Cerita Sex ku – Sari adalah seorang wanita muda beranak satu berusia 25 tahun yang memiliki wajah manis, dengan bentuk tubuhnya yang begitu semok, pantatnya yang bohay membulat membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan berdecak kagum. Ditambah lagi dengan buah dadanya yang membusung ukuran 34B dan sangat montok itu, semakin menambah keseksiannya benar benar menggiurkan, setiap mata lelaki.
Sari bekerja pada satu instansi pemerintah didaerah Sudirman, sebagai seorang analis yang ramah iapun sangatlah disukai oleh teman teman sekantornya. Sehari hari Sari berangkat bekerja dari rumahnya didaerah Ciledug menggunakan angkutan umum, dengan kebiasaannya yang selalu memakai pakaian ketat semakin membuat lekukkan tubuh seksinya tampak begitu jelas, dan mengundang banyak pandangan nakal dari para lelaki yang melihatnya.
Seperti pagi itu diangkutan yang cukup padat penumpang Sari berdiri berdesakkan diantara para penumpang, Sari yang pagi itu memakai pakaian ketat dengan span yang diatas lutut begitu menggoda setiap lelaki yang berdiri didekatnya, untuk merapatkan tubuhnya ketubuh Sari yang sangat seksi dan montok itu.
Saat itu ada seorang laki laki yang berdiri tepat dibelakang Sari, dengan perlahan mulai merapatkan tubuh depannya kebagian belakang tubuh Sari, dengan memanfaatkan goncangan mobil angkutan yang sesekali terguncang itu, laki laki itu mulai menempelkan batang penisnya yang masih tertutup celana ke pantat Sari. Laki laki yang disebelahnya pun tidak mau kalah dengan kalakuan temannya, iapun mulai dengan menempelkan telapak tangannya dipermukaan pantat Sari yang yang begitu membulat seksi terbalut rok spannya yang begitu ketat menyiplak dipantatnya.
Sari yang diperlakukan seperti itu tidak menyadarinya, ia masih asik bergantungan dengan tangan satunya sedang memainkan tombol tombol blackberrynya. Begitulah keseharian yang sering terjadi terhadap Sari, ada saja lelaki yang mencuri curi kesempatan dalam kesempitan.
Tidak seperti biasanya hari itu Sari begitu pusing dengan keadaan suaminya yang terlibat banyak hutang, akibat kebiasaan suaminya yang sering berhura hura dan hidup royal. Sementara tabungan Sari sudah habis dipakai untuk bayar ini dan itu, sesampainya dikantor Sari menghadap pimpinannya untuk meminjam uang, untuk melunasi hutang suaminya kepada seorang rentenir.
Sari mengetuk pintu ruangan pimpinannya itu, dan terdengar suara dari seorang laki laki yang mempersilahkannya untuk masuk. Pak Nico adalah pimpinan dimana Sari adalah salah seorang anak buah di unitnya, dan hari itu Sari datang dan mengutarakan maksudnya untuk mendapat pinjaman uang.
Dengan mata nakalnya Pak Nico menyisir tubuh Sari dari atas sampai kebawah, Sari menjadi risih mendapati hal ini, lalu dengan perlahan iapun mulai mengutarakan maksudnya.
“…maaf Pak maksud dan tujuan saya menghadap, adalah ingin meminta bantuan kepada Bapak untuk meminjamkan saya uang lima juta Pak…” kata Sari dengan nada berat.
“…boleh saja Bapak kasih, asal kamu mau menerima persyaratannya…!” kata Pak Nico mulai dengan akal bulusnya.
“…persyaratan apa Pak, saya tidak mengerti…?” sambung Sari.
“…asal kamu mau pacaran sama Bapak sehari…saja…pasti Bapak kasih apa yang kamu mau…gimana…?” kata Pak Nico dengan berbisik didepan wajah Sari.
Sari begitu kaget dengan apa yang baru didengarnya, lalu iapun tertunduk tidak berani menatap mata atasannya itu, dan iapun teringat akan desakkan dan ancaman rentenir yang kemarin datang kerumahnya, lalu dengan pelan iapun berkata lagi.
“…kalau memang Bapak mau begitu saya terima Pak, asalkan saya diberi pinjaman…” dengan berat hati Sari menyetujui keinginan atasannya itu.
Pak Nico begitu girang dan tidak menyangka Sari akan semudah itu menerima persyaratan darinya. Lalu iapun mengeluarkan sejumlah uang dari lacinya, dan memberikannya kepada Sari.
