass enakk.. teerruuss.. aahh..” Kepala Tasya mendongak menahan birahi yang sudah semakin meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, Aku cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Tasya. Lidah kami saling mengulum dan Aku arahkan lidah Aku pada langit-langit bibirnya. Semakin tidak menentu saja getaran badan Tasya. Sambil berciuman Aku pegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan Aku suruh dia untuk meraba batang kejantanan Aku yang sudah menegang dan kencang di balik celana panjang.

“Mmmhh.. mmhh..” Aku tidak tahu apa yang akan dia ucapkan karena mulutnya terus Aku kulum dan hisap. Segera Aku lepas semua kancing seragamnya sambil tetap menciumi bibirnya. Tangan Aku membuka BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudaranya yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. Aku raba dan Aku remas seluruh payudaranya. Hal ini membuat Tasya semakin menggelinjang. Tiba-tiba, Tasya menarik diri dari ciuman Aku. "Bang.. jangan diterusin, Tasya ngga pernah berbuat seperti ini.” sepertinya dia sadar akan perbuatannya. Dia menutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaan Aku was-was, jangan-jangan dia tidak mau meneruskan. Padahal Aku sedang hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya. Tetapi birahi Aku yang tinggi telah melupakan segalanya, Aku mencari akal agar Tasya mau melampiaskan birahi yang sudah sampai ke ubun-ubun. “Jangan takut Sya, kita kan ngga akan berbuat jauh, Aku cuma mau merasakan keindahan tubuh kamu.” “Tapi bukan seperti ini caranya.”

“Bukannya kamu juga menikmati Sya?” “Iya, tetapi Tasya takut kalau sampai keterusan, Bang!” “Percaya deh, Bang tidak akan berbuat ke arah sana.” Tasya terdiam dan memandangi wajah Aku, lalu Aku membelai rambutnya. Aku tersenyum dan dia pun ikut tersenyum. Sepertinya dia percaya akan kata-kata Aku. Film telah habis dan Aku mematikan komputer. Aku berdiri dan secara tiba-tiba, Aku mengangkat tubuh Tasya. “Maass, Tasya mau dibawa kemana?” dia berpegangan pada pundak Aku. Baju seragamnya terbuka lagi dan nampak payudaranya yang montok. “Kita duduk di sofa saja.” Aku angkat Tasya dan Aku pangku dia di sofa yang ada di dalam ruangan bos. “Sya kamu cantik sekali..” rayu Aku dan dia hanya tersenyum malu. “Boleh Aku mencium bibir kamu..?” dia diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya. “Tapi janji ya Bang Rino ngga akan berbuat seperti di film tadi?” “Iya Aku janji” Tasya terdiam lalu matanya terpejam. Dengan spontan Aku dekati wajahnya lalu Aku cium keningnya, terus pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu Aku cium bibirnya,ternyata dia membalas. Aku masukkan lidah Aku ke dalam rongga mulutnya. Birahinya mulai bangkit lagi. Tasya membalas ciuman Aku dengan ganas dan nafsunya melumat bibir dan lidah Aku. Tangannya meremas-remas kepala dan pundak Aku. Ciuman berlangsung cukup lama sekitar 20 menit. Sengaja tangan Aku tidak berbuat lebih jauh agar Tasya percaya dulu bahwa Aku tidak akan berbuat jauh. Setelah Aku yakin Tasya sudah lupa, tangan Aku mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya. “Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya.

Ternyata birahinya mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan Aku sentuh putingnya yang sudah mengeras. “Aaahh.. aahh.. mmhh..” Aku semakin meningkatkan kreatifitas Aku. Putingnya Aku pilin-pilin. Badan Tasya menggelinjang keenakan, bibir Aku turun ke bawah, Aku jilati lehernya yang jenjang. “Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maass.” Tasya terus mengeluh keenakan membuat libido Aku makin meningkat. Kemaluan Aku terasa tegang sekali dan terasa sakit karena tertekan pantat Tasya. Lalu Aku rebahkan dia di sofa sambil tetap menciumi seluruh wajahnya. Lalu Aku jilati payudaranya sebelah kanan. “Maass Bimoo..” Tasya berteriak keenakan. Aku jilati putingnya dan Aku hisap dengan keras. “Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.” Nampak putingnya semakin memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri Aku hisap. Seperti bayi yang kehausan, Aku menyedotputingnya semakin keras. Tasya makin menggelinjang dan berteriak-teriak. Tangan kiri Aku lalu mulai meraba pahanya, Aku buka pahanya, terus tangan Aku meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jari Aku menyentuh kemaluannya di atas celana dalam yang sudah basah. Awalnya dia bilang “Oouhh Maass jangaann..” tetapi kemuidan, “Oouughh Maass terruuss..” Aku masukkan jari tangan Aku ke mulut Tasya, lalu dihisapnya jari Aku dengan penuh nafsu. “Mmmhh..” mulut Aku terus tiada henti menghisap-hisap puting payudaranya secara bergantian.

Tangan Aku terus menekan-nekan kemaluan Tasya. Sambil Aku hisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedangkan tangan kiri,Aku masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya. “Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Tasya terus mendesah-desah. Tangannya meremas-remas sofa. Setelah puas meremas-remas payudaranya, Aku pegang dan Aku tuntun tangannya untuk memegang kemaluan Aku yang sudah tegang di balik celana panjang. Tanggan Tasya diam saja di atas celana Aku, lalu tangannya Aku dekap di kemaluan Aku. Lama-kelamaan Tasya mulai meremas-remas sendiri kemaluan Aku. “Oohh Sya.. enak Sya.. terus Sya..” walaupun kaku mengelusnya tetapi terasa nikmat sekali. Jari tangan kiri Aku pun terus meraba kemaluannya, terasa bulu-bulu halus dan masih jarang. Jari tangan Aku tepat berada di atas vaginanya yang sudah sangat basah, Aku tekan tangan Aku dan jari telunjuk Aku masukkan perlahan-lahan untuk mencari clitorisnya. Tubuh Tasya semakin menggelinjang, pantatnya naik turun.

“Maass, jangan Maas.. Tasya ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh” Aku tahu Tasya akan mendekati klimak sebab tangannya mencengkeram erat kemaluan Aku. “Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Tasya mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, tanda dia telah mencapai klimak. Tubuhnya langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Aku kecup bibirnya dengan lembut, lalu matanya perlahan terbuka. "Bang.. Tasya sayang kamu.” “Saya juga sayang kamu Sya” Aku kecup lagi bibirnya dan dia pun membalas sambil tersenyum. Aku lihat di payudaranya terdapat beberapa tanda merah bekas Aku hisap. “Ihh.. Bang nakal, tete Tasya dibikin merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi. “Habis tete kamu montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajahnya yang berkeringat. "Bang, kok anunya ngga keluar cairan kaya di film tadi sih..?” tanyanya tiba-tiba. Rupanya dia benar-benar belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua. “Kamu pengen punyaku keluar air mani?” tanyaku. “Iya, Tasya pengen lihat, kayak apa sih?” Tanpa pikir panjang, langsung saja Aku buka celana panjang dan CD Aku. Langsung saja kejantanan Aku keluar dengan tegaknya. Ukuran punya Aku lumayan besar, besar dan panjang sekitar 18 cm. Tasya langsung terbelalak matanya melihat senjata Aku yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu.

“Ya ampun Bang.. besar banget punya Bang..” Aku raih tangan Tasya dan Aku suruh dia meraba dan mengocoknya. Tampak Tasya agak gugup dan gemetar karena baru sekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki. “Aah.. Sya enak banget, terus Sya.. ahh..” Lama kelamaan Tasya terbiasa dan merasa pintar mengocoknya. Aku remas-remas payudaranya. "Bang, ahh.. Tasya masih lemas.. ahh..” “Sya, cium dong punyaku” pinta Aku. Langsung saja dia menciumi batang kejantanan Aku, mungkin dia belajar dari film tadi. “Terus Sya, emut Sya biar keluar aahh.. kamu pintar Sya.. emut Sya..” pinta Aku lagi. “Ngga mau, Tasya ngeri, lagian ngga cukup di mulut Tasya” Posisi Tasya duduk di sofa, sedangkan Aku berdiri menghadap Tasya. Aku remas buah dada Tasya, “Ahh Maass..” Ketika dia membuka mulutnya, langsung saja Aku masukkan batang kemaluan Aku ke mulutnya dan Aku keluar masukkan batang kejantanan Aku. “Mmmhh.. mmhh..” Tasya sepertinya kaget, tetapi Aku tidak peduli, justru Tasya yang sekarang menyedot batang kejantanan Aku. “Aaahh.. Sya kamu pintar Sya.. terus ah.. enaak..” Aku yang juga baru pertama kali berbuat seperti itu, sebenarnya sudah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga Aku coba tahan. Tasya rupanya sudah lupa diri, dia semakin bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluan Aku, sedangkan kedua tangannya memegang pantat Aku. Cepat sekali dia belajar. Aku membungkuk dan kedua tangan meremas paha Tasya, lalu Aku buka kedua belah pahanya, Tasya mengerti lalu merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya. Segera Aku buka resleting roknya dan Aku angkat roknya sehingga nampak CD yang berwarna putih.

Tangan kanan Aku segera meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, sudah basah. “Mmhh.. mmhh..” Tasya menggelinjang dan terus mengulum-ngulum, tampak mulutnya yang kecil mungil agak keSyaahan. Aku buka baju seragam dan BH-nya, dia melepas kulumannya dan Aku rebahkan tubuhnya di sofa panjang. Aku tarik roknya ke bawah sehingga tinggal CD-nya yang tersisa, lalu Aku membuka baju sehingga Aku telanjang bulat alias bugil. Mata Tasya terpejam, segera Aku lumat bibirnya dan dia pun membalas. Tangannya kirinya tetap memegang batang kejantanan Aku dan tangan kanannya meremas-remas pundak Aku. Sedangkan tangan kanan Aku membelai-belai rambutnya dan tangan kiri tetap meraba CD Tasya yang sudah sangat basah. Aku masukkan tangan ke dalam CD-nya, terus turun ke bawah tepat di belahan vaginanya, lalu jari-jari Aku bermain-main di belahan vaginanya yang sudah banjir. “Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” dia terus menggelinjang. Pantatnya naik-turun mengikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kanan Aku langsung mengisap dan meremas-remas tetenya. “Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya. Tangan Tasya meremas-remas burung Aku yang sudah tegang segera ingin masuk ke sarangya Tasya. Segera Aku buka celana dalamnya. Dan mulut Aku mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan Aku ciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Tasya meremas-remas rambut Aku. Aku buka belahan vaginanya dan nampak kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera Aku jilat dan hisap kelentitnya. “Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Tasya mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya, begitu juga dengan Aku.

Aku sedot liang vaginanya yang masih perawan dan berwarna merah. “Oouhh.. Mass, Tasya ngga kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Tasya bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dan bergetar keras. “Aaahh..” Tasya mencapai klimak yang kedua kalinya. Aku hisap semua cairan yang keluar dari lubang vaginanya. Kemudian tubuhnya kembali lemas, matanya terpejam. Segera Aku buka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantanan Aku tepat di liang vaginanya. Tasya merasakan sesuatu yang menekan kemaluannya. Matanya terbuka sayu dan lemas. "Bang.. jangan maass, Tasya masih perawan.” katanya tetapi pahanya tetap terbuka lebar. “Katanya Tasya pengen ngelihat punya Bang keluar cairan.” “Iya, tetapi Tasya ngga pernah beginian, Tasya ngeri dan takut sakit..” “Jangan kuatir, Bang pasti pelan-pelan.” Segera Aku basahi batang kemaluan Aku dengan ludah, setelah itu Aku arahkan ke lubang vaginanya, setelah pas, perlahan-lahan Aku tekan masuk, sempit sekali rasanya. “Achh Mass sakit..” tampak wajahnya menahan sakit “Pelan-pelan Bang, sakit!” segera berhenti aksi Aku mendengar keluhannya. Setelah dia mulai tenang, Aku tekan sekali lagi. “Akhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang sofa dengan kuat. “Tenang Sya, jangan tegang, nanti juga enak.” Kemudian Aku lumat bibir Tasya, dan dia pun membalas, segera Aku tekan lagi sekuat tenaga. Aku mencoba sekali lagi, lalu melenceng keluar. Tidak putus asa, Aku coba lagi.

“Achh.. Mass Rino, sakit!” Aku tidak peduli dengan teriakannya, dengan lebih agak keras Aku tekan kemaluan Aku dan, “Bless..” torpedo besar Aku masuk setengah, terasa ada yang robek di lubang kemaluannya. kepala Tasya mendongak ke atas menahan sakit, Aku diamkan beberapa saat, lalu Aku tekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan Aku ke sarang Tasya. “Achh Bang.. sakiitt.. pelan-pelan Bang.” Aku berhenti sebentar, lalu Aku coba masukkan lagi. Semakin dia berteriak, semakin bertambah nafsu Aku. Lalu Aku tekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaan Aku. Aku keluarkan pelan-pelan dan Aku masukkan lagi dan seterusnya. “Ahh.. ahh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..” Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya dia mulai terangsang lagi. Semakin lama, Aku percepat goyangan. Tangan Aku meremas-meremas payudaranya. “Ohh Sya.. kamu cantiik Sya..” “Mass, teruss Mass, akhh.. Tasya ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun mengikuti irama pantat Aku yang naik turun. Aku merasakan nikmat yang tiada tara.

Terasa ada sesuatu yang kuat ingin keluar dari alat vital Aku, rupanya Aku akan segera klimaks. “Maass.. oougghh Mass, Tasya ngga tahaan.. oughh Bang Bimoo.. aahh!” Tasya berteriak histeris sambil tubuhnya bergetar dan pada saat yang bersamaan keluarlah air mani Aku menyembur dengan deras ke dalam vagina Tasya. “Ooughh Sya Aku keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” sperma Aku mengalir dengan kencang, tubuh Aku bergetar dan berguncang hebat. Tangan Tasya mencengkeram erat pundak Aku dan Aku mendekap erat tubuh Tasya yang putih mulus. Setelah itu kami berdua langsung lemas. Terasa ada sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan Aku. Terasa hangat batang kemaluan Aku. Banyak sekali cairan yang keluar. Mata Tasya terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuhnya benar-benar tidak berdaya dan pasrah. Tubuh kami tetap berpelukan dan kejantanan Aku tetap di dalam kemaluannya. Aku ciumi bibir dan seluruh wajahnya. Setelah itu Aku lepas tubuhnya dan dari lihat batang Aku dan vaginanya ada cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan sofa. Sesaat kemudian, nampak Tasya menitikkan air mata.

"Bang.. kenapa kita melakukan ini, Tasya sudah tidak perawan lagi..” dia terus mengeluarkan air mata. Aku terdiam, dalam hati menyesal, mengapa Aku sampai lupa diri dan betapa teganya telah menodai seorang gadis yang bukan milik Aku. Aku seka air matanya sambil mencoba menenangkannya. “Maafkan Aku Sya, Aku lupa diri, Aku akan mempertanggung-jawabkan perbuatan Aku Sya.” "Bang, peluk Tasya Bang..” segera Aku peluk dia dan cium keningnya. Dia pun memeluk Aku dengan eratnya. Tubuh kami masih bugil, “Tasya sayang Bang bimo” “Saya juga sayang kamu” jawab Aku. Setelah itu dia tersenyum, tetapi air matanya tetap mengalir, Aku seka air matanya. Setelah puas saling berpelukan, kami segera memakai pakaian. Bercak darah Tasya mengenai sofa atasan Aku. Aku ambil sapu tangan dan mengelap hingga bersih. "Bang, Tasya mohon jangan ceritakan ini pada siapa-siapa!” “Saya ngga akan cerita pada siapa-siapa, ini adalah rahasia kita berdua.” Setelah semua rapih, kami kembali berpelukan. Setelah itu kami keluar dari ruangan bos. Tidak begitu lama, teman-temannya masuk dan mengajaknya pulang. Besok paginya, Tasya datang duluan dan ketika Aku masuk, “Selamat pagi Mas” dia memberi salam. Ah, senyumnya manis sekali, “Selamat pagi sayang” Aku hampiri dia dan kecup keningnya lalu bibirnya. Dia membalas ciuman tadi.

Ah, indah sekali hari ini. Tasya masih PKL 2 minggu lagi. Perbuatan kami kemarin bukan membuat kami insyaf, kami berdua melakukan lagi di ruangan bos, di meja, di kursi, di balik pintu, dengan posisi berdiri atau doggie style, seperti yang pernah kami lihat di film BF. Terkadang Tasya Aku suruh membolos dan janjian di hotel. Kami sering melakukannya dari pagi hingga sore. Ternyata Tasya orang yang hiperseks dan gampang terangsang. Benar-benar kenikmatan yang tiada tara, kami tidak pernah menyesali. Setelah 2 minggu berlalu, mereka telah selesai PKL, hubungan kami tetap berlanjut hingga akhirnya, dia di jodohkan oleh orang tuanya. Demikianlah cerita seks terkini. Nah itu dia Cerita Mesum ku Bersama Cewek Gadis PKL yang Sangean, semoga betah baca disini ya ^_^

Monday, October 20, 2025

Cerita Seks Ku Bersama Seorang Sekretaris Pemuas Nafsu Sex ku

Cerita Seks, Sekretaris muda bernama Yuni ini ketika lembur dipaksa melayani nafsu sex pemilik perusahaan dimana dia bekerja. Padahal baru bekerja satu bulan, namun Yuni harus rela kehilangan keperawananya karena perbuatan mesum dari Owner perusahaan tempat dia bekerja.

Saya adalah gadis perawan lulusan dari universitas yang terkenal. Sebut saja Saya Yuni gadis perawan berusia 23 tahun. Jaman sekarang usia 23 masih perawan itu sangat susah dicari. Sekarang banyak usia dini yang hamil dan masuk ke dalam pergaulan bebas. Saya dari waktu sekolah hingga kuliah masih bisa menjaga keperawananku hingga Saya wisuda.

Saya sangat ingin menjadi orang yang sukses dan dapat memantu kedua orangtuSaya. Saya juga sangat beruntung bisa menjaga kepercayaaan orangtuSaya. Saya ingin bekerja dan menghasilkan banyak uang sehingg a dapat menyekolahkan adik-adikku. Saya tiga bersaudara adikku masih duduk dibangku SMP dan SD. OrangtuSaya bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Hidupku tidak pernah kekurangan semua cukup hidup dengan kesederhanaan. Sebenarnya sebelum Saya wisuda sudah ada 2 orang yang melamar Saya. Biasa sih temannya ibuku mempunyai seorang anak lelaki kemudian dia suka denganku. Tetapi Saya menolak Saya ingin bekerja mapan terlebih dahulu dan kemudian menikah dengan pria pilihanku.

Saya memiliki paras yang cantik berambut panjang dan berkulit putih. Banyak juga tawaran bekerja di perusahaan ternama , sebagai Sekretaris. Saya memang pandai berkomunikasi jadi setiap interview mau masuk kerja Saya selalu di puji banyak orang. Saya melamar 3 perusahaan sekaligus dan ketiga-tiganya ketrima semuanya. Hanya Saya yang akan menentukan dimana Saya nyaman bekerja.

Ada satu perusahaan jauh dan menurutku itu sangat cocok denganku. Tetapi Saya harus ngekost jauh dari orangtuSaya. Ada yang dekat tetapi Saya kurang minat bekerja disitu. OrangtuSaya tidak memaksa Saya harus bekerja dimana mereka membebaskannya asal Saya nyaman saja. Akhirnya Saya memutuskan untuk bekerja jauh dari rumah. Saya pun berniat mencari kost di dekat kantor.

Di dekat kantor banyak sekali kost an dan kebetulan ada yang kosong. Jadi Saya langsung saja menemui ibu kost dan segera menempati kamar kosong itu karena senin sudah masuk kerja. OrangtuSaya tetap berpesan agar Saya selalu menjaga diri. Apalagi sekarang jauh dari orangtua Saya harus lebih berhati-hati. Semua mandiri tidak ada yang pagi-pagi nyiapin sarapan lagi.



Semua sekarang usaha sendiri, dan Saya juga harus bisa hidup mandiri tidak bergantung dengan orangtua. Saya pun menikmatinya dan Saya yakin bisa menjalani hari-hariku. Awal bekerja Saya sering pulang ke rumah satu minggu sekali. Namun karena banyak pekerjaan Saya menjadi jarang pulang ke rumah. Selama satu minggu Saya bekerja belum juga bertemu dengan pemilik perusahaan.

Padahal Saya satu ruangan dengan beliau. Saya menjadi sekretaris pemilik perusahaan itu, kata temen sekantor pak Soni itu sering ganti sekretaris. Dia pengennya yang masih muda dan cantik, ya dimana mana yang namanya sekretaris juga harus cantik dan berpenampilan menarik seperti Saya. Penampilanku yang rapi cantik dan sangat menawan udah cocok sekali dengan kriteria yang dicari.

Niat Saya bekerja tidak ada maksud lain. Saya berangkat pagi hari karena harus ada yang dikerjakan dan harus dibawa untuk rapat nanti.Saya memeprsiapkan data yang akan dibawa nanti siang. Sejak pagi Saya sudah berada di kantor namun atasanku juga tak kunjung datang. Namun setelah beberapa jam akhirnya Saya bertemu juga dengan atasanku, Pak Soni

“ohh iya selamat bekerja..dan Saya senang karena kamu sangat cantik sesuai dengan apa yang Saya inginkan…;

“terimakasih pak…;

Saya melihat tatapan mata pak Soni sepertinya ada sesuatu. Dia memandangiku dengan tajam Saya merasa tidak nyaman. Kemudian Saya kembali ke mejSaya, masih saja Saya dilihat dengan tatapan tajam. Saya makan siang di kantin kemudian Saya masuk ke dalam ruangan mejSaya bis pindah di dekat pak Soni. Saya semakin tidak tahu dengan maksud pak Soni.