“…ini uangnya lima juta dan kamu harus menuruti apa saja yang saya mau…!” katanya seraya menyerahkan uang ketangan Sari.
Sari segera memasukan uang itu kedalam tasnya, sementara Pak Nico pergi mengunci pintu ruangannya, dan segera menghampiri Sari. Sari tidak kuasa menolak ketika tangan Pak Nico memeluk tubuhnya dari belakang, dan mulai menyapu tengkuk dan leher jenjangnya dengan mulut dan lidahnya. Pak Nico yang sudah sekian lama begitu memendam hasrat terhadap Sari kemudian tidak menyia nyiakan kesempatan langka tersebut, dengan penuh nafsu iapun mulai menggesek gesekkan batang penisnya dibelahan pantat Sari yang terbalut rok ketatnya.
“…oohh Sari kamu begitu menggairahkan, tubuhmu begitu seksi sssshhh…aaahh…” racau Pak Nico ditelinga Sari.
Lalu mulai tangan Pak Nico meremas remas buah dada montok Sari, dan mulai membuka satu persatu kancing blousnya. Tubuh Sari sampai terguncang guncang menerima desakkan dan gesekkan liar penis Pak Nico dipantatnya, kini Pak Nico membalikkan tubuh Sari kehadapannya.
Dengan memegang kepala Sari Pak Nico kemudian melumat bibir tipis Sari, kemudian tangannya mulai menurunkan tali kutang dipundak Sari. Sari sudah setengah telanjang dengan buah dadanya yang montok itu menggantunng membuat Pak Nico yang tidak sabar segera mencaplok dan mengenyoti puting susunya dengan penuh nafsu.
“…ssshhh…” Sari mulai mendesis menerima kenyotan mulut Pak Nico.
Pak Nico kemudian menarik Sari dan membaringkannya diatas sofa, lalu mulai menjilati paha mulus Sari, dan kemudian dengan tergesa segera menarik turun celana dalamnya. Sari hanya pasrah ketika Pak Nico mulai membuka celananya, dan kemudian menuntun batang kontolnya kearah vaginanya. Cerita Dewasa
Vagina Sari yang sudah basah itu dengan mudah dapat dimasuki kontol Pak Nico, dan dengan tergesa kemudian Pak Nico mulai menggenjot vagina Sari. “…aaahh…ooohhh…ssshhh…memekmu legit Rat…!” racaunya.
Sari hanya bisa pasrah dan menitikkan airmatanya, menerima hujaman dan genjotan batang kontol atasannya itu. Hingga akhirnya Pak Nico menyemburkan spermanya didalam rahim Sari, dan hari itu runtuhlah sudah kesucian dirinya, dia harus menjadi tumbal akibat perbuatan suaminya. Pak Nico sangat puas telah berhasil mencicipi tubuh seksi dan montok Sari, yang sudah sekian lama diidamkannya itu.
Sari kembali kemeja kerjanya, dan hari itu iapun menjadi kewalahan akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, karena tadi harus melayani atasannya. Hari itupun Sari harus pulang sedikit lebih malam dari biasanya, dengan tubuh lemas dan lelah iapun berderet bersama para calon penumpang angkutan umum dihalte bis itu.
Hingga sekitar jam delapan malam Sari baru dapat bis, dan tidak diduga pula ditengah perjalanan bis itu mogok, hingga Sari harus menyusuri trotoar dan berjalan mencari angkutan alternatif lainnya. Tepat didepan sebuah toko yang sudah mulai tertutup separuh rollingdorrnya, Sari dikejutkan dengan seorang laki laki yang kemudian membekap mulutnya, dan menarik tubuhnya masuk kedalam toko itu.
Sari tidak bisa menjerit apalagi meminta tolong dengan bekapan dimulutnya, Sari terus dipaksa masuk hingga kebagian belakang dalam toko tersebut. Didalam toko yang rupanya masih ada beberapa orang itu, kemudian serentak mengerubuti Sari yang mulai panik. Dan Sari tidak berdaya mendapatkan serangan dari sekian laki laki yang mulai menjarah sekujur tubuh seksinya, dengan rabaan, dan remasan disana sini.
Malam itu Sari semakin kecil kemungkinannya untuk dapat pulang dengan selamat, tujuh orang pelayan toko berikut pemiliknya malam itu menggilir tubuh Sari, dan diperkosa hingga Sari jatuh pingsan. Seorang demi seorang mulai memasuki tubuh Sari, dan memperkosanya secara brutal. Hingga semuanya kebagian menikmati montoknya tubuh Sari.