Saya duduk berdekatan dihadapan matanya persis, Saya merasa tidak nyaman karena terlalu dekat dengan pak Soni. Cara memandangnya dan cara bicaranya terkesan menyimpan hasrat. Saya harus selalu waspada dengan gerak gerik dan tingkah pak Soni. Singkat cerita, kala itu ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga. Semua karyawan lembur di ruangan masing-masing termasuk Saya.

Karena pekerjaanku lebih berat Saya pulang akhir. Menata semua berkas untuk rapat besok pagi. Kala itu Saya memakai pakaian yang sangat sexy, rok minii dan atasan yang serba mini. Saya tidak mengetahui jika pak Soni masih ada di kantor. Dengan santai nya Saya membuka jasku dan hanya memakai dalaman saja. Dengan tiba-tiba pak Soni masuk ke ruangan dan mengunci pintu.

Seketika Saya terkejut melihat nya, dia pun tanpa henti memandangiku dengan sorotan tajam,

“mmmm…maaaf pak saya tidak tahu jika bapak masih disini..;

“oh tidak apa-apa Yuni .. sexy sekali kamu membuat Saya bergairah….;

“makssudnya pak…; sambil memakai jas ku kembali.

“tidak usah kamu pakai, Saya suka dengan penampilanmu saat ini Yuni…;

Laki-laki yang sudah umur it uterus mengucap bahwa dia bergairah melihatku. Suasana semakin tidak nyaman karena dia terus melontarkan kata-kata yang menurutku tidak semestinya. Saya ijin untuk ke kamar mandi dia tidak memperbolehkan. Yang ada Saya ditarik berada didekatnya. Di sudut ruangan ada sofa Saya ditarik untuk duduk disofa itu,

“duduklah disini Giz..ijinkan Saya memandangi wajahmu..;

“jangan begitu pak…; ucapku dengan ketSayatan.

Saya harus menuruti kemauannya ntah apa yang dia pikirkan. Dia memandangiku tajam dan tangannya sambil memegang kemaluannya. Saya ketSayatan berasa sudah tidak nyaman berada di dekat pak Soni,

“sini Giz ..kamu tidak bisa kemana-mana karena pintu sudah Saya kunci….;

“maksudnya apa pak, jangan lSayakan ini….;

“turuti saja kemauanku sebagai atasanmu..jika kamu tetap ingin bekerja disini…;

“lebih baik Saya tidak bekerja disini pak….; Ucapku dengan keras.

“berani sekali kamu melawanku…!!!!;

Dengan kasar Pak Soni menarik tubuhku dan langsung saja mencium bibirku. Saya tidak membuka mulut sama sekali tetapi dia memaksa. Terus mengulum bibirku hingga Saya tak tahan untuk menutup bibir lagi. Perlahan Saya membuka mulutku ciuman yang penuh hasrat itu mmebuat Saya luluh. Tangan pak Soni membuka bajuku Saya tidak sadar karena ciuman itu begitu hangat.

Saya terbawa suasana hanya pasrah saja saat itu. Bajuku terbuka kau memakai tangtop hitam, payudarSaya yang montok membuat dia semakin bergairah. Kedua payudarSaya terlihat jelas dan montok. Tangan pak Soni meraba payudarSaya , dia remashingga Saya lemas,

“aaaaaaaaahhhhhhhhhhh…….; Rintihku dengan lirih.

Dia terus meremas sembari bibirnya menciumiku, Saya tak tahan. Dia dengan cepat membuka brSaya sehingga payudarSaya semakin terlihat jelas. Saya pun ditidurkan di sofa, putting susuku di putar-putar dengan jarinya,

“oooohhhh….aaaahhhhhhh….aaaaaaahhhhh……..;

Kedua payudarSaya dimainkan dengan perlahan Saya pun tanpa perlawanan. Saya sudah tidak berdaya dan sangat lemas,

“ooohhh…aaahhhh…ooohh…aaahhhhh….oooooohhh…..;

Bibirnya mendekati putingku, lidahnya menjulur dan menjilati putting susuku yang menegang itu. Bibirnya secara perlahan mengulum putting susuku. Tangannya masih saja meremas payudarSaya, Saya sangat tidak kuasa menahan kenikmatan itu,

“aaaakkkhhh pak…aaaaaaakkkkhhh…..pak……;

Tubuhku terus digerayangi dengan kedua tangannya, rok miniku di lepas dengan perlahan. Saya telanjang bulat tanpa kain sehelaipun,

“wooowww sangat menggairahkan…; ucap pak Soni.

Kemudian dia membelai memekku dari atas hingga ke bawah. Memekku yang masih jarang dengan rambut kemaluan itu membuat dia beringas. Dia membelai dengan jemarinya dan perlahan dia membuka lebar memekku. Dia menjilati selakanganku sampai Saya lemas,

“aaaakkkhhhh….ooooohhh….aaaaaahhhhhhhh……..;

Lidahnya menjilati seluruh bagian memekku tubuh bergerak merasakan kenikmatan. Lalu dia mencoba memasukkan jarinya ke dalam lubang memekku. Dia putar-putar jarinya di dalam memekku, Saya sangat lemas,

“aaaaahhh pak…tidak tahan…aaaaaaakkkkkhhh…..;

Saya mengeluarkan cairan seperti masturbasi, beberapa kali hingga memekku terasa sangat becek. Setelah itu Saya melihat penis pak Soni memanjang , baru pertama kali ini kau melihat penis seorang pria. Penis yang besar dengan banyak kemaluan itu membuat Saya geli. Saya dipaksa untuk memegangnya namun Saya enggan. Yang ada Saya dipaksa untuk mengulum penisnya.

Penisnya disodorkan di depan mulutku dan Saya harus mengulumnya. Dia memaksa memasukkan penisnya masuk kedalam mulut. Serasa ingin muntah Saya mencoba memaksakan masuk. Tiba-tiba pak Soni melepaskan penisnya dan dia menggesek-gesekkan ke bagian memekku,

“aahhhhhhh…pak…..oooohhh aaahhhh……;

Mulutnya mengulum kedua putting susuku dan penisnya ida gesekan di memekku. Semua terasa begitu nikmat tubuhku menggeliat karena nikmat memuncak,

“oooohhh pak….aaaaaahhhhh…..;

Dia mencoba memasukkan penisnya ke dalam memekku. Perlahan ujungnya masuk,

“aaawwww pak…sakit aaaaahhhh….;

Keperawananku mulai dimasuki penis pak Soni, dengan perlahan tapi pasti masuklah penis itu ke dalam memekku,

“jjllleeeeebbbbbb ahhhhhh….;

Masuklah penis itu ke dalam memekku, ada sedikit darah yang keluar. Mungkin karena selaput keperawananku sudah pecah. Sakit dan nikmat campur menjadi satu, semua terasa begitu nikmat. Pak Soni berada diatasku dan mencoba menekan penisnya ke dalam. Keluar masuk sesuka hatinya pelan dan pelan dia mendorong penisnya,

“aaaahhhhhhhh….aaaahhhhhh….oooohhh…..;

Saya pasrah dan hanya mendesah saja sambil menggerakkan tubuhku. Pantatku Saya angkat perlahan,

“ooohhhhh aaaaaaaahhhhhhhh…….;

Saat Saya mengangkat pantatku rasanya sangat nikmat, penis itu seras tertancap di dalam memekku. Kembali Saya mengeluarkan cairan dari memekku , memekku terasa semakin licin. Gerakan pak Soni semakin cepat , penisnya keluar masuk dengan keras,

“aaaakkkhh ….aaaaaaahhhhh……ooohhhh…aaaaaahhhhhhh……;

Tanganya masih saja memutar-mutar putting susuku dan mengulumnya. Atas bawah dimainkan dengan begitu lincah,

Ooohhhhh pak…lagi pak….aaahhhhh…..;

Setelah 10 menit dia menekan masuk penisnya keluarlah sperma pak Soni,

“ccccccrrrooootttt…..ccccrrroootttt….cccrrrroooootttt……;

Sperma itu membasahi tubuh mulusku, banyak sangat kental. Terasa begitu lengket kemudian Saya membersihkannya dan memakai pakaian ku kembali. Pak Soni juga mengenakan pakaiannya kembali dan seger akeluar dari ruangan. Saya terdiam lama sekali hingga larut malam di ruangan itu. Saya menyesal karena keperawananku hilang dengan pria yang sudah lanjut usia. Saya bekerja dengan dia sebagai sekretaris dan baru satu bulan itu malah merenggut keperawananku. Sekian. Cerita Sex Bersama Sekretarisku

Wednesday, October 8, 2025

Cerita Seks Pacarku yang Hot Sejak SMU

Cerita Seks Sebut saja nama aku Rinti. Aku tertarik‘ tuk membagi pengalaman aku pada pembaca Cerita Seks Asli. Saat ini aku kuliah di akademi besar swasta di Bandung. Pengalaman ini aku natural 1 tahun yang kemudian tepatnya Oktober 2017.

Cerita Sex Terlengkap 2018 Aku tercantum anak yang pandai berteman. Tetapi sayang mayoritas sahabat aku di kuliahan rata- rata laki- laki. Perihal ini disebabkan pacar aku 1 kelas dengan saya. Jadi susah buat memandang kesana serta kesini. Aku pacaran pacar aku( sebut saja namanya Ina) dikala itu nyaris 5 tahun, tetapi saat ini kita udah putus.

Kami pacaran dari SMU, serta ikatan suami- istri telah kerap kami jalani. Sampai sesuatu dikala pada bulan september aku berjumpa dengan sahabat lama di sma serta satu kuliahan dengan aku. Sebut saja namanya Ziya. Dikala smu Ziya tercantum anak yang sangat menawan di sekolah. Sesuatu kebanggaan untuk kalangan laki- laki bila sukses bergaul terlebih jadi pacarnya. Tetapi cuma orang- orang tertentu saja yang dapat jadi temannya. Dalam bergaul dia senantiasa memilih- milih, terlebih dalam jadi pacar. Dikala itu juga saya tidak sukses jadi temannya.


Normal bila ia tidak ingin bergaul dengan ku sebab saya cuma laki- laki biasa yang memiliki tampang biasa pula. Ziya merupakan wanita idola disekolah kami. Nyaris seluruh anak dari kelas 1- 3 memahami ia. Ia tercantum anak orang kaya serta pintar. Jika dibilang dimensi badannya nyaris mendekati sempurna ditambah dengan terdapatnya tahi lalat di dasar bibir. Bibirnya tipis serta dimensi dadanya juga estimasi kira- kira 34B. ditambah dengan tubuhnya yang sempurna serta kulitnya yang kuning bersih.

Peristiwa ini terjalin pada dini september, dikala aku bersama dengan Ina hendak makan siang di balik kampus. Tidak terencana kami berdua berpapasan dengan Ziya. Kami juga senyum duluan serta setelah itu dibalas dengan senyuman serta perkataan oleh Ziya.“ Masih awet yah dari sma”? katanya. Kami cuma membalas perkataan ia dengan senyuman saja. Memandang body nya yang aduhai membuat aku mau mempunyai ia, tetapi mana bisa jadi pikir ku.

Keesokan harinya aku terlambat kuliah serta tidak diijinkan masuk oleh dosen, sebab aku terlambar lebih dari 15 menit. Dengan jengkel aku memaki- maki dosen dalam hati, sebab jarak dari rumah ke kuliahan lumayan jauh. Tidak terencana kala turun dari tangga aku memandang Ziya lagi duduk di teras sendirian. Dikala itu aku memberanikan diri buat menyapa ia, mumpung gak terdapat Ina. Aku langsung duduk disebelah Ziya serta mengatakan,“ ga terdapat kuliah Zi”? tanyaku. Ziya langsung menanggapi“ ga terdapat dosen tuh”?“ kalian sendirian, mana Ina”? tanya ia.“ ga terdapat, saya sendirian”. Dikala itu ga terencana saya ngelihat ke bagian dadanya sebentar. Ya ampun, antara kancing atas serta bawahnya sedikit kebuka serta nampak wujud dadanya yang kuning bersih. Dikala itu saya langsung memandang wajahnya lagi sembari jantung ini berdetak lebih keras, serta kamipun melanjutkan pembicaraan kira- kira 1/ 2 jam lamanya.

Sehabis itu aku masuk kuliah jam 09. 30. Di dalam kelas aku tidak dapat kosentrasi belajar, benak senantiasa tertuju pada muka serta dada Ziya yang kenyal. Dalam hati ku berfikir, gimana triknya tuk dapatin Ziya serta bodinya. Sepanjang 1 jam saya berfikir terus, serta saya mulai bisa ilham tuk deketin ia. Sehabis itu kususun rencana serapi bisa jadi supaya gak nampak kalo seluruh itu telah saya atur.

Kembali kuliah gak terencana saya ketemu dengan Ziya. Ia lagi memandang papan pengumuman. Saya diam sebentar sebab ku akui saya pula grogi separuh mati. Sehabis agak tenang sedikit saya mulai mendekati ia.“ Hei, lagi mengapa?” tanyaku.“ hei, ketemu lagi, lagi liat pengumuman nih.” Jawab ia.“ eh Zi, tau gak jalur pasir pogor dimana?” tanyaku. Sesungguhnya saya telah ketahui dimana jalur pogor itu. Terencana saya seleksi jalur itu sebab jalur pasir pogor melewati rumahnya dahulu.

“ Kalo ga salah di deket Ciwastra deh? Emang mo mengapa kesana?” jawab ia. Wah kena pula nih, pikir ku.“ mo ketemu temen saya di situ, Hanya ga tau jalannya kemana. Kalo ga salah rumah kalian di wilayah Ciwastra kan?” pancing saya.“ iya, emang mengapa?”“ Anterin donk kesana, ntar saya anter balik dech ke rumah kalian”.“ gimana yah, soalnya temenku terdapat yang mo nganterin balik, tetapi ya udah dech saya ngomong bentar ama temen saya, kalian tunggu aja di kopma yah?” jawab ia. Wuihh, rencana ku sukses nih.

Tidak hingga 10 menit Ziya mendatangi ku yang lagi duduk bersama temenku.“ mari, ingin balik saat ini?” dengan gesit saya berdiri serta berangkat bersamanya. Temanku cuma bengong, sebab tidak menyangka saya hendak jalur bareng ama Ziya. Kami berangkat mengarah tempat parkir mobil, sebab saya dikala itu mengenakan mobil Feroza.

Di tengah ekspedisi kami cuma berdialog menimpa masa sma serta menimpa ina. Tetapi tiap pembicaraan menuju pada Ina, saya senantiasa bilang kalo saya telah putus dari Ina. Serta saya bilang ama Ziya biar jangan ungkit- ungkit permasalahan Ina lagi. Mobil terencana kuperlambat biar saya bisa bicara lebih lama dengan ia. Serta dikala itu, kancing pakaian atasnya terbuka serta ia duduk sembari miring ke pintu mobil. Sehingga kelihatanlah BH nya yang bercorak gelap. Aduh ma, ucapku. Ngga terasa kontolku telah membeku. Ku coba diam sejenak, sebab jika salah sedikit sikapku hingga kandas pula tuk dapetin bodinya.

Sehabis ditunjukin jalur pasir pogor, saya juga mengantarnya balik. Sesampai nya didepan pintu rumah yang cukup elegan, dia mengatakan sembari tersenyum.“ makasih yah, dah mo nganterin. Mo masuk dahulu ga ke rumah?” wah peluang nih pikirku. Tetapi rencana sih wajib senantiasa kujalanin.“ ga deh Zi, makasih. Lain kali aja yah, saya mesti ke pasir pogor lagi nih. Oh ya, esok balik jam berapa? Bareng ayo?” pancing saya.“ Esok saya balik jam 9. 30, ya udah kalo ingin nganterin tungguin di papan pengumuman esok yah?” wah, rencana awal saya berhasil nih. Tinggal jalanin rencana ke 2.

Besoknya saya telah stand by di papan pengumuman. Serta tidak lama setelah itu Ziya tiba menghampiriku.“ mo nganterin lagi nih, kalo ingin saat ini aja”, tanyanya.“ mari dech saat ini aja”. Jawabku. Dalam hati ini pula deg- degan banget. Bukan sebab ingin jalur ama Ziya, tetapi khawatir ketahuan ama Ina. Wah dapat berabe nih urusan kalo ketahuan. Kesimpulannya kamipun kembali samaan. Di tengah ekspedisi kembali kami ngobrol hingga terbahak- bahak. Memanglah saya pintar buat membuat orang lain ketawa, serta kuakui seperti itu kelebihan ku dalam menaklukan hati perempuan. Ditengah tawa kami akupun mulai bertanya kesukaan ia? Dikala itu terpikir oleh ku buat mengajak ia berenang, sebab dengan berenanglah saya bisa memandang bodinya secara langsung. Memanglah Ziya sepanjang di smu tidak sempat 1 kali juga turut pelajaran berenang, entah mengapa?“ ingin kemana lagi ntar habis nganterin saya?”“ Saya ingin berenang nih Zi, kalian dapat berenang gak?” pancing saya.“ gak dapat nih” jawab ia.

“ Ya udah, kalian ingin berenang samaan ga ama saya, ntar saya ajarin dech” jawab saya.“ tetapi saya gak memiliki pakaian renang, soalnya saya gak suka renang sih”! Katanya.“ yah kalian cari dahulu donk, ntar kalo ga terdapat kan beda urusannya lagi, jadi esok jam 2 sore yah?” tanyaku.“ iya deh jam 2 sore jemput saya di rumah yah” jawabnya. Setelah itu saya anterin ia balik kerumahnya. Setelah itu saya cuma tertawa kecil serta menggumam,“ udah kena perangkap saya nih, tinggal rencana ke 3 nih esok. Wah, udah kebayang wujud dadanya, pahanya serta sentuhan tangannya dikala saya ajarin ia berenang esok, terlebih tangannya di tumbuhin bulu- bulu halus”.

Besoknya kamipun berangkat berenang samaan ke pemandian Cipaku. Dikala ubah pakaian saya telah membayangkan wujud dadanya, pahanya yang putih serta lain- lainlah benak ku dikala itu. Dikala ketemu hati ku langsung berdetak lebih kencang, sebab Ziya yang terdapat di depanku saat ini lagi mengenakan pakaian renang. Serta dadanya mulai nampak sedikit menyembul ditambah dengan pahanya yang indah banget. Suerr, kontolku dikala itu langsung tegang terlebih ia menggandeng tanganku mengarah tempat penyimpanan tas di samping kolam renang.

Setelah itu saya juga langsung masuk ke kolam renang serta disusul oleh ia. Serta dikala itu mulai saya mengajari ia sebatas saya dapat. Dikala memegang tangannya terasa jantung berdetak lebih kilat. Tangannya halus banget. Ditambah senyuman bibirnya yang tipis serta merah. Nyaris 1/ 2 jam saya mengajari ia berenang. Tetapi kontol ini masih tegang terus. Pada dikala saya lagi mengajari ia berenang tidak senggaja ia menyenggol batang kemaluanku sebab dikala itu saya lagi mengajari ia style katak. Saya malu banget, sebab khawatir dipikir Ziya, belom apa- apa telah tegang duluan. Tetapi saya coba buang benak itu jauh- jauh.

Dikala itu saya telah tidak dapat mengatur diri lagi. Dengan terencana dikala ia nyaris tenggelam terencana saya peluk serta dekatkan kontolku di depan ataupun di balik ia. Serta dengan terencana pula saya berupaya supaya tanganku sekali- kali menimpa dadanya ia. Rencana ku sukses, kami terus menjadi akrab saja. Tetapi saya ngga ketahui, apa bisa jadi dia suka ama saya, ataupun cuma sebatas sahabat. Kami berenang nyaris 2 jam.

Setelah itu saya terlebih dulu mengajaknya kembali sebab hari nyaris malem jam 6 malam. Kami makan di hoka- hoka bento yang terdapat di jalur setia budi. Serta dalam ekspedisi kembali juga kami masih tertawa bersama. Dalam hatiku mengatakan, sebentar lagi kalian masuk dalam dekapan ku Zi! Sesampainya di rumah Ziya, dia mengajak saya masuk biar minum the dulu. Peluang ini tidak ku sia- siakan lagi. Inilah rencana akhirku. Saya masuk serta duduk disebelah ia sembari posisi 1/ 2 tidur. 15 menit kami mengobrol. Otak ku berbalik terus dikala kami ngobrol bersama. Dalam benak ku, gimana saya bisa memegang ia, sebaliknya dari Ziya tidak terdapat sinyal sama sekali pada ku.

Hingga jam 7. 20 saya masih terdiam. Hingga sesuatu dikala Ziya bertanya padaku.“ maaf yah kalo ini nyakitin kalian, hanya saya ingin nanya. Mengapa kalian kok dapat hingga putus dari Ina, kan ia orang nya baik banget”. Wah dengan persoalan itu saya mulai bisa ilham lagi.“ ga tau deh Zi, saya pula bimbang. Saya ngerasa kita ngga sesuai lagi dech”. Kataku. Dengan perasaan pilu saya coba genggam tangan ia sembari mengatakan,” tetapi kalian jangan bilang siapa- siapa kalo saya sama Ina udah putus yah, please..” Ya ampun saya deg- degan banget dikala itu, tetapi saya coba berlagak tenang. Ia hanya diam dikala saya pegang tangannya.“ Tenang aja kok, saya dapat jaga rahasia”.