Dengan uang yang tersisa menjelang subuh, Sari akhirnya sampai juga dirumahnya, dan suaminya pun tidak bisa berbuat apa apa mendapati istrinya pulang dalam keadaan bersimbah sisa sisa sperma dari para lelaki yang tadi memperkosa istrinya.
Hari itu Sari tidak bisa masuk kerja dan sehabis berobat kedokter iapun diharuskan banyak istirahat, seperti yang sudah dijanjikan siang itu pun datang lah rentenir untuk menagih utang suaminya. Setelah perdebatan yang sangat alot rentenir itu tidak bisa menerima bayaran dari suami Sari, karena uang yang kemarin dipinjam oleh Sari telah raib dirampas para pemerkosanya.
Tagor sang rentenir itu akhirnya memberikan satu syarat kepada Sari dan suaminya, ia akan memberi keringanan hutang mereka apabila diberi kesempatan untuk meniduri Sari. Taryo suami Sari tidak kuasa menolaknya dan kemudian merundingkannya dengan Sari, lalu dengan menintikkan air matanya Sari pun bersedia ditiduri oleh Bang Tagor rentenir itu.
Tagor lalu meminta Taryo untuk meninggalkan ia dan istrinya, dengan lesu Taryo pun menurutinya dan pergi meninggalkan Sari istrinya untuk ditiduri Tagor si rentenir itu. Tagor yang rupanya sudah tertarik terhadap kemolekkan tubuh Sari itu, kemudian membawa Sari kekamar dan direbahkannya diatas ranjang.
Lalu dengan penuh nafsunya Tagur menerkam tubuh Sari dan menggumulinya, dengan lumatan kasar dibibir tipis Sari Tagor pun kemudian meremas remas buah dada Sari dengan kasar. Dan kemudian dengan kasar merobek daster bagian dada Sari, dan membetoto kutangnya hingga putus, kemudian dengan nafsu di caploknya buah dada montok itu.
“…kamu memang cantik mba Sari, tubuhmu montok sekali…aaahhh…ssshh…” racau Bang Tagor disela kenyotan mulutnya disusu Sari.
Cerita Bokep Kemudian dengan kasar pula ia mulai menarik celana dalam Sari hingga sobek dan terputus, lalu dengan nafsu dijilatinya belahan vagina Sari. Dengan lidahnya dimainkannya klentit Sari, dan dijelajahinya hingga kekedalaman vaginanya yang gelap dan pekat itu.
Dengan membuka kaki Sari dan dikangkangkannya kedua paha mulusnya, lalu Tagor dengan kasar mecobloskan batang kontolnya yang besar itu keliang vagina Sari yang imut dan sempit itu. Sari meringis mendapati hentakan hentakan kasar batang kontol yang dua kali lebih besar dari milik suaminya itu.
“…aaahh…pelan Bang…aaahhh…sakiiiit….Bang…aaahh…!” rintih Sari.
Bukan manjadi iba Tagor malah semakin bernafsu menggenjot vagina Sari, dan ia terus mengguncang dan menyodokkan kontolnya lebih kasar lagi. Hingga sepuluh menit kemudian denga erangan panjang Tagor memuntahkan lahar panasnya dirahim Sari.
“…aaaahhh….ssshhh…ccrot…crot…crot…enak betul memek kau mba…!” katanya dipenghujung smburan spermanya.
Sari hanya menangis meratapi semua rentetan kejadian yang harus diterimanya, sedari kemarin hingga hari itu tubuhnya harus menjadi sarana pemuas hajat birahi laki laki. Sungguh kejam nasib yang harus diterimanya, semua ini akibat dari kebiasaan buruk suaminya yang doyan berhutang, hingga mengakibatkan dirinya menjadi tumbal dari hutang suaminya.
Tagor yang kelelahan sehabis menggarap tubuh Ratnapun berucap sekenanya.
“…kalau nanti suamimu belum juga bisa melunasi hutangnya, aku akan minta tubuh kau lagi…ingat itu…!” katanya sambil berlalu dan pergi.
Sari semakin teriris mendengar hal itu, dan dalam hatinya ia semakin menyalahkan suaminya, yang menyebabkan semua kehinaan yang telah menimpanya.