Nafsu ku telah tidak terkontrol lagi, terlebih ruang tamu dikala itu terutup rapat. Serta dikala itu penunggu rumah yang lain lagi asyik nonton TeleZisi. Tanganku dikala itu lagi mengenggam tangannya. Serta lama- lama lahan saya mengusap bulu halus yang terdapat di tangannya serta mengusapnya lambat- laun sambikl mengatakan,“ kalian menawan banget Zi, saya seneng banget dapat samaan ama kalian”. Lama- lama kulihat gerakan tangan, muka serta kakinya ia. Nyatanya ia telah risau. Merasa terdapat jawaban saya meneruskan elusanku, sembari kucoba dekatkan bibirku ke bibirnya ia. Senggaja saya mengecup secara lama- lama serta lembut serta diiringi desahan napas lama- lama. Memanglah saya pintar dalam memicu wanita, sebab saya telah pengalaman dari Ina.

Setelah kukecup bibirnya secara lama- lama ia memejamkamkan mata serta terasa getaran kakinya yang mulai risau.

Lama- lama kukecup bibir lagi. warnanya kali ini ciuman ku berbalas pula. dia balik mencium ku dengan lembut. lama- lama ku lepas ciuman ku di bibirnya serta bergerak mengarah lehernya. meski saya telah terangsang banget tetapi saya masih dapat berfikir apa yang mesti saya jalani lagi tuk dapetin body nya. ciumanku bergerilya disekitar leher serta dekat kuping. terdengar nafasnya yang telah memburu. Lambat- laun tanganku memegang pipinya secara lembut, lehernya serta berupaya memegang toketnya yang aduhai. saya usap toket Ziya dari luar pakaian. dia masih diam dengan mata tertutup. dengan lama- lama tanganku masuk ke dalam bajunya melalui dasar serta tanganku mulai menimpa BH nya. ku coba angkat sedikit BHnya secara lambat- laun. serta terasa dikala itu toket Ziya telah dalam genggamanku. kuusap serta kepelintir putingnya secara lama- lama. dikala itu pula kucoba tangan yang satu lagi tuk membuka kancing bajunya. sehabis kubuka bajunya terlihatlah Bh yang bercorak gelap, dengan gunung kembar yang indah banget dibaliknya. dikala itu nafsu ku telah tidak terkendali lagi. kontolku telah ngaceng banget.

Tetapi saya belum puas saat sebelum memandang memeknya. kucoba tuk buka rok nya secara lama- lama, serta nampak pula gundukan daging di balik celana dalam hitamnya. saya terdiam sebentar sebab tidak menyangka Ziya wanita yang menawan banget, serta cuma orang- orang tertentu saja yang dapat mendekatinya saat ini telah bugil di depan mataku.

“ Aghh.. kalian kok ini sih an” desahnya. saya hanya tersenyum puas. serta kucoba tuk menarik tangannya ke arah kontolku. serta memanglah telah terencana sleting celanaku sudag saya buka. serta merosotlah celanaku. warnanya Ziya telah bernafsu banget. diangkatnya bajuku serta di lepaskannya celan dalamku.

Saat ini matanya telah terbuka serta memandang kontolku yang cukup gede.“ ihh.. gede banget yang kalian an”? saya coba bangkit berdiri supaya ia ingin mengulum kontolku.“ kalian ingin cium kontolku kan”? tanpa menunggu komando lagi kepala Ziya ku arahkan ke kontolku yang telah keras banget. diciumnya lambat- laun kontolku serta dijilatinnya kontolku.“ muahh.. mchh..” terdengar bunyi dari mulutnya yang tipis.“ terus Zi.. achh.. terus.. lezat banget loh.., kalian pinter banget Zi.. achh..”

Pikiranku telah tidak bisa kukontrol lagi. 15 menit telah lalu. serta lama- lama ku angkat badannya ke atas kursi ruang tamu serta kutidurkan. kucium lehernya terus turun ke mengarah susunya yang kenyal serta indah.“ gilaa banget nih cewe bodynya, susunya, pantatnya yang kenyal, terlebih bulu- bulu yang cukup banyak serta halus”. gumamku dalam hati”. kucium toketnya yang cukup besar serta kenyal.“ muachh.. muachh..”“ aduh an.. terusin.. achh..” ia mengerang terus. sembari ku jilatin toketnya, tangan kananku lambat- laun mengarah memeknya. Astaga.. basahh banget nih.. terus ku elus dengan lembut serta ku belai klitorisnya yang telah mencuat.

“ Achh.. euhh..” dia mengerang keenakan. lama- lama ciumanku turun kebawah vaginanya. ku jilatin memeknya yang basah. mhh.. mhhachh.. ia menarik kepalaku serta mengejang.“ acchh an, kayanya saya ingin berkemih nih..”“ kencingin aja Zi, itu bukan berkemih kok yang mo keluar, itu namanya ingin orgasme..”“ achh an, ennaak banget nih.., ahh.. terusin sayang kata nya”. saya tersenyum kecil dikala dia memanggilku dengan kata sayang.“ hahaha.. kalian udah masuk dalam genggamanku saat ini Zi..” kataku dalam hati.“ achh.. terusin an.. terusin yah sayang.. katanya”. kujilatin memeknya terus serta teruss..“ ohh indahnya memekmu Zi. beruntung banget saya dapat dapetin memek dari wanita secantik kalian” kataku dalam hati. kali ini dia merapatkan kakinya serta kembali mengejang. ahh.. an kayanya saya ingin keluar lagi nihh.. achh..”

“ Keluarin aja seluruhnya sayang.. terus keluarin aja..” kataku. sehabis kurasa lumayan, mulai ku arahkan kontolku yang telah keras serta panas ke memeknya Ziya.“ tahan bentar yach kalo sakit.. ntar pula tidak sakit lagi kok..” kataku pada Ziya. kumasukan kontolku lambat- laun ke memeknya. achh.. erangku sebab kontolku masih agak sulit masuknya. maklumlah memek perawan awal kali tentu sulit simasukinnya.“ achh.. ohh.. masukin langsung aja dech an..” pintanya.“ kalian ngga hendak nyesel Zi..?“ ga hendak kok, saya rela ama kalian diambilnya”.“ Achh.. terus..” dengan sedikit kekuatan kutekan kontolku kian kedalam. serta saat ini telah masuk seluruh kontolku kedalamnya.“ ohh.. hangat banget memeknya..”“ aduh sakit an.. akhh..”

Terasa darah fresh keluar dari vaginanya serta membasahi bajunya yang memanglah telah terencana kusimpan dibawah pantatnya.“ ya ampunn.. banyak banget darahnya nih..” gumamku dalam hati. tidak perduli dengan darah yang mengucur saya enjot ia lambat- laun, serta kelama- lamaan maikin kencang.“ achh.. ohh.. ahh.. terusin an.. kian lama kian lezat nih.. achh.. genjotanku kian ku percepat lagi. achh.. ohh lezat banget.. terusin yahh..” nyaris 15 menit saya menggumuli ia. lambat- laun ku genjot ia secara pelan serta pelan. sehingga ia dapat menikmatinya.“ pelan- pelan aja yah Zi, supaya saya dapat cium toket kalian”.



Sembari menggesek- gesek kontolku kedalam vaginanya. kucium lambat- laun puting toketnya. kuatru lambat- laun gesekan ku. serta tidak lama setelah itu terdengar dia mengerang serta mengejang.“ achh.. kaya terdapat yang ingin keluar nih.. achh.. aduh ingin keluar nihh..”“ kembali kuatur gesekanku secara lama- lama supaya dia dapat keluar”. serta benar saja sebentar setelah itu ia hadapi orgasme buat ke 2 kalinya.“ achh.. achh.. ohh.. ingin keluar nih.. ann.. achh..”

Ziya telah hadapi orgasme lagi saya sebentar lagi ingin keluar. sehabis kurasa lumayan hingga kupercepat gerakan kontolku ke memeknya ia.“ achh.. ingin keluar lagi nih an.. achh..”“ bentar lagi saya pula ingin keluar nih Zi.. ahh” erangku.“ keluarin didalem aja yah ann.. achh..”


Meski ia telah bersedia menerima mani ku di vaginanya, tetapi saya tidak sebodoh itu, saya masih ga ingin terikat oleh ia. dengan menaikkan kecepatan saya terus mengenjot ia terus menjadi kilat.“ achh.. saya ingin keluar nihh.. kalian ingin minum mani ku kan.. achh.”“ mengapa gak dikeluarin di dalam aja sih, ya udah ga pa pa kok di mulut ku pula.”“ achh.. terusinn.. ann saya juga

ingin keluar lagi nih.. achh..”“ saya pula ingin keluar nih Zi..” serta dikala itu kamipun keluar bertepatan.“ achh.. kuangkat langsung kontolku yang telah nyaris menyemburkan mani.. achh.. kukocokan kontolku ke arah mulut serta dadanya ia.

“ croot.. crott.. spermaku membasahi mulut serta susunya”.“ achh.. srepp.. lezat banget mani kalian an.. cape banget nih.. liat tuh badanku sampe keringatan seluruh.” saya cuma tersenyum serta mengatakan.“ tetapi lezat kan..” kubersihkan cairan spermaku dengan tissue nya. serta dia juga berangkat kekamar mandi tuk mensterilkan tubuhnya. achh.. lega banget hatiku sehabis dapetin wanita yang sempat jadi idola di smu dahulu. Sehabis Ziya mensterilkan tubuhnya sayapun memohon ijin kembali dahulu sebab jam telah jam 8. 50. ntar bapanya dapat curiga lagi.

peristiwa ini terus berulang- ulang hingga dikala aku masih mengetik cerita ini. Meski antara kami hingga saat ini belum terdapat status pacaran, melainkan cuma sahabat biasa.

Monday, October 6, 2025

Cerita Seks Bersama Teman Lamaku

Cerita Seks -  Mulanya aku jumpa tidak sengaja dengan teman yang sudah lama tidak bertemu. Aku mengenali temanku yang dulu kawan sepermainan di kampung. Dia tidak mengenaliku, tetapi aku masih ingat ciri-cirinya. Dia waktu itu sedang berdiri di pinggir jalan menunggu bus, sementara aku sedang jalan di kaki lima. Aku tegur dia “Gentar ya.”. 

Dia terkejut sambil mengernyit menatapku. “Iya, siapa ya,” tanyanya. Aku tidak menyebut namaku, tapi menyebut sepatah kata, “gua lempung”. “Hah kamu Ardian ya,” katanya sambil menjabat tanganku erat sekali. Sahabatku terlihat miskin. 

Bajunya lusuh dan bau keringatnya agak menyengat. “Mau kemana” tanyaku. “Pulang,” jawabnya singkat. Kami lalu ngobrol sebentar dan akhirnya aku memutuskan ikut ke rumahnya. Awalnya dia keberatan, karena malu rumahnya di dalam gang, kumuh. Namun aku memaksanya, sehingga dia tidak kuasa menolak. Sebenarnya aku bisa mencegat taxi agar lebih cepat ke tujuan, tetapi aku berusaha menyembunyikan keberadaanku, apalagi aku mengaku sedang mencari kerja. Ini setidaknya menjaga agar Gentar tidak minder terhadapku. 



 Kami naik bus yang penuh sesak, sekitar setengah jam Gentar mengajakku turun dan berjalan masuk ke gang, berliku-liku sampai gangnya kecil sekali sehingga untuk berpapasan saja harus saling memiringkan badan. Sebuah rumah, yang setengah berupa berupa bangunan tembok bata tidak berplester dan setengah atasnya anyaman bambu (tepas) yang sudah dilapisi kertas semen dan dicat. Lantainya semen biasa. Ada ruang tamu mungkin ukurannya sekitar 2 x 3 m lalu ada ruang di belakangnya yang mungkin itu kamar tidur. 

 Aku trenyuh melihat keadaannya, terlihat sangat miskin. Kami duduk di tikar. Gentar mengenalkan istrinya yang berpenampilan sederhana dan kelihatannya umurnya beda agak jauh dari Gentar. Jika Gentar sebaya aku sekitar 35 tahun, istrinya kelihatannya masih berusia di bawah 25 tahun. Istrinya biasa saja, tidak cantik, kulitnya sawo matang. Dia menyalamiku dan menyebut namanya Dina. Dari obrolan kami di ruang tamu yang bergaya lesehan, istrinya dikenalnya di wilayah tempat tinggalnya sekarang. Jadi Dina asli kelahiran kampung kumuh ini. 

 Mereka sudah 3 tahun berumah tangga, tetapi belum mendapat anak. Kami bertiga ngobrol ngalor – ngidul dan aku tetap berusaha menyembunyikan keadaan diriku. Aku berusaha mensejajarkan taraf hidupku dengan dia. Oleh karena itu, HP canggihku, aku sudah stel silent dan kusimpan di dalam tas. Itu semua aku kerjakan ketika mereka sedang sibuk di dalam rumah, mungkin mempersiapkan minuman kopiku. Aku sudah lama memiliki impian ingin merasakan hidup di tengah-tengah lingkungan kumuh rakyat jelata. Gentar yang secara kebetulan bertemu aku, memberi jalan masuk aku untuk mewujudkan keinginanku. Tanpa merasa canggung aku mengutarakan keinginanku mencari kamar kontrakan di daerah ini yang paling murah. 

Istri Gentar menyambut dengan mengatakan, cukup banyak, tinggal pilih saja. Pada saat itu juga aku minta diantar ketempat dimana-mana saja yang tersedia kontrakan itu. Setelah 4 – 5 tempat kami kunjungi sambil menelusuri gang-gang sempit, aku menemukan satu kamar yang letaknya diatas. Kamarnya hanya berukuran 2,5 x 2,5 m, yang merupakan rumah papan. Kamarnya kosong, tidak ada perabotan apa pun. Kamar mandi ada di bawah, yang merupakan fasilitas bersama untuk orang seisi rumah. Memang ada 2 kamar mandi untuk rumah ini yang mungkin dihuni oleh sekitar 10 orang. Biaya kontrakannya memang paling murah diantara semua yang diunjukin tadi. 

Aku tidak membayar langsung, tetapi memberi uang muka saja. Padahal di dompetku ada uang yang cukup untuk membayar lunas sekaligus setahun. Tapi ini aku tahan, agar tetap terlihat miskin. Sekitar 2 jam aku beranjang sana ke kediaman Gentar, aku lalu pamit. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku tinggal di rumah saudara jauh. Di Jakarta ini aku sedang mencari kerja setelah tempat ku kerja di Jawa Tengah bangkrut. Padahal aku ke Jakarta untuk memeriksa operasional kantor cabangku yang ada 3 di kota ini. 

Aku membuka usaha di salah satu kota di Jawa Tengah dan di kota itulah aku tinggal bersama istri dan seorang anak. Dengan aset yang begitu besar seharusnya pakaianku perlente dan pastinya naik-turun mobil pribadi dari produk tahun mutakhir. Namun ketika aku bertemu dengan Gentar, aku sedang nyantai dengan blue jean buluk, kaos oblong hitam dan sendal jepit. Aku menyandang tas yang terbuat dari kain blacu dengan tulisan promosi dari produk tertentu. Aku memang sengaja tampil rada gembel, karena aku memang senang begitu. 

 Di Jakarta aku tinggal di apartemen sendirian. Kali ini aku akan tinggal di pemukiman kumuh dekat dengan rumah Gentar. Sebetulnya aku tidak punya pakaian yang bisa mendukung tampilan tinggal di daerah kumuh. Untuk menyempurnakan tampilanku, aku berburu pakaian bekas di pasar Senen. Beberapa hari kemudian saat agak sore,karena seharian aku pontang-panting dengan beban kerjaku. Sekitar jam 5 sore aku sudah sampai di daerah kumuh dan langsung menuju kamar kontrakanku. Aku temui pemilik kontrakan dan kubayar biaya sewa sebulan. Cerita Sex Aku masuk ke kamarku dan mengeluarkan handuk dan peralatan mandi. 



Untuk tidur aku menggelar matras gulungan yang biasa digunakan untuk anak-anak pecinta alam. Aku mencoba berbaring. Kamarku terasa gerah, karena tidak ada ventilasi. Sambil berbaring aku berpikir, berapa lama aku bisa tinggal dengan cara seperti ini. Aku mengenakan celana pendek, menyarungkan handuk, pakai kaos oblong yang kedodoran, memasukkan sabun dan sikat gigi serta pasta giginya di gayung. Aku turun untuk kekamar mandi. 

 Ternyata kamar mandi sedang terpakai semua. Si pemilik rumah memberi tahuku, kalau lagi penuh biasa antri. Dia menunjukkan bangku panjang di sisi rumah . Di situ sudah ada 2 orang yang sudah punya persiapan mandi. Sambil ngantri ke kamar mandi, akhirnya aku berkenalan dan kami ngobrol yang gak keruan juntrungnya. Sambil ngobrol aku menikmati pemandangan di dalam gang sempit, dimana anak-anak berlarian bermain, orang lalu lalang. Setengah jam kemudian giliranku tiba untuk masuk kamar mandi. 

Malam pertama aku tinggal di istana kumuh aku coba nikmati semaksimal mungkin. Meski suasananya gerah, aroma yang kurang enak serta berisik, dengan suara TV, motor, orang berbicara, anak-anak bermain, tetapi karena aku nikmati, rasanya ya nikmat-nikmat saja. Begitulah 3 hari aku berhasil menyesuaikan dengan kehidupan kaum jelata di daerah kumuh dan tidak ada seorangpun yang mencurigaiku, bahwa aku sebenarnya sedang menyamar Suatu sore aku duduk-duduk di depan rumah Gentar sambil merokok dan ngobrol. 

Terlihat oleh mataku seorang anak perempuan. Wajahnya lumayan cantik, kulitnya juga putih. Jika dilihat dari tingginya anak ini masih tergolong kanak-kanak dipantaran usia 7 – 8 tahun. Ia menarik perhatianku karena anak sekecil itu dadanya sudah nyembul. Sambil menyembunyikan rasa antusiasku aku bertanya mengenai anak itu. Gentar tanpa mencurigaiku malah bercerita mengenai keluarga anak itu. 

Anak itu bernama Chyntia, anak tunggal dari single parent, ibunya keturunan China bekerja menerima cucian. Langsung muncul gagasan di kepalaku dan mengatakan ke Gentar, aku membutuhkan tukang cuci. Dia lalu berdiri mengajakku berjalan ke kontrakan ibu dari anak itu. Rupanya ibunya mendiami kamar kontrakan yang lebih parah keadaannya dari kamarku dan tidak jauh dari tempat tinggalku. Dia memperkenalkan diri Nana. 

Kelihatannya masih di tataran usia remaja, karena wajahnya belum terlihat terlalu emak-emak. Badannya pun belum melar. Wajahnya lumayan jugalah, tapi terlihat kurang terawat. Aku deal memakai jasa cuci dari si Nana. Aku minta dia mengambil cucian 2 kali seminggu, hari Selasa dan Jumat sore. Jika aku tidak ada dirumah pakaian kotorku kubungkus plastik dan diletakkan di depan pintu kamar. 

Pakaian yang sudah selesai akan aku ambil sendiri. Gentar bercerita bahwa suami si Nana sudah tewas di dor Polisi karena terlibat perdagangan narkoba. Nana anak yatim piatu, setelah dia kawin, kedua orang tuanya meninggal dan dia tidak memiliki saudara kandung, karena anak tunggal. Kasihan sebetulnya kalau melihat kehidupannya. Gentar bercerita bahwa istrinya sering memberi nasi bungkus, atau kue-kue, kalau kebetulan pulang pengajian ada bawa berkat. Tidak perlu lama, Dua kali dia mengambil cucian aku sudah akrab dengan Nana. Dia mau saja aku ajak ngobrol di kamar kontrakanku. Aku tertarik pada Nana karena dia punya bahan dasar yang cukup bagus. Artinya kalau dirawat dan dipoles akan terlihat cantik. 

Yang lebih menarik bagi ku adalah anak perempuan satu-satunya. Aku menggemari anak-anak yang menjelang remaja. Tujuanku tinggal di daerah kumuh ini sesungguhnya ya berburu lolita. Nana kutawari kerja sebagai pembantu. Aku mengaku ada temanku mencari pembantu. Dia langsung tanya gajinya berapa. Aku sebutkan suatu angka yang kutahu jumlah itu pasti sangat mencukupi bagi biaya hidup dia dan anaknya, bahkan mungkin berlebih. “Mau dong,” kapan bisa kerja, dari pada kerja ginian, duitnya gak seberapa,” katanya. 

 Syaratnya dia harus tinggal di dalam, masalah anak, tidak menjadi hambatan, bahkan anaknya akan dibiayai sekolah, jika si tuan rumah merasa cocok mempekerjakan Nana. “Aduh mau dong, ayo dong buruan,” katanya sambil menggamit lenganku dan menggoyang-goyangkan. Aku mengemukakan syarat, agar merahasiakan dia akan bekerja apa dan dimana. “ Kenapa emangnya,” tanya dia mengernyit. “Ya gak tahulah, kalau bisa terima syarat itu, besok akan saya antar dan langsung cabut dari rumah.,” kataku. Memikirkan iming-iming gaji yang lumayan dan kerjanya tidak berat, serta anaknya sekolah dibiayai, maka segala syarat yang aku ajukan itu bisa dia terima.