Cerita Dewasa – Sari adalah seorang wanita muda beranak satu berusia 25 tahun yang memiliki wajah manis, dengan bentuk tubuhnya yang begitu semok, pantatnya yang bohay membulat membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan berdecak kagum. Ditambah lagi dengan buah dadanya yang membusung ukuran 34B dan sangat montok itu, semakin menambah keseksiannya benar benar menggiurkan, setiap mata lelaki.
Sari bekerja pada satu instansi pemerintah didaerah Sudirman, sebagai seorang analis yang ramah iapun sangatlah disukai oleh teman teman sekantornya. Sehari hari Sari berangkat bekerja dari rumahnya didaerah Ciledug menggunakan angkutan umum, dengan kebiasaannya yang selalu memakai pakaian ketat semakin membuat lekukkan tubuh seksinya tampak begitu jelas, dan mengundang banyak pandangan nakal dari para lelaki yang melihatnya.
Seperti pagi itu diangkutan yang cukup padat penumpang Sari berdiri berdesakkan diantara para penumpang, Sari yang pagi itu memakai pakaian ketat dengan span yang diatas lutut begitu menggoda setiap lelaki yang berdiri didekatnya, untuk merapatkan tubuhnya ketubuh Sari yang sangat seksi dan montok itu.
Saat itu ada seorang laki laki yang berdiri tepat dibelakang Sari, dengan perlahan mulai merapatkan tubuh depannya kebagian belakang tubuh Sari, dengan memanfaatkan goncangan mobil angkutan yang sesekali terguncang itu, laki laki itu mulai menempelkan batang penisnya yang masih tertutup celana ke pantat Sari. Laki laki yang disebelahnya pun tidak mau kalah dengan kalakuan temannya, iapun mulai dengan menempelkan telapak tangannya dipermukaan pantat Sari yang yang begitu membulat seksi terbalut rok spannya yang begitu ketat menyiplak dipantatnya.
Sari yang diperlakukan seperti itu tidak menyadarinya, ia masih asik bergantungan dengan tangan satunya sedang memainkan tombol tombol blackberrynya. Begitulah keseharian yang sering terjadi terhadap Sari, ada saja lelaki yang mencuri curi kesempatan dalam kesempitan.
Tidak seperti biasanya hari itu Sari begitu pusing dengan keadaan suaminya yang terlibat banyak hutang, akibat kebiasaan suaminya yang sering berhura hura dan hidup royal. Sementara tabungan Sari sudah habis dipakai untuk bayar ini dan itu, sesampainya dikantor Sari menghadap pimpinannya untuk meminjam uang, untuk melunasi hutang suaminya kepada seorang rentenir.
Sari mengetuk pintu ruangan pimpinannya itu, dan terdengar suara dari seorang laki laki yang mempersilahkannya untuk masuk. Pak Nico adalah pimpinan dimana Sari adalah salah seorang anak buah di unitnya, dan hari itu Sari datang dan mengutarakan maksudnya untuk mendapat pinjaman uang.
Dengan mata nakalnya Pak Nico menyisir tubuh Sari dari atas sampai kebawah, Sari menjadi risih mendapati hal ini, lalu dengan perlahan iapun mulai mengutarakan maksudnya.
“…maaf Pak maksud dan tujuan saya menghadap, adalah ingin meminta bantuan kepada Bapak untuk meminjamkan saya uang lima juta Pak…” kata Sari dengan nada berat.
“…boleh saja Bapak kasih, asal kamu mau menerima persyaratannya…!” kata Pak Nico mulai dengan akal bulusnya.
“…persyaratan apa Pak, saya tidak mengerti…?” sambung Sari.
“…asal kamu mau pacaran sama Bapak sehari…saja…pasti Bapak kasih apa yang kamu mau…gimana…?” kata Pak Nico dengan berbisik didepan wajah Sari.
Sari begitu kaget dengan apa yang baru didengarnya, lalu iapun tertunduk tidak berani menatap mata atasannya itu, dan iapun teringat akan desakkan dan ancaman rentenir yang kemarin datang kerumahnya, lalu dengan pelan iapun berkata lagi.
“…kalau memang Bapak mau begitu saya terima Pak, asalkan saya diberi pinjaman…” dengan berat hati Sari menyetujui keinginan atasannya itu.
Pak Nico begitu girang dan tidak menyangka Sari akan semudah itu menerima persyaratan darinya. Lalu iapun mengeluarkan sejumlah uang dari lacinya, dan memberikannya kepada Sari.