Thursday, October 2, 2025

Ngewe sama Tante Ayu Hot Banget

CERITA SEX – ketika itu aku baru berumur 12 tahun, sebagai anak tunggal. Sewaktu orang tuaku sedang pergi keluar negeri. Teman baik ibuku, Tante Ayu, yang berumur 26 tahun, diminta oleh orang tuaku untuk tinggal dirumah menjagaiku. Karena suaminya harus keluar kota, Tante Ayu akan menginap dirumahku sendirian. Tante Ayu badannya agak tinggi, rambutnya dipotong pendek sebahu, kulitnya putih bersih, wajahnya ayu, pakain dan gayanya seksi. Tentu saja saya sangat setuju sekali untuk ditemani oleh Tante Ayu.

Biasanya, setiap ada kesempatan aku suka memainkan kemaluanku sendirian. Tapi belum pernah sampai keluar, waktu itu aku masih belum mengerti apa2, hanya karena rasanya enak. Mengambil kesempatan rumah lagi kosong dan Tante Ayu juga belum datang. Setelah pulang sekolah, aku kekamar tidurku sendirian me-mijit2 kemaluan ku sembari menghayalkan tubuh Tante Ayu yang seksi. Kubayangkan seperti yang pernah ku lihat di majalah porno dari teman2 ku disekolah. Selagi asyiknya bermain sendirian tanpa ku sadari Tante Ayu sudah tiba dirumahku dan tiba2 membuka pintu kamar ku yang lupa ku kunci.

Dia sedikit tercengang waktu melihat ku berbaring diatas ranjang telanjang bulat, sembari memegangi kemaluan ku yang berdiri. Aduh malunya setengah mati, ketangkap basah lagi mainin burung. Segera ku tutupi kemaluan ku dengan bantal, wajahku putih pucat. Melihat ku ketakutan, Tante Ayu hanya tersenyum dan berkata “Eh, kamu sudah pulang sekolah J.D., Tante juga baru saja datang”.

Cerita sex - Aku tidak berani menjawabnya. “Tidak usah takut dan malu sama Tante, itu hal biasa untuk anak2 mainin burung nya sendiri” ujarnya. Aku tetap tidak berani berkutik dari tempat tidur karena sangat malu. Tante Ayu lalu menambah, “Kamu terusin saja mainnya, Tante hanya mau membersihkan kamar kamu saja, kok”.

“Tidak apa2kan kalau Tante turut melihat permainanmu”, sembari melirik menggoda, dia kembali berkata “Kalau kamu mau, Tante bisa tulungin kamu, Tante mengerti kok dengan permainanmu J.D.”, tambahnya sembari mendekatiku. “Tapi kamu tidak boleh bilang siapa2 yah, ini akan menjadi rahasia kita berdua saja”. Aku tetap tidak dapat menjawab apa2, hanya mengangguk kecil walaupun aku tidak begitu mengerti apa maksudnya.

Tante Ayu pergi kekamar mandi mengambil Baby Oil dan segera kembali kekamarku. Lalu dia berlutut dihadapan ku. Bantalku diangkat per-lahan2, dan saking takutnya kemaluan ku segera mengecil dan segera ku tutupi dengan kedua telapak tangan ku. “Kemari dong, kasih Tante lihat permainanmu, Tante janji akan ber-hati2 deh”, katanya sembari membujukku.

Tangan ku dibuka dan mata Tante Ayu mulai turun kebawah kearah selangkanganku dan memperhatikan kemaluan ku yang mengecil dengan teliti. Dengan per-lahan2 dia memegang kemaluan ku dengan kedua jarinya dan menuruni kepalanya, dengan tangan yang satu lagi dia meneteskan Baby Oil itu dikelapa kemaluan ku, senyumnya tidak pernah melepaskan wajahnya yang cantik. “Tante pakein ini supaya rada licin, kamu pasti suka deh” katanya sembari mengedipkan sebelah matanya.

Malunya setengah mati, belum ada orang yang pernah melihat kemaluan ku, apa lagi memegangnya. Hatiku berdebar dengan kencang dan wajahku merah karena malu. Tapi sentuhan tangannya terasa halus dan hangat. “Jangan takut J.D., kamu rebahan saja”, ujarnya membujuk ku. Setelah sedikit tenang mendengar suaranya yang halus dan memastikan, aku mulai dapat menikmati elusan tangannya yang lembut.

Tangannya sangat mahir memainkan kemaluanku, setiap sentuhannya membuat kemaluan ku bergetar dengan kenikmatan dan jauh lebih enak dari sentuhan tanganku sendiri. “Lihat itu sudah mulai membesar kembali”, kemudian Tante Ayu melumuri Baby Oil itu keseluruh batang kemaluan ku yang mulai menegang dan kedua bijinya. Kemudian Tante Ayu mulai mengocokin kemaluan ku digenggamannya per-lahan2 sambil membuka lebar kedua pahaku dan mengusapi biji ku yang mulai panas membara.

Kemaluan ku terasa kencang sekali, berdiri tegak seenaknya dihadapan muka Tante Ayu yang cantik. Perlahan Tante Ayu mendekati mukanya kearah selangkangan ku, seperti sedang mempelajarinya. Terasa napasnya yang hangat berhembus dipaha dan dibijiku dengan halus. Aku hampir tidak bisa percaya, Tante Ayu yang baru saja ku khayalkan, sekarang sedang berjongkok diantara selangkanganku.

Setelah kira2 lima menit kemudian, aku tidak dapat menahan rasa geli dari godaan jari2 tangannya. Pinggulku tidak bisa berdiam tenang saja diranjang dan mulai mengikuti setiap irama kocokan tangan Tante Ayu yang licin dan berminyak. Belum pernah aku merasa seperti begitu, semua kenikmatan duniawi ini seperti berpusat tepat di-tengah2 selangkanganku.

Mendadak Tante Ayu kembali berkata ” Ini pasti kamu sudah hampir keluar, dari pada nanti kotorin ranjang Tante hisap saja yah”. Aku tidak mengerti apa yang dia maksud. Dengan tiba2 Tante Ayu mengeluarkan lidahnya dan menjilat kepala kemaluan ku lalu menyusupinya perlahan kedalam mulutnya.

Hampir saja aku melompat dari atas ranjang. Karena bingung dan kaget, aku tidak tahu harus membikin apa, kecuali menekan pantatku keras kedalam ranjang. Tangannya segera disusupkan kebawah pinggulku dan mengangkatnya dengan perlahan dari atas ranjang. Kemaluanku terangkat tinggi seperti hendak diperagakan dihadapan mukanya. Kembali lidahnya menjilat kepala kemaluan ku dengan halus, sembari me-nyedot kedalam mulutnya.

Bibirnya merah merekah tampak sangat seksi menutupi seluruh kemaluan ku. Mulut dan lidahnya terasa sangat hangat dan basah. Lidahnya dipermainkan dengan sangat mahir. Matanya tetap memandang mataku seperti untuk meyakinkanku. Tangannya kembali menggenggam kedua bijiku. Kepalanya tampak turun naik disepanjang kemaluan ku, aku berasa geli setengah mati. Ini jauh lebih nikmat daripada memakai tangannya.

Sekali2 Tante Ayu juga menghisap kedua bijiku bergantian dengan gigitan2 kecil. Dan perlahan turun kebawah menjilat lubang pantatku dan membuat lingkaran kecil dengan ujung lidahnya yang terasa sangat liar dan hangat.

Aku hanya dapat berpegangan erat kebantal ku, sembari mencoba menahan rintihanku. Kudekap mukaku dengan bantal, setiap sedotan kurasa seperti yang aku hendak menjerit. Napasku tidak dapat diatur lagi, pinggulku menegang, kepalaku mulai pening dari kenikmatan yang berkonsentrasi tepat diantara selangkanganku. Mendadak kurasa kemaluan ku seperti akan meledak.

Karena rasa takut dan panik, kutarik pinggulku kebelakang. Dengan seketika, kemaluan ku seperti mempunyai hidup sendiri, berdenyut dan menyemprot cairan putih yang lengket dan hangat kemuka dan kerambut Tante Ayu. Seluruh badanku bergetar dari kenikmatan yang tidak pernah kualami sebelumnya. Aku tidak sanggup untuk menahan kejadian ini. Aku merasa telah berbuat sesuatu kesalahan yang sangat besar.

Dengan napas yang ter-engah2, aku meminta maaf kepada Tante Ayu atas kejadian tersebut dan tidak berani untuk menatap wajahnya. Tetapi Tante Ayu hanya tersenyum lebar, dan berkata “Tidak apa2 kok, ini memang harus begini”, kembali dia menjilati cairan lengket itu yang mulai meleleh dari ujung bibirnya dan kembali menjilati semua sisa cairan itu dari kemaluan ku sehingga bersih. “Tante suka kok, rasanya sedap”, tambahnya.

Dengan penuh pengertian Tante Ayu menerangkan bahwa cairan itu adalah air mani dan itu wajar untuk dikeluarkan sekali2. Kemudian dengan penuh kehalusan dia membersihkanku dengan handuk kecil basah dan mencium ku dengan lembut dikeningku.

Setelah semuanya mulai mereda, dengan malu2 aku bertanya “Apakah perempuan juga melakukan hal seperti ini?”. Tante Ayu menjawab “Yah, kadang2 kita orang perempuan juga melakukan itu, tapi caranya agak berbeda”. Dan Tante Ayu berkata yang kalau aku mau, dia dapat menunjukkannya. Tentu saja aku bilang yang aku mau menyaksikannya.

Jari2 tangan Tante Ayu yang lentik dengan perlahan mulai membuka kancing2 bajunya, memperagakan tubuhnya yang putih. Waktu kutangnya dibuka buah dadanya melejit keluar dan tampak besar membusung dibandingkan dengan perutnya yang mengecil ramping. Kedua buah dadanya bergelayutan dan bergoyang dengan indah.

Dengan halus Tante Ayu memegang kedua tanganku dan meletakannya diatas buah dadanya. Rasanya empuk, kejal dan halus sekali, ujungnya agak keras. Putingnya warna coklat tua dan agak besar. Tante Ayu memintaku untuk menyentuhnya. Karena belum ada pengalaman apa2, aku pencet2 saja dengan kasar. Tante Ayu kembali tersenyum dan mengajariku untuk mengelusnya per-lahan2.

Putingnya agak sensitif, jadi kita harus lebih perlahan disana, katanya. Tanganku mulai me-raba2 tubuh Tante Ayu yang putih bersih itu. Kulitnya terasa sangat halus dan panas membara dibawah telapak tanganku. Napasnya memburu setiap kusentuh bagian yang tertentu. Aku mulai mempelajari tempat2 yang disukainya.