“…ini uangnya lima juta dan kamu harus menuruti apa saja yang saya mau…!” katanya seraya menyerahkan uang ketangan Sari.
Sari segera memasukan uang itu kedalam tasnya, sementara Pak Nico pergi mengunci pintu ruangannya, dan segera menghampiri Sari. Sari tidak kuasa menolak ketika tangan Pak Nico memeluk tubuhnya dari belakang, dan mulai menyapu tengkuk dan leher jenjangnya dengan mulut dan lidahnya. Pak Nico yang sudah sekian lama begitu memendam hasrat terhadap Sari kemudian tidak menyia nyiakan kesempatan langka tersebut, dengan penuh nafsu iapun mulai menggesek gesekkan batang penisnya dibelahan pantat Sari yang terbalut rok ketatnya.
“…oohh Sari kamu begitu menggairahkan, tubuhmu begitu seksi sssshhh…aaahh…” racau Pak Nico ditelinga Sari.
Lalu mulai tangan Pak Nico meremas remas buah dada montok Sari, dan mulai membuka satu persatu kancing blousnya. Tubuh Sari sampai terguncang guncang menerima desakkan dan gesekkan liar penis Pak Nico dipantatnya, kini Pak Nico membalikkan tubuh Sari kehadapannya.
Dengan memegang kepala Sari Pak Nico kemudian melumat bibir tipis Sari, kemudian tangannya mulai menurunkan tali kutang dipundak Sari. Sari sudah setengah telanjang dengan buah dadanya yang montok itu menggantunng membuat Pak Nico yang tidak sabar segera mencaplok dan mengenyoti puting susunya dengan penuh nafsu.
“…ssshhh…” Sari mulai mendesis menerima kenyotan mulut Pak Nico.
Pak Nico kemudian menarik Sari dan membaringkannya diatas sofa, lalu mulai menjilati paha mulus Sari, dan kemudian dengan tergesa segera menarik turun celana dalamnya. Sari hanya pasrah ketika Pak Nico mulai membuka celananya, dan kemudian menuntun batang kontolnya kearah vaginanya.
Vagina Sari yang sudah basah itu dengan mudah dapat dimasuki kontol Pak Nico, dan dengan tergesa kemudian Pak Nico mulai menggenjot vagina Sari. “…aaahh…ooohhh…ssshhh…memekmu legit Rat…!” racaunya.
Sari hanya bisa pasrah dan menitikkan airmatanya, menerima hujaman dan genjotan batang kontol atasannya itu. Hingga akhirnya Pak Nico menyemburkan spermanya didalam rahim Sari, dan hari itu runtuhlah sudah kesucian dirinya, dia harus menjadi tumbal akibat perbuatan suaminya. Pak Nico sangat puas telah berhasil mencicipi tubuh seksi dan montok Sari, yang sudah sekian lama diidamkannya itu.
Sari kembali kemeja kerjanya, dan hari itu iapun menjadi kewalahan akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, karena tadi harus melayani atasannya. Hari itupun Sari harus pulang sedikit lebih malam dari biasanya, dengan tubuh lemas dan lelah iapun berderet bersama para calon penumpang angkutan umum dihalte bis itu.
Hingga sekitar jam delapan malam Sari baru dapat bis, dan tidak diduga pula ditengah perjalanan bis itu mogok, hingga Sari harus menyusuri trotoar dan berjalan mencari angkutan alternatif lainnya. Tepat didepan sebuah toko yang sudah mulai tertutup separuh rollingdorrnya, Sari dikejutkan dengan seorang laki laki yang kemudian membekap mulutnya, dan menarik tubuhnya masuk kedalam toko itu.
Sari tidak bisa menjerit apalagi meminta tolong dengan bekapan dimulutnya, Sari terus dipaksa masuk hingga kebagian belakang dalam toko tersebut. Didalam toko yang rupanya masih ada beberapa orang itu, kemudian serentak mengerubuti Sari yang mulai panik. Dan Sari tidak berdaya mendapatkan serangan dari sekian laki laki yang mulai menjarah sekujur tubuh seksinya, dengan rabaan, dan remasan disana sini.
Malam itu Sari semakin kecil kemungkinannya untuk dapat pulang dengan selamat, tujuh orang pelayan toko berikut pemiliknya malam itu menggilir tubuh Sari, dan diperkosa hingga Sari jatuh pingsan. Seorang demi seorang mulai memasuki tubuh Sari, dan memperkosanya secara brutal. Hingga semuanya kebagian menikmati montoknya tubuh Sari.
Dengan uang yang tersisa menjelang subuh, Sari akhirnya sampai juga dirumahnya, dan suaminya pun tidak bisa berbuat apa apa mendapati istrinya pulang dalam keadaan bersimbah sisa sisa sperma dari para lelaki yang tadi memperkosa istrinya.
Hari itu Sari tidak bisa masuk kerja dan sehabis berobat kedokter iapun diharuskan banyak istirahat, seperti yang sudah dijanjikan siang itu pun datang lah rentenir untuk menagih utang suaminya. Setelah perdebatan yang sangat alot rentenir itu tidak bisa menerima bayaran dari suami Sari, karena uang yang kemarin dipinjam oleh Sari telah raib dirampas para pemerkosanya.
Tagor sang rentenir itu akhirnya memberikan satu syarat kepada Sari dan suaminya, ia akan memberi keringanan hutang mereka apabila diberi kesempatan untuk meniduri Sari. Taryo suami Sari tidak kuasa menolaknya dan kemudian merundingkannya dengan Sari, lalu dengan menintikkan air matanya Sari pun bersedia ditiduri oleh Bang Tagor rentenir itu.
Tagor lalu meminta Taryo untuk meninggalkan ia dan istrinya, dengan lesu Taryo pun menurutinya dan pergi meninggalkan Sari istrinya untuk ditiduri Tagor si rentenir itu. Tagor yang rupanya sudah tertarik terhadap kemolekkan tubuh Sari itu, kemudian membawa Sari kekamar dan direbahkannya diatas ranjang.
Lalu dengan penuh nafsunya Tagur menerkam tubuh Sari dan menggumulinya, dengan lumatan kasar dibibir tipis Sari Tagor pun kemudian meremas remas buah dada Sari dengan kasar. Dan kemudian dengan kasar merobek daster bagian dada Sari, dan membetoto kutangnya hingga putus, kemudian dengan nafsu di caploknya buah dada montok itu.
“…kamu memang cantik mba Sari, tubuhmu montok sekali…aaahhh…ssshh…” racau Bang Tagor disela kenyotan mulutnya disusu Sari.
Cerita Bokep Kemudian dengan kasar pula ia mulai menarik celana dalam Sari hingga sobek dan terputus, lalu dengan nafsu dijilatinya belahan vagina Sari. Dengan lidahnya dimainkannya klentit Sari, dan dijelajahinya hingga kekedalaman vaginanya yang gelap dan pekat itu.
Dengan membuka kaki Sari dan dikangkangkannya kedua paha mulusnya, lalu Tagor dengan kasar mecobloskan batang kontolnya yang besar itu keliang vagina Sari yang imut dan sempit itu. Sari meringis mendapati hentakan hentakan kasar batang kontol yang dua kali lebih besar dari milik suaminya itu.
“…aaahh…pelan Bang…aaahhh…sakiiiit….Bang…aaahh…!” rintih Sari.
Bukan manjadi iba Tagor malah semakin bernafsu menggenjot vagina Sari, dan ia terus mengguncang dan menyodokkan kontolnya lebih kasar lagi. Hingga sepuluh menit kemudian denga erangan panjang Tagor memuntahkan lahar panasnya dirahim Sari.
“…aaaahhh….ssshhh…ccrot…crot…crot…enak betul memek kau mba…!” katanya dipenghujung smburan spermanya.
Sari hanya menangis meratapi semua rentetan kejadian yang harus diterimanya, sedari kemarin hingga hari itu tubuhnya harus menjadi sarana pemuas hajat birahi laki laki. Sungguh kejam nasib yang harus diterimanya, semua ini akibat dari kebiasaan buruk suaminya yang doyan berhutang, hingga mengakibatkan dirinya menjadi tumbal dari hutang suaminya.
Tagor yang kelelahan sehabis menggarap tubuh Ratnapun berucap sekenanya.
“…kalau nanti suamimu belum juga bisa melunasi hutangnya, aku akan minta tubuh kau lagi…ingat itu…!” katanya sambil berlalu dan pergi.
Baca Juga : Cerita Sex ku: Bersenggama dengan Anak Bos ku
Sari semakin teriris mendengar hal itu, dan dalam hatinya ia semakin menyalahkan suaminya, yang menyebabkan semua kehinaan yang telah menimpanya.


0 comments:
Post a Comment