Tidak lama kemudian Tante Ayu memintaku untuk menciumi tubuhnya. Ketika aku mulai menghisap dan menjilat kedua buah dadanya, putingnya terasa mengeras didalam mulutku. Napasnya semakin men-deru2, membuat buah dadanya turun naik bergoyang dengan irama.

Lidahku mulai menjilati seluruh buah dadanya sampai keduanya berkilat dengan air liurku Mukanya tampak gemilang dengan penuh gairah. Bibirnya yang merah merekah digigit seperti sedang menahan sakit. Roknya yang seksi dan ketat mulai tersibak dan kedua lututnya mulai melebar perlahan. Pahanya yang putih seperti susu mulai terbuka menantang dengan gairah dihadapanku.

Tante Ayu tidak berhenti meng-elus2 dan memeluki tubuhku yang masih telanjang dengan kencang. Tangannya menuntun kepalaku kebawah kearah perutnya. Semakin kebawah ciumanku, semakin terbuka kedua pahanya, roknya tergulung keatas. Aku mulai dapat melihat pangkal paha atasnya dan terlihat sedikit bulu yang hitam halus mengintip dari celah celana dalamnya. Mataku tidak dapat melepaskan pemandangan yang sangat indah itu.

Kemudian Tante Ayu berdiri tegak dihadapanku dengan perlahan Tante Ayu mulai membuka kancing roknya satu persatu dan membiarkan roknya terjatuh dilantai. Tante Ayu berdiri dihadapanku seperti seorang putri khayalan dengan hanya memakai celana dalamnya yang putih, kecil, tipis dan sexy.

Tangannya ditaruh dipingulnya yang putih dan tampak serasi dengan kedua buah dadanya diperagakannya dihadapanku. Pantatnya yang hanya sedikit tertutup dengan celana dalam seksi itu bercuat menungging kebelakang. Tidak kusangka yang seorang wanita dapat terlihat begitu indah dan menggiurkan. Aku sangat terpesona memandang wajah dan keindahan tubuhnya yang bercahaya dan penuh gairah.

Tante Ayu menerangkan yang bagian tubuh bawahnya juga harus dimainkan. Sambil merebahkan dirinya diranjangku, Tante Ayu memintaku untuk menikmati bagiannya yang terlarang. Aku mulai me-raba2 pahanya yang putih dan celana dalamnya yang agak demak dan bernoda. Pertama2 tanganku agak bergemetar, basah dari keringat dingin, tetapi melihat Tante Ayu sungguh2 menikmati semua perbuatanku dan matanya juga mulai menutup sayu, napasnya semakin mengencang.

Aku semakin berani dan lancang merabanya. Kadang2 jariku kususupkan kedalam celana dalamnya menyentuh bulunya yang lembut. Celana dalamnya semakin membasah, noda dibawah celana dalamnya semakin membesar. Pingulnya terangkat tinggi dari atas ranjang. Kedua pahanya semakin melebar dan kemaluannya tercetak jelas dari celana dalam nya yang sangat tipis itu.

Setelah beberapa lama, Tante Ayu dengan merintih memintaku untuk membuka celana dalamnya. Pinggulnya diangkat sedikit supaya aku dapat menurunkan celana dalamnya kebawah.

Tante Ayu berbaring diatas ranjang tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Disitu untuk pertama kali aku dapat menyaksikan kemaluan seorang wanita dari jarak yang dekat dan bukan hanya dari majalah. Bulu2 diatas kemaluannya itu tampak hitam lembut, tumbuh dengan halus dan rapi dicukur, sekitar kemaluannya telah dicukur hingga bersih membuat lekuk kemaluannya tampak dari depan.

Tante Ayu membuka selangkangannya dengan lebar dan menyodorkan kewanitaannya kepadaku tanpa sedikit rasa malu. Sembari bangkit duduk ditepi ranjang, Tante Ayu memintaku untuk berjongkok diantara kedua pahanya untuk memperhatikan vagina nya dari jarak dekat. Dengan penuh gairah kedua jarinya mengungkap bibir kemaluannya yang rada tebal dan ke-hitam2an dan memperagakan kepadaku lubang vagina nya yang basah dan berwarna merah muda.

Dengan nada yang ramah, Tante Ayu menggunakan jari tangannya sendiri dengan halus, menerangkan kepadaku satu persatu seluruh bagian tubuh bawahnya. Tempat2 dan cara2nya untuk menyenangkan seorang wanita. Kemudian Tante Ayu mulai menggunakan jari tangan ku untuk di-raba2kan kebagian tubuh bawahnya. Rasanya sangat hangat, lengket dan basah. Klitorisnya semakin membesar ketika aku menyentuhnya.

Aroma dari vagina nya mulai memenuhi udara dikamarku, aromanya menyenangkan dan berbau bersih. Dari dalam lubang vaginanya per-lahan2 keluar cairan lengket berwarna putih dan kental dan mulai melumuri semua permukaan lubang vagina nya. Mengingat apa yang dia sudah lakukan dengan air maniku, aku kembali bertanya “Boleh ngga saya mencicipi air mani Tante?” Tante Ayu hanya mengangguk kecil dan tersenyum.

Perlahan aku mulai menjilati pahanya yang putih dan sekitar lubang vagina Tante Ayu yang merah dan lembut. Cairan nya mulai mengalir keluar dengan deras keselangkangannya. Lidahku menangkap tetesan itu dan mengikuti aliran cairan itu sampai balik keasal lubangnya. Rasanya rada keasinan dengan berbau sangat khas, tidak seperti kata orang2, Tante Ayu cairan sangat bersih dan tidak berbau amis. Prediksi Bola

Begitu pertama aku mencicipi alat kelamin Tante Ayu, aku tahu yang aku dapat menjilatinya terus2an, karena aku sangat menyukai rasanya. Tante Ayu mendadak menjerit kecil ketika lidahku menyentuh klitorisnya. Aku tersentak takut karena mungkin aku telah membuatnya sakit.

Tetapi Tante Ayu kembali menjelaskan bahwa itu hal biasa kalau seseorang mengerang waktu merasa enak.

Semakin lama, aku semakin berani untuk menjilati dan menghisapi semua lubang vagina dan klitoris nya. Pinggulnya diangkat naik tinggi. Tangannya tidak berhenti memeras buah dadanya sendiri, cengkramannya semakin menguat. Napasnya sudah tidak beraturan lagi. Kepalanya terbanting kekanan dan kekiri.

Pinggul dan pahanya kadang2 mengejang kuat, berputar dengan liar. Kepalaku terkadang tergoncang keras oleh dorongan dari kedua pahanya. Tangannya mulai menjambak rambutku dan menekan kepalaku erat kearah selangkangannya. Dari bibirnya yang mungil itu keluar desah dan rintihan memanggil namaku, seperti irama ditelingaku. Keringatnya mulai keluar dari setiap pori2 tubuhnya membuat kulitnya tampak bergemilang dibawah cahaya lampu.

Baca juga: Bercinta Mesra Bersama Amanda

Matanya sudah tidak memandangku lagi, tapi tertutup rapat oleh bulu mata yang panjang dan lentik. Sembari merintih Tante Ayu memintaku untuk me-nyodok2kan lidahku kedalam lubang vaginanya dan mempercepat iramaku. Seluruh mukaku basah tertutup oleh cairan yang bergairah itu.

Kemudian Tante Ayu memintaku untuk berbalik supaya dia juga dapat menghisap kemaluan ku bersamaan. Setelah melumuri kedua buah dadanya yang busung itu dengan Baby Oil, Tante Ayu meng-gosok2kan dan menghimpit kemaluan ku yang sudah keras kembali diantara buah dadanya, dan menghisapinya bergantian. Kemudian Tante Ayu memintaku untuk lebih berkonsentrasi di klitorisnya dan menyarankanku untuk memasuki jariku kelubang vaginanya. Dengan penuh gairah aku pertama kalinya merasakan bahwa kelamin wanita itu dapat berasa begitu panas dan basah.

Otot vaginanya yang terlatih terasa berdekup memijiti jari tanganku perlahan. Bibir dan lubang vaginanya tampak merekah, berkilat dan semakin memerah. Klitorisnya bercahaya dan membesar seperti ingin meledak. Setelah tidak beberapa lama, Tante Ayu memintaku untuk memasuki satu jariku kedalam lubang pantatnya yang ketat. Dengan bersamaan waktu, Tante Ayu juga masuki satu jarinya pula kedalam lubang pantatku. Tangannya dipercepat mengocok kemaluan ku.

Pahanya mendekap kepalaku dengan keras. Pinggulnya mengejang keras. Terasa dilidahku urat2 sekitar dinding vaginanya berkontraksi keras ketika dia keluar. Aku menjerit keras ber-sama2 Tante Ayu sembari memeluknya dengan erat, kita berdua keluar hampir bersamaan. Kali ini Tante Ayu menghisap habis semua air maniku dan terus menghisapi kemaluan ku sampai kering.

Setelah itu kita berbaring telanjang terengah mengambil napas. Badannya yang berkeringat dan melemah, terasa sangat hangat memeluki tubuh ku dari belakang, tangannya tetap menghangati dan mengenggam kemaluanku yang mengecil. Aroma dari yang baru saja kita lakukan masih tetap memenuhi udara kamarku.

Wajahnya tampak gemilang bercahaya menunjukan kepuasan, senyumnya kembali menghiasi wajahnya yang terlihat lelah. Lalu kita jatuh tertidur berduaan dengan angin yang sejuk meniup dari jendela yang terbuka. Setelah bangun tidur, kita mandi bersama. Waktu berpakaian Tante Ayu menciumku dibibir dengan lembut dan berjanji yang nanti malam dia akan mengajari bagaimana caranya bila kejantananku dimasuki kedalam kewanitaannya.

Sejak hari itu, selama satu minggu penuh, setiap malam aku tidur dikamar tamu bersama Tante Ayu dan mendapat pelajaran yang baru setiap malam. Tetapi setelah kejadian itu, kita tidak pernah mendapat kesempatan kembali untuk melanjutkan hubungan kami. Hanya ada peristiwa sekali, waktu orangtuaku mengadakan pesta dirumah,

Tante Ayu datang bersama suaminya. Didapur, waktu tidak ada orang lain yang melihat, Tante Ayu menciumku dipipi sembari meraba kemaluan ku, tersenyum dan berbisik “Jangan lupa dengan rahasia kita J.D.”. Dua bulan kemudian Tante Ayu pindah ke kota lain bersama suaminya. Sampai hari ini aku tidak akan dapat melupakan satu minggu yang terbaik itu didalam sejarah hidupku.

Dan aku merasa sangat beruntung untuk mendapat seseorang yang dapat mengajariku bersetubuh dengan cara yang sangat sabar, sangat berprofesional dan semanis Tante Ayu. Demikian lah Cerita Sex Tanteku Ajari Ngewe yang Memuaskan oleh Cerita sex hot